
''Mamaaaaa.... Koki pulaaang...
Tiba tiba Jeny mendengar suara anak anaknya yang baru pulang dari rumah Oma nya. Anak anaknya berlarian mendekati Jeny yang lagi terbaring dikasur, karena dia lagi males tuk bangun dari kasur, masih enakan baring baring aja.
Jeny Seneng sekali melihat anak anaknya pulang, rupanya Topan menjemput anak anaknya dari rumah mama Asih, pantas aja dari tadi kok sepi.
''Sayaaang anak anak mama yang ganteng dan cantik, mama kangen banget sama kalian, kalian kok ninggalin mama terus sih, apa kalian udah nggak sayang lagi sama Mama...?'' Sama kayak papa kalian tu yang udah nggak sayang lagi sama mama. '' Jeny sengaja menyindir Topan, biar Topan sadar dengan kesalahan nya.
''Eh, siapa bilang papa nggak sayang lagi sama Mama, papa sayang kok sama mama, malah tambah sayang lagi.''
Jawab Topan yang melirik kearah Jeny. walaupun Jeny tak melihatnya, tapi Jeny seolah tak mendengarkan ucapan Topan barusan.
''Iya mah, iti cayang juda sama mama. ''
''Coko juga sayang banget sama mama, sayaaaaaang banget,,, hehehe
Jeny bangun dari tempat tidurnya, dan menghadap kearah anak anaknya, sambil mendengar kan cerita anak anaknya.
''Oooo anak mama, sini peyuk mama dulu, Jeny merangkuk kedua anaknya dan mencium anak nya satu persatu.
''Papa nggak dicium nih,,, ?''
Topan mengedipkan matanya ke Jeny, dan sontak membuat Jeny memanyunkan bibirnya, seolah maless mendengar ucapan Topan barusan..
''Iya mah, papa juga dicium dong, sama kayak mama cium tami beldua, kan papa juda tanen cama Mama. ''
Entah apa yang dipikirkan oleh Topan, saat iya mendapat angin seger dari kedua anak anaknya, iya seneng banget mendengar Ciki anaknya menyuruh Jeny mencium dirinya.
''Nggak mau ah, soalnya papa bau. ''
Jawab Jeny ada anaknya. Enak bener tu kadal, kalau aku nyiumin dia, ntar dia berpikiran macam macam lagi.
''Aaaaaa.... mama, ayo cium Papa.''
Lagi lagi ciki memaksa Jeny untuk mencium Topan, dan Jeny mulai berpikiran macem macem, 'jangan jangan ini udah diseting lagi sama nih kadal, pikir Jeny.
__ADS_1
''Ayo dong mah, '' Coko ikut menimpali, dan Topan senyum senyum sendiri melihat reaksi wajah istrinya, untungnya Jeny tidak menunjukkan kesan yang tak mengenakkan pada saat ini, kalau tidak pasti anak anak mereka akan sedih.
Jeny ketawa melihat tingkah kedua anak anaknya, andai saja mereka mengerti dengan apa yang aku pikirkan, pasti mereka tak akan memaksaku untuk mencium Topan, tapi aku nggak boleh menunjukkan sikap ketidaksukaan ku pada Topan, aku harus selalu tersenyum di depan anak anak.
''Maaahh, ayo cium papa. ''Coko memaksa mamanya supaya mencium papanya.
''Pah, cini detat Mamah, bial mama tium Papa''. Ciki menarik tangan Papa nya agar mendekat pada mamanya.
Yes yes,,, dalam hatinya Topan kesenangan, iya menyodorkan bibirnya kearah Jeny sambil memejamkan matanya. Namun bukannya bibir Jeny yang didapat, tapi malah bibir bonekanya CiKi yang diciumnya.
Sontak saja membuat anak anaknya ketawa melihat papanya mencium boneka. kwkwkwkkw...
''Papa, pacalan sama bonetana iti, kwkwkwkw... ciki ketawa melihat tingkah papanya yang lucu. Jeny ikut ketawa melihat ulah Topan, baru kali ini Jeny mau ketawa lepas dihadapan nya Topan. Dan itu membuat hati Topan sangat senang.
Ketika mereka Sedang asyik bercanda, tiba tiba HP Topan berbunyi karena ada yang menelpon, rupanya telpon dari rumahnya Nela.
Topan langsung menjawab telpon tersebut.
