
"Ya udah, ayo kalau gitu. Ayo sayang,,,"
Mamanya Deril menggandeng tangan Jeny, mau tak mau Jeny harus mengikuti ajakan mamanya Deril, apalagi suaminya yang juga mengajak untuk melihat Deril sahabatnya.
Ada perasaan was was yang emang sedang melanda hati Jeny, dimana saat ini iya sangat takut sekali kalau nanti gimana jadinya kalau Topan ketemu dengan Jony, iya merasa sangat khawatir sekali. Sebenarnya nggak ada yang perlu iya khawatirkan saat ini, lagian Jony sudah menikah, apalagi Jony menikah dengan sahabatnya sendiri, jadi apa lagi yang harus iya khawatirkan, namun karena iya tau betul bagaimana tabi'at dari suaminya, makanya iya merasa sangat takut kalau kalau suaminya nanti salah faham. Ya Allah semoga saja semua akan baik baik saja, aku tak ingin ada sesuatu hal yang tak diinginkan terjadi. Batin Jeny.
Mereka bergegas berjalan menuju arah ruang bersalin, sepertinya mamanya Deril sedang tidak tentu pikiran, mengingat iya begitu mengkhawatirkan keadaan putrinya. Jeny merasa kasian melihat kekhawatiran yang terlihat pada mamanya Deril.
"Tante, tante yang tenang ya, semoga persalinan Deril lancar, kita doakan saja tan..." Jeny mencoba menghibur mamanya Deril selama dalam perjalanan menuju ruang persalinannya Deril.
"Iya sayang, tante juga berharap demikian,,," Sejujurnya tak ada ibu yang tak mengkhawatirkan keadaan anaknya, apalagi ketika anaknya mau melahirkan, rasa takut begitu besar menghantui seorang ibu, namun sebagai manusia biasa, hanya bisa iya hanya bisa berdoa, semoga anaknya baik baik saja, seandainya jika harus memilih, seorang ibu akan sanggup menggantikan posisi sakit anaknya, ketimbang melihatnya.
Setelah sampai di depan ruangan bersalin, mamanya Deril segera menghampiri Jony, dan menanyakan keadaan putrinya.
"Jon, gimana dengan Deril,,,? Tanya mama Deril pada Jony, belum ada perkembangan Mah. Semoga Deril baik baik saja, namun tiba tiba seorang suster keluar dari ruangan dan memanggil suami dari ibu Deril.
"Ma'af mengganggu, suami dari ibu Deril diminta masuk kedalam, karena ibu Deril memintanya." Ternyata suster itu hanya meminta Jony untuk masuk kedalam, kemudian Jony mengikuti suster masuk kedalam ruangan. Diluar tinggal mamanya Deril dan Jeny, Topan belum sampai entah apa yang membuatnya belum sampai, hingga Jeny dan mamanya Deril udah nyampe tapi Topan belum juga, tapi dibalik semua itu Jeny bersyukur, karena Topan nggak sempat ketemu dengan Jony, karena Jony udah masuk kedalam ruangan, untuk menemani istrinya. Tak lama kemudian Topan datang dan mendekati Jeny.
"Sayang, apa Deril belum melahirkan,,,?" Tanya Topan pada istrinya.
''Belum pan, masih dalam proses..." Jawab Jeny
"Suaminya mana,,,?" Tanya Topan lagi.
"Suaminya Masuk kedalam, mendampingi Deril.
''Oooo begitu ya, semoga aja persalinannya Deril lancar, oh ya sayang sepertinya kita nggak bisa lama disini, tadi aku di telpon dari kantor, katanya ada masalah dengan bisnis aku yang di kota B, jadi gimana sayang bisa kita pulang saat ini...?" Tanya Topan pada istrinya.
"Ya udah nggak papa, kita pulang aja, tapi ntar ya aku mo ngomong dulu sekalian pamit dengan mamanya Deril."
"Iya, sekalian aku juga mau pamit...''
Lalu Topan dan Jeny mendekati mamanya Deril.
"E-mmm tante, kami minta maaf ya, nggak bisa menemani tante di sini, karena suami Jeny ada keperluan mendadak, jadi kami nggak bisa lama lama disini, maafin Jeny ya tante, sebenarnya Jeny mau banget ikut menemani tante disini, ikut menunggu Deril melahirkan, tapi mau gimana lagi, Jeny musti nyiapin keperluannya suami Jeny, sekali lagi maafin Jeny ya tante..." Jeny merasa nggak enak hati pada mamanya Deril.
"Iya tante, kebetulan saya, ada keperluan mendadak dan tidak bisa di tunda, maka dari itu saya mohon maaf sekali, karena tak sesuai dengan rencana diawal tadi," Topan mengapit kedua tangannya di depan dadanya, pertanda iya meminta maaf.
