
Setelah pulang dari kantor, Deril langsung menuju kamarnya, iya hendak langsung mandi, karena tadi iya udah Ada janji sama Jeny, kalau nanti malam iya ke rumah Jeny, makanya iya nggak mau bersantai, mengingat, kalau sahabatnya itu, berharap sekali iya datang kerumahnya.
Selesai mandi, Deril langsung ke ruangan keluarga, iya berniat meminta izin pada Mama dan Papa nya, kalau iya malam ini, Mau ke rumah Jeny.
Dan ternyata mama Dan papa nya nggak ada.
Deril melihat kearah belakang, ternyata Mamanya lagi nyantai bersama Papa nya di teras belakang.
"Sore ma pa,,,? "Deril mencium pipi mama Dan papa nya.
"Sore sayang,,, ''Baru pulang ya ? ''tanya Mamanya.
"Iya mah, tapi ini udah mandi dong, hehehe...
"Tadi banyak banget pekerjaan di kantor mah, jadi aku lembur 1 jam, makanya agak telat balik nya!''
''Lagian tadi Jeny nggak masuk kerja mah, ''kata nya lagi nggak enak badan, jadi pekerjaan nya Jeny, Aku yang handel sementara.
"Ya sudah, nggak apa apa Ril, namanya juga sahabat, ya harus gitu dong saling membantu !
" Iya mah, Deril tau, makanya Deril bantu, lagian Deril nggak tega sama Jeny mah, kemaren aja Jeny pingsan, di kantor mah, mungkin karena kecapean kali.
"Iya mungkin Ril, ''kasian Jeny ya, udah nggak punya papa mama, tinggal sendirian, dan harus membiayai hidup nya sendiri, pada hal kan sebenarnya dia nggak harus seperti itu !
" Mama tau betul siapa orang tuanya Jeny, orang berada, yang pasti nggak kekurangan lah, tapi sayang, semua nya tinggal kenangan.
cerita mama Deril.
"Iya mah, makanya Deril kasian banget sama Jeny pa, ma, bukan cuma sebatas sahabat aja mah, tapi Deril udah nganggap Jeny sebagai saudari Deril sendiri mah.
" Iya sayang, Mama tau itu, jawab mama nya Deril.
"Oh ya ma, nanti malam Deril Mau ke rumah Jeny, Mau menjenguk Jeny, udah sembuh pa belum, kasian mah, dia sendirian.
" Iya sayang, "boleh kok, tapi pulang nya jangan malam malam ya nak, nggak baik anak gadis pulang larut malam.
"Siap boss.... !
hehehe, makasih ya mah, pa, udah ngizinin Deril.
" Iya Sayang, tapi kamu harus hati hati.
pesan Mama pada Deril.
"Ya udah deh, kalau gitu Deril ke kamar dulu pa ma.
Deril beranjak dan melangkah menuju kamarnya, rencananya habis Maghrib, iya langsung pergi ke rumah Jeny, kasian Jeny kalau terlalu lama menunggunya.
////////////////
Setelah solat Maghrib, Deril langsung berangkat menuju rumah Jeny sahabatnya, karena iya menggunakan kecepatan tinggi, makanya tak menunggu waktu lama, iya pun sampai ke rumah sahabatnya itu.
Ketika Jeny mendengar suara mobil nya Deril tiba,
Jeny langsung berlari menghampiri sahabatnya itu.
__ADS_1
Dan langsung memeluk Deril.
Deril bingung, sebenarnya apa yang terjadi pada Jeny ?
kenapa mata Jeny terlihat sembab, wajah nya berantakan, semakin jelas di pikirannya Deril, kalau sudah terjadi sesuatu pada sahabatnya itu.
"Tapi apa ya,,, ? ''tanya Deril dalam hatinya.
" Ada apa Jen,, ? ''Lo jangan bikin gue cemas dong Jen ?
"Katakan apa yang terjadi pada diri lo ?
tanya Deril pada sahabatnya itu.
Jeny tak juga menjawab, iya semakin terisak menangis dalam pelukan sahabatnya itu.
hiks hiks hiks...
" Ada apa Jeny, katakan... ?
"Jangan bikin gue cemas, "kita masuk dulu ya,
"Nggak enak disini di lihat orang.
Deril membopong sahabatnya itu, masuk ke dalam rumah, iya nggak Mau nanti ada tetangga Jeny yang usil, dan turut campur urusannya Jeny, tau sendiri kan manusia Zaman sekarang, suka iseng dan usil, ntar viral lagi.
