Ku Menerimamu Apa Adanya

Ku Menerimamu Apa Adanya
Sebelum Topan tau Jeny hamil...


__ADS_3

"Mah, sebenarnya ada rahasia yang udah lama ingin Topan ceritain sama mama, dan mama harus tau masalah yang terjadi antara Topan dan Jeny.'' Topan berbicara dengan sangat hati hati, karena iya nggak mau takutnya Nanti, mamanya akan salah faham, dan akan menyebabkan iya jadi salah ucap. Namun baru saja iya ingin memulai bicara, tiba tiba saja kedua anaknya balik dari bermain, dan memanggilnya barengan, hingga membuat Topan menghentikan niatnya untuk bercerita.


"Papaaaaaa,,,,kedua anaknya masuk dan langsung menerkam papanya.... Hampir saja Topan terbalik jatuh dari duduknya karena nggak siap dengan terkaman anak anaknya, namun tak jadi jatuh karena terhalang oleh lemari yang ada di belakangnya.


"Ouuuh waduh, ini anak anak papa, kok pada ngagetin papa sih, hampir saja jantung papa mau copot..!" Topan sengaja membuat dirinya seperti orang yang mau pingsan, sambil menggosok gosok dadanya, dan itu membuat anak anaknya ketawa.


''Ha ha ha,,,,papa lutu deh, sepelti olang yang hampil pincang....Ciki ketawa melihat tingkah papanya, dan mengatakan kalau papanya seperti orang yang hampir pingsan.


"Kwkwkwk,,, Coko merasa lucu mendengar adiknya mengatakan papanya yang hampir saja pincang.


"Bukan pincang dek tapi pingsan ! Kalau pincang itu kayak gini,,,,! Coko mempraktekkan gimana jalannya orang pincang, Coko memeot meotkan jalannya, dan sontak saja membuat orang seisi ruangan ketawa melihatnya.


"Iya iya, iti tau tapi butan itu macudna, macudna iti itu pincan...Hehehe...Jawab Ciki pada kakaknya.


Topan menyela perdebatan kedua anaknya, dan menjadi penengah dari keduanya.


"Stop stop,,,! Kalian kok mainnya cepet bener, kenapa,,,?" Tanya Topan pada kedua anak anaknya, karena iya nggak menyangka kalau anak anaknya akan pulang kerumah secepat ini, biasanya kalau udah main, mereka berdua kadang sering lupa waktu, hingga tak jarang keduanya kadang sampai tidur sendiri di tempat mereka bermain karena lelah dan kecapean bermain.


"Tadi si Bimo dan Dinda mau pergi sama Papa dan Mamanya, katanya mau jalan jalan ke Zoo, katanya ada Onta yang baru beranak, dan mereka ingin melihatnya. Jelas Coko pada papanya.


"Ah, yang bener kamu ko, masak ada Onta yang mau beranak di sini,,,? Topan merasa lucu mendengar apa yang dikatakan Coko barusan. Dalam hatinya, pintar banget tu orang tuanya si Bimo dan Dinda bikin alesan, supaya anak anaknya nggak payah tuk di ajak pulang.

__ADS_1


"Iiish, benelan pa tadi kata bibik yang jagain meleka, begitu tatana." Ciki nggak terima dengan jawaban papanya tadi, yang seolah nggak percaya dengan cerita kakanya barusan, padahal menurutnya apa yang di katakan oleh kakanya adalah yang sebenarnya, dan itu sesuai dengan apa yang didengarnya dari bibik yang mengasuh dan menjaga Bimo dan Dinda.


"Iya iya papa percaya, ya sudah sana main disana saja ya, papa mau bicara sama oma kalian,,,! Topan menyuruh anak anaknya bermain diruang tengah, karena iya ingin melanjutkan omongan nya yang belum terucap pada mamanya.


>>>>>>>>>>>>>>>>>>


Jeny Pov


Aku tersenyum sendiri melihat interaksi antar anak anakku dan papa mereka, yang seolah tak ada yang mau mengalah. Namun tetap saja mereka terlihat sangat dekat dan kompak, kadang jujur aku merasa kalau anak anakku jauh lebih dekat dengan papanya dari pada dengan diriku, aku nggak tau harus bersikap bagaimana pada Topan, disatu sisi aku masih menyimpan banyak kekecewaan pada Topan suamiku, namun disisi lain, aku juga nggak  tega untuk menyakiti dan mengecewakan hati anak anakku, walau bagaimanapun anak anakku berhak untuk mendapat kan kebahagiaan dari papa  mereka. Haruskah aku mengorbankan hati dan perasaanku demi kebahagiaan anak anakku...?