"O ya sudah nggak apa apa nak Topan, Tante sangat terima kasih karena kalian sudah mau kesini menemani tante, walaupun cuma sebentar, kalau memang itu penting, jangan di tunda nak Topan buruan jangan sampai terlambat. Lagian sebentar lagi Om sama mertuanya Deril juga mau datang kesini, mereka lagi dalam perjalanan menuju kemari, tante nggak apa apa kok."
"O ya udah deh tante, titip salam buat Deril. Semoga semuanya berjalan dengan lancar, kalau gitu kami permisi dulu." Jeny berpamitan sama mamanya Deril lalu mencium tangannya mama Deril, dan tak lupa mamanya Deril mengelus perutnya Jeny.
"Semoga bayi kamu juga sehat sehat selalu sayang, tante senang sekali melihat kamu sekarang."
"Iya amiiin,,, makasih tante.''
Lalu Topan dan Jeny berlalu dari hadapan mamanya Deril, dan langsung pulang, karena mereka buru buru.
Didalam ruangan bersalin, Deril lagi merintih kesakitan, sambil sesekali menangis, karena ini merupakan momen pertama kalinya iya merasakan sakitnya ketika mau melahirkan.
__ADS_1
"Hiks hiks hiks,,, Mas aku udah nggak kuat, rasanya sakit sekali..."
"Kamu yang tenang ya sayang, aku yakin kamu pasti bisa...!" Jony memberi semangat pada istrinya...Ya Allah semoga istri dan anak ku baik baik saja Ya Allah, Batin Jony
"Ohhh Tuhaaaaaannnn rasanya sakit sekali..."Deril menangis kesakitan, sambil menarik bajunya Jony.
''Tenang ya buk Deril, sebentar lagi keluar kok, sekarang sudah buka lengkap, tenang ya buuk,,,"
Dokter memberi semangat pada Deril.
''Sekarang, ibu tarik nafas, lalu keluarkan, ayo buk...''
"Aaaaaaaaahhhh,,huh huh huh ...." Deril menarik nafas dalam dalam lalu mengeluarkannya.
"Tarik nafas nya buk, tarik lagiii, tarik lagi buk,,,"dan ayo buk semangat buk,,,,ibu pasti bisa...''
"Aaaaaaaaaahhhh,,,
Huh huuuh huuhhh...."
"Ayoooo buuukkk, dikit lagi, ayo buk...ayo buuuk...
"Aaaaaahhhh,,,huh huh huh...
''Aaaaaaahhh....
"Ayo sayang, kamu harus kuat sayaaaang,,," Jony mencium kening Deril, sebulir bening tak dapat ditahan lagi oleh Jony, hingga bulir bening itupun jatuh membasahi pipinya.
"Ayo buuuukkk...
"Aaaaahhh,,, dan.....?" Dengan sekuat tenaganya Deril mengejan dan akhirnya....
"Oeeekk Oeeeekkk Oeeeek...
Deril memejamkan matanya, sambil menangis bahagia, ketika mendengar tangisan bayi yang baru saja dilahirkannya. Alhamdulillah ya Allah...Batinnya
"Alhamdulillah ya Allah,,," Jony langsung sujud syukur, karena iya sangat bahagia, melihat anaknya sudah dilahirkan dengan selamat, begitu pula dengan istrinya juga baik baik saja, hanya saja istrinya terlihat lemah, karena banyak mengeluarkan darah.
Setelah sujud syukur, Jony lalu berdiri lagi dan mencium kening istrinya, tangannya gemetar ketika memegang tangan istrinya, lalu mengelus puncak kepala istrinya.
"Makasih ya sayang, kamu benar benar wanita hebat, kamu bisa melahirkan anakku, em maksudku anak kita dengan selamat, hanya wanita hebat yang berani menerima risiko mempertaruhkan nyawanya antara hidup dan mati demi melahirkan anaknya, dan kamu adalah salah satu dari sekelompok wanita itu, aku mencintaimu sayang."
Lagi lagi Jony mencium puncak kepalanya Deril, dengan sangat lembut...
Deril hanya tersenyum, mendengar ucapan suaminya, iya nggak nyangka kalau suaminya bisa mengatakan kata demikian, terharu tentu saja itu membuat Deril terharu, karena ini merupakan pertama kalinya Jony mengatakan Cinta padanya.
