
Dibilang sedih atas kepergian Nela, tentu saja meninggalkan kepedihan yang sangat mendalam di hati Topan, walaupun iya tak mencintai Nela, Tapi tetap saja rasa sedih akan kehilangan orang yang pernah mengisi bagian dari kehidupannya, sedikit banyak tetap menjadi sejarah bagi Topan, menikahi wanita gila, bukanlah menjadi keinginannya, namun garis tangan lah, yang membuat sosok gila itu menjadi sejarah dalam kehidupan Topan, dia memang gila, tapi karena dia pulalah membuat Topan, merubah kehidupannya dari begundal menjadi berguna.
Kehidupan layak, serba berkecukupan, tak ada yang kurang, itu semua karena Nela, yah karena Nela....
Terimakasih Nela, karena sudah memberikan apa yang tak sepantasnya aku dapatkan, kau memang bukan sosok sempurna untuk level seorang istri, tapi kau begitu sempurna untuk memberikan yang terbaik bagi seorang suami. Tak bisa ku pungkiri, kalau kau adalah wanita yang sangat berjasa untuk diriku, aku sangat bersyukur karena pernah menjadi bagian dari kehidupanmu, Semoga kau akan bahagia di alam sana.
Tapi dibalik kesedihan yang di rasakan oleh Topan, ternyata ada kelegaan tersendiri di dalam hatinya Topan, bukan karena iya membenci atau menolak kehadiran Nela di sisinya, namun karena kehadiran Nela dalam hubungannya dengan Jeny, membuatnya bingung harus bersikap bagaimana pada keduanya, benar benar sulit untuk menentukan, mana yang harus didahulukan, dan mana yang di nomor duakan. Sekarang salah satu darinya telah pergi meninggalkan Topan untuk selamanya.
Namun ketika iya sadar bahwa tak ada lagi Nela dalam kehidupan rumah tangganya dengan Jeny, seakan membuatnya merasa lepas dari satu permasalahan yang selama ini menjadi beban dalam pikirannya. Beban pikiran yang selama ini iya pikul, punya dua istri memang sangat dilema bagi setiap laki laki, walaupun punya segalanya, namun tetap saja tak akan merasa tenang, karena sulit tuk adil pada keduanya, dan Topan adalah salah satunya dari laki laki yang dilema punya dua istri, jika masih bisa di hindari, maka Topan lah orang yang pertama mengatakan HINDARILAH...!! Supaya hidup terasa lebih aman dan nyaman.
Yah, semoga saja kedepannya tak ada lagi masalah yang datang pada kehidupan rumah tangganya, tak ada lagi yang menggoyangkan biduk rumah tangganya dengan Jeny, rasanya iya benar benar tak sanggup jika harus dihadapkan dengan masalah yang sudah iya alami beberapa tahun ini, rasanya emang benar benar menguras otak dan pikirannya.
Setelah sampai dirumahnya, Topan berniat ingin mengatakan yang sebenarnya sama Mamanya, tentang apa yang terjadi padanya dan Jeny, iya tak mau lagi ada rahasia rahasia, iya mau jujur pada mamanya, dan tentu saja demi kebaikan nya dengan Jeny, iya ingin memperbaiki hubungannya dengan Jeny. Sudah banyak sekali iya menyakiti hati Jeny, makanya iya tak mau lagi kalau Jeny harus terluka lagi, biarkan masalah yang selama ini merusak momen kebersamaannya dengan Jeny, menjadi sejarah dalam pernikahannya, dan takkan pernah lagi terulang. Topan sudah berjanji dalam hatinya, untuk selalu memberikan kebahagiaan untuk istri dan anak anaknya.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Sekarang pasangan suami istri itu, sudah sampai di rumah mereka, pas jam 3 dini hari. Setelah sampai di rumah, Jeny membersihkan badannya, dan langsung tidur begitu pula dengan Topan. Keduanya tertidur dengan lelapnya, mungkin karena kecapean selesai melakukan perjalanan yang sangat jauh. Paginya sekitar jam 5 pagi, Jeny terbangun dari tidurnya, rupanya iya terlambat bangun, setelah sholat subuh Jeny menyiapkan sarapan untuknya dan Topan, setelah semuanya siap, iya membangunkan Topan untuk sholat, memang terlambat, tapi tetap saja harus dilaksanakan karena sholat merupakan kewajiban.
__ADS_1
"Pan, bangun pan kamu belum sholat subuh,,,! Jeny menggoyangkan badan nya Topan, supaya bangun.
"Hoammm,,,,udah siang ya,,,?" Topan bangun dari tidurnya, dan sangat terlihat jelas sekali kalau Topan masih sangat mengantuk.
