Ku Menerimamu Apa Adanya

Ku Menerimamu Apa Adanya
Perhatian Boss


__ADS_3

Setelah jeny melaksanakan sholat subuh, tiba tiba hape-nya berdering, jeny mengambil handphonenya yang ada di atas meja rias nya, ternyata yang nelpon adalah tantenya.


"Hallo Assalamu'alaikum tante...


sapa jeny pada tante nya itu.


" Walaikumsalam jen,


kamu apa kabar sekarang nak?


"Jeny baik baik aja tante, tante sendiri pa kabar?


tanya jeny balik.


" Alhamdulillah sayang, tante juga baik baik aja.


jawab tante asih.


"gimana dengan pekerjaan kamu sama kuliah kamu ?


" Alhamdulillah tante semua nya lancar,


kalau untuk urusan kuliah aku sekarang,


Alhamdulillah juga lancar, sekarang aku lagi mau ngajukan judul skripsi tante, soalnya aku bentar lagi mau masuk semester akhir, bikin skripsi tante.


"Oooo..... " Alhamdulillah kalau begitu, berarti sebentar lagi kuliah kamu selesai ya nak ? "tanya tante asih.


" Iya tante, mudah mudahan semuanya lancar dan tiada halangan suatu apapun, jangan lupa tante doain jeny ya, biar semuanya lancar !


"Iya sayang, " tentu saja tante selalu berdoa buat kamu dan Topan juga,.


"Deg.... " jantung jeny berdetak !!


ketika mendengar nama Topan, yang barusan disebut tante nya.


"Eem... iya tante, makasih ya tan, atas do'a nya, Jeny seneng banget punya tante.


"Tapi sayang, tante nggak tau apa yang sudah dilakukan oleh anak tante pada Jeny.


anak tante lah yang sudah merusak hidup jeny tante,


dan anak tante juga, yang sudah membuat hidup jeny, seolah berjalan di atas ombak, yang nggak tau arah dan tujuan hidup.


batin Jeny.


"Sayang, ya udah ya, tante mau siap siap ke toko, kamu baik baik di sana ya ? " pesan tante asih, pada ponakan kesayangan nya itu.


"Iya tante, tante juga ya, di sana...


jangan lupa jaga kesehatan, jangan lupa makan dan istirahat yang cukup.


"Assalamu'alaikum tante...


" Wa'alaikumsalam nak... "jawab tante Asih.


Setelah selesai telponan sama tantenya, jeny bersiap untuk berangkat ke kantor, karena jam sudah mulai menunjukkan pukul 5.30, jeny bikin sarapan dan setelah itu, iya mandi, selesai mandi jeny siap siap dan sarapan, habis itu jeny langsung berangkat menuju kantornya, dengan menggunakan kendaraan yang biasanya iya pakai apalagi kalau bukan skuter metik nya scoopy jadulnya.


Setelah sampai kantor, ternyata deril sudah duluan datang, dan juga terdapat beberapa karyawan lainnya.


"Hay ril, tumben lo datang cepet ? "sapa Jeny pada Sahabat nya itu, sambil mencolek pinggang deril.


" Tu kan, "gue datang duluan heran!


" terus, gue datang telat, bingung !


"bingung gue jadinya...


deril, seolah nggak Terima di tumbenin....


" Biasa aja kali, nggak segitu nya... hehehe


ledek jeny pada sahabat nya itu.


Tak beberapa kemudian bos mereka datang, dengan menggunakan jas cream, dengan tampilan sederhana menggunakan kacamata hitam, terlihat tampan dan berkharisma.

__ADS_1


"Selamat pagi pak !


"sapa deril pada bosnya itu.


" Pagi, balas gibran pada deril, namun tatapan nya sedikit melirik ke arah Jeny.


Gibran kagum dengan kecantikan jeny, seperti tiada habisnya, pakai pakaian apapun, tetap selalu tampil cantik dan elegant, walaupun hanya menggunakan pakaian seadanya.


Jeny hendak berdiri, tiba tiba kakinya tersandung kaki meja, dan dia hampir saja jatuh, untung ada gibran yang menangkap nya, jadi jeny nggak jadi jatuh, tapi dia masuk dalam pelukan gibran, tampa berkedip, mata gibran menatap wajah cantik jeny yang berada di dalam pelukan nya.


"Benar benar wanita yang sangat sempurna !


batin Gibran.


" Aduh, maafkan saya pak, atas ketidak nyamanan ini !


Jeny merasa sangat tidak enak hati, dan merasa malu, atas kejadian barusan.


"Oh tidak apa apa, ini bukan suatu kesengajaan, melainkan tidak sengaja !


" iya ka. ? "gibran bersikap biasa aja, seolah iya tak begitu memiliki perasaan lain.


selain berniat untuk membantu saja, berbalik dengan perasaan nya yang sebenarnya.


" Kamu tidak apa apa kan ? ''tanya Gibran.


"Tidak apa apa pak ! "jawab jeny datar, karena memang jeny tidak memiliki perasaan apapun pada Gibran, iya hanya menghormati Gibran hanya sebatas Atasan dan bawahan saja.


" Ya sudah, tapi maaf... "Sepertinya baju kamu sobek,


Gibran menunjukkan baju Jeny, yang sedikit sobek, karena tersangkut di meja tadi.


