Ku Menerimamu Apa Adanya

Ku Menerimamu Apa Adanya
Geram


__ADS_3

Setelah siang berganti malam..


Suasana pun menjadi sunyi, yang ada hanyalah suara rintik-rintik hujan, tidak terlalu lebat hujannya, tapi cukup untuk membasahi tanaman yang sedikit layu, akibat kena paparan sinar matahari tadi siang.


tak ada angin, dan tak ada tanda tanda mau hujan, entah kenapa hujan rintik datang secara tiba tiba.


Begitu juga dengan kedatangan Topan, iya datang tiba tiba, tampa ada tanda tanda sedikitpun, sehingga kesunyian itupun, berubah menjadi keributan.


disaat Topan datang menghampiri Jeny yang sedang diam dalam lamunannya.


"Selamat malam cintaku, sayangku, jantung hatiku...


sapa Topan pada wanita cantik kesayangannya itu.


"Apa yang kau pikirkan? "Apa kau sdang memikirkan diriku yang tampan ini ?


Topan sengaja memancing kemarahan Jeny, iya sudah yakin, Jeny pasti sangat kesal pada dirinya saat itu.


Topan menunjukkan senyum manisnya, agar Jeny melirik padanya, iya sengaja memberikan senyum terbaiknya, supaya Jeny tertarik padanya.


Tapi di balik senyum manisnya, ada kejelekan yang terpendam dalam dirinya, dan itu sudah Jeny ketahui, apa lagi dia sendiri yang mengatakan pada Jeny.


Jeny kaget, karena ada Topan dihadapan nya dengan menampilkan senyum, yang sedikitpun tidak membuat Jeny bergeming, iya tidak menyangka, kalau Topan akan datang pada malam yang sangat tidak bersahabat ini.


iya sendiri nggak mau keluar rumah, kalau tidak ada keperluan penting, mengingat cuacanya sangat dingin, tapi iya heran, kok mau maunya Topan berjalan keluar rumah, dan datang mengunjunginya.


Sejujurnya ! "iya sama sekali tidak menginginkan kehadiran Topan di rumahnya, apalagi sikap Topan yang sangat jelek padanya, membuat iya sangat membenci sosok laki laki tersebut.


Jeny yakin, Pasti Topan punya niat buruk padanya, kalau bukan ada niat buruk, nggak mungkin iya mau datang menemuinya.


Memang Topan bisa masuk kapan saja di rumah Jeny, karena Topan memiliki kunci duplikat rumah nya Jeny, makanya Topan dengan bebas nya masuk ke dalam rumah nya, seperti iya mengunjungi istrinya saja, padahal jika Topan bersikap baik, dan memperlakukannya, layaknya sebagai kakak pada adiknya, pasti Jeny senang sekali dikunjungi oleh Topan, tapi kenyataannya lain, malahan Topan sendiriĀ  yang menghancurkan dirinya.


Jeny sangat geram sekali melihat wajahnya Topan, laki laki yang sangat Jeny benci.



"Ngapain kamu kesini ?


''Aku nggak mau lagi liat wajah kamu Topan.


Jeny muak kalau melihat wajah Topan, " Apa lagi yang kamu inginkan dari aku Topan?


Jeny menatap Topan dengan tatapan yang sulit untuk di artikan, dia nggak mau banyak berdebat dengan Topan, yang nanti ujung ujungnya, dia sendiri yang menerima akibatnya.


"Dengan santai nya Topan menjawab pertanyaan dari Jeny. " Seperti biasa sayangku, aku merindukanmu.


"Kau cantik sekali, apa kau sengaja berdandan cantik, untuk menyambut kedatangan ku ?


''hahaha.... " Jangan cemberut gitu dong, biasa aja kali.

__ADS_1


Topan terus saja menggoda Jeny, apa lagi melihat raut wajah Jeny yang kelihatan sekali tidak sukanya, melihat wajah Topan.


"Topan, apa kamu sedikitpun tidak ada rasa iba mu terhadap diriku ?


" Jeny melembutkan suaranya, seolah iya membujuk Topan, untuk tidak menyakiti dirinya lagi.


" Kata siapa aku nggak iba padamu ? ''Aku sangat iba padamu, aku sayang sama kamu, aku bahkan saaaangat mencintai dirimu, makanya aku menginginkan kamu untuk menjadi istriku.


