Ku Menerimamu Apa Adanya

Ku Menerimamu Apa Adanya
Maafkan aku, karena telah mebuatmu terluka...


__ADS_3

Author POV


Bicara kehidupan rumah tangga memang tak selalu bicara tentang kebahagiaan, setiap pasangan suami istri pasti akan menghadapi berbagai macam lika liku kehidupan dalam berumah tangga. Banyak sekali permasalahan yang memang kadang sulit tuk di hindarkan, permasalahan yang terjadi kadang bisa menyebabkan suami istri terlibat dalam suatu konflik yang memang kadang sulit tuk di hindarkan, dan pada titik tertentu, adakalanya istri merasa kecewa pada suaminya.


Jujur author pun kadang merasa demikian, hehehehehe,,,,,


Kadang kekecewaan, yang menyangkut masalah suami karena terlalu sibuk mengurus pekerjaan, hingga perhatian dan kasih sayang pada anak dan istri acap kali terabaikan, padahal yang demikian itu haruslah di hindarkan, jika ingin rumah tangganya harmonis dan bahagia,  terus faktor ekonomi juga jadi pemicu konflik dalam rumah tangga, bahkan sikap suami yang sering kali berubah ubah, membuat si istri merasa asing berada didekat suami.


Terkadang, kesetiaan pasangan pun harus diuji, jika istri tak mampu menahannya, tidak sedikit pada akhirnya berujung perceraian. Kendati demikian, banyak pula dari mereka yang masih setia dan mencoba untuk menjaga keutuhan rumah tangga, walaupun dalam hati di penuhi rasa kecewa yang teramat dalam.


.


.


.


.


------------->>


"Setelah selesai mandi, duduk di sofa yang mengarah kearah jendela, iya menatap suasana malam dari rumah itu, rumah ini benar benar membuatnya serasa berada di istana, bahkan Jeny merasa seolah iya berada di alam mimpi, duduk dan berada di rumah megah ini. Tak lama kemudian keheningan pun berubah ketika Topan masuk kedalam kamar.

__ADS_1


"Sayang, kamu sudah mandi nya,,,?" Topan masih berusaha bersikap sewajarnya, seolah iya ingin melupakan kemarahan yang ditunjukan Jeny padanya.


"Sudah." Jawab Jeny singkat, seolah enggan untuk menjawab dari pertanyaannya Topan.


"Ya sudah, kamu tunggu sini ya, aku mau mandi dulu." Topan beranjak menuju kamar mandi.


"Eh tunggu, bagaimana keadaannya Nela, apakah dia sudah bangun.?" Jeny penasaran dengan keadaannya Nela, hingga iya memutuskan untuk bertanya pada Topan.


"Dia masih Tidur, butuh waktu lama untuk dia terbangun dari tidurnya, karena Dokter sudah menyuntikan nya dengan obat penenang, tapi itu tidak membuatnya bertambah sakit, kamu tidak usah mengkhawatirkan itu, karena Dokter jauh lebih memahami apa yang semestinya iya lakukan.


Jeny hanya diam saja mendengar penjelasannya Topan, tapi tetap saja belum cukup sampai disitu, iya akan menanyakan langsung nanti, pada Topan masalah yang ada dipikirannya saat ini. Topan melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi, Jeny hanya menatapnya dari belakang.


Setelah menunggu beberapa menit, Topan pun selesai dari mandinya, lalu keluar kamar dengan bertelanjang dada,  dan hanya menggunakan handuk yang melingkar di pinggangnya, Jeny menatap suaminya itu dengan tatapan yang sulit tuk diartikan, ekspresi wajahnya tampak berubah ubah, seperti ada kemarahan, kebencian, kekecewaan, dan mungkin juga ada kerinduan. Ya !! Dalam lubuk hatinya yang paling dalam, jujur ada sedikit kerinduan pada suaminya, karena memang akhir akhir ini, iya sangat jarang sekali berkomunikasi dengan suaminya, yang ada hanya diam, dingin dan tampa sentuhan sedikitpun dari nya ataupun dari suaminya, walaupun banyak rasa benci pada suaminya, tapi masih ada sedikit kerinduan akan kebersamaan dalam hatinya.


Hanya saja, Topan tak berani terlalu menunjukkan rasa keinginannya ini, takutnya nanti iya akan di tolak mentah mentah oleh istrinya, tapi kali ini, memang iya sudah tak sanggup lagi untuk menahannya, Jeny makin terpukau menatap tubuh suaminya ketika suaminya mulai mendekatinya, Logika dan pikirannya kalah. Naluri kewanitaannya seakan memenuhi sisi-sisi ruang tubuhnya, tiba tiba saja Jeny merasakan terjangan birahi menghantamnya, seolah menghidupkan kembali rasa itu yang sudah lama meredup, Topan makin mengerti apa yang dirasakan oleh istrinya, Topan memeluk Jeny dengan erat, gejolak birahinya juga mulai memenuhinya.


Seketika Topan merebahkan Tubuh Jeny di atas Sofa yang diduduki oleh Jeny, dan tampa menolak Jeny mengikuti apa yang dilakukan oleh Topan, hati dan perasaannya menolak, tapi tubuhnya menginginkan itu.


Topan mulai mencium bibir istrinya.


