Ku Menerimamu Apa Adanya

Ku Menerimamu Apa Adanya
Kabar Buruk


__ADS_3

Setelah mereka berdua berbicara panjang lebar, guna membahas masalah pernikahan yang akan mereka jalani. Jeny tidak terlalu banyak bicara, karena sejujurnya iya tak terlalu banyak berharap atas apa yang telah di rencanakan oleh Topan, cuma iya agak sedikit lega, kini kesedihannya sudah mulai sedikit berkurang, kenyataan pahit yang melanda dirinya atas kehamilan yang iya jalani dalam beberapa minggu ini,


kini sudah mulai berubah perlahan menjadi sedikit manis, namun di kenyataan lain, masih tersimpan rasa yang tak mungkin hilang dengan mudah, yakni rasa yang enggan tuk mencintai.


"Jeny,,, panggil Topan.


" Yah,,, jawab Jeny.


"Seperti yang kamu ketahui, "setiap kali Aku kemari, tujuan awal ku adalah *********tentunya kamu sudah tau kan apa maksud ku ?


"Aku sangat merindukan mu, apa kamu bisa melakukan nya saat ini?


" Deg, jantung Jeny berdegup kencang, iya nggak Mau melakukan itu, karena iya tak ingin menambah dosa yang sudah terlalu banyak iya simpan.


"Topan, untuk apa kita melakukan nya? " bukankah sebentar lagi kita akan Menikah?


"kita akan melakukan itu sepuas hatimu, asal jangan sekarang, kamu kan tau sendiri, kalau Aku lagi Hamil muda, kalau orang lagi Hamil muda, tidak boleh sering melakukan itu, " apa kamu Mau terjadi sesuatu pada anakmu..?


Jeny mencoba memberikan pengertian pada Topan, sekaligus menolak untuk melakukan itu, secara halus, dia nggak mungkin menolak keinginan Topan dengan kasar, bisa bisa Topan kan berbuat nekad pada nya.


"Tapi, Aku sudah tidak tahan ni,, ?


"rayu Topan pada Jeny, " Aku akan pelan pelan sayang, kau jangan khawatir, tenang saja...


Topan mulai mendekati Jeny, iya mencium bibir Jeny,


"Ayo lah, Aku sangat tidak tahan untuk tidak melakukan nya, 1 kali saja.


"Topan, jangan dong Topan, "apa kamu nggak kasian sama anak kamu... bujuk Jeny lagi, sambil mendorong sedikit tubuh topan Dari tubuh nya.


" Jangan menolak ku lagi Jeny, Aku nggak sanggup menahan hasrat ku ini, Topan memeluk Jeny lagi, Jeny merasa Ada sesuatu yang mengganjal di area pribadinya itu, sesuatu yang pernah iya rasa kan, dalam keterpaksaan.


"Topan *******bibir Jeny, dengan sangat bernafsu. hingga Jeny seperti sulit bernafas, karena Ulah topan padanya, tiba tiba Jeny merasa ingin muntah, karena perutnya terasa mual sekali.


Dan tampa iya sadari, iya mendorong Topan dengan sangat kuat, hingga Topan pun terdorong murder, Jeny bergegas menuju kamar mandi, Dan iya serasa ingin mengeluarkan semua isi yang Ada dalam perutnya,


dia merasa sangat mual sekali.


Topan datang menghampiri dirinya, Dan memijit tengkuk Jeny, iya kasian sekali pada Jeny, apa lagi iya melihat wajah Jeny yang mulai kelihatan pucat,


"Maafkan aku ya, Aku nggak nyangka kalau kejadiannya bakal jadi begini. apa kita perlu ke dokter ? " Tanya Topan.


"Nggak usah pan, bentar lagi juga enakkan.


jawab Jeny dengan wajah yang terlihat lesu.


"baiklah, Aku akan mengurungkan niatku, walaupun agak sedikit kecewa sih, jelas Topan.


"Makasih ya, Aku nggak nyangka, ternyata kamu bisa ngertiin Aku. jawab Jeny.

__ADS_1


Jeny bener bener bingung dengan sikap Topan, yang tentunya di luar akal sehat nya Jeny, Topan begitu baik Dan sayang sekali pada nya, padahal biasanya, iya adalah orang yang paling memuakkan bagi Jeny, karena sifat jeleknya itu.


tapi kali ini beda sekali, malah berbalik 180° Celsius.


benar benar membuat Jeny heran.


"Sayang, mending kamu langsung tidur aja, Aku akan pulang, dan kamu jangan berpikiran yang macem macem ya, jaga diri kamu.