Supaya tak ada laki laki lain yang bisa menyakiti dirimu, dan aku juga nggak mau, kalau dirimu dimiliki orang lain.


"Yang berhak atas dirimu itu, cuma aku.


" Kau tau itu ?



Topan menatap wajah Jeny dengan tatapan mata yang sangat tajam, sambil menunjuk ke arah keningnya Jeny.


"Aku bahkan, tak rela jika kau tersenyum sedikit saja pada orang lain.


yang pantas untuk kau beri senyum itu cuma diriku.


Diriku... !!


" Apa kau paham dengan ucapan ku ?


Jeny hanya diam menangis tampa sedikitpun menjawab setiap kata yang di ucapkan Topan.


"Sini, peluk aku !


"Aku sangat merindukanmu.


Topan meraih pinggang Jeny, dan iya memeluk Jeny, sambil mencium kening Jeny.


Sebenarnya Jeny sangat tak ingin berada di pelukan Topan, tapi iya tak bisa berbuat apa apa, kalau iya melawan ataupun menolak keinginan Topan, itu akan merugikan dirinya sendiri, dia hanya pasrah saja.


"Kok kamu diam saja, tak berontak seperti biasanya ?


tanya Topan.


Topan merasa heran dengan sikap Jeny, biasanya Jeny selalu memberontak kalau Topan memeluknya, sekarang malah diam tampa suara.


" Apa Jeny mulai menyukai dirinya, batin Topan.


"Sayang, aku menginginkan itu ?


Apa kau mau melakukan nya untuk kali ini ?


tiba tiba saja Topan berkata lembut pada Jeny.

__ADS_1


dan meminta keinginannya dengan cara baik baik.


nggak seperti biasanya, yang selalu memaksa tampa ad rasa iba sedikitpun.


" Jeny juga merasa heran dengan sikap Topan , yang tiba tiba lembut padanya.


"Apa karena aku bersikap lembut padanya, makanya Topan terlihat baik dan lembut? ''batin Jeny.


" Tapi aku nggak bisa melakukan nya Topan,


jawab Jeny dengan sikap yang lembut.


"Kenapa nggak bisa ?


''Apa aku harus memaksa dulu baru bisa ?


Tanya Topan, dengan sedikit nada tinggi.


" Bukan begitu Topan, aku sekarang lagi datang bulan,


Dan nggak bisa untuk melakukan hal itu, Jawab Jeny dengan masih menggunakan nada yang lembut.


"Ooooo begitu, baiklah.


Untuk kali ini, aku masih bisa menahan diri, tapi untuk lain kali, kau harus siap.


Kau mengerti maksud ku ?


Topan memberikan kelonggaran pada Jeny.


Jeny hanya diam, dia sangat bersyukur, kali ini iya bisa mengatasi Topan dengan aman, tapi dia nggak tau, kedepannya dengan cara apa lagi.


"Oups,,, ! ''Jangan senang dulu.


Tiba tiba Topan mengagetkan lamunannya.


" Topan mempererat pelukannya, dan imbasnya kena ke bibir Jeny, Topan sengaja bermain lama dibibir Jeny, karena cuma itu yang bisa iya lampiaskan saat ini.


Sehingga Jeny agak sedikit sulit bernafas, akibat Ulah Topan yang terkesan Memaksa.


Seperti biasa, Jeny tetap bersikap biasa, dan tampa ada perlawanan sedikitpun, setelah itu Topan langsung pulang, tampa ada rasa bersalah sedikitpun.


Ternyata, Jeny baru tau cara untuk meluluhkan sifat arogan nya Topan, Jeny harus berpura pura lembut, Dan nggak harus kasar, seperti yang kerap iya lakukan pada Topan.


walaupun sebenarnya iya benci pada Topan, tetap saja iya harus menunjukkan kesan yang baik pada topan.


biar lebih aman.


Padahal sebenarnya, Jeny sama sekali tidak datang bulan, iya hanya berbohong pada Topan, karena iya nggak mau berhubungan.................. dengan Topan, iya nggak mau lagi, terlalu banyak menyimpan dosa, yang tak ingin iya lakukan, iya cuma ingin hidup tenang, tampa ada gangguan dari apapun.

__ADS_1


Terima kasih ya Allah, kau telah memberikan Perlindungan pada diriku, tak henti hentinya, Jeny mengucapkan syukur, karena cuma itu yang bisa iya lakukan.


__ADS_2