" Aduh, iya Pak, gimana nih?


jeny bingung, bajunya sobek, sementara iya tidak bawa baju ganti, tapi akhirnya Gibran membuka, jasnya dan memberikan pada jeny, untuk menutupi baju jeny yang robek.


"Ya sudah, kamu pakai ini saja, untuk menutupi bajumu yang robek !


" Nggak usah Pak, biar saya cari yang lain aja,


"jangan menolak, pakai saja, saya nggak apa apa kok.


gibran memaksa, setelah iya memberikan jas nya itu, pada jeny, Gibran langsung berjalan menuju ruangan nya, karena iya nggak mau terlalu lama berada di dekat jeny, karena kalau terlalu lama, hatinya nggak kuat, nggak kuat nahan perasaan nya, tuk mengatakan cinta...."hehehe


Akhirnya jeny mengikuti permintaan bosnya itu, walaupun iya agak sedikit malu.


tapi baru saja iya duduk, deril menghampiri sahabat nya itu.


" Cie cie,,, "yang lagi di perhatiin sama pak bos....


gue juga mau dong, di pake in baju bos...


hehehe... " ledek deril pada sahabatnya itu.


"Apaan sih lo, ni lihat baju gue robek, jeny nunjukin bajunya yang robek pada sahabatnya itu.


biar sahabat nya itu tau, kalau iya nggak sengaja, minjam baju bosnya itu,


" jangan salah Tafsir dulu lo... jeny melotot menatap sahabatnya itu yang suka usil samanya.


" Iya iya, gue tau... "jawab deril.


" biasa aja kali, kok segitunya... hahay


"Ril, gue merasa nggak enak banget nih, pakai jasnya pak bos, gue malu, apa gue izin aja kali, balik ke rumah.


Jeny meminta pendapat sahabat nya itu, karena iya merasa kurang nyaman pakai baju bos nya.


" Ya udah, terserah lo aja, kalau emang lo ngerasa nggak nyaman, pulang aja.


lagian hari inikan nggak terlalu padat jadwal kerjaan kita.


"Mending sekarang lo keruang pak bos aj deh, minta izin, biar nanti kerjaan lo gue yang hendel.


deril menyarankan, agar sahabat nya itu pulang, karena iya perhatikan, keliatannya jeny merasa canggung dan nampak kurang nyaman.

__ADS_1


Jeny pun beranjak, menuju ruang bosnya itu,


Tok Tok Tok, jeny mengetuk pintu ruangan bosnya.


"Masuk... !


terdengar suara gibran, dari dalam ruangannya.


Jeny pun masuk kedalam ruang Gibran, dan tampaklah gibran sedang duduk di kursi kebesaran nya, ketika Gibran melihat, ternyata jeny yang datang,


Gibran langsung menyunggingkan senyuman khasnya,


sehingga jeny pun merasa sedikit malu, ketika gibran menatap nya demikian,


Gibran merasa lucu melihat tampilan jeny menggunakan jasa nya yang kelihatan besar, dan selebor, makanya iya merasa lucu melihat jeny, tapi tetap aja, masih kelihatan cantiknya.



"Silahkan duduk, " Gibran mempersilahkan jeny untuk duduk, di kursi depannya.


"Ada apa ? " Ada yang bisa saya bantu ?


tanya gibran sambil menatap jeny.


"Hmmmm.... " i i iya Pak.


jawab jeny terbata bata, karena memang jeny dari tadi agak merasa canggung, akibat terjadi insiden kecil tadi.


"Apa ?" tanya Gibran.


"Saya mau minta izin Pak, untuk pulang.


" karena saya merasa nggak enak sama yng lain, karena memakai pakaian Bapak.


jawab jeny dengan sedikit gugup dan takut.


"Memangnya kenapa ?" kan saya aja, nggak keberatan dengan hal itu, kenapa mereka yang repot ?


"tanya Gibran kembali.


" Bukannya begitu pak, saya merasa agak kurang nyaman menggunakan baju bapak ini, jawab jeny lagi.


"Apa baju saya terlalu jelek?


tanya gibran lagi.


" Oh tidak pak, maaf bukannya gitu pak, saya merasa canggung aja pak, karena sangat tidak pantas, seorang pegawai rendahan seperti saya memakai, pakaian bapak.


Gibran mengerti dengan apa yang dimaksud oleh jeny, tapi iya sengaja membuat jeny merasa canggung.


"Apalagi saya kan perempuan pak, ndak pantas memakai pakaian laki laki.


jelas jeny pada gibran.


" Ya sudah, saya izinkan.


tapi besok masuk ya.


akhirnya gibran nggak tega melihat wajah perempuan yang di kagumi nya itu ketakutan.


dan diapun mengizinkan jeny untuk pulang.


"Kalau begitu, Terima kasih banyak pak, ini saya kembalikan baju bapak,


jeny ingin membuka jas yang dia pakai.


namun belum sempat iya membuka, gibran melarang nya.


" Jangan di buka, baju kamu kan robek, pakai saja baju itu, nggak usah di balikin. simpan saja.


"O iya Pak, saya lupa, makasih pak.


Jeny lupa kalau pakaiannya itu robek.


dan jeny pun kembali ke ruangan nya, dan mengambilkan tasnya lalu pulang.

__ADS_1


__ADS_2