
Pagi yang sangat cerah, setelah hujan semalaman, membuat semua tanaman yang ada di sekitar rumah jeny menjadi segar, tapi tidak dengan orang yang punya rumah,
sudah layu dan tidak bergairah lagi.....
Setelah semuanya beres,,,
jeny bersiap untuk berangkat kerja..
karena bosan juga, lama lama dirumah,
jeny menutup semua pintu, jendela, dan juga pintu pagarnya..
Dia pun berangkat menuju tempat iya bekerja, dengan menggunakan motor honda scoopy jadulnya, tapi masih lumayan baguslah,,,
jeny kan, orang nya hemat, pembersih, dan penyayang, apalagi ini motor pemberian tantenya....
yang dibelikan tantenya waktu iya SMA dulu,
sesampainya di kantor, jeny langsung menuju ruangan tempatnya bekerja,,,,
"Ah, senang rasanya hari ini, bisa bekerja lagi..
*jeny tersenyum melihat mejanya masih tertata rapi, seperti waktu iya meninggalkannya cuti beberapa hari yang lalu...
Tak menunggu beberapa lama, jeny dikagetkan oleh seseorang yang berdiri di depan mejanya, dengan berpakaian rapi, menggunakan jas berwarna Navy dengan kemeja kuning didalamnya, serasi dengan dasi biru bergaris putih, yang menampilkan kesan berwibawa.
Sesuai dengan karakter wajahnya yang khas india, hidung mancung, alisnya yang tebal dan wajahnya yang tampan...
seirama sekali...
sehingga tak jarang sekali sosok tersebut banyak digilai banyak kaum wanita.
Dengan sosok tampan tersebut...
membuat para wanita seisi kantor,
banyak mengaguminya*,
kecuali jeny yang bersikap biasa saja,
walaupun sosok tampan tersebut menyukai nya.
M. Al Gibran,,,,
itulah nama sosok pria tampan tersebut...
pengusaha muda pintar dan berbakat...
tapi masih setia dengan status perjakanya...
"Selamat pagi dan selamat datang kembali
nona jeny, saya senang sekali kamu bisa mulai bekerja lagi hari ini...
" Oh iya Pak, Terima kasih...
dan saya juga senang,
dan sangat berterima kasih,
karena bapak sudah memberikan izin pada saya untuk tidak bekerja, dalam beberapa hari ini....
Karena memang, dalam beberapa hari ini,
__ADS_1
saya lagi memang banyak disibukkan,
dengan urusan keluarga saya pak,
dan saya beruntung, mempunyai bos sebaik dan sangat bijaksana dalam bersikap...
tentu saja saya merasa sangat bersyukur...
"puji jeny pada bosnya itu.
"Oooo,,, tidak jeny, jangan terlalu berlebihan dalam memuji saya, karena saya bersikap, sudah sepatutnya apa yang harus saya perbuat, karena kebaikan dan kesejahteraan karyawan, itu adalah prioritas utama saya...
karena tampa kalian pun,
saya tidak ada apa apanya...
jadi kamu jangan terlalu berlebihan dalam menilai saya....
G*ibran tersenyum manis pada jeny, setelah berkata panjang lebar, iya senang sekali mendengar ucapan jeny, yang barusan..
karena jeny selalu menganggap nya laki laki yg baik dan bijaksana dalam menentukan sikap..
Dan jeny terlihat sangat sungguh sungguh dalam berucap ataupun dalam menatapnya...
dan lagi, jeny merupakan sosok wanita yang menjadi incaran dan idaman nya gibran.
Karena menurutnya, jeny adalah tipe wanita yang pantas untuk dijadikan nya sebagai seorang istri, karena jeny merupakan wanita penurut, baik, sopan dan sangat patuh,
serta sangat bertanggung jawab,
kalau di beri tugas.
Gibran yakin sekali, dia tidak pernah salah dalam menilai watak dan karakter seseorang, apalagi soal wanita,,,
Karena menurutnya,
Menikah itu adalah ikatan sakral,
tidak bisa untuk dijadikan mainan,
apalagi sebagai pemuas nafsu belaka, makanya dia harus teliti dan juga berhati hati..
Gibran hanya menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan semua isi hati nya pada jeny,
karena iya ingin jeny tidak salah untuk menerima nya nanti, jika menjadi suaminya kelak,
gibran hanya ingin, untuk sementara ini*,,,
biarkan waktu yang akan membawakan jeny kepangkuan nya...
"Pak.... Pak....
" kenapa bapak ngelamun,,, ?
"apa yang sedang bapak pikirkan...?
tiba tiba jeny, membangun kan lamunan gibran...
" Oh maaf jen,,,,
"Nggak apa apa kok, saya nggak ngelamun, cuma saya senang saja, karena kamu sudah mulai bekerja hari ini...
Jawab gibran kaget...
dia nggak mau, kalau jeny tau tentang perasaan dan apa yang dia pikirkan tentang jeny sa'at ini, makanya gibran buru buru menjawab pertanyaan jeny, yang mengagetkan nya barusan....
__ADS_1
"Ooooo... saya heran tadi, kok tiba tiba bapak diam...
" Tapi maaf Pak, karena saya sudah membuyarkan pemikiran bapak....
Jeny tersenyum manis sekali,
sambil berbicara pada bosnya itu,
bukan karena cari perhatian, tapi karena memang jeny sangat segan dan menghormati
atasan sekaligus bos nya itu,
makanya jeny selalu bersikap sopan dan hati hati, jika sedang berbicara pada bosnya itu...
"Gibran sangat tidak tahan sekali,
melihat senyum manis jeny,
terukir indah sekali, ditambah dengan lesung pipinya,
yang menambah kesan kesempurnaan sosok wanita cantik tersebut...
Dan sosok jeny, memang pantas, jika digelar dengan sebutan,,, bidadari Dunia.
wajar saja, jika banyak laki laki yang tergila gila sama jeny, karena memang, jeny sangat pantas untuk digilai kaum adam*....
"Oh ya jeny, nanti kamu ke ruang saya ya,
ada beberapa file, yang harus kamu kerjakan,
mengingat, sebentar lagi,
kita akan mengadakan peluncuran,
produk terbaru kita,
dan saya ingin, kamu yang mengurus segala sesuatu nya nanti....
dan tentunya, akan ada beberapa orang yang akan membantu kamu...
jika ada pertanyaan, silahkan kamu tanya nanti, ketika kamu sudah berada, di ruangan saya nanti...
"Oh iya pak, nanti saya akan keruangan bapak, sehabis saya menyelesaikan beberapa data data ini dulu pak....
jawab jeny ...
" Yah sudah, kalau begitu, saya keruangan saya duluan ya...
jangan lupa nanti kamu nyusul ya...?
"Oh ya p a k.... saya a kan menyusul bapak nanti....
Jawab jeny..
" Ya sudah, saya permisi dulu...
kata gibran pada jeny...
Ooo ya pak... silahkan...
jeny mempersilakan bos nya...
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
ayo dong... mana jejak nya...
__ADS_1