
"Sayang, aku harap kamu bisa mengambil keputusan yang tepat, pikirkan anak anak kita, aku nggak mau mereka harus menerima keadaan yang nantinya akan membuat mereka sedih." Lagi lagi Topan mencoba menggoyangkan pendirian Jeny.
"Maksud kamu apa kamu ngomong seperti itu,,,?" Kamu nggak rela, kamu nggak kuat, kamu nggak bisa,,,?"
Kamu terlambat berkata seperti itu Pan, harusnya kamu berpikir dulu sebelum berbuat, jangan setelah berbuat baru kamu berfikir, itu sama saja kamu main hujan dulu, baru mencari payung. Jawab Jeny dengan tampa perasaan, karena buat apa juga pikirnya, memikirkan perasaanya Topan, sementara Topan sendiri sama sekali nggak memikirkan perasaannya.
Topan POV
Aku merasa tersinggung mendengar perkataannya Jeny, kenapa Jeny sekarang sama sekali tak bisa menghargai sedikitpun perasaan ku, bagaimanapun juga aku masih sah suaminya, harusnya iya tak berbicara seperti itu padaku, iya sama sekali tak tau apa, kalau aku sangat tersinggung mendengar ucapannya barusan, sama sekali tak berperasaan, mana Jeny dulu yang kutahu, wanita lembut, baik hati, dan penyayang. sosok itu seakan sudah hilang dari wanita yang ada di sampingku saat ini.
Padahal kalau aku mau, bisa saja kalau aku ingin berbuat kasar padanya, aku pukul dia, aku cekik dia sampai mati bila perlu apa susahnya, aku tau dia wanita yang sangat lemah dan tak berdaya, dan itu aku tau betul. Tapi aku nggak bisa, aku benar benar nggak bisa, dan selamanya nggak akan pernah bisa untuk melakukan itu padanya.
Karena rasa cinta dan sayangku, telah membuatku lemah dihadapannya, aku memang sudah di perbudak oleh cintaku padanya, bagiku Jeny adalah wanita yang sangat istimewa, dia segala gala nya dalam hidupku.
Entah perasaan cinta macam apa yang kurasakan padanya saat ini, aku pun tak tau kenapa aku sangat mencintainya, aku memang bodoh, bodoh, bodoh, dan sangat bodoh, karena sudah membuatnya kecewa padaku. Padahal, aku merasakan betul bagaimana iya begitu menyayangiku, aku tau begitu sulit iya mencoba merubah perasaannya yang dulu membenciku dan beralih menjadi mencintaiku, dan itu benar benar sulit baginya, apalagi aku adalah orang yang merusak hidupnya, Tapi iya mencoba mencintaiku dengan segala kekuranganku, lalu apa yang sudah ku perbuat padanya?" lagi lagi aku menyesali kebodohan ku, yah aku memang bodoh, bodoh dan selamanya akan bodoh.
Akhirnya aku menyadari, kalau apa yang Jeny katakan ada benarnya, lagi lagi aku membenarkan apa yang Jeny katakan padaku, wajar jika seorang istri marah, jika suaminya mempunyai wanita lain selain dirinya, tapi aku melakukan itu demi Jeny, aku melakukan itu bukan karena aku gila harta, aku bukan penggila harta seperti yang sering orang katakan itu, bagiku tak ada harta yang lebih berharga selain Jeny dan dua anakku, hanya mereka harta yang paling aku gilai, aku bukan berambisi ingin menjadi orang kaya yang memiliki banyak harta. Tapi aku hanya ingin Tiga harta paling berhargaku ini yang bisa menikmati harta yang kudapat.
Ya Tuhan, bantulah aku untuk menyelesaikan semua permasalahan yang ku hadapi saat ini, jujur aku memang jarang memohon dan meminta pertolongan darimu, tapi kali ini aku benar benar meminta dan memohon padamu, berikanlah jalan yang terbaik untuk aku dan istriku, aku mohon ya Allah.
------------------------>>>>
Jeny POV
Aku melihat Topan mengusap mukanya dengan tarikan nafas yang sangat dalam, aku nggak tau apa yang ada dipikirannya, namun yang pasti iya sangat takut jika aku membuat keputusan yang nantinya akan membuatnya kecewa, aku tau dia mengucapkan kata yang tulus padaku, karena kulihat dari sorot matanya yang memang menunjukan permohonan maaf yang tulus, dan aku tau iya sangat menyesali atas apa yang iya perbuat.
Jujur aku juga kasian melihatnya, tapi jika terus mengalah dan mengalah, maka iya akan semakin semena-mena padaku, bisa saja iya melakukan lebih buruk lagi dari pada ini, kesalahan yang sudah iya perbuat, membuatku merasa benci padanya, yah aku memang membencinya, membencinya dan akan terus membencinya, karena dia sudah merusak hidupku, dia sudah membuatku merasa hina, dia tak pantas menerima cinta dan kasih sayang dariku. Aku membencinya, seharusnya aku nggak perlu berusaha untuk mencintainya, karena memang dia tidak pantas untuk dicintai.
__ADS_1
Kalau saja aku tak mengandung anaknya, maka aku tak akan mau menikah dengannya, aku nggak akan rela menikah dengan orang yang sudah merusak hidupku, aku membencinya. Setelah ini, iya akan merasakan bagaimana sakitnya kehilangan orang yang di kasihi.
------------------>>>>
"Apa kita akan selamanya berada didalam Mobil ini, tanyaku pada Topan, karena kulihat iya begitu berat sekali untuk melangkah keluar dari mobil dan masuk menemui wanita yang sudah merebut Topan dariku.
