
"Hay semuanya, apa kabar kalian ...?" Semoga kalian semuanya sehat selalu ya, oh ya maaf kalau akhir akhir ini, aku jarang sekali UP, karena emang suasana hati yang lagi nggak memungkinkan, jadi kuharap kalian semuanya bisa memaklumi, lagi pula lagi dalam suasana lebaran, dan aku juga mau ngucapin Minal aidin walfaizin, mohon maaf lahir dan batin pada kalian semuanya. Mungkin selama ini aku udah banyak salah dalam berucap, semoga tali silaturrahmi kita akan selalu terjalin dengan baik.
Sebelumnya aku akan beritahu kalian dulu, untuk di Episode kali ini, aku akan membahas khusus Mama Asih dan kehidupannya dimasa lampau. jadi jangan heran jika diepisod ini, aku nggak ngebahas tentang Jeny dan Topan, tapi adalah sedikit sedikit, hehehe... Happy reading
**************
Mama Asih lalu bangkit dari duduknya, dan berjalan menuju ke pintu depan, dan ketika iya membuka pintu rumah, iya langsung kaget ketika melihat siapa yang datang, dan tak menunggu lama mama Asih merasakan kalau kakinya menjadi lemah dan akhirnya iya pun jatuh pingsan tak sadarkan diri lagi.
Rupanya iya sangat mengenali orang yang datang ini, walaupun sudah sangat lama sekali tak bertemu, namun tak membuat ingatannya melupakan sosok laki laki yang berada di hadapannya itu. Karena orang itu tak lain adalah suaminya sendiri yang sudah iya anggap tak pernah ada lagi dalam kehidupannya, walaupun iya belum bercerai dengan suaminya, namun bagi Asih, hidupnya sekarang tak ada bedanya dengan kehidupan seorang janda, hidup sendiri tampa suami di sampingnya, maka dari itu tak salah jika dirinya sekarang merasa bahwa, dirinya tak ada bedanya dengan kehidupan seorang janda.
Dan itu semua karena kesalahan yang dibuat oleh Adi sendiri yaitu suaminya, sudah terlalu banyak sekali rasa sakit yang telah ditorehkan Adi pada dirinya, dan itu semua membuat rasa cinta Asih pada suaminya seolah hilang tampa sisa, cinta dan kasih sayangnya dulu, sekarang sudah lenyap dan tak ada lagi seiring berjalannya waktu.
*************
"Kamu,,,,,,,,,!!! Asih kaget melihat kedatangan Adi yang emang benar benar sama sekali tak iya harapkan, namun seketika itu iya langsung melemah jatuh dan iya pun pingsan, dan tak sadarkan diri lagi.
Gedebuk,,,,(Anggap aja lah begitu bunyi jatuhnya, hehehe) Tante Asih jatuh kelantai dan pingsan.
"Asih,,,,Asih,,,,Asih.....
"Bangun Asih, kenapa kamu jadi pingsan begini sih, padahal aku nggak niat ingin membuat kamu pingsan, ayo bangun Asih,,, Apa kamu nggak senang dengan kepulangan aku, bangun Asih....!"
__ADS_1
Adi menggoyang goyangkan badan istrinya, iya nggak menyangka, kalau kepulangan nya membuat Asih istrinya sangat syok, dan akhirnya pingsan, padahal iya berharap sekali kalau Asih sangat senang dengan kepulangannya, karena sudah 5 tahun lebih iya nggak pulang karena mendekam lama di penjara, namun apa yang iya harapkan, tak sesuai dengan kenyataan yang iya dapatkan saat ini, malah Asih pingsan dan tak sadarkan diri, ketika melihat wajahnya, Adi benar benar merasa sedih karena iya sama sekali suami yang tak diharapkan oleh istrinya. Ternyata bukan cuma ada istilah anak saja yang tak dianggap, tapi juga sekarang ada lagi namanya suami yang tak dianggap, dan itu terjadi pada dirinya sendiri, pikir Adi.
Adi buru buru mengangkat Asih kearah sofa dan membaringkan Asih di atas sofa, lalu iya pun mencari minyak angin untuk menyadarkan Asih istrinya, biasanya kalau orang pingsan, kalau di gosok minyak angin di hidung dan area lainnya, maka Insya Allah akan segera sadar. walau bagaimanapun iya juga merasa tak tega melihat Asih terjatuh pingsan di lantai, walaupun Asih sama sekali tak mengharapkan kehadirannya.
Namun usahanya sia sia saja, Asih tak kunjung sadar dan bahkan tampa reaksi sedikitpun. Akhirnya iya berlari kearah dapur untuk mengambilkan air putih untuk di percikkan kemukanya Asih, dan Alhamdulillah tak menunggu beberapa lama, Asih pun tersadar dari pingsannya, matanya samar samar menatap wajah laki laki yang tak lain adalah suaminya sendiri yang berada pas dihadapan wajahnya, iya ngerasa sama sekali nggak percaya, dengan apa yang iya lihat, apa benar laki laki yang ada di hadapannya adalah Adi suaminya, atau ini hanya sekedar mimpi disiang bolong. Apa bener Adi sudah bebas dari tahanan,,,?" Batin Asih pada suaminya.
