
"Assalamualaikummmm,,,,,,,,," Terdengar suara mama Asih yang baru datang, sesuai dengan yang dibilang Jeny jam delapan, maka iya akan datang tepat waktu, dan itu sudah menjadi kebiasaan mama Asih, selalu disiplin, dan tak pernah ingkar janji.
"Wa'alaikum salam, eh mama udah datang ya,,,,? Padahal Jeny baru aja mau siap siap, hehehe''...
Jeny cengar cengir didepan mama mertuanya, karena iya merasa malu, mama mertuanya udah datang dan ternyata iya belum siap.
"Ya kan mama sesuai dengan yang kamu minta, kamu bilang jam delapan ya mama datangnya jam delapan. Tapi kalau kamu belum siap, mama sih harap maklum aja, namanya juga ibuk hamil, ya udah gih sana, kamu siap siap dulu, tenang aja sayang, mama masih setia menunggu kok, hehe"
Mama Asih lalu duduk di sofa depan TV, sambil menunggu menantunya bersiap siap.
"Hmmmm ya udah mah, Jeny tinggal dulu ya, mau ganti baju" Jeny lalu berjalan menuju kamarnya untuk siap siap.
Setelah menunggu beberapa menit, orang yang ditunggu pun datang menghampiri mama Asih yang lagi asyik nya nonton infotainment, hingga nggak sadar yang ditunggu udah berada di belakangnya.
"Mah, Jeny udah siap nih, kita berangkat yuk...?" Jeny melambai tangannya didepan muka mama mertuanya, karena kalau nggak gitu, mama Asih nggak sadar, kalau iya udah datang. Eh maaf bukannya kurang ajar ya, tapi ...? yah begitulah cara, menyadarkan orang yang lagi konsentrasi nonton TV. hehehe ...
"Oh, kamu udah siap rupanya, ya sudah ayo kita berangkat." Kemudian Mama Asih berdiri dari duduknya dan Jeny lalu mematikan TV.
"Mah, tadi Jeny udah pesan taxi online, kita tunggu bentar ya, "
"Lah, itu taxinya udah datang, kok cepat banget ya,,,?
"Kan Jeny mesannya sebelum mama kesini.''
"Ooo, ya bagus deh, jadi kita nggak nunggu lama lagi.
Kemudian mereka langsung berangkat menuju rumah sakit, tempat Deril melahirkan.
Sesampainya di rumah sakit, mereka berdua langsung menuju ruang tempat perawatannya Deril.
Ternyata Deril sedang ditemani oleh suaminya, Jeny sebenarnya merasa nggak enak, sepertinya ini merupakan waktu yang kurang tepat untuk dia berkunjung, karena sekarang lebih tepatnya seperti mengganggu sepasang suami istri yang sedang saling mencurahkan.
Tapi mau gimana lagi, udah terlanjur basah, yah sudah sekalian aja mandi, itu ibarat pepatah.
''Emmm ma'af, sepertinya waktunya kurang tepat deh, aku masuk kesini,,,'' Tiba tiba Jeny menghentikan aksi sepasang suami istri yg sedang asik ***** di pagi hari, dan sontak saja itu membuat keduanya kaget dan salah tingkah, ketika sadar, ternyata ada orang yang sedang memperhatikan aksi mereka,,,,hehehe kayak maling ketangkap basah.
__ADS_1
Untung saja mama Asih belum masuk, dan dia masih diluar.
''Jeny, sejak kapan lo datang...?"
''Sejak tadi ril, sejak......???
mau gue lanjutin apa nggak nih...?"
Jeny mencoba mencairkan suasana.
"Nggak, nggak usah dilanjutin, gua dah tau ujungnya, sudah jangan banyak omong, sini loh peluk gue, gue kangen banget sama lo...!"
Deril merentangkan kedua tangannya, meminta Jeny untuk mendekat dan memeluknya, nggak mungkin juga kalau dia yang berdiri, secara dia masih sakit, belum kuat tuk berdiri.
Jeny lalu mendekati Deril dan memeluk sahabatnya, seketika itupun, tangis keduanya pun pecah, karena sama sama menahan rindu, setelah bertahun tahun lamanya.
"Loh jahat banget ril sama gue, tega lo sama gue"
Jeny mencubit cubit lengan Deril, karena kesal sama Deril.
"Maafin gue Jen, gue nggak maksud ngejahatin lo, mana gue tega buat ngejahatin sahabat jelek gue ini."
"Kenyataannya lo tega sama gue,,,?"
Sebenarnya kalau nggak ingat sahabatnya ini baru habis melahirkan, udah abis nih anak, pikir Jeny.
"Bentar bentar bentar, perut lo gede banget, lo hamil lagi ya...?"
Ternyata Deril baru memperhatikan perut sahabatnya.
"Iya ril, gue kini lagi hamil, dan lo tau nggak kalau gue, hamil kembar lagi, makanya segede gini..."
"Serius lo...?"
Deril menatap Jeny seakan nggak percaya.
"mana pernah gue bohong sama lo.."
__ADS_1
Jeny berdiri dan menunjukkan perutnya yang gede.
"Ya ampun Jen, kok bisa...?''
''Ya bisalah, ini buktinya...''
"I iya sih, kayaknya lo dan Topan emang pasangan beruntung deh, dua kali hamil, kembar terus,,,''
''Tadinya gue juga nggak nyangka ril, yang lebih beruntungnya lagi, kali ini anak yg dalam perut gue ada ril..''
''What....tiga...????
Yang benar lo...?''
Kali ini Jony ikut kaget mendengar anak yg dalam kandungan Jeny ada tiga.
"Iya ril, Jeny hamil anaknya kembar tiga,, " Mama Asih ikut membenarkan apa yang dikatakan oleh Jeny.
"Oh my good, baru kali ini gue lihat, hamil kembar tiga, pantesan perut lo gede banget..."
"Sayang, aku mau keluar dulu ya, ada yang mau aku beli, hmmmm Jen, tante saya keluar dulu, silahkan ngobrol nya dilanjutin."
Jony pamit keluar, karena iya nggak enak, lelaki sendiri di ruangan, lagian iya tau, pasti istrinya ingin leluasa mengobrol dengan sahabat lamanya, walaupun Jeny juga sahabat lamanya, bahkan orang yang pernah mengisi ruang hatinya.
Namun kali ini keadaannya berbeda, karena iya sudah menikah dengan Deril, jadi iya harus bisa menjaga perasaan istrinya, apalagi Deril tau, gimana dia begitu mencintai Jeny.
"Oh iya nak, silahkan.."
Mama Asih yang menjawab, sementara dua sahabat itu, sama sekali tak menghiraukan omongannya Jony.
_____////________
Next
ojo lali yo, jejaknya....
__ADS_1
😁😁😁😁😁😁😁