
Topan merasa sangat terpukul mendengar ucapan yang barusan di ucapkan oleh istrinya, iya nggak menyangka ucapan yang diucapkan oleh Jeny begitu menusuk, hingga iya tak bisa berkata apa apa lagi, karena tak ada cara lagi untuk membujuk istrinya saat ini, selain diam dan merenungi kesalahan yang telah iya perbuat, tapi bukan karena keinginannya, Jeny tidak tau kalau apapun yang Jeny lihat, itu tak sepenuhnya benar, hanya saja Jeny sudah terlanjur melihat foto itu terlebih dahulu, sebelum iya mengetahui siapa Nela yang sebenarnya.
Topan ingin menjelaskan siapa Nela, tapi tidak tau harus dimulai dari mana, karena kebencian dan kemarahan yang Jeny tunjukkan padanya, telah membuatnya bingung harus bagaimana untuk menjelaskannya.
Jeny tidak tau kalau selama ini apa yang Jeny rasakan, kehidupan yang serba berkecukupan, tidak kekurangan suatu apapun, itu karena kerelaan hati dari Ayahnya Nela.
Flash back
Waktu itu sebelum Topan menikah dengan Jeny, dan sebelum iya tau kalau Jeny hamil, Topan selalu bingung dengan keadaannya yang semakin gila dan tak punya tujuan hidup, namun keinginannya untuk mendapatkan Jeny semakin hari semakin tak terkendali, hanya saja iya tak tau bagaimana caranya supaya bisa membuat Jeny bahagia, dan mau menikah dengannya. Sementara itu dirinya sama sekali tidak mempunyai apa apa, hidup luntang lantung selalu berteman dengan narkoba dan minuman keras, bagaimana bisa iya bisa membuat Jeny bahagia, tapi di balik semua itu, keinginannya untuk mempertanggung jawabkan kesalahan yang pernah iya buat pada Jeny semakin kuat, dan membuatnya yakin untuk menikahi Jeny, iya sadar kalau apa yang iya lakukan pada Jeny sangatlah salah, apalagi waktu itu iya melakukan atas dasar kemarahan dan sakit hati karena Jeny sudah membuat papanya dipenjara, makanya iya melakukannya karena kemarahan, itu yang membuatnya merasa sangat bersalah, jadi salah satu supaya iya bisa menikahi Jeny, iya harus bisa membuat Jeny hamil, agar iya bisa menikahi Jeny, karena iya tahu Jeny tak akan mau menikah dengannya sampai kapan pun.
Waktu itu Topan mabuk dan dan sama sekali tak sadarkan diri, tampa Topan sadari seseorang membawanya ke suatu tempat, Topan tak sadar apa yang dilakukan oleh seorang itu, hingga ketika iya sadar, iya terbangun melihat keadaan disekitarnya, iya berada di sebuah kamar yang sangat mewah bak hotel berbintang, iya nggak tau tempat apa ini, iya terkejut ketika seorang datang menghampirinya.
"Kau sudah bangun ?" Tanya Orang itu padaku.
"Iya. Jawab Topan, "Kamu siapa ? Tanya Topan.
"Aku kasihan melihat kehidupanmu yang seperti manusia yang tak punya tujuan hidup. Jawab orang itu.
"Kenapa kau mau memperhatikan kehidupan orang lain, kau lihat saja dirimu yang tak ada bedanya dengan diriku.
__ADS_1
Jawab Topan kasar.
"Aku memang sudah tak punya tujuan hidup lagi, karena aku hidup di dunia ini, hanya berteman dengan rasa sedih, menyesal, karena suatu kesalahan, dan mungkin aku juga nggak akan lama lagi hidup di dunia ini, karena penyakit yang ku Derita saat ini. Jawab laki laki separuh baya itu.
"Apa maksudmu ?" Apa kau tak punya sanak saudara, istri, anak atau apalah yang ada hubungan darah dengan mu, ataupun kerabat jauh mu ?" Tanya Topan sedikit bingung, namun kepalanya masih terasa sedikit pusing, karena terlalu banyak minum.
"Aku tak punya sanak saudara, istriku sudah meninggal dunia, tapi aku mempunyai satu putri, tapi aku sama sekali tak bisa menjaga putriku dengan baik. Jawabnya singkat, tapi tiba tiba bulir bening jatuh dari kelopak matanya.
Aku bingung, kenapa iya jadi sedih seperti itu, ada apa dengan putrinya, Topan semakin bingung dengan keadaan saat itu, belum lagi orang itu bercerita panjang lebar, tapi dia sudah menangis duluan, ada apa dengannya ? Tanya Topan dalam hatinya.
