
"Mah, Jeny dan Topan beserta anak anak mau pulang mah, makasih mamah udah jaga anak anak Jeny, mama nggak usah khawatir, masalah antara Jeny dan Topan udah selesai mah, Jeny akan jelaskan semuanya nanti pada mama, agar mama nggak salah faham atas apa yang Topan katakan pada mama, sekarang mama tenangkan dulu pikiran mama, mama istirahat dulu, jangan banyak pikiran, semua baik baik aja, percaya sama Jeny mah, Jeny membujuk mama mertuanya, sekalian berpamitan pulang.
Topan Jeny beserta anak anak langsung pulang, anak anak terlihat sangat senang, ketika papa dan mamanya mengajak mereka kembali kerumah, tak lama kemudian mereka pun sampai di rumah, Topan keluar dari mobil begitu pula dengan Jeny dan anak anak.
***********
"Yeeee,,,,,,,Akhirnya sampai juga kita" Topan menggendong Ciki anak perempuannya, sambil mencubit pipi gembul anaknya.
"Yeee,,,tita campai lumah,," Ciki mengikuti kata papanya sambil bergelayutan dileher papanya.
Jeny hanya tersenyum melihat pemandangan yang sangat indah antara anak dan suaminya, iya nggak bisa ungkapkan bagaimana bahagianya dirinya ketika melihat senyum di kedua bibir anaknya.
"Sayang kamu bukain pintu ya, aku mau ambil tas anak anak dulu di mobil." Topan meletakkan putrinya di kursi teras, dan kembali ke mobil untuk mengambil tas anak anaknya.
"Papa, janan lupa cepatu iti, tetindal di detat dudutnya iti tadi." Ciki meminta papanya untuk mengambil sepatunya yang tinggal di bawah jok tempat duduknya tadi.
"Assiiaaaaap tuan putri...hehehe,,," Jawab Topan sambil berlalu dari istri dan anak anaknya.
Kemudian Jeny dan anak anaknya masuk kedalam rumah, anak anak Jeny kelihatan sangat senang sekali ketika bertemu dengan mainan mainan mereka yang sudah beberapa hari ini tidak mereka mainkan. Jeny langsung menuju kamarnya, berniat ingin mengganti pakaiannya, karena udah merasa gerah, karena memang cuaca hari ini terlalu panas, lagi pula entah mengapa akhir akhir ini, iya merasa kalau dirinya agak sedikit berbeda dari biasanya.
Kadang suka kesal nggak tau apa penyebabnya.
Tiba tiba saja iya teringat sesuatu dan seketika matanya tertuju pada kalender yang ada di samping lemari kamarnya, Jeny memperhatikan setiap nomor yang ada di kalender, biasanya Jeny selalu menandai dengan silang, setiap kali iya mendapatkan tamu bulanannya, tapi bulan ini iya tak ada menemukan tanda silang tersebut, dan ternyata bulan kemarin iya juga nggak datang bulan, serasa aneh baginya, kenapa iya sampai lupa kalau iya nggak datang bulan dan sekarang sudah memasuki bulan kedua iya nggak menstruasi.
''Ya Allah, kenapa aku sampai lupa, ternyata aku bulan kemarin dan bulan ini nggak menstruasi, apakah aku hamil,,,? Jeny berfikir sejenak, aku akan membeli testpack, untuk mengetahui apakah aku hamil atau tidak, karena ini benar benar membuatku penasaran, jika benar aku hamil maka aku akan sangat bersyukur sekali, karena memang udah waktunya Ciki dan Coko mempunyai adik. Jeny tersenyum sendiri, iya merasa senang kalau emang dirinya hamil lagi.
__ADS_1
Rupanya tampa Jeny sadari ada seseorang yang sedang memperhatikan dirinya dari sejak tadi ketika iya memandangi kalender, dan orang tersebut adalah suaminya sendiri. Topan heran kenapa istrinya senyum senyum sendiri sambil menghadap ke kalender. Lalu Topan mendekati Jeny istrinya, dan berniat untuk bertanya kenapa istrinya senyum senyum sendiri. Topan memeluk istrinya dari belakang, sambil mencium ceruk lehernya Jeny, dan seketika Jeny terkaget dari lamunannya.
"Aaauuuuwww,,,Topan kamu ini, bikin aku kaget aja." Jeny mencubit tangan Topan yang melingkar dipinggannya.
"Sayang kamu kenapa senyum senyum sendiri disini...?" Tanya Topan tampa melepaskan kedua tangannya yang melingkar di pinggannya Jeny.
