Ku Menerimamu Apa Adanya

Ku Menerimamu Apa Adanya
Perjuangan antara hidup dan mati


__ADS_3

Jeny begitu bahagia dengan keadaannya sekarang, rasa yang tak pernah iya rasakan sebelumnya, kini iya rasakan, sekarang rasa itu ada, kebahagiannya melebihi segala apapun. Semua keluarganya sekarang sudah utuh, berkumpul jadi satu, dengan suka cita dan penuh kebahagiaan.


Berbeda dengan dulu, sebelum iya menikah dengan Topan, iya begitu merasa kesepian, hidup sendirian berteman dengan sepi, tak ada tawa, tak ada kebahagiaan, yang ada hanyalah air mata, kesedihan dan rasa sakit dan kecewa, meratapi nasib yang tak pernah berhenti dari segala permasalahan itu dan itu saja.


Sekarang, iya hanya menanti kebahagiaan berikutnya, yaitu dengan kehadiran bayi bayinya nanti. Dan tinggal menghitung hari, bahkan mungkin tinggal menunggu saatnya saja. Jeny ingat betul, bagaimana perjuangannya dulu, saat iya mengandung pertama kali, diawal kehamilannya iya begitu kesulitan, menerima kenyataan ketika iya tau kalau iya hamil, anak yang sangat dan sangat tak diharapkan. Bagaimana tidak, anak dari hasil pemaksaan, tumbuh di rahim yang tak pernah menginginkan, ah rasanya sangat menyakitkan.


Namun, seiring berjalannya waktu, semuanya pun berlalu, rasa kecewa berubah jadi rasa bahagia, rasa tak ingin berubah menjadi keinginan, dan itulah yang iya rasakan, tak henti hentinya iya selalu mengucapkan rasa syukur, karena setiap air mata yang dulu iya keluarkan, sekarang Tuhan gantikan dengan senyum dan tawa kebahagiaan.


>>>>>>>>>>>>


Tiba tiba, iya merasakan ada yang aneh di bagian bawahnya, seperti ada keluar sesuatu. iya langsung ke kamar mandi, sekalian mau buang air kecil, dan ketika iya membuka CD nya, iya kaget karena di CD nya ada lendir kental bercampur darah.


"Astaga, sepertinya aku mau melahirkan. Ya Allah mana Topan lagi nggak ada dirumah, bagaimana ini...?" Setelah iya selesai buang air kecil, iya langsung berjalan menuju kamarnya, baru saja iya mau duduk di tempat tidurnya, iya merasakan sakit yang sangat luar biasa di bagian perutnya.


"Aduh, aduh, aduh....aaaackh...'' Jeny merintih kesakitan, karena perutnya terasa mulas nggak karuan...


"Ya Allah, gimana ini ? Apa aku mau melahirkan sekarang ya ? Ya Allah tolong aku ya Allah, berikanlah kemudahan untukku, melahirkan anak anakku''


Jeny mengambil hp nya di atas nakas, dan ingin menelpon suaminya, karena memang suaminya sedang keluar rumah, ketempat mamanya, sebenarnya tadi Topan ingin mengajak Jeny istrinya, tapi karena Jeny lagi nggak mau keluar, capek katanya, yah akhirnya Topan pergi dengan anak anaknya, dan Jeny tinggal dirumah sendirian.


''Ya, Assalamualaikum sayang, ada apa,,,? Jawab Topan dari sebrang sana.


"Pan, cepetan pulang ya, sepertinya aku mau melahirkan nih, perut aku sakit banget...aaakh sakit banget pan, buruan" Jeny udah nggak tahan lagi, karena memang udah waktunya iya akan melahirkan, mengingat usia kandungannya hanya tinggal menunggu hari, dan entah kenapa tiba tiba saja iya merasa bayinya akan segera keluar. Dan benar saja, iya merasa kan kepala bayinya.


"Pan, buruan bayinya udah nongol nih, Ya Allah gimana ini,,,?" Jeny nggak kuat lagi berdiri, dan iya pun langsung duduk dilantai, tampa alas apapun.


Topan yang mendengar istrinya akan melahirkan, nggak tau lagi harus ngapain, dan seketika tersadar dari kekagetannya, iya langsung saja menemui mama dan papanya...


"Pa ma, titip anak anak ya, Jeny mau melahirkan mah..." Topan langsung saja berjalan keluar menuju mobilnya, belum sempat lagi iya mendengar pertanyaan dari mamanya, iya langsung menghidupkan mobilnya.


untung saja, jarak antara rumah mama dan rumahnya tidak terlalu jauh, jadi tidak butuh waktu lama, iapun sudah sampai dirumahnya.


"Sayang, sayang kamu dimana,,?" Topan langsung memanggil istrinya, tapi tak terdengar suara apapun, iya pun langsung menuju kamarnya, dan benar saja, iya melihat istrinya, sudah terbaring lemah.


"Astaghfirullah sayang, kamu, kamu kenapa jadi begini,,,?" Topan langsung mengangkat istrinya.


"Aku udah nggak kuat lagi pan, bayi kita pan, baaayi kita,,," Tiba tiba Jeny memejamkan matanya.


"Sayang, sayang bangun sayang, kamu jangan tidur, buka mata kamu, kita akan segera kerumah sakit ya..." Topan bergegas berlari sambil menggendong istrinya, menuju ke mobil, dan langsung meletakkan istrinya dan iya pun langsung menghidupkan mesin mobilnya, dan melaju langsung menuju rumah sakit.


