Ku Menerimamu Apa Adanya

Ku Menerimamu Apa Adanya
Menanti Kedatangan Topan


__ADS_3

Pagi ini, Jeny sedikit terlambat masuk kerja, karena iya bangunnya kesiangan, tapi tetap kewajibannya yang utama telah di kerjakan nya, yaitu melaksanakan solat subuh, setelah selesai solat subuh, Jeny berniat untuk baring baring saja di kasur, tapi entah kenapa tampa iya sadari, ternyata dia terlelap dan tak  sengaja bangunnya kesiangan, tapi untung saja, masih sempat absen, kalau tidak sempat absen, maka iya di anggap mangkir dan gajinya di potong, makanya ketika iya sampai di kantor, iya buru buru tuk cek clock.


Seperti biasa, Jeny menjalankan aktivitasnya sebagai seorang karyawan yang harus bekerja sesuai dengan porsinya, dia juga sudah terbiasa dengan berbagai macam pekerjaan yang menjurus ke bidangnya, seperti membuat proposal, bikin laporan bulanan, bikin ini  dan itu, dan banyak lagi yang lainnya, sehingga kadang membuatnya penat dengan berbagai macam pekerjaan tersebut, tapi kalau nggak di kerjakan iya pasti akan mendapatkan masalah, Jeny sudah sangat muak dengan berbagai macam permasalahannya, makanya iya nggak mau ada masalah dalam pekerjaannya, mengingat sudah terlalu banyak permasalahan hidup dalam dirinya.


Makanya kalau setiap pulang dari kantor iya sangat merasa sangat kelelahan, apalagi mengingat keadaanya kini, yang tengah berbadan dua, membuat iya sangat mudah sekali capek, begitulah keadaan wanita yang sedang hamil muda, pasti banyak sekali perasaan perasaan yang sangat tidak mengenakkan, perasaan lemah, lesu, lelah, bahkan perasaan yang memicu kesedihannya, sering kali iya rasakan, sensitif dan mudah tersinggung, sudah menjadi menunya sehari hari, kadang iya menangis sendiri, saat iya mengingat kemalangan yang iya hadapi.


Tak ada wanita yang sanggup menjalani kehidupan, seperti yang Jeny jalani saat ini, hamil tampa ada seorang suami, hamil yang tak di inginkan, hamil karena terpaksa, semua itu harus Jeny jalani seiring waktu yang terus berjalan, Jeny tidak bisa berkata apa apa lagi, tak ada yang bisa iya lakukan selain menjalani kisah hidup yang tak pernah iya pikirkan selama ini.


Jalan hidup yang berliku, penuh duka dan nestapa, permasalahan hidup silih berganti, beban pikiran yang tiada habisnya, diusianya yang teramat muda, iya sudah dihadapkan dengan berbagai macam cobaan hidup.


tak ada yang dapat dia mengerti, begitu berat cobaan ini, hingga tak cukup waktu untuk memikirkannya, begitulah yang harus Jeny jalani saat ini.


Setiap wanita pasti menginginkan dan mempunyai cita cita kehidupan yang layak dan bahagia, hidup bersama suami yang mencintai istrinya, dan juga anak anak yang lucu, namun semua itu hanyalah khayalan bagi Jeny, takkan pernah jadi nyata, karena kenyataan yang iya jalani, tak seindah dengan yang iya bayangkan, kenyataan yang begitu pahit, yang mau tak mau harus iya teguk dan iya rasakan.

__ADS_1


Tampa Jeny sadari, ternyata ada seseorang yang memperhatikan dirinya dari sejak tadi, seseorang itu adalah orang yang selalu memperhatikan Jeny diam diam, dan itu tak pernah diketahui oleh Jeny, dan orang tersebut tak lain adalah bos nya sendiri yaitu Gibran, orang yang selalu memendam perasaan dan tak pernah terungkap, walau kadang terlihat dari sikap nya yang selalu tertuju pada Jeny.