"Maaf, apa ada yang salah dengan ucapan ku padamu ?" Tanya Topan dengan sedikit merasa bersalah.
"Tidak, kau sama sekali tak bersalah, hanya saja aku menyesali atas apa yang harus kujalani saat ini".
Aku semakin tak mengerti dengan apa yang dikatakan orang itu, tapi aku membiarkan iya untuk mengungkapkan apa yang ada di hati dan pikirannya, entah kenapa aku merasa iba melihat orang itu seperti orang yang lagi berputus asa, dan tidak mempunyai harapan untuk hidup lebih bahagia, padahal aku lihat dia adalah orang yang sangat berkecukupan, tak kurang suatu apapun, tak musti aku melihat semuanya, bagiku dengan melihat kamar yang ku tempati saat ini, sudah membuktikan, kalau iya bukanlah orang yang sembarangan.
"Aku tau namamu, kalau tak salah namamu adalah Topan. karena aku selalu memperhatikanmu, tiap kali kau datang ketempat yang biasa kau datangi itu, dan apa kau tau, bahwa tempat yang sering kau datangi itu adalah milikku, semuanya milikku, aku punya banyak harta, aku memiliki semuanya, aku punya kekayaan yang takkan habis sampai tujuh turunan, aku memliki segalanya, tapi satu hal yang tak aku punya, yaitu kebahagiaan, aku tak punya kebahagiaan, karena kebahagiaanku sudah tak ada artinya lagi, aku melihat dirimu seperti orang yang tak punya tujuan hidup, tapi aku melihat kalau kau sebenarnya adalah orang yang sangat baik, kau bisa dipercaya, kau bisa membuatku merasa yakin, untuk memberikan semua yang aku punya menjadi milikmu. Orang itu bicara dengan sangat yakin.
"Apa kau sudah gila, mana mungkin aku bisa mempercayai semua ucapan mu itu. lagian kau tak tau siapa diriku. Jawab Topan dengan keheranan dan tak sedikitpun mempercayai apa yang di ucapkan oleh orang itu padanya barusan. Tapi iya heran, kenapa iya tau dengan namaku, berati apa yang diucapkan orang itu sedikit ada benarnya.
__ADS_1
"Kau tak perlu untuk mempercayaiku, kau cukup mengatakan sanggup dan menerima saja, bagiku itu sudah cukup. Jawabnya singkat.
"Lantas apa yang harus aku sanggupi dan aku terima ?" Tanya ku padanya.
"Aku ingin kau menjaga putriku dengan baik, karena aku sudah tak bisa lagi untuk menjaganya, umurku sudah tidak lama lagi, karena aku memiliki penyakit yang takkan pernah membuatku untuk hidup lebih lama lagi, makanya sebelum aku mati, aku ingin menyerahkan putriku, untuk kau jaga dan kau urus, sampai maut memisahkan kalian, dan aku akan menyerahkan semua yang aku miliki padamu, tak ada yang lebih pantas menerima semua yang ku miliki, selain dirimu karena ku yakin itu.
"Baiklah kalau begitu, aku menerima dan menyanggupi apa yang kau katakan padaku. Jawab Topan dengan keputusan yang bulat, kerena melihat kesungguhan yang di ucapkan oleh laki laki paruh baya itu.
"Aku senang kau menerima tawaranku yang mungkin sangat tak masuk akal bagimu, tapi percayalah apa yang ku ucapkan ini adalah kebenaran yang sesungguhnya, dan kau akan melihat dan merasakan sendiri dengan apa yang ku ucapkan saat ini nanti. "Aku akan membawamu ketempat putriku saat ini juga.
"Baiklah, jawab Topan.
"Ayo ikuti aku, ajak laki laki paruh baya itu.
Topan mengikuti langkah kaki lelaki itu hingga mereka menuju kesebuah kamar yang memang agak jauh dari kamar yang di tempati Topan waktu itu. Topan sangat terkejut melihat keadaan putri dari pria paruh baya itu.
Next,,,,
Kwkwkwkkwkwkw,,,,,"Cukup sini dulu ya, nanti tunggu di episode selanjutnya siapa Nela sebenarnya.
__ADS_1
eits,,,jangan lupa dong untuk selalu like vote dan komennya, biar semangat atuh Up nya, makasih banget yang udah mampir disini, semoga kalian bahagia selalu, amin....
Aku menyayangi kalian...