''Hallo Assalamu'alaikum, ada apa... ?
Tiba tiba asisten rumah tangga itu mengatakan kalau Nela meninggal dunia.
''Apa... ???
Topan kaget, mendengar kabar barusan, serasa nggak percaya. Wajahnya terlihat tegang, dan kaget. Topan mengusap wajahnya, iya nggak menyangka kalau Nela akan meninggal secepat ini.
''Ada apa pan.. ?'' Jeny menghentikan aktifitasnya bergurau dengan anak anak, lalu iya mendekat pada Topan.
''Nela sayang, Nela meninggal dunia. tadi pak udin Nelpon.
''Apa,,, ? Apa aku nggak salah dengar pan, beneran Nela meninggal dunia... ?
Serasa percaya serasa nggak, baru 3 minggu yang lalu iya bertemu dengan Nela, bahkan iya berjanji akan mengunjungi Nela bersama dengan anak anaknya, namun belum sempat bertemu dengan Nela, Ternyata Nela sudah meninggal duluan, Ya Allah kasian sekali Nela, kenapa iya meninggal secepat ini, rasanya sulit tuk dipercaya.
__ADS_1
''Iya sayang, Nela meninggal dunia, aku nggak tau apa penyebabnya, kalau gitu aku siap siap dulu mau kesana, kamu di rumah aja, karena kondisi kamu sekarang belum sehat betul. ''
Topan memegang pundaknya Jeny, agar Jeny mau mengikuti sarannya.
''Tapi aku mau ikut pan... !''
Jeny bersikukuh ingin ikut, karena ini merupakan kali terakhirnya brtemu dengan Nela.
''Nggak usah sayang, aku takut kamu sakit lagi. '' Topan menolak keinginannya Jeny, karena iya nggak tega mengingat kondisi Jeny yang ngak terlalu sehat.
''Pokoknya aku ikut pan, aku mau lihat Nela untuk yang terakhir kalinya. ''
Jeny memaksa untuk ikut kerumah Topan, akhirnya Topan nggak bisa menolak lagi keinginannya Jeny, iya takut nanti Jeny berpikiran yang macem macem.
''Ya sudah, kalau emang kamu memaksa, anak anak nanti kita antar lagi kerumah mama, karena sangat tidak mungkin jika mereka harus ikut juga.
''Iya pan, kalau gitu aku juga siap siap dulu, Jeny mandi dan mengganti pakaian nya, begitu pula dengan Topan, setelah semuanya siap. Topan membawa anak anaknya kerumah mamanya, karena cuma mamanya yang iya percaya untuk menitipkan anak anaknya.
''Papa dan mama mau kemana.. ?'' Coko bingung melihat kedua orang tuanya sudah bersiap siap untuk pergi, iya nggak tau orang tuanya mau kemana.
''Sayaang, mama sama papa ada urusan penting, untuk sementara kalian berdua tinggal sama Oma dulu ya. ''
Jeny membujuk anak anaknya untuk berangkat kerumah mama asih lagi.
''Balu juda pulang mah dali lumahna Oma, kok adek sama atak kerumah Oma ladi. '' Rupanya ciki protes pada mamanya, karena mereka baru pulang, tapi udah mau di tinggal lagi, lagian mereka juga masih kangen sama mama dan papanya, makanya Ciki agak sedikit menolak.
''Maafin papa dan mama ya sayang, ini nggak lama kok, besok papa dan mama pulang, lagian ini adalah urusan penting buat papa, dan mama harus nemanin papa, kalian jangan nakal ya, jangan ngerepotin Oma, baik baik di rumah Oma, jangan nakal.
''Ya udah deh, kakak ikut aja apa kata mamah, tapi janji ya mah, jangan lama lama, kan kami bosan kalau nggak ada mama dan papa.
Akhirnya kedua anaknya mengikuti apa yang dikatakan mama nya.
Kemudian Topan dan Jeny mengantarkan kedua anaknya kerumah mama asih, dan mereka berdua pun langsung meluncur ke rumahnya Nela.
Next....
__ADS_1
Up lagi nih, buat nyenengin hati reders reders kesayangan aku, makasih ya yang udah mampir disini, dan jangan lupa dong ya, untuk selalu memberikan like vote dan komennya, makasih....
aku menyayangi kalian semuanya, sukses selalu.