Ku Menerimamu Apa Adanya

Ku Menerimamu Apa Adanya
Kayak Topeng Onet....


__ADS_3

"Deril, sebagai sahabat elo, gue bahagia banget melihat elo bahagia, karena kebahagiaan elo adalah kebahagiaan gue juga, namun ada satu hal yang perlu lo ingat, jangan pernah mengingat ataupun mengulang cerita yang sudah lama, yang lalu biarlah berlalu, buka lembaran baru, buka cerita baru, cerita bahagia untuk kita dan anak anak kita kelak, karena kebahagian itu bukan dinilai dari awal pertemuan antara satu dan yang lain, akan tetapi kebahagiaan itu, bisa dirasakan ketika kita merasa orang di dekat kita selalu ada untuk kita, keindahan pernikahan tidak selalu terlihat sejak awal, melainkan ketika cinta tumbuh dan berkembang seiring bergulirnya waktu, dan juga perlu lo ingat, pernikahan adalah ibadah, banyak banyak berbuat baik pada suami, karena setiap kebaikan yang kau berikan pada suami, maka akan menjadi ladang pahala buat kita sebagai istri, mengerti....?"


"Ya buk ustadzah, saya mengerti...."


kwkwkwkwkwkwk,,,,,


Dua sahabat itu asyik bercerita dan nggak sadar ternyata ada sepasang kuping dengan seksamanya mendengar setiap kata yang mereka ucapkan, dan sepasang kuping itu adalah, kupingnya mama Asih.


"Sudah ceritanya,,,? Tanya mama Asih sambil tersenyum....


"Eh, mama...hehehe iya nih mah, udah kok cerita dan kangen kangenannya." Jawab Jeny sambil menyeringai malu.


"Kalau udah, gimana kalau kita pulang, soalnya tadi papa telpon, kalau anak anak udah pulang dari sekolah, dan mereka pada nyariin kamu." Jelas mama Asih pada menantunya.


"Oh, iya mah ya udah, kita pulang yuk...emmmm Ril, gue sama mama pulang dulu ya, semoga lekas sehat dan bayimu sehat juga, jangan lupa konteks konteks gue ya, soalnya gue masih kangen banget sama elo."


"Iya Jen, tenang aja, kapan kapan gue bakalan kerumah elo, sekalian ajak suami dan anak gue, tapi tunggu bayi gue agak gedean dikit, hehehe..."


Jeny mengangguk setuju atas perkataan sahabatnya itu.


"Sayang, moga lekas sehat ya, dan selamat atas kelahiran putri pertamanya, dan bentar lagi tante juga bakalan nambah cucu lagi nih, nambah tiga lagi, hehehe" Tante Asih menggosok perut menantunya, menantunya hanya tersenyum saja.


"Oh iya tante, makasih ya tan udah datang kesini buat nengokin aku, em seneng ya Jen, sekali lahir tiga, udah kayak kucing..." gumam Deril diakhir kata


"Iya sama sama sayang, hehehe..."


"Eh kentut, apa lo bilang, kayak kucing,,,? Enak aja kalau ngomong". Jeny merengut kesal, karena sahabatnya bilang iya kayak kucing, sekali lahir tiga.


"Nggak nggak, becanda doang kok, sensi amat nih bumil, eh tapi benar ya, pertama lahir dua, terus sekarang bakalan lahir 3, hebat banget lo Jen."


''Iri bilang boss..."


Jawab singkat Jeny


''Ntar, habis ini bunting lagi, terus anaknya 5..."

__ADS_1


Pasti lo viral Jen, dengan gelar pradikat ibu kucing terhebat.


''Eh, kalau nggak mikir lo baru lahiran ya, gue gepok lo ya Ril, gue masih nahan kesabaran ni ya"...


Terlihat, kembang kempis hidung Jeny, karena marahnya tertahan.


''Ahahaha,,,,miif miif miif, galak amat nih bumil."


Tante Asih, cekikikan ketawa mendengar dua sahabat itu bertengkar gara gara mantunya kucing, eh maaf dibilang kayak kucing.


