Ku Menerimamu Apa Adanya

Ku Menerimamu Apa Adanya
bukan karena apa apa


__ADS_3

"Aku sedikit merasakan suasana hati suamiku lebih membaik dari sebelumnya, setelah kami melakukannya, dia seakan puas dengan Ekstra pelayanan ku, bukan sekedar pelayanan kelas standar tapi ini merupakan pelayanan kelas VVIP, artinya ku kebelakang kan harga diriku di depan suamiku, demi menjadikan hubungan yang baru saja kena angin ****** beliung kembali mereda, tak masalah bagiku untuk bisa memberikan bonus tambahan, yang penting dia kembali baik pada diriku, tenyata didiamkan dan dianggap tidak ada terasa lebih menyakitkan dari pada dimarahi langsung, mungkin karena aku sudah terbiasa dulu sering dimarahi dan di kasari, jadi perasaanku jadi lebih kebal, ketika ku didiamkan dan tak dianggap serasa lebih menyakitkan. Aku nggak mau perasaan sakit ini terlalu lama bersemedi di dalam hatiku, makanya aku putuskan lebih baik mengalah, karena awalnya memang aku yang salah, demi mendapatkan kebaikan.


"Kenapa kamu melakukan ini Jeny,,,"Aku kaget saat dia bertanya padaku, aku nggak nyangka kalau iya bakalan bertanya tentang aksi heroitku, kupikir dia masih betah dengan diamnya, rupanya dia nggak sanggup kalau tak menegurku, aku hanya tersenyum mendengar iya bertanya, dengan sedikit keberanian ku jawab pertanyaaan nya.


"Kenapa emangnya,,,?" Apa salah jika sesekali istri memberikan ekstra untuk suaminya, demi mendapatkan senyum dari suaminya,,,?' Apa kamu merasa nggak suka, atau nggak puas dengan pelayanan ku, atau pelayanan ku masih kurang,,,?" Apa perlu ku tambah lagi,,,? Jawabku padanya, kulihat dia hanya tersenyum memandangku, hatiku terasa tenang saat melihat senyum di bibirnya, tak ada emosi dari wajahnya, yang ada hanyalah ekspresi puas dan senang yang nampak dari wajah bengisnya, sebenarnya aku nggak suka melihat wajahnya yang brewokan, tapi aku nggak mau nanti dia tersinggung jika aku mengatakannya, kemudian dia menjawab pertanyaan ku yang mungkin terlalu banyak untuk dia jawab.


"Bukan itu maksudku, nggak biasanya kamu memulainya terlebih dahulu, biasanya aku yang selalu memulainya, makanya aku nggak nyangka, ternyata kamu itu lebih agresif dan mahir dari yang ku bayangkan,,,!" Jawabnya padaku, aku masih dalam posisi dipeluknya, tapi aku bisa menatap wajahnya dengan mendongak keatas, sebenarnya aku malu mendengar iya mengatakan kalau aku lebih agresif dan mahir dari yang iya bayangkan, karena biasanya aku hanya melakukan apa yang mestiĀ  aku lakukan, nggak banyak ini itu, atau lebih jelasnya banyak gaya, mungkin karena lebih mengutamakan kewajiban kali ya dari pada keinginan, makanya aku lebih banyak menerima dari pada memberi, tapi untuk kali ini, aku yang memberi, makanya dia jadi heran, tapi sudahlah yang penting dia bahagia.


Ku pegang dan ku gosok gosok udelnya, sambil sesekali ku congkel congkel udelnya dengan menggunakan telunjukku,,,kutahu dia geli, tapi kayaknya suka, kalau aku pegang dan ku elus udelnya, qkqkqkqk,,,dasar laki laki mesum pikirku. Aku ingin mengatakan padanya kalau apa yang dia lihat tadi bukan karena kesengajaan ku, melainkan hanya ke salah fahaman, karena memang aku nggak nyangka kalau Joni beraninya memelukku, sementara aku sama sekali nggak tau kalau iya akan bersikap demikian, makanya aku tidak dalam posisi siap. kurasa ini adalah waktu yang tepat untuk aku menjelaskan padanya, agar tidak menjadi sejarah dalam pikirannya, aku nggak mau nanti dia selalu mengingat atau mengungkit tentang itu lagi padaku, yang ujungnya hanya membuatku semakin terpuruk dan menderita, lebih baik aku selesaikan saat ini juga. Kurasa wejangan nya udah ku beri, sesajennya udah, tinggal mantra nya lagi yang perlu ku baca, mudah mudahan iya mau menerima penjelasan dariku.


"Sayang, kamu masih marah sama aku,,,?" Tanya ku hanya untuk sekedar basa basi.


"Sedikit,,!" Jawabnya padaku, aku senang mendengar jawaban darinya karena marahnya cuma sedikit, berarti masih bisa di tiup nih lilin, biar nyalanya padam, pikirku, qkqkqkqk


"Sayang, maafin aku ya soal yang tadi, aku sama sekali nggak tau kalau dia mengikuti ku, karena emang tujuan awal ku hanya ingin pipis, itu toiletnya mana jauh lagi, aku juga udah katakan kalau aku udah menikah dan punya anak, tapi dianya nggak percaya, dulu memang dia adalah teman SMA aku, yang memang ingin aku jadi pacarnya, tapi aku nggak suka, karena aku emang nggak bisa menerima siapapun untuk menjadi pacarku, aku nggak pernah pacaran, aku nggak niat untuk pacaran, aku juga nggak mau kalau ada orang yang menggodaku dan menginginkanku jadi pacar, "kamu tau kenapa,,,?


