
Setelah mengirim pesan pengunduran dirinya pada perusahaan tempat iya bekerja, hati Jeny merasa sedikit agak lebih tenang, pasalnya Topan ngotot supaya iya berhenti bekerja, karena Topan nggak mau terjadi sesuatu pada kandungannya Jeny, makanya iya melarang Jeny uuntuk tidak bekerja, tapi Jeny bingung, kalau iya tidak bekerja, darimana iya akan mendapatkan uang untuk belanja, setahu Jeny,
Topan tidak bekerja sama sekali, dan yang paling Jeny tahu dari kehidupan Topan, iya selalu merongrong mamanya, kalau dia mau minta uang untuk kehobiannya, yaitu mabok mabokan.
Tapi nggak taulah ya, sebenarnya apa pekerjaan Topan yang sebenarnya, dia pasti punya persiapan kalau iya berani menyuruh Jeny untuk tidak bekerja, mengingat sebelum iya mengalami kecelakaan, iya lebih jarang berada dirumah, dia lebih sering berada diluar, dan bahkan tante Asih sendiri nggak tau sebenarnya apa pekerjaan anaknya itu, mengingat sikap anaknya yang selalu membuatnya kewalahan, jadi mana mungkin anaknya memiliki pekerjaan yang tetap.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Gibran kaget, ketika iya menerima pesan whatsapp dari Jeny, nggak ada angin nggak ada hujan, tiba tiba iya menerima pesan pengunduran diri dari Jeny, iya heran kenapa Jeny mengundurkan diri dari perusahaannya, padahal kinerja Jeny sangatlah baik, dan dia juga di kenal sebagai karyawan yang sangat disiplin dalam bekerja, Jeny merupakan karyawan yang bisa di handalkan dalam bekerja, apakah ada yang mengusik Jeny dalam bekerja, ataukah Jeny merasa kurang nyaman dalam bekerja, ataukah iya yang terlalu galak sebagai pimpinan, banyak sekali prasangka prasangka yang ada di pikirannya Gibran, sampai iya nggak bisa berfikir sehat semenjak iya menerima pesan yang dikirimkan oleh Jeny.
Ada apa dengan Jeny, kenapa iya harus berhenti bekerja disini, apa iya mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari perusahaannya, apa yang Jeny lakukan benar benar membuatnya merasa sangat terusik, hingga iya penasaran dan berniat untuk menanyakan langsung sama Jeny, kenapa Jeny mengundurkan diri, akhirnya iya menelpon Jeny.
Beberapa kali Gibran mencoba menghubungi Jeny, tapi yang di hubungi tak kunjung menjawab telpon darinya. Gibran makin heran sama Jeny, sebenarnya apa yang terjadi pada Jeny, kenapa Jeny nggak bisa di hubung,,,?
Padahal Gibran sangat berharap Jeny selalu bekerja di perusahaannya, supaya iya lebih leluasa berdekatan dengan Jeny, rupanya Gibran sama sekali tidak tau keadaan yang Jeny alami selama ini, hanya saja iya agak merasa lain dengan bentuk tubuh Jeny, yang kelihatan lebih berisi dan padat.
Oupst,,,,,,,,"bukannya Gibran orang yang sangat cuek dan masa bodoh dengan keadaan sekitar, tapi kenapa iya lebih perhatian sama Jeny,,,? Jelas aja iya perhatian sama Jeny, orang dia suka ama Jeny, gayanya aja yang sok cuek, tapi hatinya siapa yang tau...?"
***************************
Ghibah ada dimana mana, terdengar oleh telinga Gibran ketika iya lewat dikoridor, salah satu karyawan Gibran, yang mengatakan, pada karyawan lainnya, sepertinya mereka lagi bergosip, tapi apa yang mereka gosipkan ya, Hehehe Gibran kepo ya,,,,?
>>>>>>>
"Eh, tau nggak sih kalian, salah satu karyawan di perusahaan kita ini, ada yang hamil duluan.
"Siapa,,,? tanya salah satu karyawan yang lain.
"Itu loh, yang ada di bagian divisi pengembangan, yang katanya alim nggak banyak tingkah, disiplin dan juga pendiam.
'Siapa sih,,,? "Bikin malu banget.
"Katanya sih, menurut kabar burung yang gue dapat, kalau nggak salah namanya Jeny.
iya Jennyfer nama panjangnya.
"Jeny yang anaknya nggak banyak tingkah, tapi sering di perhatikan big boss,,,?
'Youps,,,,,,,,bener banget, nggak nyangka ya.
"Iya nggak nyangka banget, eh, jangan jangan di hamilin,,,?"
"Husss,,,jangan ngomong sembarangan kamu, bisa bahaya kamu.
Salah satu karyawan melirik kebelakang, ternyata ada Gibran di belakang mereka yang lagi asyik ber ghibah.
Jeny hamil,,,!" Whattttt,,,,,,,,,"Hamil......? 'Rasanya nggak mungkin, nggak mungkin Jeny hamil, pikiran Gibran semakin kacau, apa benar yang dikatakan mereka, tapi darimana mereka dapat kabar itu,,,?
"Oh,,,pantesan Jeny mengundurkan diri, jangan jangan emang iya beneran hamil, "Oh my good, Jeny hamil ?
Kenapa aku sampai nggak tau kalau iya hamil, ini benar benar di luar akal sehatku.
yang ku tahu, Jeny bukanlah tipe wanita yang gampang untuk di dekati, apa lagi untuk dihamili...
"Aduh, pusing gue, ntar aja deh kalau gua ketemu Deril, dia pasti tau mengenai Jeny, Deril kan sahabat karibnya Jeny.
Gibran bingung dan berkata kata sendiri dalam hatinya, sepertinya iya sangat kecewa.