"Uda udah, nanti tambah panjang ceritanya, pulang dulu ya ril" Tante Asih pamit pada Deril.


"Oh, iya tante...." kwkwkwkwkwkwk, Deril masih merasa lucu melihat ekspresi sahabatnya.


"Ril, gue balik ya, salam sama mama kamu." Jeny memeluk dan mencium pipi sahabatnya, karena akan segera pulang.


"Muach muach muach..."


''Awas lo ya...''Jeny mengancam Deril


.......................


"Mamaaaaa,,,,,"


Kedua anak kembar itu pun bergelayutan di tubuh ibunya, sampai Jeny merasa nggak kuat, dan hampir saja jatuh kelantai, untung ada mama Asih yang menahan tubuhnya, hingga nggak sampai terjerembab dilantai.


"Coki, jangan gitu dong sayang, kan kasian sama mamanya, tuh hampir aja jatuh..." Mama Asih memperingatkan cucu cucunya.


"Maafin kita ya mah, nggak sengaja soalnya." Coko dan ciki merunduk merasa bersalah.


"Udah, nggak apa apa sayang, nih mama baik baik aja kok, cuma kasian adek adeknya, kalau sempat mama jatuh, tapi lain kali hati hati dong sayang..."


"Iya mah, lain kali nggak lagi kok, kita janji."


"Ya sudah, sini peluk mama dulu, dan cium dong..." Jeny merunduk dan kedua telunjuknya menunjuk ke pipi nya, agar anak anaknya mencium pipinya.

__ADS_1


"Muach, Muach,,,"


"Hmmmm,,,oma nggak dicium nih ceritanya, kok oma jadi sedih ya,,,?" Mama Asih pura pura sedih karena nggak dicium cucu cucunya, dan meminta juga di cium oleh cucu cucunya.


"Iya. cini bial iti cium,,,," Ciki mendekat omanya, dan mencium pipi omanya.


''Muach, muach, muach muach....''


''Makasih cantik oma, kok, cucu laki laki Oma nggak cium Oma sih,,,?"


"Coko males cium oma, soalnya coko takut bedak oma nanti luntur, nggak di cium aja bedaknya oma berantakan gitu, apalagi kalau dicium, emang oma nggak ngaca dulu ya, pas berangkat tadi,,,?"


Tanya Coko serius pada omanya.


"Ah, yang benar kamu ko, masak iya sih, bedak oma berantakan,,,? Jen apa kamu nggak merperhatikan bedak mama ya tadi,,,? Oh astaga mama jadi malu nih..." Mama Asih buru buru ngambil cermin di tasnya.


"Ahahahahahaha,,,,wajah oma udah kayak Openg onet...."


Ciki ketawa ngakak, melihat ekspresi wajah neneknya yang udah nggak karuan lagi karena kaget dan malu.


"Ah, pantes aja, di rumah sakit tadi orang orang pada ngelirik mama dengan tatapan mata yang aneh, dan senyum senyum kayak ngejek gitu, ternyata wajah mama kayak topeng onet..."


"Ah, nggak kok mah, mama mau aja di jailin sama Coko dan Ciki."


Jeny tersenyum dan ada rasa iba melihat mertuanya yang salah tingkah, gara dikerjain sama anak anaknya.


"Hahaha,,,Satu orang telah tertipu, rasanya malu kasian deh eluuu,,,''


"Heyyy,,,sudah pandai ya sekarang kalian ngerjain oma,"


"1,2,3...Kabuuuuuuuurrrr"


Dua bocah tengil itupun, kabur lari kebelakang, gara gara takut dikejar sama omanya.


Jeny ketawa terpingkal pingkal, melihat tingkah laku mama mertuanya sekaligus tantenya itu, berkejaran dengan cucu cucunya.

__ADS_1


Alhamdulillah ya Allah, engkau telah memberikan kebahagiaan yg tak terkira ini, semoga keluargaku bahagia selalu...


Amiiin....


__ADS_2