
Topan Merasa bahagia, melihat istrinya tertawa lepas, saat bersamanya, iya merasa tak ada yang lebih membahagiakan hatinya selain melihat istrinya bahagia, dia belum pernah melihat istrinya tertawa lepas seperti yang iya lihat saat ini, entah kenapa istrinya terlihat sangat gembira. Topan berjalan mendekati istrinya, yang lagi menyusui anak anaknya, lalu Topan mencium istrinya.
"Sayang, kadang orang kerap bertanya padaku, mengapa aku sangat mencintaimu, jawabanku hanya singkat saja,
aku selalu menemukan diriku utuh bersamamu,,," Itu saja jawabku, emang iya kan,,,? "kau hadir memberi cinta, membawa bahagia, dan memberikan rasa rindu yang tak pernah ada habisnya, dan itu membuatku sangat mencintaimu.
'Kok, jawabnya dikit amat, apa kamu yakin sangat mencintaiku,,,? Tanya Jeny pura pura.
"Lah, kan emang gitu, aku itu emang benar benar sayang sama kamu, kadang aku juga mikir gini sayang, hubungan kita ini kadang rada aneh, awalnya kita satu rumah, dibesarkan bersama dengan satu mama, aku adalah kakak sepupumu, dan kau adalah adik sepupuku, lalu kita menjalani hubungan yang terkesan aneh, jadi kupikir hubungan kita pun terkesan aneh, kadang hidup ini sedikit aneh ya, ketika kita menemukan seseorang yang keanehannya cocok dengan kita, kemudian kita bersatu dengan mereka, dan kemudian jatuh kedalam keanehan yang saling memuaskan, kemudian menyebut keanehan itu dengan kata cinta, jujur setiap hari aku menemukan bahwa aku semakin mencintaimu, suatu kebanggaan bagiku, bisa memelukmu seperti saat ini sayang, bahkan aku dengan senang hatiku menyebutmu sebagai milikku.
"Ternyata kamu sudah pandai merayu aku ya sekarang, rupanya dengan punya dua anak, kamu udah mulai pandai merayu wanita, jangan jangan kamu pandai lagi merayu wanita lain dibelakang aku" Jeny meledek suaminya.
"Eh, siapa bilang aku merayu kamu, aku kan bicara berdasarkan fakta, orang aku emang beneran sayang kok sama kamu, jawab Topan sewot.
"Aku yang bilang, emang kenapa,,,?"Nggak suka,,,?
"Bukan nya nggak suka sayang, tapi kan mana mungkin aku merayu cewek lain, kamu aja udah lebih dari cukup kok buat aku. jawab Topan." Tapi Ngomong ngomong, ini Si KOKI, dari tadi kok nggak berenti berenti mimiknya, kapan dong jatah aku, kan udah lama nggak mimik,,,qkqkqkkqk
"Jeny menepuk pantat suaminya, celepok,,,,"emang ya ni laki, otaknya mesum mulu, mana bisalah kamu mimik sama aku sekarang, kan aku lagi menyusui, nanti kalau kamu ketelen air susunya, kita nggak boleh lagi berhubungan suami istri, sama saja kamu kayak Si KOKI, jadi anak aku.
"Ah, kok gitu,,,?" Topan nggak ngerti.
"kalau mau lebih jelasnya, kamu tanya sama Pak Ustad, atau kamu tanya sama Mbah google, pasti jawabannya gitu, mana boleh suami minum air susu istrinya.
"Tapi yank, cup cup di pinggirannya boleh nggak,,,?" Tawar Topan.
__ADS_1
"Sejak kapan kamu pandai tawar menawar,,,?"
"Sejak kamu, pandai bersilat di sofa....hehehe, Topan ingat waktu Jeny dengan agresif nya, bermain di atas sofa depan tv, nggak nyangka banget, ternyata dibalik sikap kamu yang cuek, rupanya istriku yang cantik ini, pandai bersilat. kwkwkwk "untung nggak pakai jurus kunyuk melempar buah, kalau pakai jurus itu, pasti aku, nggak bisa berdiri lagi.
"Heyyy,,,"enak aja, itukan karena aku khilaf,,," Jeny malu kalau ingat saat itu, emang iya sih dia agak agresif, bagaimana tidak, cuma itu cara satu satunya, untuk membujuk suaminya yang lagi marah. pikirnya.
"Lah, pakai acara Khilaf lagi, bilang aja kalau kamu udah ngerenyem, pengen di wik wik,,,kwkwkwkw..."
