Ku Menerimamu Apa Adanya

Ku Menerimamu Apa Adanya
Cara Ampun meredam Amarah


__ADS_3

Topan POV


Kali ini aku benar benar marah dan kesal sama Jeny, dia sama sekali tidak menghargai aku sebagai seorang suami, kenapa dia tega berbuat seperti itu, dasar wanita kurang ajar dan brengsek,,,!'' Aku nggak habis pikir kenapa istriku begitu gampang nya dipeluk oleh laki laki lain, apa sebenarnya yang ada di otaknya, sampai berani bermain api dibelakang ku, aku benar benar nggak bisa membiarkan dia berbuat seenaknya seperti itu, seakan aku hanya sekedar status suami, bukan seseorang yang harus iya sayangi, dihargai selayaknya suami pada umumnya,


''Apa lagi yang kurang dari diriku, kasih sayang ku, perhatian ku, bahkan aku rela melakukan apapun demi kebahagiaan dia, tapi kenapa dia berkhianat dibelakang ku, aku pastikan kalau dia bakalan menyesal seumur hidupnya, karena sudah berani mengkhianati aku, dia pikir aku bisa terima, dengan perbuatan nya yang memalukan seperti itu, dasar wanita murahan, tak tau diri, dan tak tau di untung, aku nggak perduli dia itu siapa, karena hatiku sudah terlanjur sakit, atas pengkhianatan yang dia lakukan, Jeny Jeny Jeny brengsek... !!!


#################


Jeny POV


Aku sangat takut melihat Topan saat ini, Topan tak bicara sedikitpun padaku, Topan hanya fokus dengan kemudi di depannya, tapi terlihat Topan sedang berfikir keras, sebenarnya apa yang ada dipikiran nya Topan, kenapa dia diam saja, harusnya dia marah padaku, kenapa dia seperti tak memperdulikan aku, Ya Allah bantulah aku ya Allah, aku takut suamiku, akan berbuat hal hal yang tidak aku inginkan, aku nggak sanggup kalau harus berhadapan dengan nya dalam situasi yang sekarang ini, ku mohon ya Allah, berilah kesabaran untuk dirinya. Aku berdoa dalam hatiku, semoga semua baik baik saja.


Kedua bayiku seakan ikut merasakan kegelisahan yang dirasakan oleh diriku, mereka berdua nangis nggak mau diam, aku berusaha untuk menenangkan kedua bayiku, namun bukan nya diam bayiku semakin menangis, seakan meminta kedua orang tuanya untuk berdamai, tapi kedua orang tuanya, masih dalam posisi mode diam.


Aku yakin, pasti Topan sangat kesal mendengar anak anaknya menangis, karena Topan paling nggak suka kalau anaknya nangis, makanya dia selalu pandai dalam membujuk anaknya agar diam dari tangisnya, tapi kali ini nggak, dia diam bahkan Topan terlihat bertambah kesal, karena mendengar suara tangisan anak anaknya, dia memukul stir kemudi beberapa kali, andai kan dia tidak sedang marah, dia sudah pasti memberikan bantuan untuk menenangkan tangisan bayi mereka, sekarang Topan seperti nggak perduli dengan tangisan anak anaknya, mungkin sangking kesalnya. Padahal Topan aslinya paling pandai mengasuh bayinya, tapi tidak untuk saat ini kepandaian dalam mengasuh bayi bayinya seakan hilang hanya karena kekesalan dan kemarahan nya padaku.


Tak ada senyum di bibirnya, tak ada tawa, tak ada canda, tak ada lagi godaan darinya, yang kini hanya tersisa muka masam, bringas dan penuh amarah. Sudah lama sekali wajah bringas itu tak kelihatan olehku, bahkan aku sampai lupa bagaimana bentuknya saat Topan lagi marah, karena Topan tidak pernah menunjukkan lagi sikap Arrogant nya padaku, tapi saat ini semua sikapnya yang manis dengan begitu gampangnya pergi, hanya karena ke salah fahaman yang terjadi antara dia, aku dan laki laki yang telah memeluk diriku saat itu.

