
Aku baru menyadari, kalau dari tadi tanteku memperhatikan aku, dari mulai ku bicara pada Topan, hingga gerak gerik ku yang sedikit aneh, membuatnya terus memperhatikan aku, aku sungguh merasa sangat tidak enak perasaan, dengan sikapku sendiri yang telah di perhatikan oleh tanteku, aku lupa bahwa sebenarnya, aku tak harus berkata seperti tadi pada Topan, kalau lagi ada Tante Asih di dekatku, karena aku nggak ingin menambah beban pikiran nya, namun kenyataan nya berbeda, aku lupa, dan terbawa suasana, hingga aku bisa berkata sepertinya telah membuatnya curiga pada ku,,,
Tapi, "Ah sudah lah, toh nantinya iya akan tahu apa yang sebenarnya terjadi antara aku dan Topan, dan pastinya itu pasti kan terjadi, mengingat anak yang ada dalam kandungan ku, semakin hari semakin membesar, aku nggak mungkin bisa merahasiakan nya lagi dari tanteku.
Jeny termenung sendiri, dan bersandar di dinding sambil memikirkan, bagaimana cara nya iya akan mengatakan yang sebenarnya pada tante Asih, tentang kehamilan dan bagaimana cerita yang sebenarnya pada tantenya itu, gimanapun juga, tante Asih berhak tau, karena dia adalah nenek dari anak yang dikandungnya.
2 bulan telah berlalu, namun Topan belum juga sembuh dari komanya, sementara itu kandungan Jeny sudah mulai nampak membesar, karena usia kandungan Jeny sudah memasuki bulan keempat, akhirnya mau nggak mau iya harus jujur, dan akan mengatakan yang sebenarnya pada tantenya itu.
Tekadnya sudah bulat, apapun yang akan terjadi, iya sudah siap menanggung resikonya, karena iya tak bisa lagi merahasiakannya dari tante Asih.
Malam sehabis sholat maghrib, iya bersiap siap dan langsung pergi ke rumah sakit, untuk mengunjungi Topan, dan sekaligus ingin berterus terang pada tantenya, sesampai nya di rumah sakit Jeny langsung menuju ke arah ruangan Topan dirawat, iya melihat tantenya, dari jendela lagi duduk sendiri, sambil memainkan HP, Jeny langsung membuka pintu ruangan tersebut, tante Asih sangat senang melihat kedatangannya Jeny, iya tersenyum menatap Jeny, tapi pandangannya seketika terhenti, dan berpusat kearah perutnya Jeny, iya heran melihat perutnya Jeny seperti agak sedikit membuncit, selama ini, iya tidak memperhatikan Jeny, karena pandangannya selalu fokus untuk menatap Topan, tapi kali ini, iya benar benar merasa sangat curiga dan heran.
Jeny langsung duduk di samping tantenya, sambil memberikan makanan yang di bawanya barusan.
"Apa kabar tante,,? " gimana dengan keadaan Topan saat ini..?
tanya Jeny pada tantenya itu.
"Yah, seperti yang kamu lihat sekarang, Topan masih seperti biasanya, iya masih belum sadarkan diri.
jawab tante Asih yang tidak bersemangat.
Memang Jeny sudah hampir 1 minggu ini, tidak mengunjungi Topan di rumah sakit, karena memang pekerjaannya dalam beberapa hari ini, sangat menumpuk, dan yang lebih parahnya lagi, iya selalu lembur hingga nggak ada waktu lagi tuk mengunjungi Topan dan Tante Asih.
Tiba tiba saja, tante Asih memegang tangan nya Jeny, dan dia menatap Jeny lalu bertanya.
"Sayang,,, " Tante mau tanya sama kamu, kamu jangan tersinggung ya, tante cuma mau tanya aja.
"Iya tante, silahkan !'' Jeny nggak apa apa kok.
jawab Jeny.
" Jen...!'' Tante perhatikan sepertinya badan kamu agak sedikit lebih berisi dari pada biasanya, apa lagi perut kamu, apa tante salah lihat, atau emang kamu agak gemukan sekarang ?
__ADS_1
Deg,,,, Jantung Jeny berdegup kencang saat iya mendengar pertanyaan dari tantenya itu, iya bingung harus menjawab apa, walaupun sebenarnya tujuan Jeny datang kerumah sakit, untuk menceritakan yang sebenarnya pada tantenya itu, tapi tidak secepat ini, ini benar benar mendadak, dan hampir saja membuat jantungnya serasa mau copot.
