Ku Menerimamu Apa Adanya

Ku Menerimamu Apa Adanya
Takut kehilangan jatah mingguan...


__ADS_3

Tampa menunggu lama, mereka berduapun larut dalam suasana yang hangat malam itu, hingga Jeny seakan melupakan sesaat kekecewaan pada suaminya, entah apa yang di pikirkan Jeny saat itu, hingga iya sama sekali tak bisa menolak keinginan suaminya, bagaimana iya bisa menolak, karena Topan selalu membuatnya seakan terlena dalam setiap hembusan nafasnya, apalagi Topan tidak sedikitpun memberikan kesempatan untuk istrinya meluapkan marah dan kesalnya, mungkin Topan sudah tau, kalau terlalu lama dibiarkan mengoceh, bisa bisa jatah mingguannya akan hilang begitu saja, makanya dengan sigap iya langsung membungkam mulut istrinya dengan ciuman yang bertubi tubi pada bibir mungil istrinya yang merah merona itu.


"Sayang, maafkan aku karena akuĀ  nggak bisa menahan hasrat ku untuk tidak menggaulimu, aku nggak bisa menahan keinginanku untuk membuatmu bahagia malam ini, jujur aku sangat merindukanmu, aku nggak bisa kalau terlalu lama jauh dari dirimu, walaupun cuma dua hari, karena kau adalah sumber kehidupanku, wanita yang sangat aku sayangi dan aku cintai, "Sayang jangan pernah ada keraguan dalam hatimu pada diriku, karena tak ada wanita yang bisa buat diriku bahagia, selain dirimu. Percayalah...!


Topan sangat pandai merayu istrinya, hingga Jeny tak bisa berkata apa apa lagi, Jeny seolah tak mendengarkan apa yang dikatakan oleh suaminya, iya hanya diam saja, Jeny hanya menikmati setiap gerakan yang dilakukan oleh suaminya, Seketika Tubuhnya merasakan sensasi yang luar biasa saat iya mencapai tujuan akhir dari pertemuan dua kenangan leluhur itu, Jeny menjerit kecil, sambil mengigit bibirnya, dan Topan mendengar jeritan kecil dari mulut istrinya, iya senang sekali melihat istrinya sudah lebih dulu darinya, Rasanya Topan ingin tertawa melihat wajah istrinya yang seperti kepiting rebus, saat mencapai puncaknya, kemarahan yang ditunjukkan Jeny saat iya pulang tadi, seakan hilang begitu saja seiring bergulirnya waktu, tak menunggu lama, Topan Pun terkulai lemas, tapi dari raut wajahnya terlihat sangat bahagia.


Jeny melirik suaminya, ternyata suaminya sudah tertidur dengan pulas, mungkin karena kelelahan dengan perjalanan yang sangat jauh dan juga di tambah lagi dengan olah raga yang barusan mereka lakukan, membuat Topan sangat mudah sekali untuk tertidur pulas, "Jujur, kondisi yang seperti ini, yang sering sekali membuat Jeny kesal pada Topan, bagaimana tak kesal, sebelum dapat aja, Topan merayunya dengan berbagai macam cara, bahkan iya sanggup menidurkan anak anaknya terlebih dahulu, demi mendapatkan keinginannya, hingga Jeny mau nggak mau mengikuti apa yang diinginkan oleh suaminya, tapi setelah iya mendapatkan apa yang menjadi keinginannya, iya malah cuek, "Dasar suami nggak punya perasaan, batin Jeny. Tadi aja bukan main rayuannya, tapi giliran udah dapat, eh malah aku di tinggal ngorok sama dia. "Udah banyak salah, tapi pura pura nggak salah, awas aja besok kalau kutanya jawabnya nggak jujur, kesal Jeny dalam hatinya.


>>>>>>>>>>>>>>>


Jeny bangun duluan dari pada Topan, karena iya harus terlebih dulu mandi wajib, karena akan melaksanakan kewajibannya untuk solat subuh, namun suaminya belum juga bangun, dia mencoba tuk membangunkan suaminya, tapi yang dibangun malah semakin menarik selimutnya, kalau udah gitu Jeny nggak bisa apa apa lagi, akhirnya iya pun langsung menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan. Anak anaknya pun juga belum ada yang bangun, apalagi semalam hujan deras, makanya mereka semakin nyenyak tidurnya.


Setelah semuanya siap, Jeny melihat ke kamar anak anaknya, ternyata Ciki udah bangun. duluan dari pada Coko.


"Mah,,,Iti au pipis, udah tedelet, kata Ciki anak peremuannya.


Ciki mengatakan kalau iya ingin pipis, karena iya udah kebelet.


