
2 minggu kemudian...
Seperti biasa, Jeny melakukan aktivitas nya sebagai seorang karyawan, dia bekerja sesuai dengan menu hariannya, membuat ini dan itu, laporan ini dan itu, semua sudah tersaji dan siap tuk kerja kan,
namun entah kenapa dalam beberapa hari ini, perasaannya agak sedikit aneh, badannya lemas,
mudah lelah, bahkan sering pusing, bahkan selera makan nya pun berkurang.
Begitulah yang ia rasa kan saat ini, dia merasa lemas, lelah, nggak semangat, dan agak sedikit pusing.
perasaannya pingin tiduran aja di kamar, tapi mana bisa ia tidur di kantor, bisa bisa di marahin atasannya.
"Lo kenapa Jen ? "wajah lo pucat, dan keringatan.
Deril, memperhatikan sahabatnya itu, agak sedikit lain.
" Nggak kenapa napa Ril, cuma agak pusing sedikit,
jawab Jeny yang kelihatan lemas sekali.
"Lo istirahat aja Jen, nggak usah kerja, nanti biar gue aja yang ngomong ke Pak Gibran.
" Nggak usah deh Ril, "gue baik baik aja, bentar lagi juga enakkan, jawab Jeny dengan sedikit malas.
" Ya udah deh, "gue kerja dulu...
balas Deril, karena Jeny merasa dirinya baik baik aja.
" Ya... "Jawab Jeny.
Jeny, Ter tidur di mejanya, hingga iya tak menyadari, kalau disampingnya ada Gibran yang berdiri Memperhatikan nya.
" Karena Deril melihat Gibran sedang berdiri di samping Jeny, Deril khawatir dengan sahabatnya itu.
dia berfikir bagaimana cara membangunkan sahabatnya itu.
Tapi, tiba tiba iya punya ide, dia pura pura menelpon Jeny, supaya HP Jeny berbunyi, dan Jeny pun akan cepat terbangun.
Berulang kali Deril menelpon Jeny, tapi sedikitpun tidak ada respon dari Jeny, malahan Jeny kelihatan pulas banget tidur nya.
"Aduh... " Jeny kenapa sih, nggak dengar bunyi HP nya,
bikin gue khawatir aja...
"Mana bos lagi ada di deketnya lagi, gimana nih ?
" Ayo lah Jeny, banguuuun...
Deril menjerit dalam hatinya, memanggil nama Jeny.
Tapi tak ada gunanya, Jeny tak mendengarkan panggilannya.
Gibran sebenarnya ingin membangunkan Jeny, tapi iya nggak tega melihat Jeny yang tidur nya lelap sekali.
akhir nya iya pergi dan menuju mejanya Deril.
"Siang Pak... ?
Deril menyapa bos nya.
" Siang, jawab Gibran.
"Deril, nanti kalau Jeny sudah bangun, bilangin saya minta laporannya, suruh dia antar kan ke ruangan saya !
" O iya, baik Pak.
jawab Deril sambil menganggukkan kepalanya.
Deril heran, kenapa bos diam aja, melihat Jeny tertidur di mejanya.
padahal biasanya, bos selalu marah, kalau melihat karyawan lain nya bila tidur di tempat kerja, tapi kenapa pada Jeny nggak ?
"Setelah, bos nya pergi, Deril langsung menghampiri sahabatnya Jeny.
__ADS_1
"Jeny, bangun... !
Deril membangunkan Jeny.
"Iya Ril, "ada apa ?
Jeny terbangun, dan melihat ada Deril di depan nya.
" Ada apa Ril ? "kok lo ada di dekat gue,
"nggak kerja lo?"
"Gimana gue much kerja Jen, " lo itu dilihatin bos dari tadi, lo tidur, dan nggak nyadar, kalau bos berdiri lama di dekat lo, dan parahnya lagi, itu bos diem aja, tampa mengusik tidur lo sedikitpun !"
"Ah, yang benar lo ?"
Jeny kaget, mendengarkan ucapan Deril barusan.
"Kenapa lo nggak bangunin gue Ril ?
" Tega banget lo !
"Tu, coba lo liat HP lo, entah berapa banyak gue nelpon, tapi nggak ada sedikitpun, reaksi dari dirinya lo !!
" Oh iya Ril, "gue lupa kalau HP gue, nggak gue aktifin nada deringnya, "Aduh Ril, mati deh gue... !
" Udah, nggak usah khawatir, pesan bos, iya tadi bilang pada gue, "kalau lo bangun, lo anterin laporan yang bulan ini, ke ruangan nya !
" Beneran, cuma itu doang.. ?
tanya Jeny pada sahabatnya itu, rasa nya nggak taking gue.
"Kalau nggak percaya, ya udah deh, terserah lo.
jawab Deril.
"Gue mo kerja dulu.
Deril, pergi meninggalkan Jeny yang lagi bengong.
panggil Jeny, " Beneran, cuma itu doang.. ?