Ledek Topan pada istrinya, Jeny kelihatan cemberut saat suaminya meledek dirinya, kan dia malu banget, dasar si Topan suka banget mempermalukan aku, untung cuma ada Bocil nih, nggak ngerti juga, tapi ngomong ngomong nggak ngerti, kenapa nih bocil senyum saat papanya meledek mamanya, jangan jangan ngerti lagi, tau ah. anak sama bapak sama saja, pikir Jeny.
"Sayang, cepetan dong tidurin si Koki, aku pengen nih, udah dari siang tadi loh. Topan menyuruh istrinya untuk segera menidurkan anak anaknya.
"Iya bentar lagi, mana ada mereka tidur jam segini, sabar dong yank, kan akunya siaga....hehehe
"Ya udah deh, aku sabar menunggu, asal jangan lama lama ya, soalnya aku udah nggak tahan nih, "oh ya Sayang, kamu nggak apa kan kalau besok, aku tinggalin lagi, soalnya aku mau ngecek pembangunan rumah makan kita yang di Jogja, kalau nggak di cek, nanti mereka asal lo kerjanya nggak sesuai dengan target, nanti yang ruginya kita, biayanya banyak yang keluar tapi hasilnya nggak memuaskan.
"Yah, mau gimana lagi yank, aku juga nggak mau dong, kalau kamu nantinya rugi, aku sebagai istri hanya bisa mendukung kamu, mana yang terbaik buat kamu, yah aku sih ngedukung aja.
"Makanya yank, malam ini aku ingin ************ sama kamu, soalnya dalam beberapa hari kedepannya, aku nggak di rumah, banyak diluar. Kalau banyak diluar pasti banyak keluar energi, makanya sebelum aku kehabisan energi, aku butuh ngecas yang banyak dulu yank, biar semangat kalau energinya banyak.
"Yeeee, itu sih alasannya kamu, jawab Jeny singkat.
"Kamu nggak mau dapat pahala,,,?" Ngelayani suami itu ibadah lo yank, banyak pahalanya, apalagi kalau sampai berkali lipat ngulangnya, berarti berkali kali lipat juga pahalanya. Rayu Topan.
''Iya aku tau, tapi nggak kali kali lipat dong yank, ntar kopong Lututnya kamu, nggak kuat berdiri lagi. qkqkqkqk
__ADS_1
Topan melirik anak anaknya, ternyata si Bocil udah bobok rupanya, tau aja nih bociL, kalau bapaknya mau ngecas,,,kwkwkwkw
"Yank, Udah tidur tuh, si Koki, kita ke kamar sebelah ya, aku udah nggak tahan nih. ajak Topan.
"Iya, tunggu dulu, Kemudian Jeny meletakkan anak anaknya ditempatnya masing masing. "Bentar ya aku ke kamar mandi dulu, iya beranjak menuju kamar mandi, untuk membersihkan dirinya dulu, tadi habis menyusui, lagian iya ingin mencuci yang itu tu, kqkqkq takut nggak nyaman, Jeny selalu memberikan yang terbaik buat suaminya, karena iya tak ingin mengecewakan suaminya, Jeny nggak ingin suaminya merasa terabaikan, dan bahkan merasa tak begitu dianggap, makanya walau dalam keadaann apapun dia selalu siap jika suaminya menginginkannya.
Setelah iya selesai membersihkan diri, Jeny menyusul suaminya menuju kamar sebelah, kalau Topan bilang itu kamar namanya kamar eksekusi, khusus buatnya mengeksekusi siti bawahi, ada ada aja si Topan pikir Jeny.
Jeny mendekati suaminya yang memang sudah sejak tadi siaga dengan pedang samurainya, Jeny sedikit geli melihat gaya suaminya yang sudah seperti ninja hattori.
"Udah Lama nunggu Bang,,,?"Ledek Jeny.
"Udah dari tadi neng,,?" Jawab Topan.
Topan meraih pinggang istrinya, lalu,,,,,,,,,,,,,,? "
Next......
"Oups,,,,,,,,Maaf ye semuanye, author kagak tau lagi nih, lalu....... ape lagi, yang jelas entu tu, ape namenye kate orang bilang, yang kikuk kikuk begonoh, tapi kalau nggak salah ni ye, entu katenye bisa bikin orok diperut,
"au ah...aye juga bingung nih ngebayanginnye, takut aye juga khilaf ame laki aye, kwkwkwkwkw.......
dari pada bingung ame yang kikuk kikuk, mending jangan lupe kasih aye Like ame Vote nye, nyang banyak ye,,,
makasih, buat semuanye nyang udeh mampir di mari. LOVE YOU ALL...
__ADS_1