"Aduh, bagaimana ini, apa aku harus mengatakan nya sekarang,,,? " Jeny berkata kata dalam hatinya.
''Jen,,, "Kamu nggak apa apa kan... ?''
kok kamu diam...?
" Maafkan Jeny tante, maaf kan Jeny,,, !
Jeny tak kuasa menahan air matanya, iya bingung harus berkata apa, sementara iya nggak bisa tuk sembunyikan lagi perasaannya saat ini, pikiran nya mulai kacau, iya nggak tau harus bicara apa...
"Sayang, kamu kok nangis ?''
Tante Asih menghapus air matanya Jeny dengan tisu yang ada di dekatnya.
Jeny memeluk tante Asih sambil menangis dan berkata,,,, !'' Tante maafkan Jeny tante, maafkan Jeny...
Sebenarnya aku,,,, ?'' Aku.... ?
" Katakan apa yang telah terjadi Jeny,,, ? "jangan bilang kalau kamu lagi hamil Jeny...
Tante Asih menahan tangisnya, agar tidak tumpah, karena iya ingin mendengar penjelasan dari Jeny, karena Jeny begitu ketakutan untuk mengatakan yang sebenarnya, batinnya sudah mengatakan lain, kalau ponakannya ini sudah hamil, tapi iya ingin Jeny jujur dan berterus terang.
"Maafkan Jeny tante, maafkan Jeny...
"Jeny sekarang emang lagi hamil tante...
Jeny menangis tersedu-sedu, iya begitu khawatir dengan apa yang bakal terjadi pada tantenya.
" Jeny... !!!
"Apa tante nggak salah dengar,,, ?
__ADS_1
''Kamu hamil.... ??
" Kamu jangan becanda Jeny, tante pasti salah dengar ini. !
Tante Asih serasa nggak percaya, nggak mungkin ponakannya bisa hamil, tampa seorang suami, sementara iya tau betul bagaimana tingkah ponakannya itu, Jeny nggak mungkin bisa berbuat seperti itu, ini benar benar mustahil, iya serasa sangat tak percaya...
''Tante, aku emang beneran hamil sekarang, dan sekarang udah masuk bulan ke empat, maafkan aku tante.
"Muka tante Asih, serasa dilempar kotoran, iya sangat malu dan murka mendengar nya, iya nggak menyangka, kalau ponakannya berani berbuat sekotor itu, sementara iya tau, kalau Jeny adalah orang yang dapat dipercaya, dan sangat tidak mungkin Jeny berani menghianati kepercayaannya.
"Tante benar benar kecewa sama kamu Jeny.
tante nggak nyangka kamu bisa sekotor itu.
" Apa kamu nggak mikir tante mu ini hah ?''
Tega kamu Jeny, mau ditaruh dimana muka tante.... ??
Tante Asih, marah dan murka, iya terus marah dan hampir saja iya mau pingsan, iya bener bener sangat kesal, kenapa ponakannya yang paling iya sayang seperti anaknya sendiri, belum lagi masalah Topan berakhir, sekarang udah di tambah lagi masalah mengenai kehamilan nya Jeny, iya tak kuasa menahan sakitnya perasaan yang tidak bisa lagi diungkapkan dengan kata kata.
"Sekarang kamu bilang dan jujur sama tante, siapa laki laki yang sudah menghamili kamu, tante minta kamu jujur..!!''Dia harus mau bertanggung jawab, atas apa yang sudah diperbuatnya sama kamu, dan tante nggak mau, anak kamu ini lahir tampa seorang ayah.
Kamu bilang sama laki laki itu, kalau Iya harus mempertanggung jawab kan perbuatan nya, kalau tidak, tante tidak akan segan segan untuk memenjarakan nya, biar dia tau rasa... !''
"Tapi tante,,, ??''
itu tidak mungkin, karena... ? '' karena... ??''
" Karena apa Jeny,,, ?''
Kamu mau melahirkan tampa suami... ?
Tante Asih sangat kesal, mendengar Jawaban dari Jeny, dia lupa kalau iya sekarang lagi dalam ruang tempat anaknya dirawat, karena nada bicaranya sangat keras, membuat suster datang dan memperingatkan nya.
__ADS_1