
Author POV
Semua berangkat dari kekhilafan, khilaf dalam bertindak, khilaf dalam berbicara, hingga kadang membuat seseorang suka hilang kendali karena khilaf dalam berkata, sehingga muncul kekhilafan dalam bertindak. Mungkin Topan adalah salah satu dari sekian banyak nya orang yang salah dalam bertindak, sehingga iya dengan gampangnya membuat sesuatu hal yang dapat merugikan orang lain.
Tapi itu semua adalah bagian dari masa lalunya, karena saat ini iya begitu bahagia setelah apa yang iya inginkan telah tercapai, ingin menikahi Jeny dan punya anak, semuanya telah tercapai, bahkan anaknya kembar sekaligus, sehingga membuat kebahagiaan nya kini kian lengkap.
1 keluarga lengkap dengan dua anak sepasang, siapa yang tidak bahagia, dengan keadaan yang seperti itu.
tapi kebahagiaan itu, dengan gampangnya lenyap hanya dengan satu kesalahan.
∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆
Pagi itu Jeny telah siap mengurusi suami, anak dan serta membereskan pekerjaan rumah, karena Topan ikut membantunya mengurusi si kembar, hingga tak butuh waktu lama, semuanya sudah selesai.
Topan berencana ingin mengajak istri dan anak anaknya jalan jalan untuk refreshing, sekedar menghilangkan penat belakangan ini, apalagi istrinya itu, semenjak punya bayi, istrinya lebih jarang keluar rumah, karena selalu disibukkan dengan dua anak kembarnya, jadi seluruh keperluan rumah, keperluan Jeny dan juga keperluan Anak anak, semuanya sudah dipersiapkan oleh Topan, itu karena Topan tidak suka kalau istrinya jadi sorotan orang orang diluar sana, sebenarnya Topan nggak suka aja, kalau ada laki laki jelalatan yang memandang istrinya, makanya Topan lebih suka istrinya di rumah aja, katanya lebih terjamin keamanan nya.
''Sayang, hari ini kita refreshing yuk, jalan jalan keluar, kasian anak anak nggak pernah di ajak jalan jalan...
''Ya terserah kamu aja Pan, aku ikut aja, lagian anak anak udah mulai besar, jadi mereka nggak apalah kalau diajak jalan, kalau emang kamu yang ngajak. ''sebenarnya Jeny senang banget, suaminya ngajak jalan jalan, udah bosan di rumah, sesekali boleh lah menghibur istri dan anak anak, pikir Jeny. ''
''Ya udah deh, hari ini kita jalan, kamu siapin aja anak anak, nanti kalau udah jalan jalan kita mampir ke rumahnya mama, aku kangen sama Mama, udah lama nggak ketemu.''
''Iya, tapi kamu jagain dulu ya anak anak, aku mau nyiapin keperluan mereka''.
Jeny menyerahkan dua bayinya pada Topan untuk dijagain sama Topan.
Setelah semuanya siap, kemudian mereka berangkat ke tempat yang Jeny sendiri nggak tau arahnya, semua terserah Topan aja, yang penting jalan jalan pikirnya, kadang Jeny merasa heran sama Topan, semua keputusan ada ditangan nya, kalau katanya iya, ya harus iya, tapi kalau katanya nggak, ya nggak. mungkin karena Jeny selalu mengalah, makanya mereka tidak pernah lagi bertengkar, seperti nya Jeny sudah tau cara mengambil hatinya Topan.
Tak lama kemudian, mereka sampai di sebuah tempat wisata, yang tak terlalu banyak pengunjung yang datang, karena tempat ini, merupakan tempat wisata baru, yang banyak belum diketahui orang lokasinya nya.
''Sayang, kita disini aja ya, disini enak banget, tempat nya adem, banyak pemandangan alam yang sangat indah. Ini tempat nya baru yang, belum terlalu banyak terjamah oleh tangan manusia, jadi masih bersih banget, makanya aku ajak kalian kesini.
Maya hanya diam, tapi iya juga kagum dengan keindahan alam sekitar, ditempat ini juga terdapat kebun binatang nya, jadi banyak binatang binatang yang memang bisa dikatakan belum pernah dilihat oleh Jeny, apalagi anak anaknya sangat senang sekali berada di sini, mungkin baru pertama kali melihat binatang, makanya mereka kelihatan seneng banget. tiba tiba Maya serasa mau pipis, akhirnya iya minta Topan untuk menjaga bayi mereka.
''Pan, aku kebelet pipis nih, kamu tunggu bentar ya, jaga Koki.
''Iya, hati hati kamu tu baru pertama kesini.
Jawab Topan singkat, sambil ngingetin.
__ADS_1
''iya ho'oh, kemudian Jeny berjalan sendiri menuju toilet, yang memang agak jauh dari lokasi tempat bayi bayinya, tak lama kemudian iya sampailah ditempat yang dicari nya, yaitu bertuliskan Toilet Wanita.
Jeny nggak sadar, rupanya setengah perjalanan ke Toilet, ternyata ada sepasang mata yang lagi memperhatikannya, tapi Jeny tidak menyadari itu, setelah selesai, iya langsung keluar dan hendak berjalan menuju ke tempat bayi bayinya, belum beberapa langkah, tiba tiba ada yang menepuk pundak Jeny dari belakang, dan sontak saja Jeny kaget dan serasa mau copot jantung nya, iya menoleh kebelakang rupanya yang menepuk pundaknya ternyata laki laki yang pernah meninggalkan kesan dihatinya.
''Joni, ngapain kamu kesini... ?'' Tanya Jeny heran, kenapa ada Joni di sini, kok selalu kebetulan ketemunya.