"Tidak, ayo kita turun. Topan keluar dari Mobil serta membukakan pintu mobil untuk Jeny, lalu Jeny pun turun dan melihat lihat keadaan sekitar rumah. baru saja mereka melangkah beberapa langkah, tiba tiba datang security yang menjaga rumah tersebut.
"Maaf Tuan, saya tidak tau kalau tuan yang datang, tadi saya lagi memeriksa keadaan di taman belakang, makanya saya tidak membuka pintu pagarnya tadi, sekali lagi saya minta maaf tuan.
"Tidak apa apa, aku juga bisa membukanya sendiri, lagian tak masalah bagiku, tak terlalu menguras tenaga. Jawab Topan pada security itu sambil tersenyum. Jeny hanya diam saja sambil memperhatikan Topan yang lagi bicara dengan security itu, iya nggak menyangka, ternyata Topan begitu baik dan bijaksana dalam bersikap pada orang lain.
"Yah sudah, oh ya kenalkan ini istri saya namanya Jeny. Topan memperkenalkan Jeny pada security, kalau Jeny adalah istrinya.
"Oh,,,Jeny tersenyum ramah, seolah iya tak mau menunjukkan kekesalannya saat ini. Astaga ternyata namanya sudah tidak asing lagi disini, sebenarnya apa yang sudah terjadi disini, kenapa orang disini mengenal namanya. pikir Jeny.
"Yah sudah Tuan dan Nyonya, kalau begitu saya permisi dulu, untuk kembali lagi ke Pos. Kemudian Gugun Security itu pamit pada Topan dan Jeny.
"Oh ya silahkan. Jawab Topan, dan Jeny hanya mengangguk saja. "Sekarang ayo kita masuk kedalam, Topan menggandeng tangannya Jeny, tapi dengan cepat Jeny menepis tangan Topan, karena iya tak mau tangannya di gandeng oleh Topan. dan Topan hanya tersenyum saja melihat reaksi yang di tunjukkan oleh Jeny padanya.
Kemudian Topan berjalan menuju pintu, dan baru saja Topan mendekat, tiba tiba pintu terbuka dengan sendirinya, seolah ada yang membukanya. Jeny kaget ketika rumah itu terbuka, bukan kaget karena takut kalau hantu yang buka, tapi kaget melihat isi dalam rumah itu ketika pintu itu terbuka lebar.
Astaga, ini bukan rumah namanya tapi ini sudah seperti hotel bintang lima, luaaaaar biasa indahnya. pikir Jeny.
__ADS_1
"Ayo masuk, Topan mengajak Jeny masuk kedalam rumah. Tapi Topan melihat Jeny sedikit ragu untuk masuk.
Kamu kenapa ?" Ayo masuk, Nela tidak ada disini, tapi iya masih berada jauh dari sini, kamu butuh waktu untuk berjalan menuju ke kamarnya Nela, karena ini baru ruang tamunya saja. kata Topan menjelaskan.
Tiba tiba, datang beberapa orang perempuan yang rata rata sudah berumur,,,
"Selamat datang Nyonya Jeny, sapa salah satu perempuan yang usianya hampir sebaya dengan mama Asih, Nyonya cantik sekali. pantas saja Tuan selalu memuji Nyonya ketika berada disini karena memang, nyonya sangat cantik. Puji wanita paruh baya itu pada Jeny, dan Jeny hanya tersenyum saja.
Jeny semakin heran, kenapa semua orang di sini tau namanya, padahal iya baru pertama kali datang kesini, tapi mereka seakan sudah tau tentang dirinya, apa yang Topan lakukan disini, kenapa dengan orang orang di sini ? Jeny bertanya tanya dalam hatinya.
"Oh ya saya lupa, ini adalah istri yang selalu saya ceritakan sama kalian, namanya Jeny. Lagi lagi Topan mengenalkan diriku pada orang orang yang sama sekali tak ku kenal ini.
"Oh ya, bagaimana keadaan Nela ?" Tanya Topan pada mereka berenam ini.
"Nyonya sekarang baik baik saja tuan, tapi akhir akhir ini, Nyonya sering mengamuk lagi tuan. Jawab salah satu perempuan itu. "Tapi Dokter selalu memberikan suntikan penenang buat Nyonya Nela.
"Oooo, ya sudah Bik, kalau begitu kami akan melihat keadaan Nela dulu jawab Topan.
Jeny bingung, kenapa dengan Nela ?" Tadi sepintas iya mendengar kalau Nela suka mengamuk, dan kemudian suntik penenang, ada apa ini, apa yang terjadi pada Nela, Jeny semakin bingung, sebenarnya siapa Nela ini, apa dia gila ?" Oupst, aku nggak boleh berpikiran macam macam, kalau dia gila, mana mungkin iya merebut Topan dariku. Sudahlah yang pasti aku akan tetap pada keputusanku.
"Ayo sayang, Topan menarik tangan Jeny.
Next,,,,,
Hy hy hy, apakah kalian senang ?" Aku double Up nih, demi kalian kesayangan aku, lope lope aku, hehehe...
aku hanya ingin membuat kalian senang, tapi kalian juga harus buat aku semangat dong, banyakin vote nya, like nya, terus saran dan komennya, biar aku makin semangat gitu say, maklum lah pemula, kwkwkwk...
__ADS_1
Hmmm,,,,makasiiiiiiiiiih banget buat yang selalu setia disini, dan juga yang baru mampir disini, aku sangat menyayangi kalian, semoga kalian sehat dan sukses selalu....LOVEYOUFULLL