Jujur sekarang aku malah jadi dilema memilih dua pilihan yang menurutku sama sama sulit,  tetap pada keputusan awalku, tapi tentu saja aku harus mengorbankan kebahagiaan anak anakku, atau malah sebaliknya keputusan kedua, aku harus mengalah mengorbankan hati dan perasaanku, demi kebahagiaan anak anakku.


Ah, emang sulit kalau dihadap kan pada dua pilihan yang berhubungan dengan anak, tak heran jika banyak seorang ibu, yang selalu mengalah dan menderita demi anak anak mereka. Semoga saja keputusanku kali ini, adalah yang terbaik buat aku dan anakku.


>>>>>>>>>>>>>>>>>


"Mah, ma'afin Topan ya, se- sebenarnya dalam beberapa bulan terakhir ini, Topan dan Jeny mengalami banyak sekali permasalahan, dan terus terang hubungan antara Topan dan Jeny sekarang, sungguh sangat memprihatinkan." Topan menundukkan wajahnya, tak berani menatap wajah mamanya, karena iya merasa sangat malu dengan kesalahan yang sudah iya buat selama ini.


Mama asih bingung dengan apa yang Topan katakan barusan, karena memang sejauh penglihatan dan perhatiannya selama ini, sungguh tidak mungkin jika anak dan menantunya sedang berada pada masalah yang sangat sulit, tapi iya tak boleh menerka nerka dengan apa yang ada di otaknya.


Sementara itu disisi lain, Jeny menatap keduanya, dengan tatapan mata yang sulit tuk diartikan, Jeny hanya diam, tak mau ikut bicara diantara mertua dan suaminya, biarkan mereka berbicara sesuai dengan porsi mereka masing masing pikir Jeny.

__ADS_1


"Maksud kau apa Topan, mama sama sekali tak mengerti." Tanya Tate Asih yang mulai penasaran dengan apa yang akan diceritakan anaknya..


"M- Mah, sebenarnya sebelum Topan menikah dengan Jeny, Topan sudah menikah duluan dengan wanita lain mah." Topan mulai bicara, namun tetap saja iya tak menatap wajah mamanya.


"Apaaa,,,,,,??? Brengsek kamu Topan, tega sekali kamu...!" Mama Asih kaget, dengan ekspresi wajah yang sangat tegang, dan iya sama sekali nggak menyangka dengan apa yang Topan katakan barusan.


Topan mencoba untuk membuat mamanya tenang, dan juga bisa menahan esmosinya dulu, sebelum iya selesai menceritakan apa yang akan iya ceritakan. disisi lain Jeny hanya bisa menangis karena seketika luka nya kembali terbuka lagi, mendengar apa yang Topan katakan, awalnya iya sangat yakin, bahwa iya akan baik baik saja ketika mendengar cerita Topan, namun ternyatannya, air matanya tak bisa menunjukkan kekuatannya sebagai seorang wanita yang berusaha tuk bisa lebih tegar dan tenang.


"Kamu benar benar membuat mama kecewa Topan,,,!" Tante Asih tak bisa lagi menahan emosinya, iya sangat kesal dan marah mendengar apa yang Topan katakan barusan.


"Maafin Topan Mah, sebelumnya Topan nggak tau kalau Jeny hamil..." Namun tampa disangkanya tiba tiba...


PLAAAK,,,,satu tamparan mendarat dipipinya, dan membuatnya meringis kesakitan.


Next,,,,


Segitu dulu ya teman teman kesayangan nya aku, jantung hatiku,  hehehehe...


Jujur mataku ini emang sulit tuk diajak kerja sama, disaat aku lagi fokus untuk melanjutkan cerita ku ini, eh ini mata sulit banget tuk di melekin.


Tapi kalian tenang saja, aku akan lanjutkan nanti, sabar ya teman teman jangan pernah bosan tuk mampir disini, tapi sebelum aku lanjutin ceritanya, jangan lupa untuk selalu memberikan Like vote dan komennya, makasih...

__ADS_1


Aku menyayangi kalian,,,,mmmUuaaachhhhh....


__ADS_2