Jeny mengikuti, apa yang disarankan Deril, Dan iya pun masuk ke dalam rumah, namun Jeny masih menangis dan tak mengeluarkan suara sedikitpun, dia menangis terus, itu semakin membuat Deril bingung.
Jeny pun nggak tau, harus memulai ceritanya Dari mana, karena semua yang akan iya ceritakan, tak Ada yang Menyenangkan, malah sebaliknya.
Deril ke dalam dapur Jeny, dan mengambil air di kulkasnya Jeny, dan memberikan nya pada Jeny.
" Nah, sekarang lo minum dulu, terus lo cerita sama gue, apa yang sudah terjadi sama lo ?
"Gue siap mendengar apapun yang ingin lo cerita kan sama gue.
Deril membujuk dan Menenangkan Jeny, agar Jeny bisa cerita sama dia, karena kalau Jeny terus terus menangis, masalah nya tak kan selesai.
" Gue Hamil Ril...
hiks...hiks...hiks...
Jeny menangis lagi.
"Apa ? ''Deril kaget, mendengar ucapan Jeny.
" Apa yang lo katakan tadi ? "Deril seakan tak percaya dengan apa yang di katakan Jeny barusan.
" I iii ya Ril, "Gua Hamil... !
Jeny Mengulangi lagi ucapan nya.
Deril langsung memeluk sahabatnya itu, tampa terasa air matanya jatuh mengalir di pipinya, bagaimana tidak, iya begitu sedih melihat sahabatnya itu, masalah selalu datang silih berganti, rasa nya tak ada wanita yang sanggup berada diposisi Jeny saat ini, hanya Tuhan lah yang tau, bagaimana hancur nya perasaan Jeny, tak ada yang bisa Deril lakukan saat ini, selain Menenangkan sahabatnya itu.
"Lo tenang ya, semua pasti ada jalan keluar nya.
__ADS_1
Gua akan selalu ada di dekat lo, kita akan cari jalan yang terbaik buat lo.
Jeny hanya bisa menangis, saat kenyataan pahit ini datang menghampiri dirinya.
Jeny mengeluarkan test pack Dan menyerahkan pada Deril.
Dan Deril pun langsung mengambil dan melihat nya.
" Lo yang sabar ya, "ini sebenarnya adalah jalan untuk lo selesai dari permasalahan lo.
" Lo tau apa maksud gue ?
Deril menatap sahabatnya itu yang kelihatan bingung.
Jeny juga menatap Deril bingung, sambil menggelengkan kepalanya, karena nggak faham maksud dari ucapan Deril.
"Gue nggak ngerti maksud lo Ril ?
"Dengan adanya bayi ini, lo nggak akan menderita lagi,
Topan nggak mungkin lagi nyakitin diri lo.
Dan mau nggak mau, lo harus beritahu dia, Dan katakan yang sejujurnya, habis itu lo cerita apa yang telah terjadi antara lo Dan Topan, pada Tante Asih.
"Karena, "walau bagaimana pun, cuma Tante Asih lah yang bisa nyelesaikan permasalahan Lo ini,
karena Topan anaknya, Dan lo ponakannya.
jadi nggak mungkin iya membiarkan ini terbengkalai.
" Tapi gue nggak mungkin menikah sama orang gila itu, apa lagi gue nggak mencintai nya.
jawab Jeny sambil menangis.
"Terus, "Lo mau mempunyai anak, tampa seorang Ayah ? "Gue rasa, lo nggak mungkin sanggup Jen.
Dan anak ini butuh ayahnya.
Berhentilah memikirkan soal cinta, karena ini yang lebih penting dari pada urusan cinta.
Deril menunjuk ke perutnya Jeny.
Jeny memikirkan apa yang di bilang sahabatnya itu, Deril benar, Aku nggak mungkin bisa membiarkan anak ini lahir tampa seorang Ayah.
"Jadi, gue harus menikah dengan pria gila itu Ril ?
" Iya Jen, "karena cuma itu yang harus lo lakuin,
jangan pernah berpikir tuk menggugurkannya.
karena bayi ini nggak bersalah, dia berhak untuk hidup.
Deril menasehati sahabatnya, agar jangan berpikiran singkat, Dan mengambil jalan pintas.
Jeny hanya diam, mendengar setiap kata yang keluar dari mulut sahabatnya itu.
__ADS_1