''Kamu sudah sadar Asih, aku senang kamu sudah sadar...!" Adi menatap Asih dengan tatapan yang sulit tuk di artikan, iya seolah merasa kecewa dengan cara Asih menyambutnya, bukannya dengan tatapan hangat dan senyum yang mengembang, tapi malah sebaliknya, Asih menyambutnya dengan tatapan mata yang sama sekali tak bisa di jelaskan bagaimana artinya, serta dengan bibir pucat dan gemetar, dan itu membuat Adi merasa kalau dirinya sudah seperti sosok manusia yang menakutkan, dan memang benar benar sama sekali kedatangannya tak diharapkan oleh Asih.
"Apa aku tak bermimpi,,,?" Asih menepuk nepuk pipinya, serasa mimpi tapi nyata.
"Kamu nggak mimpi Asih, apa yang kamu lihat, memang benar adanya. Kenapa kamu kaget dengan kedatangan aku,,?" Tanya Adi pada Asih istrinya, iya nggak menyangka kalau Asih jadi sekaku itu, ketika melihat wajahnya.
"Apa kamu nggak senang dengan kebebasan ku dan juga nggak senang dengan kepulanganku,,,? Tanya Adi pada istrinya, iya benar benar kecewa dengan pertanyaan Asih istrinya barusan.
"Bukannya setiap istri sangat senang ketika suaminya keluar dari penjara...? Tanya Adi kembali, dan itu membuat Asih sulit tuk menjawabnya.
"A A _ku,,,,aku sama sekali nggak menyangka, kalau kamu pulang saat ini." Jawab Asih dengan wajah agak gugup, dan kelihatan sekali kalau Asih sangat ketakutan.
"Aku mendapatkan Remisi, dan keluar lebih cepat dari hukuman awal yang ditetapkan." Jawab Adi pada Asih
"Oooo,,," Jawab Asih sambil menatap Adi takut takut.
__ADS_1
"Asiiih, aku tahu kamu sepertinya kurang senang dengan kepulanganku, dan itu terlihat sekali dari raut wajahmu. Maafkan aku Asih, aku bukanlah Adi yang dulu kau tau, aku nggak seperti itu lagi, aku sadar atas apa yang sudah aku lakukan selama kita menikah, hingga aku masuk penjarapun itu semua karena ulahku yang jahat padamu, dan itu membuat aku merasa sangat bersalah padamu. Maafkan aku Asih." Adi memohon pada Asih agar Asih memaafkan kesalahannya.
Asih merasa kurang yakin dengan apa yang di katakan oleh Adi, iya tidak mudah percaya dengan apa yang di katakan oleh Adi, karena memang Adi bukanlah orang yang pantas untuk dipercaya, setahu Asih. Jadi sangat tidak mungkin jika Adi akan semudah itu untuk meminta Maaf padanya.
"Oh ya, mana anak kita Topan, aku sangat merindukannya, sudah lama sekali aku tak melihatnya...?" Adi heran kenapa tak melihat Topan dirumah.
"Topan dirumah istrinya,,,!" Jawab Asih singkat.
"Apa,,,Topan dirumah istrinya,,,? Tanya Adi bingung, iya nggak percaya kalau Topan sudah menikah.
"Kamu nggak salah ucap kan Asih, kalau Topan sudah menikah,,,? tanya Adi lagi pada Asih istrinya.
"I i - ya, Topan sudah menikah, dan sekarang iya tinggal bersama istrinya,,,! Jawab Asih sambil tergagap gagap.
"Kenapa aku nggak tau kalau Topan sudah menikah, bukankah aku papanya yang berhak untuk mengetahui apapun yang berhubungan dengan anakku...? Kalian sama sekali tak meghargai aku sebagai Papa dan sebagai Suami, kalian memang benar benar sudah melupakan aku, bahkan anakku menikah saja aku sama sekali nggak tau, dimana letak rasa manusiawi kalian terhadap aku,,,,?" Adi benar benar merasa sangat kecewa dengan anak dan istrinya.
"A A _Ku, maafkan aku semuanya tak sesuai dengan apa yang kamu bayangkan mas,,,!'' Asih sangat takut ketika melihat raut wajah suaminya yang sudah memerah, seperti kepiting rebus, iya sangat hafal jika wajah suaminya sudah memerah seperti itu, sudah pasti alamatnya bakal,,,,?"
Next,,,,
Jangan lupa untuk selalu memberikan like vote dan komennya, makasih banyak karena udah mampir disini, aku menyayangi kalian semua....LOVE YOU ALL
__ADS_1