
Adi memeluk kedua cucunya sangat erat, iya benar benar merasakan kebahagiaan yang luar biasa tak terhingga, ia terus mencium kedua cucunya, tampa henti bahkan sampai cucu cucunya merasa gerah, dan ingin melepas diri dari pelukan kakeknya.
Namanya juga anak perempuan, kadang susah ditebak maunya gimana, terbukti pada Ciki, iya berbanding balik dari Coko, iya bahkan meminta kakeknya untuk melepaskan pelukannya, karena iya merasa gerah, karena kelamaan di peluk, bahkan kakeknya kebanyakan nyium nya, itu menurut ciki apalagi ia risih dengan kumis dan jenggot kakeknya.
''Kakek, udahan ya pelukannya, iki gelah nih gala gala terlalu lama di pelukan kakek, nih liat lehel iki sampe kelingatan gala gala panas, itu lagi kumis kakek, bikin geli.''
''Waduh,,, panas ya cucu kakek, maafin kakek ya sayang, kakek sampe lupa sangking bahagianya, rasanya kakek ingin peluk kalian terus deh, apalagi kan cucu cucu kakek ini, cantik dan ganteng, siapa sih yang nggak betah berada didekat kalian...''
''Iyya kek, tapi jangan lama lama,,,!''
Ciki berlari ke dekat Oma nya.
''Sayang, kamu jangan gitu dong sama kakek, kan kakek ciki masih rindu sama ciki, makanya kakek peluk dan cium ciki terus.''
Jeny memberikan pengertian kepada putrinya, agar papa mertuanya nggak tersinggung dengan sikap putrinya.
''Kek, kemaren kemaren kakek kemana sih, kok baru sekarang munculnya, kami kira kami sudah nggak memiliki kakek lagi.''
Coko heran dan bertanya pada kakeknya, iya heran sudah sekian lama, kenapa baru sekarang kakeknya ada.
''Em - em hmmm, se- se-benarnya,,,''
Adi terbata bata menjawab pertanyaan dari cucu laki lakinya, yang memang benar adanya.
''Koo, kemaren kemaren kakek, lagi banyak urusan, dan tidak bisa di tinggalkan, makanya kakek baru munculnya sekarang,''
Topan lebih dulu menjawab pertanyaan anaknya, iya yakin, pasti papanya kesulitan menjawab pertanyaan dari putranya.
''Tapi, seberapa pentingnya sih pekerjaan, sampai nggak ada waktu buat nengokin cucunya, dimana mana tu ya kek, biasanya kakek adalah orang pertama yang menengok cucunya, ketika dilahirkan,,,!" Jawab Coko, yang masih memojokkan kakeknya.
"Eh, kata siapa...? nggak juga tuh, dulu waktu mama di lahir kan, kata oma, kakek nggak ada, karena lagi sibuk bekerja, jadi coko jangan mikir yang aneh aneh deh, iya kan pah...?"
Jeny meminta bantuan dari suaminya, untuk memberi pengertian pada anaknya.
__ADS_1
"Ya iyalah, jadiii...sekarang, mending ajak kakek kangen kangenan aja deh, biar kangen yang selama ini kalian dan kakek rasakan, terobati..."
"Em- mm pa, maafin Jeny ya, karena udah buat papa kecewa...'' Tiba tiba Jeny mendekati dan mencium tangan papa mertuanya.
''Iya nak, papa juga minta maaf sama kamu, karena dulu papa sering, membuat kamu sedih, sebenarnya papa yang harus meminta maaf sama kamu, karena memang papa yang sudah banyak berbuat salah sama kamu, maafin papa ya...?''
Adi mengusap kepala menantunya, dengan sangat lembut, iya bahkan meneteskan air mata saat itu.
Iya tidak menyangka, bahwa anak kecil bahkan hingga beranjak dewasa, yang sering sekali iya marahi, bahkan sering iya rampas gajinya, sekarang malah menjadi menantunya, bahkan gadis itu sudah memberikan nya dua cucu sekaligus, benar benar membuatnya merasa sangat bersalah, dulu sempat juga terpikirkan olehnya untuk menjadikan Jeny, sebagai budak nafsunya, sungguh membuatnya merasa jijik dengan dirinya sendiri.