"Sayang, kamu yang sabar ya, jangan tidur sayang, bangun bentar lagi kita sampai..." Topan menggosok pipi istrinya, dan tangan satunya lagi memegang stir kemudi.


"Sayang sayang,,,," pok pok, Topan menepuk pelan pipi istrinya

__ADS_1


"Iyaa pan, aku nggak tidur, kamu tenang saja, fokus sama kemudi kamu, tapi agak ngebut ya, aku udah nggak kuat lagi, bayinya udah mau keluar ini..." Jeny menahan kepala bayinya, agar tak keluar dulu sebelum sampai kerumah sakit.


"I iya sayang,,,,ini udah sampai ini...."


Mobil Topan pun berhenti, seketika Topan langsung mengangkat istrinya keluar mobil.


"Dokter, suster, suster. Buruan sus kesini, istri saya mau melahirkan ini, Ya Allah kok lama sekali, buruan sus.."


"Iya iya pak, sabar pak, ini lagi ngambil brankar nya dulu.." Jawab suster terburu buru.


"Ayo pak, sini taruh disini,,," Suster meminta Topan untuk menaruh istrinya diatas brankar.


Jeny pun langsung dibawa menuju keruang bersalin.



"Astaga, ini kan ibu Jeny, yang bayinya kembar tiga itu,," Kata salah satu Dokter yang menangani Jeny...


"Iya Dok,,," Jawab salah satu perawat tersebut.


"Suaminya mana,,,? Tanya Dokter.


"Saya suaminya,,," Jawab Topan langsung.


"Ba baik Dok,,," Sebenarnya Topan nggak tega melihat istrinya saat ini, namun lebih nggak tega lagi kalau meninggalkan istrinya yang berjuang antara hidup dan mati, demi melahirkan anak anaknya.


"Ayo buk, semangat ya buk,,,,?" Dokter menyemangati Jeny.


Tak lama kemudian, satu bayi keluar dari perut Jeny,,,


"Oweeek, oweeeek oweeeek...." Suara tangisan bayi pertama.


"Alhamdulillah, satu bayinya udah keluar.." Dokter langsung menyerahkan bayi Jeny pada salah satu suster.


"Laki laki apa perempuan Dok,,,?" Tanya Jeny pelan, di sela sakitnya.


"Laki laki buk..." Jawab dokter tersebut.


Tak lama kemudian, Jeny merasakan sakit lagi yang luar biasa.


"Dok, sepertinya udah mau keluar lagi nih dok, Pan sakit banget ini,,,"


"Iya sayang, sabar ya,,, kamu harus semangat.." Topan menyemangati istrinya..

__ADS_1


"Tarik nafas buk, ayo buk ini udah mau keluar buk, ayo bukĀ  ayo buk,,,,"


Jeny mengedan, dengan sekuat tenaga...dan kemudian....?


"Oweeeeekkk,,,, Oweeeeekkkk,,,,,Oweeeekkk......."


Terdengar lagi suara tangisan bayi kedua.


"Alhamdulillah buk, bayi keduanya laki laki lagi buk..."


"Loh buk, ini yang ketiga nya udah nongol lagi buk, ayo buk ngedan lagi buk dengan semangat, tarik nafas lagi buk, ayo buk semangat,,,,"


"Emmmmm,,,,,,huh huh huh...." Jeny narik nafas dengan dalam, dan sekali lagi iya berusaha untuk mengeluarkan bayi ketiganya....namun sepertinya, bayi ketiga nya ini agak nakal, jadi agak sedikit kesulitan Jeny mengeluarkannya...


"Ayo buk, sedikit lagi buk..."


"Emmmmm,,,,,,,,,,,huh huh huh, saya nggak kuat lagi dok..."


"Jangan patah semangat buk, sedikit lagi bayinya keluar,,,,"


"Sayang,,, ayo sayang, kamu pasti bisa...'' Topan menyemangati istrinya, tak terasa air matanya, mengalir dipipnya, menyaksikan begitu sulitnya istrinya melahirkan, iya baru menyadari, ternyata perjuangan istrinya melahirkan, sangatlah sulit...


"Ya Allah, Tolong permudahkan istri hamba melahirkan anak hamba Ya Allah..."Topan berdoa dalam hatinya.


"Dooook,,, aku udah nggak kuat dok,,," Jeny merasakan kalau tenaganya sudah tak ada lagi.


"Ibu harus bisa ibu, harus semangat, ini sedikit lagi buk..."


"Iya sayang, ayo semangat.." Topan mencium kening istrinya, yang sudah basah oleh keringat.


"Emmmmmmmmmm................huh huh huh


"Eeemmmmmmmmmm.............


"Oweeeeeeeek,,,,oweeeeeeekkkkkkkk,,,,oweeeeek......"


"Alhamdulillah buk, bayi ketiga ibu sudah keluar, dan bayinya laki laki juga,,,,"


"Alhamdulillah ya Allah, anak anakku sudah lahir dengan selamat, semoga mereka menjadi anak anak yang sholeh..." Jeny berdo'a dalam hatinya...


"Sayang, bayi kita laki laki lagi, terima kasih ya sayang, kamu udah melahirkan bayi bayi kita dengan selamat,,,"


Jeny hanya mampu mengedipkan matanya perlahan, pertanda iya menjawab kata kata suaminya. Karena memang, iya sudah tidak sanggup lagi mengeluarkan suaranya.

__ADS_1


__ADS_2