"Iyaaaa.... " nggak percaya amat sama gua.
Deril kesel dengan Jeny, seolah nggak percaya pada nya.
Jeny mengambil laporan yang sudah iya siap kan, dan beranjak berjalan menuju ruangan bos nya, walaupun iya agak sedikit pusing saat berdiri, tapi iya tetap menjalan kan apa yang di perintahkan oleh bos nya.
Sesampainya di ruangan bos, iya mendekati serta menyerahkan laporan yang di mintai oleh bos nya itu.
"Permisi Pak, ini laporan yang Bapak minta tadi.. !
" Sudah puas kamu tidur nya ?
tanya Gibran pada Jeny.
"Maafkan saya Pak, tadi saya ke tiduran,
"itu tampa saya sengaja Pak.
" Bagaimana mungkin, orang tidur, tampa di sengaja ?
"banyak alasan kamu.
Gibran pura pura marah pada Jeny.
" Beneran Pak, tadi saya nggak sengaja pak.
Jeny membela dirinya.
"Saya tidak mau lagi mendengarkan alasan yang nggak masuk akal dari kamu.
" Saya nggak mau, punya karyawan yang nggak professional seperti kamu, kamu ngerti !!"
"Maafkan Saya Pak, nggak akan Saya ulangi lagi,
__ADS_1
jawab Jeny sambil menunduk.
Jeny sangat takut, mendengarkan ucapan bos nya itu, iya sangat takut kehilangan pekerjaannya itu, apa lagi mengingat, mencari pekerjaan untuk saat ini, sangatlah susah, lagi pula, gimana iya mau bayar kuliah, kalau nggak kerja.
"Jeny, " untuk kali ini, kamu Saya maafkan, tapi ingat !
''tolong jangan kamu ulangi lagi, Saya nggak mungkin lagi dengar alasan dari kamu.
"Iya, baik Pak, terima kasih, jeny langsung keluar dari ruangan bos nya itu, ketika iya hendak mendekati pintu, tiba tiba Jeny jatuh dan pingsan,
itu membuat Gibran kaget, dan dia langsung berdiri mendekati Jeny.
"Jeny, kamu kenapa ?
Gibran mencoba membangunkan Jeny, tapi tidak bereaksi sedikit pun, akhir nya Gibran mengangkat Jeny ke sofa di dekat meja kerja nya, dan Gibran langsung menelpon Deril, untuk ke ruangan nya, dengan membawakan minyak kayu putih.
" Deril, cepat kamu ke ruangan saya, dan bawakan minyak kayu putih.
perintah Gibran pada Deril, karena iya sangat khawatir melihat keadaan Jeny yang lagi pingsan, dan belum sadarkan diri.
"Tak menunggu Lama, Deril pun datang dengan membawakan minyak kayu putih, sesuai dengan permintaan bos nya itu.
" Apa yang terjadi dengan Jeny Pak?
tanya Deril pada Gibran, karena iya juga sangat merasa khawatir.
"Saya nggak tau Ril, tiba tiba Jeny pingsan, saat mau keluar dan membukakan pintu.
jawab Gibran yang juga agak sedikit takut, karena nanti dikira iya yang menyebabkan Jeny pingsan.
" Saya heran Pak, tadi memang Jeny kelihatan sangat lemas dan pucat, Saya suruh dia balik, katanya dia nggak apa apa. "mungkin karena itu tadi, iya ke tiduran Pak.
Gibran agak sedikit menyesal dalam hatinya.
Karena iya tadi berpura pura marah, dia nggak tau, kalau Jeny sedang tidak sehat.
Deril terus menggosokkan minyak kayu putih, ke kening dan hidungnya Jeny,
dan pada akhir nya, Jeny sadar.
" Ada apa ini,,? "
Jeny kaget melihat Deril dan Gibran Ada di dekat nya.
"Kamu tadi pingsan, dan nggak sadarkan diri,
makanya Saya panggil Deril kesini, until membantu kamu.
" Maafkan Saya Pak, karena sudah merepotkan Bapak.
"Nggak apa apa, " kalau kamu sakit, kamu pulang aja, nanti Saya suruh sopir kantor yang mengantarkan kamu pulang.
"Nggak usah pak, saya baik baik aja, cuma agak sedikit pusing.
Jawab Jeny, sambil melirik ke arah Deril.
" Atau gini aja, biar Deril yang mengantarkan kamu pulang ?''
"Nggak usah pak, saya baik baik aja.
" kalau begitu, saya balik ke ruangan saya pak.
"Ayo Ril, Jeny mengajak sahabatnya itu, untuk kembali ke ruangan nya.
🤭🤭🤭🥰🥰🥰🤭🤭🤭
Mau tau apa yang terjadi sama jeny selanjutnya ?
yuk ikutin terus ya kisah selanjutnya,
dan jangan lupa tinggalin jejaknya ya.
biar semangat up nya.
makasih para Kesayangan Aku semua.
__ADS_1