"Selamat ya pak Jony, bayinya perempuan dan sangat cantik seperti ibunya, silahkan kalau bapak mau mengazankan nya terlebih dahulu.." Dokter itu memberikan bayi kecil itu pada Jony untuk di azan kan, setelah di azan kan Jony memberikan lagi bayinya pada dokter tersebut, Kemudian Dokter memberikan bayi perempuan itu pada Deril, untuk melakukan inisiasi menyusu dini (IMD) lalu meletakkan nya di dada Deril, dan hebatnya bayi itu, seolah mengerti kalau iya akan diberikan asi, bayi itu mangap mangap mencari ****** susu ibunya, lalu menghisapnya.
"Waaah,,, hebat sekali kamu nak..." Jony senyum bahagia, melihat putrinya yang dengan pandai nya mengisap Asi untuk yang pertama kalinya. Begitu pula dengan Deril juga ikut tersenyum. Pasangan itu terlihat sangat bahagia.
__ADS_1
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Di lain tempat, Jeny lagi sibuk mempersiapkan keperluannya suaminya, untuk dibawa berangkat menuju kota B.
"Sayang, kamu nggak apa kan aku tinggalin beberapa hari disini,,,?''
"Ya nggak apa apa pan,,,," Jawab Jeny sambil tersenyum.
"Sayang, kamu bisa nggak, jangan panggil nama aku lagi, nggak enak banget kedengarannya, kita kan udah lama menikah, tapi kamu nggak berubah berubah manggil nama aku mulu sih, dirubah aja ya, manggil yang enak dikit dong, biar romantis, manggil sayang kek, atau apalah, yang penting jangan manggil nama, hehehe''
"Emangnya mau di panggilin apa sih pan, aku nggak mau ah yang romantis romantis,,,"
"Loh, emang nya kenapa,,,?"
"Ya nggak kenapa napa sih, cuma Romantis itu, kepanjangannya Rokok Makan Gratis, hehehe..."
"Kamu tu nakal ya sekarang, semenjak calon mother of five, hehehe..." Topan mencubit hidung Jeny dengan gemesnya...
"Udah ah, buruan nanti kamu telat, oh ya m- mas, nanti aku boleh ya, nengokkin Deril..."
"Ya tentu saja boleh dong sayang, tapi kamu harus di temani mama ya, aku nggak ngizinin kamu, kalau kamu sendirian, aku takut kamu kenapa napa, eh iya tadi kamu panggil aku apa,,,?"
"Mas, iya tadi aku panggil kamu Mas, kenapa kamu nggak suka,,,,?"
"Aku suka sekali sayang, jadi mulai saat ini, kamu harus selalu panggil aku Mas. Oke,,,?
"Iya mas ku sayang, udah ah buruan, nanti telat." Jeny mendorong suaminya untuk segera beranjak. Lalu mereka keluar mendekati anak anaknya.
"Papaaaa... papa mau kemana, kok bawak tas segala ?" Tanya Coko
"Sayaaaang, papa mau pergi ke keluar kota, kalian jaga mama ya, jangan nakal dan ingat, di perut mama ada adek kalian !! Jadi jangan bikin mama capek ya...?"
"Siaaappp pa, tenang aja, kami ndak akan nakal kok pah..." Lalu Topan mencium kedua anaknya, dan tentu saja tidak melupakan untuk mencium istri tercintanya, setelah itu Topan berangkat menuju mobilnya, dan tentu saja diantar istri dan anaknya sampai ke pintu depan...
"Da papaaaaa,,,,
"Da sayaaang...
Muach muach....
Tiba tiba Topan mencium bibir istrinya, dan itu membuat Jeny sedikit malu, apalagi dilihat anak anaknya, namun Topan seolah cuek, sambil berlalu.
Jeny tersenyum melihat tingkah suaminya, iya merasa senang sekarang, suaminya benar benar berubah, kini iya semakin mencintai suaminya, tak salah memang dalam Alquran dijelaskan, dalam surah Al Insyirah ayat 5, yang artinya,,,"Sesungguhnya beserta kesulitan akan ada kemudahan"...
Allah Subhanahu wa ta'ala telah memberi janji bahwa, dibalik kesulitan, pasti ada jalan untuk menuju kebahagiaan, jadi ketika kita mengalami masa masa sulit, maka bersabarlah...Cukup legakan hati, banyak bertawakkal kepada Allah, maka Allah ta'ala akan senantiasa menjaga kita.
Jeny Bersyukur sekarang, setelah begitu banyak masalah yang iya lalui, berbagai macam cobaan yang Allah berikan padanya, namun Alhamdulillah iya bisa melalui semua itu dengan hati yang ikhlas, sekarang iya baru menyadari bahwa, sabar adalah kunci dari kebahagiaan, yakin dan percaya bahwa, Allah tidak akan menguji hambanya diluar batas kemampuannya. Artinya, Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
__ADS_1
Next...
Happy reading...😘😘😘