__ADS_1


Aku tau posisiku sebagai Seorang istri, aku tak kan mudah untuk di rayu apalagi dengan gampangnya berada di pelukan lelaki yang bukan suamiku, itu sama saja menodai rumah tangga yang sudah susah payah aku bangun, dan ku pertahankan, nggak mungkin aku akan menghancurkan bahtera rumah tanggaku yang sudah begitu nyaman dan tenang saat ini, suamiku yang sudah jauh berubah dan selalu baik padaku, menyayangi ku, bahkan ada banyak cinta yang dia sediakan untukku, bagaimana mungkin aku mengkhianati cinta nya itu.


Kini aku hanya bisa berharap semoga Topan segera mengakhiri ke salah fahaman ini. tapi bagaimana cara nya...? "Jangankan untuk menyelesaikan ke salah fahaman ini, bicara saja Topan nggak mau. aku sangat menyesal kenapa aku harus ketemu sama laki laki itu, aku sama sekali tidak menduga kalau aku harus bertemu dengan Joni, aku sangat menyesali apa yang sudah terjadi pada diriku, "Kenapa aku harus berjumpa denganNya, padahal aku sama sekali tak menginginkan kejadian itu terjadi, lagian ngapain coba, Joni meluk aku, berulang kali aku katakan, kalau aku sudah menikah, punya suami dan punya anak, tapi Joni sama sekali tak mempercayai apa yang aku katakan, dasar laki laki ambisius, aku nggak mungkin mau menerima nya, apalagi dengan posisiku yang sekarang ini, kenapa sih aku bodoh banget, bisa berada dalam pelukan nya, padahal aku sudah berusaha melepaskan diri darinya, tapi dia begitu kuat, hingga aku tak mampu melepaskan pelukan nya dari diriku, yang parahnya Topan melihat ku dengan jelas, saat berada dalam pelukan nya Joni, entah bagaimana keadaan nya Joni saat ini, kulihat tadi, mukanya penuh darah, bibirnya berdarah, hidungnya berdarah, bahkan disekitar matanya seperti membiru dan bengkak, aku tak melihat wajah Joni lagi saat itu, yang kulihat seperti wajah petinju yang kalah dengan wajah yang tak beraturan penuh luka dan lebam, sedikit rasa iba ku melihatnya, tapi nggak mungkin aku menolongnya, karena Topan lebih dulu menarik tanganku dengan paksa, aku seakan kembali lagi dengan peristiwa dua tahun yang lalu, saat Om Adi, yang sekarang jadi Papa mertuaku, melakukan kekerasan dalam rumah tangga.


###############


Sepanjang perjalanan, mereka berdua hanya diam seribu bahasa, tampa ada yang bicara sedikitpun, yang terdengar hanya tangisan bayi mereka, seakan mengerti dengan apa yang terjadi pada orang tuanya, bayi juga ikut merasakan, jika orang tuanya sedang terancam ataupun dalam keadaan susah pikiran, ''Anak anakku bantu Mama dalam menyelesaikan permasalahan Mama ya nak, do'ain Mama agar papa kalian tidak bertindak diluar batas kesadarannya, Mama takut sekali sayang, Jeny mengusap usap kepala kedua bayinya, hingga akhirnya kedua bayi kembar itu tertidur.


Tak lama kemudian kami sampai di rumah, dia membuka pintu mobil dan mengambil Coko yang tertidur didalam pangkuanku, dia menggendong Coko dan membawa Coko ke dalam rumah dan meletakkan Coko dalam keranjang tempat tidurnya Coko, kemudian iya mengambil beberapa barang yang ada di mobil, aku masih nggak berani menegurnya, apa lagi meminta tolong untuk mengambil Ciki dari ku, padahal kakiku terasa kram, dan nggak bisa gerak, karena terlalu lama memangku bayiku dalam mobil. Aku masih duduk di mobil, menjelang kakiku pulih dan bisa digerakkan. mungkin iya heran kenapa aku nggak keluar keluar dari mobil, akhirnya nya dia keluar dari rumah dan mendekati ku.


"Kaki ku nggak bisa di gerakkan, kram.. !" Jawabku singkat, karena aku masih takut padanya.


"Sini Ciki, biar ku bawa kedalam...!" Dia mengambil Ciki dariku, dan membawa Ciki kedalam untuk diletakkan di keranjang tidur sebelahnya Coko. Tapi aku juga belum bisa menggerakkan kakiku, dan aku masih duduk didalam mobil, kenapa ini dengan kakiku, kok kram nya lama sekali, biasanya nggak begini, ku urut urut dan ku pijit pijit kakiku, tapi belum juga sembuh, lama ku duduk di mobil, akhirnya dia keluar lagi dan menghampiri aku.


