Ku Menerimamu Apa Adanya

Ku Menerimamu Apa Adanya
Tatapan kosong


__ADS_3

Topan menarik tangan ku seolah olah iya tak mau kalau aku nanti tersesat didalam rumah bak Istana ini, aku hanya diam saja dengan apa yang iya lakukan, karena memang aku sama sekali tak tau tentang keadaan dalam rumah ini. Tapi aku juga tak ingin kalau iya menganggap ku sebagai wanita bodoh yang tidak tau apa apa, wanita penakut dan selalu ketergantungan pada dirinya, aku rasa dia yang bodoh, karena dia tidak tau kalau aku bukanlah Jeny yang dulu selalu manut padanya, aku juga nggak sebodoh yang iya kira, aku tau kok bagaimana cara bertahan hidup tampa kehadirannya di sisiku, hanya saja aku nggak mau menunjukkan sikap itu padanya, ada ataupun tampa dia di sisiku, bagiku sekarang sama saja, lagian aku juga sudah terbiasa hidup sendiri, tampa kehadiran orang lain di sisiku, jangan dia kira aku nggak bisa hidup tanpa dirinya, oh tidak, itu salah besar, karena aku bukan tipe wanita lemah seperti yang pernah dia katakan padaku.


Aku terus mengikuti langkah kakinya, aku sama sekali tak tau dimana wanita yang bernama Nela itu berada, karena dari sejak tadi aku berjalan, hanya ada sapaan dari beberapa pelayan yang kebetulan sedang membersihkan perabotan rumah, mereka semuanya terlihat sopan dan selalu menundukkan kepala, bila beradapan dengan Topan, entah apa maksudnya itu, aku juga nggak tau, mungkin wujud dari rasa hormat atau malah mereka sengaja diperintahkan untuk bersikap seperti itu terhadap Topan, anehnya kenapa Topan begitu dihormati didalam rumah ini, seolah olah Topan adalah pemilik dari rumah ini, ah entahlah aku jadi berpikiran macam macam, tapi kalau aku pikir, dari mana jalannya Topan bisa jadi seperti ini, sementara aku tau betul siapa suamiku yang sebenarnya, mana mungkin iya bisa berkuasa dan disegani oleh orang orang yang ada disini, benar benar membuat ku semakin penasaran, lantas siapa sih sebenarnya wanita yang bernama Nela itu, apakah iya yang membuat Topan bisa seperti sekarang ? Aku terus bertanya tanya dalam hatiku, karena memang aku sama sekali tak mengerti, apa yang sebenarnya terjadi, dan aku hanya ingin Topan sendiri yang akan menjelaskan nya padaku, tentang apa yang iya sembunyikan dariku selama ini.


Tiba tiba aku merasakan kalau otot-otot kaki ku terasa pegal dan kurasa buah betis ku mengencang, hingga aku memutuskan untuk menghentikan langkah kakiku kemudian duduk dan aku mencoba untuk meluruskan kakiku untuk beberapa saat, supaya otot kakiku terasa lebih enak dan nyaman.


Kemudian Topan berbalik badannya, dan melihatku yang sudah duduk di lantai, dia cepat cepat mendekatiku, dan tentu saja dia sangat mengkhawatirkan diriku, dan itu aku tau, tapi sayangnya itu sama sekali tak membuatku merubah pendirian untuk mengambil keputusan bahwa aku akan berpisah darinya, bagaimanapun juga iya sudah mengkhianati aku dan anak anak, sikap perhatiannya yang selalu membuatku luluh dan pasrah padanya, kini seolah menjadi bom waktu, yang kapan saja bisa meledak, karena memang itu yang terbaik bagiku dan anak anak.


''Ada apa sayang.. ?'' kamu kenapa duduk disitu, kamu sakit ? Tanya nya padaku dengan nada khawatir nya.


''Aku nggak apa apa pan, hanya saja aku merasa kalau otot otot kakiku terasa mengencang, mungkin karena aku udah lama nggak jalan jauh, makanya kakiku terasa pegal ''. Jawab Jeny.