'Nggak, jawabnya singkat. " sebenarnya aku nggak ingin lagi mengingat peristiwa yang menyakitkan itu, hanya akan membuka luka lama, tapi nggak masalah buat ku yang penting masalah kami selesai.

__ADS_1


"Itu semua karena kamu, "kamu kok tega banget sama aku dulu Pan, "Kenapa sih kamu harus melakukan itu, harusnya kan nggak gitu, ngomong aja baik baik. aku malah jadi kesal padanya.


Topan malah semakin erat memeluk tubuhku, kemudian dia menjawab pertanyaan ku.


"Kamu tau nggak kenapa aku melakukan itu,,,? Tanya nya padaku.


"Gimana aku tau, apalagi kan usia ku emang masih kecil dan belum begitu memahami nya. Jawabku.


"Aku nggak mau kamu di miliki orang lain, aku nggak mungkin mengatakannya, karena memang waktu itu kamu masih kecil dan belum mengerti, tapi jujur aku nggak kuat melihat kemolekan dan kecantikan yang kamu miliki, makanya aku jadi hilang kendali. "eh tapi kamu jangan marah ya,,,?


"Kenapa emangnya,,,,?"tanyaku heran padanya..


Jawabnya sambil ketawa, aku bertambah kesal padanya, aku nggak nyangka kalau dia suka ngintip aku kalau lagi mandi, pantesan aja perasaaan ku selalu nggak enak kalau lagi mandi, jujur aku kalau lagi mandi emang nggak suka pakai kemban sih, nggak nyaman aja bagiku, lagian ngerasa kurang bersih aja kalau harus di tutupi, rupanya ada yang ngintip aku, untung jadi suami, kalau nggak, wah rugi besar nih aku pikirku.


"Jadi kamu suka ngintip aku ya,,,,?" Tanya ku sambil mencubit ****** susunya yang kecil, hmmmm rasain nih, baru ketahuan ya sekarang, ternyata ini biang keroknya yang suka bikin aku kaget dan nggak nyaman, dasar laki laki mesum,,,,Topan ketawa ngakak saat aku mengatakan kalau iya adalah biang keroknya. "Pantesan aja dulu kamu sering bintitan....kupikir karena terlalu sering mengkonsumsi telor, makanya bintitan, eh rupanya karena terlalu sering ngintip, untung matanya nggak jebol, karena kebanyakan bintit.


"Aduh aduh sakit yank, jangan di cubit. aw aw aw sakit,,,,!" Topan mencoba menghentikan aksi cubit mencubit ku, rupanya dia paling nggak tahan kalau dicubit, sekarang gantian dia yang malah menggelitik pinggangku, eh ini apaan sih, malah balik nyerang aku, cukup cukup cukup, aku nggak kuat pan, hentikan, aku jadi geli di gelitikin sama dia, apalagi bagian pinggangku, ampun deh, nggak kuat banget,,,

__ADS_1


Aku bersyukur sekarang, antara aku dan dia nggak marahan lagi, karena nggak baik juga kalau berantem lama lama, katanya pamali,,,


'''Oaaaakkk Oaaaakk Oaaaakkk...


Tiba tiba dua bayiku terdengar menangis dari dalam kamar, aku berdiri hendak mengambil bayiku, tapi ku lupa kalau aku lagi tampa busana, Topan mengingatkanku sambil ketawa.


"Sayang, kamu mau jadi orang hutan ya,,,,?" dia meledekku.


"Kamu tu yang jadi orang hutan, brewokan dan buncit....jawabku balik.


"Kamu mau Si KOKI malu melihat tampilan kamu yang kayak gitu....?


"Kulihat diriku di cermin, ya ampun, aku malu banget, ternyata aku masih Bugil dan banyak tato merah di seluruh bagian atasanku,,,,kwkwkw, dengan cepat kuambil pakaianku yang berserakan di lantai, karena di lempar Topan sembarangan, "Pan, kamu aja ya, yang gendong mereka sebentar, aku mau mandi dulu, tuh celana boxer kamu, pakai itu dulu, pintaku padanya, karena aku emang udah nggak nyaman lagi dengan keadaanku saat ini, lagian sekarang juga udah sore.


"Iya iya, Topan berdiri dan mendekati kedua bayinya.


Next,,,

__ADS_1


Jadi ya para Mak Mak, kalau lagi ada masalah sama suami, sama keluarga atau apalah, jangan terlalu lama menyimpannya, itu harus cepetan baikan jangan terlalu lama, masalahnya cepat di selesaikan, jangan ngikut emosi, tinggalkan dulu ego kalian, karena meminta maaf itu lebih mahal harganya, dari pada memberi maaf, karena menurunkan ego dulu, baru meminta maaf ya kan, makanya, yang diminta maaf juga harus cepat cepat memberi maaf...


__ADS_2