"Aku akan mengatakan ke mama, kalau kita akan segera Menikah.. sesuai dengan keinginan kamu, Menikah dengan ala sederhana tampa pesta, Cukup ijab qobul dan acara yang sederhana saja.


"Jeny menganggukkan kepalanya yang terasa agak sedikit pusing.


memang Jeny nggak ingin pernikahan nya dengan Topan di buat acara pesta besar besaran, mengingat nantinya membutuh kan biaya yang sangat besar.


sementara iya tau betul, bagaimana keuangannya Tante Asih.


Dan Topan pun menyetujuinya, Dan rencananya iya akan melaksanakan ijab qobul dengan Topan besok lusa, lebih cepat lebih baik, apa lagi mengingat iya sudah Hamil duluan, iya nggak Mau, nanti banyak orang yang tau kalau iya nikah Karena Hamil duluan.


padahal emang kenyataan nya begitu.


Setelah Topan membawanya ke tempat tidur, Topan segera berpamitan, Dan cup cup cup, Topan mencium kening, pipi kiri Dan pipi kanan, terakhir cup lagi, di bibir sexy nya Jeny.


entah kenapa, perasaan Topan berat sekali untuk meninggalkan Jeny, iya merasa nggak tega untuk meninggalkan Jeny yang terbaring lemah dan tak berdaya, padahal selamat ini iya begitu cuek dan nggak sedikitpun Ada rasa iba di hatinya, tapi ketika iya tau Jeny Hamil anaknya, iya merasa sangat kasian sama Jeny, atau mungkin karena Jeny sudah Mau menerima kehadiran nya.


Begitu juga dengan Jeny, iya merasa begitu berat untuk melepaskan kepergian Topan saat itu, padahal Topan hanya pulang ke rumahnya.


Topan pun beranjak Dari tempat duduknya, dan berjalan menuju kedepan.


Jeny hanya menatap Topan dari tempat tidur nya, dan iya ingin sekali mengantarkan Topan sampai pintu depan, tapi rasa nya iya nggak sanggup untuk bangun, karena kepalanya sangat terasa pusing sekali.


Setelah Topan pulang, iya rencana mau tidur langsung.


tapi ternyata Deril menelpon nya.


"Hallo ya Ril, ada apa ?'' tanya Jeny dengan nada kurang semangat,,


" Jeny, lo baik baik aja kan ?'' tanya Deril pada sahabatnya itu.


"Iya, cuma agak sedikit pusing aja, " oh ya Ril, sesuai dengan saran lo, gue sama Topan akan menikah besok lusa, lo datang ya, temenin gue.


Jeny mengabarkan pada sahabatnya itu, kalau iya akan segera menikah dengan Topan.


"Alhamdulillah jeny, gue seneng mendengar nya, mudah mudahan semua masalah lo, segera berakhir, dan lo akan hidup bahagia...


" Amin... ''makasih ya Ril, mudah mudahan semua sakit yang gue rasakan segera berakhir.


dan lo jangan lupa ya, tuk hadir di acara ijab qobul gue.


"Iya cantik, lo tenang aja, gue pasti datang kok, apa sih yang nggak buat kebahagiaan sahabat gue, nggak ada yang dapat gue tolak, kalau buat lo.

__ADS_1


" makasih ya Ril, elo mau jadi sahabat terbaik gue.


"Ooo ya Jeny, besok lo masuk kerja nggak?


tanya Deril pada Sahabat nya itu.


" InsyaAllah iya Ril, kan gue nikahnya besok lusa.


jadi besok gue masih kerja, sekalian mau izin cuti beberapa hari ke depan.


"Ya udah deh, kalau begitu, emm mau gue jemput, atau lo berangkat sendiri?


Deril menawarkan tumpangan pada sahabatnya, iya kasian melihat sahabatnya itu lagi nggak begitu sehat.


" Nggak usah Ril, gue naik motor sendiri aja.


jawab Jeny.


"Ya udah deh, sampai ketemu besok ya, assalamu'alaikum...


" Wa'alaikum salam.


jawab Jeny.


Baru sebentar iya meletakkan HP nya, Tiba-tiba HP nya berdering lagi, dan iya lihat ternyata Tantenya yang menelpon.


"Hallo Jeny, kamu bisa kerumah sakit sekarang.


tante Asih mengagetkan Jeny.


" Kenapa tante,, ?


tanya Jeny.


"Topan kecelakaan...


Jawab tante Asih.


next...


para kesayangan aku.


Mau tau apa yang terjadi pada Topan, ?''


ikuti kisah selanjutnya, jangan lupa untuk meninggalkan jejak ya.


like, vote dan komennya.


makasih ya...

__ADS_1


__ADS_2