''Oh, aku kebetulan saja lewat dan mampir main kesini, soalnya kata orang, ini tempat yang bagus untuk di kunjungi.
jawab Joni. ''kamu sama siapa kesini... ?
Tanya Joni heran.
''Sama suami aku, dia ada disana bersama dengan bayi bayi ku... jawab Jeny jujur.
Joni kaget, dan nggak percaya, mana mungkin Jeny udah menikah, setahu dia Jeny itu belum menikah apalagi punya anak. jadi nggak mungkin pikirnya.
''Kamu sudah menikah... ?''
nggak mungkin, kenapa aku nggak tau.. ?
Jawab Joni seperti nggak percaya.
jawab Jeny dengan sedikit meyakinkan Joni.
''Aku nggak percaya kamu udah nikah, kamu pasti bohong kan... ?'' Joni masih berasa yakin kalau apa yang dikatakan oleh Jeny itu tidak benar.
''Ngapain aku bohong Jon, aku emang udah menikah, kalau kamu nggak percaya, nanti kamu aku kenalin sama suami aku.
''udah ya aku mau kesana ke dekat suami aku.
baru mau melangkah tiba tiba Joni menarik tangan Jeny, tampa aba aba, Joni langs7ng memeluk tubuh Jeny dengan erat, Jeny kaget dan berusaha melepaskan pelukan Joni yang begitu erat. Joni sangat kuat hingga Jeny tak mampu untuk melepaskan pelukan nya Joni.
''Lepaskan aku Joni, aku ini udah punya suami, nanti kalau suami aku lihat habis kamu dibuatnya. lepaskan aku.
Jeny sangat takut sekali, karena ini merupakan kesalahan yang sangat fatal, jika nanti Topan melihatnya, dan benar saja ternyata Topan emang datang mencarinya, karena dipikirnya Jeny nggak tau letak toiletnya, rupanya apa yang ada dipikiran nya sangat jauh dari apa yang dilihatnya, dia begitu marah ketika Jeny berada didalam pelukan laki laki yang memang sama sekali tak dikenalinya, ''KURANG AJAR, BERANINYA JENY BERMAIN DIBELAKANGKU''... RASAKAN INI... !!
Topan menarik baju Joni dengan kuat, hingga pelukan itu terlepas dan benar saja, Joni babak belur dihajar oleh Topan, Joni sedikit pun tak mampu untuk membalas pukulan Topan yang membabi buta, terakhir kakinya Topan berada di atas perutnya Joni.
Jeny menjerit minta tolong sama orang untuk meleraikan perkelahian antara Topan dan Joni, tapi sia sia karena memang lokasi kejadian jauh dari keramaian.
__ADS_1
''Hentikan Pan, ku Mohon ini cuma salah faham, aku nggak ada hubungan apa apa sama dia, dia itu teman aku dulu waktu sekolah.
Jelas Jeny pada Topan, tapi Topan sedikitpun tidak mau mendengar penjelasan nya Jeny, Topan terus saja memukul dan menendang tubuh Joni, hingga Jeny tak kuasa untuk melihat dan menghentikannya.
''Berani beraninya kamu memeluk istri orang,,, !'' kurang ajar kamu ya, dasar laki laki tak beradab, rasakan ini...
Buug... buuuug... buuuug...
bunyi pukulan dan tendangan Topan,
''Aaaakh... aaaakh... aakh....
Joni menjerit kesakitan, saat pukulan Topan bertubi tubi menghantam nya.
buuuug... buuuug... buuuug...
''akh.. akh.. akh.. Hentikan, maafkan aku.
''Ku mohon Pan, hentikan... !''
''Hentikan kumohon pan,, hentikan, hentikan pan.. ''hikss hiks hiks... Jeny menangis, karena tak tega lagi melihat Wajah dan tubuh Joni, sudah tak bisa lagi tuk dikenali...
Tak lama kemudian, Topan menghentikan pukulannya, karena dia merasa lelaki yang sudah berani memeluk istrinya ini, sudah tak berdaya lagi.
''Ini, adalah peringatan keras buat 👉kamu, Topan menunjuk muka Joni dengan tatapan sangarnya, ''ini wanita kurang ajar ini, dia adalah istri saya, Topan menarik baju Jeny dengan kasar, hingga Jeny terseret ke dekat nya. untuk menunjukkan pada Joni kalau Jeny ini adalah istrinya. ''sekali lagi kamu berani mendekatnya, saya pastian kamu tinggal nama saja.
''CAMKAN ITU... !
Kemudian Topan menarik tangan Jeny dengan wajah yang beringasan, membuat Jeny berlari lari kecil mengikuti jalannya Topan yang sangat cepat.
Jeny nggak menyangka, kalau perjalanan ini begitu membuatnya tersiksa, dan tertekan perasaan, Jeny nggak tau apalagi yang bakalan terjadi setelah ini, ya Allah tolong lindungi aku ya Allah Jeny masih menangis tersedu, iya takut sekali Topan berbuat kejam lagi padanya, ketika sampai di rumah nanti. Topan sedikitpun tidak mengeluarkan kata kata, dan iya langsung menarik tangan Jeny menuju tempat penitipan bayinya, dan mengambil bayinya, dan tampa berkata apa apa iya langsung menarik Jeny menuju parkiran, dan langsung pulang tampa berkata kata sedikitpun dan itu membuat Jeny semakin ketakutan.
Setelah itu mereka langsung pulang.
Next...
Apalagi ini ya, kok jadi gini sih, jadi nggak tega Author mah, dari pada serem melihat mereka berantem, mendingan kasih Like, Vote dan komennya, yang banyak ya...
makasih, i love you kesayangan aku.
__ADS_1