
"Terus gimana ceritanya elo bisa jadian dengan si Jony,,,?" Tanya Jeny menggebu gebu, seolah nggak sabaran banget, pengen tau cerita yang sebenarnya, soalnya dia tau betul bagaimana sifat Jony, nggak dengan gampangnya jatuh cinta, apalagi dengan orang yang baru dikenal.
"Iiishhh, elo mah kepo banget sih, sabar dikit napa...?" Semakin menambah penasaran sahabatnya.
"Hmmm,,,gue serius ril, ah lo tu ya, bikin gue penasaran aja." Cemberut dengan wajah lesu, dan itu membuat Deril merasa senang melihat wajah sahabatnya saat ini, soalnya udah lama banget nggak ngeliat wajah yang selalu ngangenin. "Ya udah kalau emang elo nggak mau cerita, gua balik aja ah, males gue." Jeny berdiri seolah mau pulang.
"Iya iya, tapi elo duduk dulu, gimana gua mau cerita nih...? Masak segitu aja udah mau marah." Deril menarik tangan sahabatnya, supaya duduk kembali.
"Habis elo tu, dari tadi seolah berat benget mo cerita, kayak baru kenal aja." Jeny cemberut kesal.
"Yeee, bumil cantik jelek amat, udah kayak jeruk purut, tampang masam wajah berkerut." Deril gemes lihat sahabatnya, apalagi melihat keadaan Jeny yang perutnya aja, udah kayak balon udara, gede banget.
"Jadi gini Jen. waktu itu gue sedih banget nih ceritanya, ngerasa di khianati, mana udah malu banget sama papa dan mama, udah dengan bangganya mau nunjukin, kalau gue udah punya calon yang benar benar serius dan mau menikahi gue, eh taunya tukang tipu dan tukang bohong." Deril menunduk malu, dengan wajah merah, sebenarnya iya agak segan mau mulai cerita, tapi karena sahabatnya ini terus mendesak, akhirnya iya pun memulai cerita nya.
"Malam itu aku kesal, lalu aku pergi ke night clubs, entah mengapa aku frustasi banget malam itu dengan rasa sedih, kesal dan kecewa, aku nggak tau lagi, mau gimana Jen, mau curhat nggak tau curhat kemana, sementara, hati dan pikiran gue sangat kacau waktu itu, tiba tiba muncul aja ide gila aku mo ke sana, pokoknya aku udah nggak perduli lagi apa yang terjadi, terserahlah, gua pasrah dan gua mulai minum al kohol, sampe nggak tau entah berapa banyak gua minum, dan waktu itu gua juga nggak terlalu kenal sama Jony, dia juga minum sama kek gue, dan duduknya bersebelahan, dia cerita kekecewaannya, gua juga sama menceritakan semua kekesalan gue, kami terus bicara minum dan akhirnya gue dan dia nggak sadar kalau kami udah berada dikamar, dan aku kaget banget pas bangun menyadari kalau aku dan dia udah tak menggunakan sehelai benang pun yang melekat ditubuh kami, pas mau gerak, aku merasa kenapa ada yang aneh dengan area bawahku, astaga ternyata aku dan ia udah melakukan hal yang tak sepantasnya aku dan iya lakukan, aku menjerit dan dengan cepat mengambil pakaianku yang udah berserakan dilantai, aku makin frustasi dengan keadaan aku saat itu, gimana ini kenapa aku sangat bodoh sekali, aku menangis dan merasa sangat berdosa, ketika aku udah menggunakan pakaian dan hendak pergi, Jony menarik tanganku, iya membawaku duduk di dekatnya."
Flash back
"Maafkan aku, maaf nama kamu siapa,,,? Sepertinya, aku pernah bertemu dengan kamu, tapi dimana,,,? Ah, aku lupa, tapi kalau nggak salah kamu itu temennya Jeny kan,,,?" Jony mulai mengingat ingat.
"Iya, aku Deril sahabatnya Jeny, emmm...lupakan apa yang udah terjadi antara aku dan kamu semalam, anggap tak pernah terjadi sesuatu apapun antara kita.!" Deril berdiri dan hendak pergi, namun lagi lagi Jony menarik tangan Deril.
