Ku Menerimamu Apa Adanya

Ku Menerimamu Apa Adanya
Belum sadarkan Diri


__ADS_3

Ketika Jeny membuka pintu kamar, di tempat Topan dirawat, Jeny menatap tantenya yang sedang terduduk lemas dan tak berdaya. Di Samping tempat tidur Topan di rawat, Jeny sangat sedih melihat keadaan Tante Asih yang saat ini seperti orang yang sedang kehilangan semangat untuk hidup. Tante Asih kelihatan sangat tidak bersemangat, matanya yang selalu terlihat sembab, dan wajahnya yang selalu terlihat tidak berseri, membuat tante Asih tampak jelas, kalau dirinya itu, sedang mengalami kesedihan yang sangat mendalam.


Bagaimana tidak, sudah hampir satu bulan ini, Topan terbaring dalam keadaan koma, Topan sama sekali tidak menunjukkan tanda tanda kesembuhan, hanya doa dan dorongan semangat yang selalu dilakukan tante Asih pada anaknya.


Kadang terlihat tantenya berbicara sendiri pada anaknya, kadang tante Asih menangis, entahlah Jeny sendiri nggak tau, apa yang harus iya lakukan saat ini.


tak ada yang bisa iya lakukan selain berdoa dan memberikan semangat pada tante nya itu.


Jeny jadi teringat apa yang di katakan oleh Dokter yang menangani Topan pada beberapa minggu yang lalu, ''koma merupakan suatu keadaan yang ketika seseorang tidak sadar dalam waktu yang berkepanjangan, kondisi ini membuat penderitanya terlihat seperti orang yang lagi tertidur lama, tingkat kesadaran seseorang itu, di nilai dengan GCS, atau Glasgow coma scale.


GCS adalah skala neurologi yang di gunakan untuk mengukur tingkat kesadaran, dan koma merupakan tingkat kesadaran yang sangat berat.


Saat mengalami koma, seseorang tidak dapat berbuat apa apa, dan memberikan respons terhadap orang di sekeliling nya.


Namun masih dapat mendengar orang di sekitar nya, makanya hal yang harus dilakukan adalah, dengan menggenggam tangan atau membisikkan kata kata ditelinga orang yang lagi dalam keadaan koma.


Jeny mendekati tantenya, sambil menggenggam tangan tantenya...


"Tante, kita harus semangat untuk kesembuhan nya Topan ya, jangan lemah seperti ini, " bagaimana Topan bisa semangat untuk sembuh ?'' yang adanya nya nanti Topan malah jadi tambah sakit, kalau Topan melihat keadaan mamanya seperti ini !


"kita harus bisa membuat Topan semangat untuk kesembuhannya Tante.


"Semua ini adalah, ujian terberat bagi kita tante, dan kita harus sabar dalam menghadapi semuanya ini.


bagaimanapun kita sebagai manusia tak bisa menolak apa yang sudah di takdir kan oleh Allah pada kita, dan tak ada orang yang dapat menghindari ujian dari Allah, yang ada hanyalah, mau atau tidak mau, suka ataupun tak suka kita harus siap menerima nya dengan lapang dada, dan Jeny minta sekarang tante harus kuat ya,, ?'' tante sendiri kan yang bilang, kita harus kuat dan siap dalam menerima apa yang sudah di takdir kan pada kita...!

__ADS_1


Tante Asih menatap keponakannya itu sambil bercucuran air mata, iya sangat sedih melihat keadaan anaknya, tapi iya juga sangat berterima kasih, karena di berikan keponakan yang sangat mengerti keadaannya dalam segala apapun.


"Tante ingat apa yang dikatakan Dokter, kita harus selalu memberikan semangat buat Topan,, !


" Tante,,,! ''Musibah itu di ibaratkan seperti air yang keruh, semakin kita aduk, maka airnya akan semakin keruh, yang harus kita lakukan yaitu hanya satu, yaitu Bersabar, kita harus bersabar, untuk menunggu air itu akan kembali menjadi jernih.


"Maksudnya adalah, kita harus sabar dalam menghadapi setiap permasalahan yang ada, termasuk menunggu untuk kesembuhan nya Topan !