"Iya, kamu belum sholat, ayo bangun kamu sholat dulu, habis itu kita sarapan." Jeny bersikap sedikit hangat pada Topan, karena iya tau kalau sekarang bukan waktunya untuk bersikap cuek dan dingin pada suaminya, apalagi Topan masih dalam keadaan berduka, jadi sangat tidak wajar kalau Jeny bersikap tak baik pada Topan.
"Iya. Jawab Topan singkat.
Topan pun beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengambil air wudhu, dan setelah itu iya kembali ke kamarnya untuk melaksanakan sholat subuh. Setelah sholat, Topan menyusul Jeny keruang makan untuk sarapan bersama, sudah lama sekali momen seperti ini tak iya lakukan bersama istrinya itu, Jeny menyendok kan makanan ke piringnya Topan, mereka berdua sarapan bersama tak ada yang mengeluarkan kata kata selama dalam suasana sarapan, hanya bunyi dentingan sendok dan garpu yang saling bertautan.
Setelah merasa sarapannya sudah habis dan mengelap bibirnya, Topan mulai membuka suara.
"Iya pan, aku juga kasian pada mereka, selalu saja kena tinggal pergi oleh kita, apalagi akhir akhir ini, kita disibukkan dengan urusannya Nela."
"Iya sayang, aku juga ngerasa demikian, hmmmm sayang ma'afin aku ya, karena kamu udah banyak sekali kecewa oleh sikapku yang kurang baik padamu, jujur aku sama sekali bingung bagaimana caranya untuk jujur padamu, rasanya sangat sulit sekali, dan pada akhirnya kamu sendiri tau tentang kebenaranya." Topan meminta maaf pada Jeny, karena iya merasa sudah sepantasnya iya meminta maaf pada istrinya.
"Iya pan, aku udah maafin kamu, tapi kalau boleh jujur tadinya aku sangat membenci kamu, aku sangat sakit hati padamu, ketika aku tau kalau aku dikhianati, aku benar benar kecewa padamu, aku juga sangat membenci Nela, aku pikir dia adalah wanita yang sengaja mengganggu dan merusak rumah tangga kita, ternyata aku salah, malah sebaliknya akulah wanita yang sudah merusak rumah tangganya." Jeny merasa sangat bersalah pada Nela, hingga iya tak menyadari kalau bulir bening sudah mengalir di pipinya.
__ADS_1
"Hssss,,,Stop sayang, kamu nggak salah sayang, akulah yang salah, semuanya karena aku, akulah yang membuat semuanya jadi begini, aku tak jujur dari awal pada kamu, andai saja aku jujur walaupun emang sakit, tapi itu lebih baik. Aku tau tak ada wanita yang mau diduakan, karena sejatinya wanita hanya ingin memiliki satu cinta dihatinya, tak ada wanita yang mau cintanya untuk dibagi." Jawab Topan pada istrinya.
"Berarti kamu cinta ya sama Nela,,,? Katanya nggak cinta sama Nela." Jeny meledek Topan.
"Ya, Bukan itu maksudnya, maksud aku tu nggak ada wanita yang mau cintanya dibagi, kalau aku ya cintanya cuma sama kamu doang, nggak ada wanita yang paling aku cintai di dunia ini, kecuali kamu seorang, kalau sama itu hanya rasa sayang aku layaknya sebagai kakak pada adiknya." Jawab Topan yang sangat hati hati takut istrinya salah faham.
"Tapi aku juga adik kamu, tapi kenapa kamu nggak sayang aku sebagai adik kamu....?" Jeny kembali membuat Topan Bingung dengan jawaban apa yang pantas untuk di jawab.
"Ya Ya gimana ya, kalau kamu itu aku nggak bisa menyayangi kamu sebagai adik, karena aku lebih mencintai kamu sebagai wanita pendampingku, aku mencintai kamu sebagai kekasih, bukan sebagai kakak, aku nggak bisa jadi kakak kamu, aku hanya ingin menjadi kekasih kamu, kekasih dunia dan akhirat. dan itu tak bisa di tawar lagi...!!!! Jawab Topan dengan sedikit penekanan.
"Kamu egois banget ya Pan, kok bisa segitunya sama aku." Jawab Jeny
"Kalau aku nggak egois, aku nggak bakalan bisa mendapatkan kamu, karena kamu itu cewek langka di dunia ini, nggak ada duanya, walaupun jelek gitu...." Topan meledek istrinya, dan itu membuat jeny memanyunkan bibirnya, menandakan iya nggak suka dengan jawabannya Topan.
"Nggak gitu juga sayang, kamu itu wanita yang sangat spesial di hati aku, setelah Nela,,,,!"
"Apaaa.....????" Mata Jeny melotot mendengar Topan mengatakan kalau iya adalah wanita spesial kedua setelah Nela...
__ADS_1
Next....
Happy reading ya, jangan lupa dong tentunya....hehehehe LOve You all