"Akhhhhpp!!" Jeny terkesiap, tiba tiba iya tersadar, bahwa iya tidak siap dengan serangan dadakan seperti ini, namun percuma saja, Topan tak akan menghentikan apa yang sudah lama iya inginkan, mulut Topan mencium Jeny dengan rakus. menjelajahi setiap rongga di mulutnya. Menyesap dan mereguk manisnya, memainkan dan menggoda lidahnya. Sedikit demi sedikit  Jeny sekarang mulai goyah, seketika pandangannya mulai berkabut. Jeny mulai hanyut dan mengikuti permainannya Topan. Tubuhnya mulai mengikuti arus, perasaan ingin memberontak seakan hilang dari pikirannya.

__ADS_1


Jeny mulai membalas ciumannya Topan, Jeny berusaha mereguk segala kenikmatan yang disuguhkan padanya, Jeny tak perduli lagi dengan hal lainnya, yang iya lakukan saat ini hanya menikmati dan menikmati. Merasa dapat tanggapan, Topan mulai melepaskan cekalan tangannya dari pinggang Jeny, kini Jeny mulai meraih leher Topan dan menciumnya lebih dalam. Mereka berpagutan dalam gairah yang menggelora.


Topan meraih tubuh Jeny dan merekatkan tubuh mereka sepenuhnya, tangannya mulai bergerilya. Topan mulai meraba bagian punggung, pinggang dan B*k*ng Jeny, jari jemarinya mulai sibuk mencari pengait BH Jeny, setelah berhasil menemukannya dan dia melepaskannya. Tangan Topan mulai meraba pay*d*r* Jeny meremasnya dengan lembut, namun tiba tiba Jeny terkesiap. Akal sehatnya seakan mulai kembali dan berfikir dengan apa yang terjadi saat ini, Jeny melepaskan pagutan bibirnya, dan mendorong tubuh Topan agar menjauh darinya, namun Topan tak membiarkannya. Dia tetap menahan Tubuh Jeny dengan erat. Gerakan tangan Topan semakin lincah, dan itu membuat Jeny sedikit memberontak.


Topan tidak membiarkan Jeny lepas dari nya, dia tetap melanjutkan aktivitasnya yang agak sedikit terganggu dengan pemberontakan yang Jeny lakukan, Topan mencium leher Jeny dengan penuh birahi, dan memenuhi leher itu dengan cupangan, tangannya menyingkap baju yang dipakai oleh Jeny, dan membuat baju itu terlepas  dari tubuhnya Jeny, Topan menarik BH yang pengaitnya sudah terlepas dari sejak tadi, dan membuat kedua pay*d*ra Jeny terlihat menyembul keluar, Topan menatap pemandangan indah itu dengan tatapan penuh birahi, matanya dipenuhi oleh hawa nafsu, dalam sekali gerakan, Topan langsung melahap keduanya.


''Aaakhhh ! Lepaskan aku Pan, Lepaskan aku, aku tak sudi melakukannya, Jeny mulai memberontak lagi, dan itu membuat Topan Khilaf dan menyumpal mulut Jeny dengan tangannya, Topan tetap melanjutkan aktivitasnya. Topan mulai melepaskan CD yang melekat di tubuhnya Jeny, kemudian kedua kakinya masuk ke sela sela  kakinya Jeny, sehingga mau tidak mau kedua kakinya Jeny terbuka lebar, Jeny semakin ketakutan, dia mulai teringat apa yang pernah Topan lakukan pada dirinya dulu, kisah itu seolah terulang lagi pada saat ini, Topan membuka handuk yang melekat di pinggangnya, kemudian dengan sekali hentakan, kejantanannya mulai menghujam tubuh Jeny dengan sangat dalam.


Topan mulai menggerakkan tubuhnya dengan lembut, agar Jeny merasa nyaman, Topan mulai mengerang  menikmati percintaan itu, tubuhnya bergerak dengan berirama, bergoyang sesuai nadanya, bibirnya mulai mencium kening, pipi dan bibir Jeny dengan sangat lembut. Jeny pasrah dan membiarkan Topan melakukan apa yang ingin Topan  lakukan, setelah beberapa lama waktu Topan berpacu, Topan mulai merasakan dirinya sudah berada di ambang batasnya, Topan mulai menggerakkan tubuhnya dengan cepat, mencium dan ******* bibir Jeny kuat kuat dan akhirnya dia mencapai klimaksnya.


"Akkkhhh!!" Topan mengerang dia menghujamkan tubuhnya kuat kuat, hingga membuat Jeny menerima setiap tetes cairan dalam tubuhnya. Tubuh Topan bergetar hebat, dan tangannya masih memeluk tubuh Jeny dengan erat, Jeny hanya diam dan merasakan apa yang barusan iya rasakan. Lama Topan berada dalam posisi itu, sebelum akhirnya iya melepaskan tubuh Jeny dari pelukannya, Topan mencium kening Jeny.


"Makasih sayang..." Aku sangat mencintaimu. Maafkan aku, karena sudah membuatmu terluka."


Jeny hanya diam, tampa mengeluarkan satu kata pun, namun satu bulir bening mengalir dari kelopak matanya.


Jujur, iya juga merasakan apa yang Topan rasakan, walaupun iya merutuki kebodohannya, iya tak menyangka, kenapa dirinya terlalu mudah. Ah, sudahlah toh aku memang masih berstatus istrinya yang sah, bukan salahnya jika iya menginginkan itu dariku.


Namun bukan berarti iya akan membatalkan niatnya.


Next......

__ADS_1


Happy reading,,,,,,,,,Jangan lupa untuk Like, vote dan Komennya, makasih.......


Aku menyayangi kalian...Muach.


__ADS_2