
Anak anak senang sekali karena Oma nya datang, emang mereka udah lama nggak ketemu sama oma nya, karena akhir akhir ini, Topan sibuk sekali dengan pekerjaannya, kadang sampai pulang malam, Jeny tak terlalu memusingkan semua itu, karena dia pikir, namanya juga urusan pekerjaan, jadi waktunya kadang susah tuk di tentukan, itulah sisi buruknya Jeny, apa bila iya sudah percaya pada orang, maka tidak ada kecurigaan lagi dalam hatinya, apa lagi dengan suaminya sendiri, tapi sayang sekali, karena kecerobohannya terlalu mudah percaya, akhirnya iya sendiri yang terluka.
Entah berapa lama lagi iya harus bertahan untuk membuktikan perbuatan suaminya, jika sudah tau kebenarannya, maka iya takkan bisa untuk memaafkan suaminya.
############
''Oma, kenapa oma udah lama nggak kesini, tanya Coko pada Oma nya.
''Oma lagi sibuk sayang, Oma banyak pekerjaan. Jawab Oma pada cucunya.
''Oma malen mama nanis, banak telual ail matana. Ciki mengatakan kalau mamanya menangis, banyak keluar air matanya.
''Iya Oma, tapi nggak tau kenapa mama kok bisa nangis, kata Coko ikut bicara.
''Kenapa mama kalian menangis, Apa mama sama Papa kalian berantem ?'' Tanya Oma pada cucunya, Asih mulai khawatir pada anak dan menantunya, ''jangan jangan mereka berantem pikirnya.
''Tapi, Papa sama mama nggak berantem Oma, aku nggak dengar kalau mereka berantem. jawab Coko pada Oma nya.
"Oma belatem itu apa oma ?'' Tanya Ciki pada Oma nya, karena emang Ciki nggak tau apa itu yang namanya berantem.
''Berantem itu, saling suapan kue ki artinya. jawab Coko sembarangan.
''ndak pelcaya, tatak cuta bo'on. Jawab Ciki, katanya nggak percaya, karena kakaknya suka Bohong.
''Oma apa yan dibiang tatak itu benal apa talah... ?'' Tanya ciki pada Oma nya.
''Coko, nggak baik bohong sama adiknya, Coko mau nanti kalau ciki bohong juga sama Coko ?
Oma menasehati cucunya agar tidak boleh berbohong.
''Ciki, berantem itu, artinya dua orang yang saling marah karena kesal atas kesalahan yang disengaja. Jawab Oma ada cucu perempuan nya.
''Ooo, beditu ya... ?'' tilain tadi apa, iti ndak tau oma.
''Iya sayang, tapi kalian nggak ngeliat mereka berantem kan? ''tanya oma lagi pada cucunya.
__ADS_1
''Nggak oma. jawab Coko.
Ya Allah semoga saja mereka tidak ada masalah apapun, kasian Jeny kalau sampai Topan marahin dia, pikir Asih.
Tak lama kemudian Jeny datang dengan membawa potongan kue yang tadi dibawa oleh mama mertua nya.
''Wah lagi ngomongin apa nih, serius amat oma sama cucunya, " Tanya Jeny sambil menghampiri mertua dan anak anaknya.
Sayang, ini ada kue nih, tadi di bawa sama Oma kalian, pasti enak'' Jeny memberikan kue pada anak anaknya.
''Holeeee,,, matatih ya Oma, iti cenang banet talau Oma bawa tue, talena tue na Oma enat tetali. ciki memuji kue buatan Oma nya, emang ciki senang sekali kalau saat dapat kiriman kue dari Oma nya.
''Wah ternyata ciki pandai sekali membuat Oma nya senang, pikir Jeny.
''Ciki nggak sadar, karena keasikan ngobrol sama Oma, iya nggak tau kalau kue yang di bawa mamanya udah diguyur terus sama si Coko, hingga tersisa 1 potong lagi. Pas Ciki melihat kuenya, ciki kesal ternyata kuenya hampir habis, hanya tersisa satu potong lagi.
''Mama, tue na abis di matan cama tatak, hiks hiks hiks... Ciki Nangis karena kuenya habis dimakan Coko.
''Bukan kakak yang makannya ki, tapi itu ada tuyul yang mencurinya. jawab Coko membela diri.