"Kenapa kamu masih disini, apa mau tidur disini.. ?" Dia tak menunjukkan kesan Damai padaku, tapi ku tau, dia pasti nggak tega melihat ku seperti ini.


Tampa menunggu lama, dia langsung menggendong ku, dan membawaku kedalam rumah, dia meletakkan ku di atas sofa dekat TV, hatiku sedikit tersentuh saat dia menggendong ku, aku tau Topan orang yang baik, kadang dia sama sekali tak pernah menyulitkan ku dalam urusan rumah tangga, ini hanyalah kesalahan yang tak disengaja, mudah mudahan ini cepat berlalu. setelah meletakkan ku, dia mengambil obat gosok, dan mengurut kakiku, serta memijit kakiku, aku merasa sedikit bisa menggerakkan kakiku, tapi Topan tetap diam sama sekali tak bersuara.

__ADS_1


"Udah Sayang, sekarang udah bisa digerakkan, aku mencoba untuk mencairkan suasana yang beku ini, dengan panggilan sayang padanya, jujur aku belum pernah memanggilnya dengan sebutan sayang, tapi kali ini aku rela menurunkan ego ku untuk memanggilnya sayang, demi menghangatkan hubungan aku dan dia.


Aku tau dia kaget dengan panggilan sayang dariku, biasanya aku selalu memanggilnya dengan sebutan Pan atau Topan.


"Makasih ya sayang, kamu udah menyembuhkan kakiku, seketika aku memeluknya dan ku kecup bibirnya, dia kaget saat aku mengecup bibirnya, tapi iya sama sekali tak melepas pelukanku dari nya.


Dia masih diam, tapi ku tahu dia sudah berbunga bunga dengan kata pujian dariku, apalagi saat aku mengecup bibirnya.


"Dalam hatiku, ini adalah cara ampun meredam amarah, untuk membuatnya kembali baik dan reda dari amarahnya. Ku kecup lagi bibirnya, sambil ku katakan "Aku kangen banget sama kamu sayang, udah beberapa hari kamu pergi meninggalkanku, dengan sedikit memberanikan diri, ku ***** bibirnya hingga iya sulit tuk bernafas, iya kelihatan seperti sudah tak mampu menahan bi***nya, aku tau itu karena kulihat wajahnya sudah memerah dan nafasnya sudah mulai tak beraturan, , aku seperti wanita yang agresif, aku sengaja membuatnya semakin tak terkendali, ku lepaskan kancing bajunya satu persatu, kulihat ada banyak bulu di dadanya, bulu dadanya ku belai sampai aku merasakan kalau dia tak mampu lagi untuk mengendalikan dirinya, dia menikmati setiap permainanku, kulihat matanya mulai terpejam seakan iya terbuai dengan setiap belaian tanganku, aku merasakan kalau junior nyo mulai menegang, aku tak menyangka ternyata diriku bisa membangkitkan hasrat suamiku yang sedang dalam keadaan nggak mood, tampa menunggu lama, dia pun mulai melancarkan serangannya yang sudah sejak tadi ditahannya, sore itu kami larut dalam permainan hot yang belum pernah kurasakan sebelumnya, biasanya aku hanya menjalankan kewajiban ku sebagai seorang istri, tapi kali ini aku yang memulainya, aku sedikit merasakan suasana hati suamiku lebih membaik dari sebelumnya, setelah kami melakukan nya, dia seakan puas dengan Ektra pelayanan ku, bukan sekedar pelayanan kelas standar, tapi ini pelayanan kelas VVIP....


Next....


Gimana dengan kalian, para mak mak yang memiliki suami, kalau menghadapi suami yang lagi kesal sama kalian, sama nggak dengan cara Jeny,,, ?" aku rasa ada yang sama ada yang nggak ya, "eh tapi itu yang mak mak ya, bukan tuk yang belum menikah qkqkqkqk, kalau yang belum menikah, jangan ya....bahaya...hehehe...


"Hmmmm, jangan lupa ya ara kesayangan aku, untuk selalu memberikan like, vote dan komennya, makasih ya semuanya...


I LOVE YOU....

__ADS_1


__ADS_2