Gibran heran dengan sikap dan tingkah laku Jeny dalam beberapa minggu ini, Jeny kelihatan sangat tidak baik, Jeny selalu kelihatan galau, sifatnya yang agak terlihat aneh, kadang terlihat sangat kusut, seperti seseorang yang memiliki beban hidup yang sangat berat, tak biasanya Jeny bersikap seperti itu, setau Gibran Jeny adalah sosok wanita yang sangat manis, ceria, dan selalu menampilkan kesan yang sangat menyenangkan, apalagi Jeny selalu tampil cantik dengan polesan make up yang sederhana, dan dengan pakaian yang seadanya, namun tetap terlihat cantik dan elegant, makanya Gibran sangat kagum dengan Jeny, wanita yang sudah membuat hatinya tergugah untuk mencintai wanita, karena selama ini, iya tak pernah ada mengenal yang namanya perempuan, karena iya selalu disibukkan dengan perusahaan dan bisnisnya.


Sebenarnya Gibran sangat penasaran dengan yang terjadi pada Jeny, sampai sampai iya tak bisa tidur memikirkannya, tapi apa ya ? "Gibran bertanya tanya dalam hatinya, tapi iya tak mau menanyakan langsung pada Jeny, karena iya tak mau turut campur untuk urusan pribadinya Jeny, apalagi itu bukanlah wewenangnya.


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>


Setelah pulang dari kantor, Jeny langsung menuju kamarnya, ia langsung merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur, karena iya sangat merasa sangat capek dan lelah, mengingat begitu banyak pekerjaan yang harus dikerjakannya tadi di kantor, membuatnya merasa lemah, apalagi iya sedang hamil, pastinya akan terasa begitu lemah.


"Sayang, sebenarnya bukan mama tak menginginkan kehadiran kamu saat ini,


"jujur mama sangat menginginkan kehadiran kamu, tapi bukan sekarang, karena saat ini bukanlah waktu yang tepat kamu hadir dalam kehidupan mama nak, tapi kenapa kamu hadir ? "mama nggak mau menerima papa kamu untuk menjadi pendamping hidup mama, tapi bagaimana dengan nasib kamu,,,? "jika kamu lahir tampa seorang papa, "sayang maafkan mama nak, andai saja papa kamu memperlakukan mama dengan baik, pasti mama sangat senang dengan kehadiran kamu, tapi kenyataan ini lain nak, papa kamulah yang selalu membuat penderitaan di dalam hidup mama, papa kamu yang membuat hidup mama berantakan, dan papa kamu juga yang menghancurkan masa depan mama.

__ADS_1


Tiba tiba saja Jeny teringat akan sosok Topan, kenapa Topan nggak datang datang ya, padahal Jeny sangat menunggu kedatangan Topan, karena iya ingin mengatakan kalau iya sekarang sedang mengandung anak nya, anak yang tak di inginkan Jeny, anak yang membuat hidupnya sulit dan kacau.


Tapi entah kenapa, iya sangat menginginkan kehadiran Topan, apa karena Itu bawaan dari anak yang dikandungnya? "ah entahlah, Aku sendiri bingung dengan perasaan ku sekarang saat ini,


padahal selama ini, iya sangat benci kalau Topan datang menemuinya, karena yang ada dipikirannya adalah, pasti Topan akan membuatnya menderita dan sengsara, setiap kali iya datang, pasti iya meninggalkan jejak yang tak di inginkan Jeny, menanam benih, yang bukan pada tempat nya.


Makanya iya nggak mau jika Topan datang menemuinya, tapi berbeda dengan saat ini, iya begitu berharap akan kedatangan Topan, bukan cuma itu saja, iya sudah yakin dengan keputusannya, untuk menerima Topan sebagai suami nya, mengingat anak yang dikandungnya adalah anak Dari perbuatan Topan pada nya, apa lagi sahabatnya Deril, menyarankan agar dia Mau menerima Topan, walaupun bagaimana pun, mengingat anak yang dikandungnya adalah anak Topan.


Dia tidak menyangka, kalau di rahimnya tertanam benih dari laki laki Gila yang sangat iya benci, orang yang membuat hidup nya hancur.


next...


"Jangan lupa ya, para kesayangan aku, tinggalin jejaknya, like, vote, dan komennya.

__ADS_1


mengingat aku lagi dalam tahap belajar membuat novel, jadi  tolong dong saran dan masukannya. makasih...


__ADS_2