"Bukan tedelet sayang, tapi Kebelet. jawab Jeny sambil mencium anaknya itu, ayo sini mama gendong, biar nggak keburu muncrat, hehehe... Jeny langsung menggendong anaknya menuju kamar mandi, Ciki kesenangan karena di gendong oleh mamanya. Rupanya Ciki langsung minta dimandikan sama mamanya, dan Jeny pun memandikan anak perempuannya itu.


"Sayang, dingin nggak ?" tanya Jeny pada putrinya kecilnya.

__ADS_1


"Dinin mah, mamah udah andi apa biyum ? Ciki mencium aroma tubuh mamanya, yang sudah beraroma harum, wah mama cuda andi ya, pantetan wani. Ciki mengatakan pada mamanya, kalau dia dingin, dan juga ciki nanya mama udah mandi apa belum, saat ciki mencium mamanya, iya merasakan kalau mamanya wangi.


"Udah dong sayang, tadi mama sudah mandi, wangi kan ?" Jeny mencoel pipi anaknya.


"Yee anak mamah sudah wangi, sekarang udah ya mandinya, kamu udah kedinginan tuh kayaknya, "aduh anak mama cantik banget, tapi ini pipinya udah kayak bakpao deh, hehehe..


"Mah, apa papa udah puyang mah, Tanya Ciki pada mamanya.


"Udah, tuh dikamar masih bobok, Jeny menunjukkan Topan dikamar yang lagi tidur.


"Oh, kilain beyum puyang, Ciki mengira kalau papanya belum pulang.


"Paaa,,,,banun, udah ciang nih, papa banun,,,!' Ciki memencet hidung papanya, hingga papanya agak kesulitan bernafas, dan langsung saja Topan terbangun, serta memluk dan mencium putri kesayangannya...


"Uuummm anak papa, sini cium papa dulu, papa kangen sama putri papa yang cantik ini, ciki kangen nggak sama papa,,,,?" Tanya Topan pada putrinya, Topan sangat menyayangi anak anaknya, bahkan iya tak bisa lama lama jauh dari anak anaknya, apalagi sama si Ciki anak perempuannya.


"Papa banun duyu, andi duyu titat didi danan yupa,,,?" Ote ? Rupanya, ciki nggak terlalu suka kalau dicium sama papanya yang belum mandi, karena bau asem kali ya, kwkwkwk...


Jeny masih memikirkan bagaimana caranya untuk suaminya berkata jujur mengenai wanita yang bernama Nela itu, iya tidak terima kalau si Nela berani menggangu hubungan pernikahannya, awas saja kalau si nela itu adalah beneran selingkuhnya Topan. pikirnya.


Topan masih asyik bercanda dengan anak perempuannya, hingga iya lupa kalau dia hanya tertutup oleh selimut, dan tampa menggunakan celana, Jeny teringat kalau suaminya tidak memakai celana, bagaimana nanti kalu kelihatan sama putri kecilnya, nanti malah diceritain lagi sama omanya. Jeny bergegas menuju ke kamar, untuk memberitahu suaminya.

__ADS_1


"Ciki, sini sama mama yuk, papa mau mandi dulu, Jeny mengedipkan matanya pada suaminya, kalau iya mau memberi tahu kalau Topan nggak pakai celana, tapi yang di beri isyarat malah tanggapannya lain, seolah Jeny mengajak iya iya lagi, dasar laki laki mesum pikir Jeny, Jeny mendekati suaminya, lalu di cubit nya paha Topan, sekalian berbisik pada suaminya.


"Kamu itu nggak pakai celana, nanti kelihatan sama Ciki, di bilangin mama baru tau.


Topan langsung melihat area pribadinya,,,


"Oupst .....hehehe iya yah, lupa aku, ya udah deh, kamu bawa ciki keluar, aku mau mandi dulu.


"Untung aja nggak kelihatan. jawab Jeny ketus.


"Mama tenapa misik misik tama papa ?'' Rupanya Ciki memperhatikan mama papanya berbisik.


''Nggak ada apa apa sayang, Soalnya papa ini agak budeg, kalau nggak di bisikin, nanti nggak denger. jawab Jeny pada anaknya, sontak saja membuat mata Topan terbelala, sat mendengar istrinya mengatakan kalau dirinya budeg.


Jeny senyum melihat ekspresi muka suami nya, yang keliatan seperti malu...


Next,,,


hay hay hay,,,,


kayaknya, di episode kali ini posisi Topan masih aman, tapi kalian tenang aja, nanti akan kita kupas belang Topan yang sebenarnya, di episode selanjutnya, makasih yang udah mau bersedia mampir di sini, aku juga berterimakasih atas jempol, vote dan komennya, mudah mudahan aku selalu diberikan kesehatan untuk bisa up tiap hari, buat kalian juga, semoga kalian semuanya, khususnya semua kesayangannya aku, semoga kalian juga sukses selalu.

__ADS_1


__ADS_2