
Masih di area Asih dan Adi.
Memang banyak yang tak diketahui oleh Adi selama beberapa tahun ini, Asih sengaja tak ingin bercerita apapun pada Adi, apa lagi selama di penjara Asih sama sekali tak pernah mau menjenguk Adi di dalam penjara, karena memang Adi masuk penjara akibat ulahnya sendiri yang udah jahat dan menganiaya Asih, sampai Asih pingsan tak sadar akibat di pukul oleh Adi, dan perbuatan Adi tersebut bukan sekali dua kali dilakukannya, melain kan sudah seringkali, dan itu membuat Asi sudah tidak tahan lagi. Maka dari itu Asih melaporkan perbuatan Adi pada pihak yang berwajib, agar Adi menerima ganjaran atas apa yang sudah iya perbuat. tak ada gunanya untuk mengunjungi Adi di penjara, kalau hanya akan membuat hatinya terluka saja, walaupun iya masih berstatus istrinya.
>>>>>>>>>
"Ooooo,,, Aku tahu betul bagaimana dirimu Asih, lagi pula apa untungnya bagimu dan Topan jika memberitahu diriku, seorang ayah sepertiku takkan berguna, jika untuk mengurusi urusan keluarga, mengurus diriku sendiri saja aku tidak becus, bagaimana bisa aku mengurus istri dan anakku dengan baik, iyakan,,,? Wajar saja jika kalian menganggap ku sama sekali tak berguna,,,!" Adi berbicara tampa melihat wajah Asih, hatinya saat ini begitu hancur, ketika iya tau kalau anak dan istrinya begitu cuek dan tak memperdulikannya lagi, sebagai seorang suami dirinya sama sekali tak dihargai.
Asih sangat miris mendengar ucapan Adi barusan, bukannya iya menganggap Adi seperti itu, karena memang,,,? Ah sudahlah, lagian Adi emang selalu begitu, suka sekali menyalahkan orang lain tampa mau tau dulu penjelasan orang, kadang suka pusing sendiri menghadapi laki laki yang tak tau diri dan tak tau di untung ini, nggak dulu nggak sekarang, masih juga kayak gitu, nggak ada berubah berubahnya sama sekali, benar benar menyebalkan. Batin Asih.
"Mas,,,Kau hanya bisa menganggap ku begitu, selalu salah dan salah, tampa kau mau mendengarkan penjelasan aku terlebih dahulu, asal kau tau mas, semua ini terjadi atas kegilaan yang dilakukan anakmu sendiri, dan aku pun tak tau atas apa yang sudah Topan lakukan, jadi jangan kau selalu menyalahkan aku, ini semua bukan karena aku sengaja tak memberi tahu mu, tapi memang keadaan saat itu yang lagi tak memungkinkan, dan aku saat itu benar benar syok atas apa yang sudah Topan lakukan, asal kamu tau mas, mungkin kau sama sekali takkan pernah menyangka, dengan siapa Topan menikah."
Seketika air mata Asih jatuh ketika mengingat apa yang sudah terjadi pada keponakannya sekaligus sudah menjadi menantunya sekarang, pada masa itu. Iya seolah membuka kembali kisah sedih dan pahit yang pernah dialami oleh keponakannya itu.
Asih akan menceritakan semuanya dan menjelaskan pada Adi suaminya itu, atas apa yang dilakukan Topan terhadap Jeny, jangan di kira Adi kalau dirinya sengaja melupakan kapasitas Adi sebagai orang tua dari Topan, tapi memang keadaan saat itu sulit tuk di jelaskannya, Adi hanya mengira dia sama sekali tak dianggap, Dan itu salah besar, makanya iya akan mengatakan kalau apa yang ada dipikiran nya Adi tidaklah benar.
"Mas, Topan menikah karena iya sudah melakukan apa yang semestinya tak iya lakukan."
__ADS_1
"Memangnya apa yang sudah Topan lakukan,,,,?" Tanya Adi yang sedikit penasaran, lalu membalikkan badannya dan menghadap Asih.
"Topan menikah, karena wanita yang dinikahinya itu sudah hamil duluan, dan asal kau tau mas, wanita yang di hamili Topan adalah keponakanku dan tak lain adalah Jeny...! Terang Asih pada suaminya, sambil meneteskan air matanya yang sudah sejak tadi ingin keluar.
"Apa,,,? Adi kaget, dan membelalakkan matanya, seolah merasa tak percaya dengan apa yang dikatakan Asih istrinya itu, dan rasanya sangat tidak mungkin.
"Apa kamu nggak salah bicara Asih,,,?" Tanya Adi lagi pada Asih.
"Aku nggak salah bicara Mas, Topan memang melakukan itu pada Jeny, dan untungnya Topan mau menikahi Jeny, dan asal kamu tau mas Topan sudah memperkosa Jeny, dan itu bukan sekali dua kali, hingga akhirnya Jeny mengandung anaknya Topan." Jawab Asih pada suaminya.
"Topan benar benar kelewatan, aku nggak menyangka kalau Topan bisa melakukan itu pada sepupunya sendiri, benar benar diluar batas ulahnya Topan, bagaimana itu bisa terjadi Asih,,,?" Tanya Adi lagi.
"Benarkah yang kau katakan itu Asih,,,?" Tanya Adi seolah tak percaya kalau dirinya sekarang sudah menjadi seorang kakek.
"Iya, mereka kembar sepasang." Jawab Asih tampa melihat Adi.
"Aku ingin bertemu dengan mereka, apa kau mau mengantarkan aku kerumahnya,,,? aku sudah tidak sabar lagi ingin bertemu dengan mereka Asih,,,!'' Adi mendekati Asih, dan memegang tangan Asih, berharap Asih mau menemaninya, namun iya kaget ketika Asih menepis tangannya.
__ADS_1
"Aku akan menemanimu, tapi aku nggak mau ada keributan lagi, hentikan apa yang pernah kau perbuat pada Jeny waktu itu, dan ingat Jeny sekarang sudah menjadi menantu mu, karena sudah menjadi istrinya Topan, bukan hanya sekedar keponakanku saja." Jawab Asih dengan sedikit memberikan wanti wanti pada Adi.
"kamu tenang saja Asih, aku tak akan melakukan apapun, aku sudah tak ingin lagi bersikap seperti dulu lagi Asih, aku sudah insyaf, aku ingin kita hidup bahagia, tampa ada lagi masalah yang menghinggapi kehidupan keluarga kita.!" Jawab Adi.
"Kita,,,? Asih males mendengar ucapan Adi yang mengatakan kita, lo aja kali gua nggak.! Batin Asih.
"Ayo Asih, aku tak sabaran lagi ingin melihat cucuku...Apakah dia seganteng diriku ini,,,?" Adi melirik mata Asih, dan melihat bagaimana respons Asih mendengar ucapan nya barusan, sesuai dengan apa yang iya perkirakan, Asih seolah tak suka mendengarkan nya.
"Haaaa,,,,Nggak salah dengar nih, pede amat nih aki aki, ngaku ganteng, apa nggak nyadar, kalau rambut udah pada putih.. Cicit Asih
Next......
Hay hay hay,, apa kabarnya ini,,,?
kalau othor sih, lagi nggak enak hati nih, soalnya othor sedih nih sepi banget, nggak semangat gitu, kan tinggal pencet aja, gratis kok nggak bayar, makanya othor nya jadi lesu...
Ojo lali,,,,like, vote dan komennya...
__ADS_1
Makasiiiih banget, yang udah rela hati dan berbaik hati untuk mampir disini, semoga kalian sukses selalu.