''Sini, biar aku pijitin, biar nggak pegal lagi ''. Dan kemudian Topan mulai memijit mijit kaki istrinya


mengurut urut kaki ku dengan penuh kelembutan, hingga Jeny merasakan kalau sakit kakinya agak sedikit berkurang. 'Ah ternyata dia sangat pandai membuatku merasa sangat bergantung padanya.

__ADS_1


''Makasih pan, rasanya kakiku sudah nggak sakit lagi. Terang Jeny


''Beneran udah nggak sakit lagi ? Tanya Topan padaku.


''Iya, udah nggak sakit lagi''. Jeny mengayun ayunkan kakinya, dan Jeny mencoba untuk berdiri, dan dibantu oleh Topan, dan Alhamdulillah, sepertinya udah bisa jalan sekarang.


''Sayang, Bentar lagi kita akan sampai ke kamar nya Nela, nggak jauh lagi kok, kamarnya di ujung sana''. Topan menunjukkan tangannya kearah kamarnya Jeny.


Deg, jantung Jeny terasa berdegup, mendengar ucapan Topan barusan, iya merasakan sensasi yang luar biasa, ketika Topan menunjukkan arah kamarnya Nela. Ada apa denganku ? Kenapa hatiku sakit sekali, ketika Topan dengan gampangnya menunjukkan kamar nya Nela, seolah emang iya sudah hafal betul dengan situasi rumah ini, sebegitu dekat kah iya dengan Nela? Ya Allah, kenapa hatiku sakit sekali melihatnya, haruskah aku marah dan meluapkan kekesalan dan sakit hatiku padanya sekarang?... Aku rasanya tak sanggup lagi untuk menahan nya, apa Topan nggak mikir kalau aku begitu terluka saat ini, dasar laki laki tak berperasaan.


Topan menekan remot yang ada ditangannya, kemudian pintunya terbuka, aku sangat penasaran sekali dengan wanita yang bernama Nela, apakah dia jauh lebih baik, lebih cantik, atau lebih mudah dariku, atau malah sebaliknya, hingga Topan bisa berpaling dariku, hanya demi wanita itu, kepala ku mulai terasa pusing karena terlalu berat dalam berfikir.


Bagaimana nanti jika aku berhadapan dengan wanita itu, haruskah aku menjambak rambutnya, karena sudah berani mengusik ketenangan keluarga kami, apa hanya diam dan pasrah serta menyerahkan apa yang aku punya padanya, ah ternyata aku bodoh sekali, pantas saja Topan dengan gampangnya membodohi aku, tentu saja aku harus bersikap bijaksana, pada Topan dan Nela, untuk apa aku harus kesal, karena memang aku sudah mengambil keputusan, kalau aku akan pergi dari kehidupan mereka, dan menyerahkan Topan padanya, karena memang itu yang iya inginkan, pikiranku mulai kacau, aku bingung harus berbuat apa.


Mataku melihat sosok wanita muda yang kalau tidak salah itu adalah Nela, karena hanya ada satu wanita disini, jadi aku yakin sekali kalau iya adalah Nela.

__ADS_1


Seorang perempuan yang selama ini, sudah mengacaukan pikiran ku, kira kira umurnya tak jauh beda dariku, hanya saja dia seakan tak menghiraukan kedatangan nya kami, dia sedang berdiri menghadap kearah jendela, dengan tampilan yang sangat menyedihkan.


Aku menoleh kearah Topan, dan Topan juga menoleh ke arah ku.


''Nela, Nela, apa kau mendengarkan aku...? Topan memanggil wanita itu.


''Nela, aku datang dengan Jeny, kau sangat ingin kan bertemu dengan Jeny, sekarang dia sudah ada disini, ke marilah, dekat padaku.


Topan memanggil wanita itu, kemudian pelan pelan dimulai menoleh ke arah kami, aku menatap wajah wanita itu dengan seksama, dia seperti wanita yang tak sesempurna yang ada dalam pikiranku, aku melihatnya dengan tatapan penuh tanda tanya, sebenarnya ada apa dengan wanita ini, kenapa iya seperti wanita, emmm maaf seperti wanita gila, tampilannya sangat menakutkan, tatapan matanya ketika melihat ku, benar benar tatapan yang sulit untuk diartikan.


Next


Ojo lali, like vote dan komennya...


makasih.. 😃😃😃

__ADS_1


__ADS_2