"Sekali lagi aku benar benar minta maaf Ril, tapi aku nggak suka cara kamu yang dengan gampangnya melupakan apa yang udah terjadi antara kita." Merasa sangat bersalah.
__ADS_1
"Sudahlah Jon, kita melakukannya tampa paksaan, karena kita sama sama mabok, dan itu bukan kesalahan kamu, kita sama sama khilaf, lupakan saja." Menunduk malu, sambil meneteskan air mata.
"Nggak bisa gitu ril, aku nggak mau jadi laki laki kurang ajar dan nggak bertanggung jawab."
Jony merasa semakin bersalah.
"Iya aku tau, tapi ini bukan salah kamu, biarlah ini menjadi rahasia aku, kamu dan yang di atas, sejujurnya aku sedih karena aku udah kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam hidupku, tapi mau gimana lagi, sudahlah Jon, lupakan saja." Deril menarik nafas panjang.
"Nggak Ril, gimana nanti kalau kamu hamil...?" Jony menatap Deril dengan sorot mata yang tajam.
Deril terhenyak, iya baru menyadari apa yang barusan dikatakan Jony adalah benar, gimana kalau nanti iya hamil, lantas bagaimana dengan dirinya nanti....? Astaga aku kenapa nggak mikir sampai ke sana.
"Pokoknya, saat ini juga aku mau ketemu dengan orang tua kamu, dan aku ingin tanggung jawab apa yang sudah aku lakukan sama kamu, aku akan menikahi kamu, dan aku akan cerita yang sebenarnya apa yang sudah terjadi antara aku dan kamu semalam, aku nggak mau nanti aku dikira laki laki yang sama sekali tak bertanggung jawab."
"Nggak bisa Ril, kita harus mengatakan yang sebenarnya, kalau tidak aku akan merasa semakin bersalah, aku minta sama kamu, aku ingin kamu mengenalkan aku pada orang tua kamu."
"Tapi Jon,,,?"
"Kamu tenang saja, nggak akan terjadi sesuatu sama kamu, sekarang aku yang akan bertanggung jawab, apapun yang terjadi sama kamu, aku akan tanggung jawab semuanya." Meyakinkan Deril.
Deril mengangguk lemah. iya nggak menyangka kalau Jony adalah laki laki sejati, laki laki yang bertanggung jawab, sayang sekali kenapa Jeny menolak Jony, padahal Jony adalah laki laki yang sangat baik. Batin Deril.
__ADS_1
Flash On
"Jadi begitu ceritanya Jen, Jony datang menemui orang tua gue, dan iya mengatakan kalau iya akan menikahi gue, dan Alhamdulillah orang tua gue juga nggak banyak komentar, dan mereka menerima lamaran dari Jony, lagian mereka emang udah pengen banget ngeliat gue menikah. dan akhirnya kami pun menikah."
"Terus kenapa lo nggak ngundang gue,,,?" Tanya Jeny dengan kesal.
"Nah, kalau itu emang salah gue Jen, gue sengaja nggak ngundang lo, karena gue malu banget sama lo, gue ngerasa udah ngekhianatin elo, lagian gue tau banget kalau laki lo sama sekali nggak pernah suka dengan laki gue, makanya gue nggak ngundang lo, sebenarnya banyak sih alesan gua tuk tidak mengundang elo,,,"
"Apalagi coba,,,?''
"Yaaa,,,, gua takut aja nanti laki gue, kepincut lagi sama lo,,,,kwkwkwkwkwk"
"Apaaa....? Jahat banget lo ya, sampe mikir kesitu, mana ada gue gitu,,,," Mencubit paha Deril dengan kuat.
"Auuuwww, sakit woyyyy baru lahiran juga, udah main capit aja...." Deril menjerit kesakitan
"Makanya, kalau mikir tu yang positif gobek..."
"Ya, lo sih nggak, tapi laki gue,,,,? Secara kan elo lebih cantik dari gue, hehehe...Sekarang aja udah jelek, sebelumnya kan tikcan,.."
__ADS_1
"Yeeee,,,,,baru tau lo kalau gue ini cantik,,,?"
"Iye iye iye....Ke Geeran amat sih lo, buncit..."