__ADS_1
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Akhirnya Jeny menghabiskan waktu paginya dengan membersihkan halaman belakang rumahnya, iya merasa suntuk termenung nggak ada pekerjaan, dari pada menung seperti ini, mending aku kebelakang ah, membersihkan halaman belakang, sudah lama sekali sepertinya nggak di jamah oleh tanganku.
Baru saja iya membersihkan seperenam dari halaman, Topan datang menghampirinya.
"Sayang, hari ini kamu nggak ada kegiatan kan,,,?" Topan memeluk Jeny dari belakang, dan itu membuat Jeny kaget.
"Kamu nggak liat aku lagi membersihkan ini, jawab Jeny ketus.
"Udah, nggak usah di terusin, bikin capek aja, mending kamu ikut aku aja yuk, ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan sama kamu.
ajak Topan pada istrinya itu.
"Kemana,,,?" Tanya Jeny bingung.
"Pokoknya kamu ikut aja, pasti kamu senang"..
Jawab Topan
"Emang mau kemana sih,,,,?"
"Ah, banyak tanya kamu, pokoknya kamu ikut aja.
Jawab Topan Ketus.
"Ya udah deh, aku ganti baju dulu"..
"Nggak usah ganti baju, pakai ini aja, ini udah bagus kok. "Ayok,,,
Sebenarnya Topan mau ngajak aku kemana sih,,,?"
Bikin penasaran aja, kan aku nggak jadi ngebersihin taman belakang. dasar laki laki setengah otak.
gerutuk Jeny dalam hatinya.
"Kamu masuk mobil duluan, aku yang akan mengunci pintu, kata Topan pada Jeny.
Jeny mengikuti apa yang dikatakan oleh Topan, iya lagi malas berdebat dengan Topan, lagian nggak ada untungnya berdebat dengan Topan, menang kagak, kena marah iya.
Mendingan diam, dan ikuti kata katanya, mengalah untuk kebaikan nggak apalah. bisik Jeny dalam hatinya.
Kemudian mereka berangkat menuju tempat yang dikatakan Topan pada Jeny, setelah sekitar 1 jam perjalan, Topan berhenti di sebuah perkampungan yang tak begitu ramai oleh penduduk dan juga tak begitu banyak rumah, hanya saja ada beberapa rumah yang ukurannya tak terlalu besar, namun cukup untuk menampung satu keluarga kecil dengan dua anak.
Jeny kaget, kenapa tiba tiba Topan memberhentikan mobilnya Disini, dikampung kecil, yang tak banyak penghuni.
"Sayang, inilah tempat yang aku katakan tadi padamu, ini adalah tempat ternyaman yang pernah aku tempati.
aku yakin kamu pasti suka disini...
Kulihat tempat ini, memang begitu nyaman, adem dan ayem, dan asri banget, emang benar apa yang dikatakan Topan, ini merupakan tempat ternyaman yang paling pertama aku kunjungi.
"Ada lagi yang akan aku tunjukan buat kamu.
kata Topan pada Jeny.
Tiba tiba...
__ADS_1
Ada seseorang yang memanggil Topan dari belakang..
"Pak Topan, kapan datang,,,? "Ini Istrinya ya,,,,,,,,?
Tanya orang tersebut.
Jeny heran kok orang itu kenal ya sama Topan,,,?" Seperti orang yang sudah saling mengenal lama.
"Iya, ini istri saya, gimana kabar di sini,,,?" Apa semuanya aman dan terkendali...?
"Pokoknya Beres Pak Topan,,,,Semuanya aman dan terkendali.
"Yah sudah, saya mau ajak istri saya mengelilingi wilayah ini, kamu Tolong siapin makan siang kami di sini ya,,,?
"Oh ya, baik Pak Topan,,,Jawab orang tersebut.
Topan mengajak Jeny menuju tempat lokasi peternakan yang iya miliki, Jeny masih bingung dan iya masih belum mengerti apa yang ingin di tunjukkan Topan padanya, mereka berjalan melewati beberapa kolam ikan, ada juga kandang ayam petelur, dan di samping kolam ada kandang bebek wek wek wek, dan yang terakhir Jeny melihat ada beberapa kandang kambing yang terlihat sangat besar, nampak seperti ratusan ekor kambing yang ada di sana.
"Pan, kamu kerja disini ya,,,?
Tanya Jeny agak sedikit bingung.
"Ini semuanya Punya kita sayang, punya aku dan sekarang juga punya kamu, kamu kan istri aku.
jawab Topan.
Jeny masih nggak percaya, dengan jawabannya Topan, ngerasa nggak yakin, tapi jujur Jeny merasa sangat senang berada di sini, benar apa yang dikatakan Topan, Jeny pasti suka berada disini.
Tu, kolam ikannya, sepertinya ikan Nila, kalau nggak salah, eh bener beb, kolam ikan Nila.
''ya ampun keren ouy...
Ini lagi, peternakan ayam petelur neng, waduh Topan hebat bener ya.
Noh, kandang bebeknya, lengkap sama bebeknya....
asli nih nggak mau pulang.
Tu kan, ternyata Topan punya usaha sendiri say,,,
Author aja nggak nyangka, kalau si Topan kece badaii.... keren Pan
Next...........
Riang amat noh mukanya Jeny, benar juga yang dikatakan oleh Topan Jeny pasti nyaman berada di situ, tapi ngomong ngomong, biar tambah riang tuh si Jeny, gimana kalau kalian kasih Like, vote dan komennya, biar tambah riang gitu,,, kwkwkwkw
"Ampe kriting nih tangan demi kalian para kesayangan aku, yang udah setia buat mampir di receh ku ini, untuk nyemangatin Jeny,
makasih ya..
__ADS_1