"A-aku sedang mengecek di kalender, apakah aku sudah datang bulan atau belum bulan ini, dan ternyata aku bulan ini nggak datang bulan, dan bulan kemarin aku juga nggak menstruasi." Jawab Jeny pada Topan.
"Jangan jangan kamu hamil sayang,,,?" Tanya Topan pada istrinya sambil memutar badan istrinya untuk menghadap kearahnya.
"Entahlah aku juga ngerasa begitu Pan,,," Jawab Jeny sambil menatap suaminya.
"Sayang, mudah mudahan saja kamu emang beneran hamil ya, aku seneng banget jika kamu hamil lagi, agar rumah kita ini akan semakin ramai dengan tangis dan tawa anak anak kita, gimana kalau kita kedokter aja, untuk memastikan kalau kamu sekarang lagi hamil atau nggak,,?" Topan mengajak Jeny untuk mengecek kedokter.
"Nggak usah pan, aku mau testpack aja dulu,,," Jawab Jeny pada Topan suaminya.
"Mau nanya apa,,,?" Tanya Jeny yang heran, apa yang ingin Topan tanyakan darinya.
"Emmmm,,,se-sebenarnya aku masih belum yakin dengan perasaan aku, aku merasa kalau aku belum sepenuhnya mendapatkan maaf darimu. Apakah kamu beneran sudah memaafkan aku, dengan kesalahan yang sudah aku laukan,,,?" Tanya Topan dengan agak sedikit ragu.
"Topaan, kenapa kamu menanyakan itu lagi, kan aku sudah katakan sama kamu kalau aku sudah memaafkan kamu, lagian apalagi yang harus aku sesalkan dari kamu, semuanya sudah berlalu, sekarang Nela sudah tenang dialam sana, nggak ada alasan lagi aku untuk marah sama kamu, semua orang punya kesalahan, dan kesalahan itu baru bisa benar jika seorang itu berusaha untuk memperbaikinya, dan kamu sudah mau memperbaiki kesalahan yang kamu buat, jadi kamu nggak usah memikirkan itu lagi, aku harap ini tak kan pernah terulang lagi, semoga kedepannya, rumah tangga kita akan baik baik saja, tolong kamu jaga kepercayaan yang sudah aku berikan pada kamu, sekarang dan untuk selamanya." Jawab Jeny pada suaminya.
"Makasih ya sayang, kamu sudah memaafkan aku, aku janji sama kamu, aku akan berusaha menjadi suami yang baik buat kamu dan menjadi ayah yang baik buat anak anak kita." Topan memeluk Jeny dengan erat.
"Hahahahaha,,,,Papa dan mama peyuk peyukan,,," Tiba tiba sibocil datang, dan menggangu kemesraan yang baru saja terjadi oleh sepasang suami istri yang sudah lama sekali tidak bermesraan.
__ADS_1
Topan dan Jeny ketawa melihat tingkah anak perempuannya, yang diam diam mengintip kemesraan mereka.
***************
Dirumah mama Asih, terasa sepi semenjak cucunya di jemput pulang oleh Topan dan Jeny, tak ada lagi suara tawa dan tangis yang beberapa hari ini iya nikmati, rasanya sangat sepi sekali, ingin rasanya iya pergi kerumah cucunya, namun rasa kesal dan marah nya pada Topan membuatnya mengurungkan niatnya. iya merasa kesal sekali dengan apa yang Topan lakukan, kenapa Topan sampai tega mengkhianati Jeny istrinya, padahal rasanya tak ada yag kurang dari Jeny menantunya, selain cantik, Jeny juga sangat baik hati dan penyayang, apalagi Jeny adalah keponakannya sendiri, jika Topan menyakiti Jeny sama saja Topan menyakiti dirinya juga.
Namun ketika mama Asih, sedang diam dalam kesendiriannya, tiba tiba terdengar suara ketukan pintu.
Tok Tok Tok,,,,"Assalamualaikum......
Mama Asih lalu bangkit dari duduknya, dan berjalan menuju kepintu depan, dan ketika iya membuka pintu rumah, iya langsung kaget ketika melihat siapa yang datang, dan tak menunggu lama mama Asih menjadi terkulai lemah dan akhirnya pingsan.
*
*
*
*
*
Next
Jangan Lupa untuk selalu memberikan Like Vote dan komennya.
__ADS_1
Aku menyayangi kalian, maafkan aku yang lelet ini....