Ciki ngambek, gara gara kakanya suka nakal, dan sering ngejahilin nya.
''Iya, nanti Mama ambilin lagi ya, sekarang jangan nangis lagi dong, nanti hilang cantiknya, Jeny menghapus air mata anaknya, lalu menciumnya. dan kemudian Jeny mendekati Coko supaya nggak nakal lagi sama adeknya.
''Eh siapa bilang kakak tuyulnya, itu tuyulnya, '' kwkwkw....
kebetulan ada kucing garong lewat, langsung saja Coko nunjukin kalau tuyulnya adalah si kucing garong.
''Oma, tatak jaat tama iti, cuka talik talik lambutna iti, tatit Oma. Ciki ngadu lagi kalau kakaknya suka narik narik rambutnya. Ciki langsung peluk Oma nya, seolah minta pembelaan dari Oma nya.
Oma ketawa melihat tingkah laku cucunya, mereka baru saja berusia 4,5 tahun, tapi mereka sudah pinter, apalagi si Coko, kadang ngomong nya udah kayak orang dewasa.
''Nanti kalau papa pulang, bilang aja kalau kakak suka nakal sama Ciki''
Oma membujuk cucu perempuan nya, supaya nggak nangis lagi.
__ADS_1
''Oma nggak sayang ya sama Coko, Coko protes, karena Oma lebih membela Ciki dari pada dirinya.
''Siapa bilang Oma nggak sayang sama Coko, kalian berdua ini, adalah cucu cucu kesayangan Oma, ''Sini Coko peluk Oma juga, Akhirnya Coko duduk dipangkuan nya oma juga.
setelah mencium kedua cucunya, oma langsung bilang sama kedua cucunya, ''Nah sekarang, kalian main di sana ya, oma mau bicara dulu sama Mama, mau kan cucu oma ngikutin apa kata Oma ?''
''Iya Oma, jawab kedua cucunya.
kemudian kedua anaknya Jeny meninggalkan Oma dan Jeny, lalu mereka bermain lagi seperti biasanya.
''Sayang ada yang mau Mama tanyakan sama kamu, Asih mulai membuka pembicaraan nya pada menantu kesayangan nya itu.
''Ada apa ma,,, ?'' Tanya Jeny dengan sedikit penasaran, karena emang Jeny tadi tak mendengar omongan Mama dan anak anaknya.
''Sayang, tadi kata anak anak, kemaren kamu menangis, apa bener yang mereka katakan... ?" Tanya Asih pada menantunya.
Jeny menarik nafas panjang, seakan iya susah untuk menjawab pertanyaan Mama mertuanya, karena memang belum saatnya untuk iya ceritakan pada Mama mertuanya, karena memang Jeny sendiri, belum bisa membuktikan yang sebenarnya, karena yang iya lihat dan iya dengar, belum tentu benar, hanya saja iya agak sedikit gelisah, karena hal itu.
"Nggak kok mah, kemaren itu mata aku kemasukan debu, pas aku lagi ngebersihin kamar, jadi mereka pikir aku lagi nangis, padahal kan nggak ma. "Apa mereka cerita sama Mama?"
Jeny nggak mau mengatakan yang sebenarnya.
"Mama nggak percaya sama apa yang kamu ceritakan barusan, anak kecil mana ada bohong, mereka selalu jujur dengan apa yang mereka lihat dan mereka katakan. Asih nggak percaya kata kata Jeny, karena iya tau betul sifat menantunya itu, Jeny sangat pandai menyimpan rahasia.
"Beneran mah, nggak ada apa apa kok mah, Topan nggak pernah nyakitin perasaan nya Jeny, lagian kan mama tau sekarang Topan ke' gimana, pokoknya mama tenang aja, Jeny sama Topan baik baik aja kok mah. ''Udah ah, mama jangan berfikiran macem macem tenang aja.
Jeny tetap pada pendirian nya, iya takkan cerita sama siapa siapa, sebelum iya sendiri yang melihat Topan.
Next,,,
Hay semuanya, makasih ya yang udah mampir disini, aku senang banget karena kalian bersedia meluangkan waktu buat mampir disini, sekalian aku mau bilang sama kalian semuanya para kesayangan nya aku, jangan lupa untuk selalu memberikan like vote dan komennya, makasih ya .
aku menyayangi kalian...
iloveyou full... 😘😘😘😘
__ADS_1