Ku Menerimamu Apa Adanya

Ku Menerimamu Apa Adanya
Tamu Disengaja


__ADS_3

Setelah mereka berdua sampai di rumah, Jeny membukakan pintu pagar rumahnya, dan mempersilahkan Jony untuk masuk kedalam rumahnya, tapi pintu depan tetap terbuka, karena Jeny nggak mau nanti dikira para tetanganya kalau iya suka mengajak lelaki kerumahnya, padahal aslinya nggak, ini pas kebetulan saja, dan tampa di sengaja.


"Silahkan masuk Jon, "Ajak Jeny pada Jony, untuk masuk kedalam rumahnya, dan mempersilakan Jony duduk.


"Silahkan duduk Jon, "bentar ya, aku mau ganti baju dulu.


Jeny pamit sebentar dan mempersilahkan Jony untuk duduk dan sekalian pamit ke kamar, karena iya akan ganti baju dulu, mengingat baju yang iya pakai sudah robek dan juga baju luarnya menggunakan jas nya Gibran, makanya iya merasa kurang nyaman.


Apalagi, jas nya gibran sangat besar, jadi Jeny merasa seperti robot berjalan, merasa aneh banget, memakai baju jas yang di pinjamkan Gibran padanya, tapi iya juga berterima kasih, karena ternyata bos nya Gibran sangat pengertian pada bawahannya, walaupun pegawai rendahan seperti Jeny.


"Oh ya, Silahkan, jawab Jony


dan Jony pun duduk di kursi tamu yang sudah dipersilahkan Jeny tadi.


Jony melirik foto Jeny dan papa mamanya sewaktu Jeny masih kecil, dan juga melirik foto Jeny, dalam diamnya, Jony tersenyum melihat foto Jeny masih kecil, lucu, imut dan menggemaskan.


dan juga Jony melirik foto Jeny dewasa, wajahnya Jeny kelihatan sangat cantik dan sangat mempesona.


Wajar saja, kalau Jony menyukai Jeny, selain wajahnya yang cantik, Jeny juga memiliki kepribadian yang sangat baik dan menarik.


Selama Jony mengenal Jeny, Jeny tidak pernah menunjukkan sikap yang tidak baik, kecuali waktu itu, dimana saat itu, Jony mencoba mengungkapkan perasaannya pada Jeny, namun ternyata apa yang dilakukan Jony salah.


Jony menyadari akan hal itu, mungkin hal itu memang salah, sikap Jony yang terlalu tergesagesa dalam mengambil keputusan, itu di karenakan, iya sangat takut kehilangan Jeny, takut nanti Jeny, keduluan diambil orang lain, rupanya Jony salah ngambil langkah, malah keinginannya untuk mendapatkan Jeny, justru membuat iya jauh terpisah dari Jeny, bahkan mendekati Jeny saja sangat sulit, Jeny selalu mnghindar darinya, dn tidak mau di temui lagi, dan yang paling menyedihkan, Jeny menyuruhnya untuk tidak mendekatinya lagi.

__ADS_1


Dan entah kenapa, dalam beberapa hari ini Allah selalu mempertemukannya lagi dengan Jeny, disaat iya hampir saja berputus asa, malah iya bertemu tampa sengaja dengan wanita yang sangat iya cintai itu.


bahkan saat ini, iya merasa seakan iya kembali lagi dekat dengan Jeny, makanya iya sangat bersyukur sekali, doanya telah terjawab sudah.


Tak lama kemudian, Jeny keluar dan membawakan nampan berisi air minum, dan sepiring roti, sambil tersenyum menghadap Jony, dan sontak saja membuat Jony semakin kagum dengan kecantikan Jeny, disaat iya melihat Jeny memakai baju santai, tapi kelihatan sangat menawan.


Jeny pun meletakkan nampan yang berisi minum itu di atas meja tepat dihadapan Jony.


"Silahkan diminum Jon, dan makanannya juga di makan !


Jeny mempersilahkan Jony untuk minum dan makan makanan yang di hidangkan nya itu.


"Ooo ya, makasih Jen, kamu udah repot repot segala bikin minum, padahal aku nggak mau lo ngerepotin kamu, hehehe...jawab Jony.


"Hmmm..."Enak sekali teh nya, manis seperti orang yang membuatnya.


Jony memuji Jeny , kalau minumannya enak sekali.


"Ah kamu ini, ada ada aja Jon, "namanya juga teh manis, yah tentunya manis dong,


Jeny tau maksud yang di ucapkan Jony padanya, kuenya itu dimakan juga pinta Jeny pada Jony, agar segera memakan makanan yang dihidangkannya, sambil menunjukkan senyum manisnya, yang sudah lama sekali tak dilihat oleh Jony, dan itu membuat Jony semakin kagum dengan kecantikn wanita tersebut, "bener bener cantik,seperti bidadari yang turun dari kayangan. batin Jony.


"Iya iya, jawab Jony.

__ADS_1


Jony pun memakan kue yang di hidangkan Jeny padanya, kuenya enak Jen, "Kamu bikin sendiri ya ?


Tanya Jony pada Jeny.


"Nggak, kue nya beli,"tapi aku suka banget sama kue ini, makanya aku sering beli.


selain enak, murah juga. hehehe...


"Oh ya Jon, "makasih ya, kamu udah nganterin aku pulang, kalau nggak ada kamu, mungkin aku sampai sekarang belum nyampe rumah, terus udah ngerepotin kamu lagi, udah nyuruh karyawan kamu, buat benerin motor aku, sekali lagi makasih ya Jon ?


Jeny berulang kali mengucapkan makasih pada Jony, karena memang iya sangat berterima kasih pada jony.


"Harus sampe berapa kali sih Jen, kamu berterima kasih pada aku, 'apa salahnya kalau aku bisa membantu kamu, dan nggak mungkin dong aku membiarkan kamu kesusahan, lagian siapa saja waktu itu yang membutuhkan dan berada di posisi kamu, "aku akan tetap membantu, walaupun itu bukan kamu, udah kewajiban kita sesama manusia harus saling bantu dan tolong menolong.


"Kamu itu yah, dari dulu sampe sekarang nggak berubah berubah, dan aku nggak nyangka Jon, walaupun aku udah nyakitin kamu, tapi kamu tetap aja mau membantu aku, bahkan aku udah sengaja meninggalkan kamu, malah kamu sama sekali nggak membalas apa yang sudah aku lakukan sama kamu.


Jeny merasa sangat nggak enak sekali pada Jony, karena iya menyadari kesalahannya waktu itu.


"Sudahlah Jeny, jangan kamu pikirkan soal yang itu, aku udah nggak mikirin hal itu lagi, anggap aja itu kecerobohan dari aku yang terlalu memaksa keinginan aku. jadi wajar dog, kamu marah.


Dan jujur aku sudah melupakannya, kamu jangan pikirin lagi soal itu ya ?


Jony merasa nggak tega melihat Jeny, yang merasa bersalah atas sikapnya.

__ADS_1


__ADS_2