" Rosulullah Sallalahu'alaihi Wasallam bersabda, "dan ketahuilah, sesungguhnya kemenangan itu, beriringan dengan kesabaran, jalan keluar beriringan dengan kesukaran, dan sesudah kesulitan itu, akan datang kemudahan,,


(HR. Abdul Bin Humaid no 636 Assalafiyyah hal 148)


" Sabar merupakan kunci dari segala permasalahan tante, begitulah yang harus kita lakukan, kita harus sabar dalam menghadapi setiap ujian yang diberikan Allah pada kita, jangan pernah berburuk sangka pada apapun yang sudah di tetapkan oleh Allah, banyak banyak berdoa, semoga setiap ada permasalahan yang kita hadapi, bisa kita lalui dengan penuh kesabaran.


"Iya sayang, makasih ya, kamu itu emang selalu bisa ngertiin tante, selalu aja memberikan semangat untuk tante, yah walaupun tante nggak pernah bisa buat kamu bahagia.


Jeny hanya tersenyum melihat tantenya, sejujurnya memang, tak ada seorang ibu yang sanggup melihat keadaan anak yang paling di sayangnya harus terbaring lemah dan tak berdaya, bahkan tak sadarkan diri. bahkan tak ada seorang ibu yang mau mengalami kejadian buruk pada anaknya, begitupula yang dirasakan tante Asih saat ini, hatinya sangat sedih, melihat anak yang paling iya sayang terbujur lemah dan tak sadarkan diri, sementara itu, tante Asih sama sekali nggak tau sedikitpun tentang kehamilan nya Jeny, yang dilakukan oleh Topan.


Walaupun sebenarnya Topan akan memberitahukan pada mamanya tentang kehamilan Jeny, namun keinginan nya itu belum tersampaikan karena musibah datang tampa bisa di tolak.


Jeny nggak tau, harus berbicara dimulai darimana,,,?' untuk mengatakan pada tantenya, tentang kehamilan yang dilakukan Topan padanya, sementara itu, Topan masih dalam keadaan koma, Jeny takut ketika iya akan mengatakan yang sejujurnya pada tante Asih, maka tantenya pasti langsung syok, dan akan semakin sedih dan terpuruk, makanya untuk sementara ini, Jeny enggan memberitahukan kehamilannya pada tantenya itu.


Tapi apabila iya tidak mengatakan yang sebenarnya pada tante Asih, maka perutnya akan semakin membesar, Jeny bingung harus bagaimana?


iya seperti dihadapkan pada buah simalakama, dimakan mati mama, tak dimakan mati papa.

__ADS_1


"Ya Allah, semoga apa yang menimpaku saat ini, segera berakhir ya Allah , dan gantilah dengan kebahagiaan, dan ku mohon ya Allah, tak ada yang ku pinta saat ini, selain meminta untuk kesembuhan nya Topan.


" Berilah kesembuhan untuk ayah dari anak yang ku kandung ini ya Allah, dan berilah kesabaran untukku, agar aku kuat dalam menghadapi dan menjalani setiap ujian yang engkau berikan padaku, dan bimbinglah aku, untuk selalu taat atas apa yang engkau perintahkan.


Jeny tau Allah menguji hambanya dengan musibah dan nikmat, gunanya adalah untuk melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang kufur, siapa yang sabar, dan siapa pula yang berputus asa, ujian itu menandakan, bahwa Allah rindu dengan rintihan dari setiap makhluknya.


Sudah hampir satu bulan, Topan terbaring diruang ICU, tampa sadarkan diri, bahkan sepertinya tidak ada tanda tanda kehidupan, cuma Jeny berharap semoga saja ada keajaiban, untuk Topan bisa kembali lagi sembuh seperti semula.


"Tante, Jeny pamit dulu ya, mau pulang karena Jeny mau balik lagi kekantor, ada yang mau Jeny kerjakan, nggak lama sih, bentar aja habis itu, Jeny kesini lagi,


" oh ya, tante mau pesan apa?


nanti biar Jeny beli sekalian,, !


Tanya Jeny pada tantenya, mengingat tante nya belum makan apapun dari sejak tadi pagi.


"Terserah kamu aja nak, lagian sekarang tante lagi nggak semangat tuk makan, apalagi melihat keadaan Topan sekarang ini, tante merasa nggak selera tuk makan.


jawab tantenya dengan tak bersemangat.


" Tante jangan pesimis gitu dong, ''tante itu harus semangat, Jeny yakin kok, Topan pasti akan sembuh, tante jangan khawatir ya, kita doakan semoga topan cepat sadar, dan segera di sembuhkan.


"Iya nak, mudah mudahan saja, jawab tante Asih dengan tampilan wajah yang menyedihkan.


Tak lama kemudian, datang 1 orang dokter bersama dengan dua perawat yang mendampingi nya.

__ADS_1


__ADS_2