''Sudah lah pa, itu adalah bagian dari masa lalu kita, sekarang kita semuanya, membuka lembaran baru, kita tutup buku lama itu, sekarang kita buka buku yang baru, dengan cerita indah untuk sekarang dan masa depan kita, emmmm aku mau kasih tau sesuatu sama kalian, dan pastinya akan membuat kebahagian kita semakin lengkap...''
Ternyata Topan ingin memberikan kabar baik untuk semuanya.
Asih langsung mendekati anak dan menantunya sekaligus suaminya.
''Benar apa yang Topan katakan mas, lupakan masa lalu kelam kita, sekarang kita buka lembaran yang baru. Dan ngomong ngomong sesuatu apa sih yang pengen kamu kasih tau sama kami pan...?''
Jeny tersenyum menghadap kearah suaminya, iya yakin sekali kalau suaminya akan menceritakan kehamilan nya pada kedua orang tuanya.
''Benarkah yang dikatakan Topan sayang,,,? Asih meminta kejelasan pada Jeny.
''Iya mah, Jeny hamil lagi...''
Jawab Jeny malu malu.
''Alhamdulillah ya Allah, ternyata aku akan punya cucu lagi...'' Adi langsung mendekati, dan menjitak kepala Topan anaknya, dan itu membuat Topan kaget, dan mengusap kepalanya yang kena jitak papanya. Anak anaknya beserta istri dan mama nya ketawa, melihat Topan yang meringis kesakitan..
''Aduh, ini apa lagi sih pa...?''
Topan heran, kenapa papa nya sekarang jadi jahil begini sih.
__ADS_1
''Itu, karena papa merasa kalah dari kamu, masak papa cuma bisa satu, dan kamu eh malah udah mau tiga...''
''Maksud papa, aku lebih hebat dari Papa, kalau aku bisa bikin tiga anak dan papa cuma atu...? kwkwkwk...
Itu harus diterima pa, karena memang aku lebih jago dari papa...Ini belum apa apanya pa, habis ini aku akan buat istriku hamil dan hamil lagi, hehehe...'''
Topan merasa bangga, karena bisa membuat istrinya hamil lagi.
''Isshh,,, enak aja. Itu sih mau nya kamu pan, akunya yang gimana, masak setiap tahun harus melahirkan, kapan istirahat nya...?''
Jeny mencubit perut suaminya, kalau iya nggak setuju dengan pernyataan suaminya barusan.
''Kan ada mama yang ngebantu kamu...?'' Jawab Topan pada istrinya, sambil mencubit hidung istrinya.
''Yaaa, mama sih no what what, kan sekarang udah ada papa juga yang ngebantu mama, iyakan Pah...?''
Mama Asih melirik suaminya...
''Siapa takut,,,papa siap kok buat jadi babysitter, hehehe...''
Semuanya terlihat sangat bahagia, kecuali 1 yang kelihatan murung dan tak bersemangat. Yaitu Ciki anak perempuan Jeny.
''Loh, kenapa kamu cemberut sayang, Jeny merangkul bahu putrinya.
''Nanti kalau adek di pelut mama lahir, pasti mama sama papa ndak cayang lagi sama iki, pasti cayangnya cuma sama adek doang, iya kan...?
''Eh siapa bilang mama sama papa nggak sayang sama iki lagi, pasti sayang lah, kan iki adalah anak perempuan papa yang nomer satu, dan pastinya bakal jadi kakak yang paaaaallliiiing baik sedunia, coko juga.''
Topan memeluk putrinya sambil mencium anak perempuan nya.
''Kira kira adek kita laki laki apa perempuan ya,,,?'' Coko mengelus perut mamanya...
''Laki laki atau perempuan sama saja sayang, yang penting adeknya sehat...'' Jawab Jeny pada putranya.
__ADS_1
Next...
selamat membaca, sukses selalu buat kalian, makasih ya, yang udah mampir di sini...love you all...