
Apa kamu mau melahirkan anak tampa seorang ayah Jeny,,,?" Tanya tante Asih dengan raut wajah yang sangat kesal dan sangat tak bersahabat. Karena iya sangat sangat kesal mendengar jawaban Jeny.
sangking kesal dan marahnya iya sampai lupa iya sedang berada di ruangan anaknya yang sedang di rawat. tante Asih juga nggak nyadar kalau nada bicara sangat keras, sehingga agak sedikit mengganggu ketenangan suster yang lagi dalam keadaan bekerja, dan karena nada bicara nya yang sangat keras, sehingga membuat suster agak sedikit kesal dan datang untuk memperingatkan tante Asih.
"Maaf sebelumnya Buk,,,!'' Kami mohon tolong jaga nada bicara nya Ibuk, dan kami mohon tolong jaga ketenangan dan kenyamanan di dalam ruangan ini, karena kebisingan yang ibu buat dapat mengganggu ketenangan pasien yang sedang dirawat, "Kami tidak mau ada keributan di dalam sini, kalau memang ada masalah ?" Tolong ibuk dan mbak selesaikan di luar saja, dan silahkan keluar dari ruangan ini, karena dari keributan yang kalian buat, adalah mengganggu ketenangan kami dan pasien yang ada di sini.
"Maafkan kami sebelumnya suster, kami mengerti kok, dan maafkan kami karena telah mengganggu ketenangan dan kenyamanan pasien yang lainnya, kami akan segera keluar dari ruangan ini...!" Jawab tante Asih, dan Jeny hanya diam tampa suara dan tampa bisa menjawab apapun dari pertanyaan yang di lontarkan oleh tante Asih, dia hanya bisa menangis tampa hentinya karena iya menyesali atas apa yang telah terjadi pada dirinya.
"Jeny,,,!" Sekarang kamu jawab yang jujur pada tante...!" Siapa ayah dari anak yang kamu kandung ini, ,,?"
Tanya tante Asih dengan sangat serius dan penuh harap.
Namun tak ada jawaban yang bisa membuatnya tante Asih merasa puas, karena Jeny belum juga mengeluarkan satu kata pun untuk menjawab pertanyaan dari tate nya itu, iya hanya menangis dan terus menangis. Sejujurnya, iya sangat ingin sekali menjawab dari setiap pertanyaan dari tantenya itu, namun iya nggak tau harus dimulai dari mana, karena iya tak sanggup melihat reaksi dari tantenya itu, ketika tantenya tau ayah dari anak yang iya kandung, ternyata anaknya yang lagi sakit dan terbaring lemah, tampa sadarkan diri itu.
"Jeny, tante mohon,,,,!" Tolong kamu jangan buat tate semakin gila Jeny, sudah terlalu banyak masalah yang sudah tante hadapi, bagaimana mungkin kamu bisa setega ini sama tante,,,?"
"Apa kamu nggak ikir bagaimana sakitnya hati dan perasaan tante saat ini,,,?"
"Apa kamu nggak sadar, kalau apa yang kamu buat ini adalah cara kamu membunuh tante dengan cara perlahan,,,,?"
__ADS_1
"Kamu nggak mikir, bagaimana malunya Tante, ketika nanti banyak orang yang tau, kalau keponakan tante satu satunya ini, hamil tampa di luar nikah,,,,?"
"Kamu tega Jeny,,,!" Kenapa kamu tega lakukan in pada tante,,,?" Apa salah tante sama kau, sehingga kamu tega buat tante jadi se menderita ini...?"
"Cukup tante..!" Cukup,,,,!"
Jeny menghentikan ucapan dari tantenya, iya sudah tidak sanggup lagi mendengar apa yang di ucapkan oleh tantenya,,,!"
"Jangan katakan apapun lagi tante,,,,!" Jeny mohon,,,,!"
"Kalau tante mau tau siapa ayah dari anak yang Jeny kandung...?" Baik Jeny akan katakan yang sejujurnya,,,!"
Jeny diam dan sambil menghapus air matanya yang seakan tak bisa di hentikan, sehingga mengalir terus, walaupun Jeny sudah beberapa kali menghapusnya.
"Baiklah tante, Jeny akan katakan pada Tante...!
Ayah dari anak yang Jeny kandung adalah Topan...!" dan Kehamilan ini, bukan karena Jeny yang sengaja melakukannya, tapi ini semua atas paksaan dari Topan, Jeny diperkosa oleh Topan tante...!"
Jeny menangis sejadi jadinya,,,dan apa yang terjadi dengan tante Asih,,,?
__ADS_1
Tante Asih langsung terkulai lemah dan akhirnya ....?" Pingsan.
sontak saja membuat Jeny kaget, dan sangat khawatir, Jeny menjerit jerit memanggil suster...
Suster.......Suster.....'tolong suster,,,,
Jeny meminta tolong pada dua orang suster, yang kebetulan lewat, dan saat itu langsung saja tante Asih dibawa keruangan UGD, untuk segera di ambil tindakan.
Jeny sangat mengkhawatirkan keadaan tantenya, sehingga tak ada hentinya iya berdoa dan memohon pada Allah, semoga tantenya baik baik saja.
Ternyata kekhawatiran dan ketakutan yang dirasakan Jeny, sekarang benar benar terjadi, sebenarnya inilah yang paling iya khawatirkan, makanya iya butuh waktu lama berfikir, untuk mengatakannya, karena iya sangat takut tantenya akan syok dan menderita, tapi mau gimana lagi, tantenya yang memaksa dan ingin tau, siapa ayah dari anak yang iya kandung.
Tante Asih belum juga sadarkan diri, dia masih ditangani oleh Dokter, dan dua orang perawat.
Jeny sangat gelisah saat ini, belum lagi Topan sadar, sekarang tantenya lagi yang tak sadarkan diri, iya sangat menyesal, kenapa iya harus jujur pada tantenya, harusnya iya tak mengatakan yang sebenarnya, tapi iya harus bagaimana..?"
Iya sendiri nggak tau, harus berbuat apa,,,?"
sementara itu, anak yang ada dalam kandungannya, semakin hari semakin membesar, dan lambat laun tantenya pasti akan mengetahui apa yang terjadi pada dirinya.
__ADS_1
Hal semacam ini, tak dapat dirahasiakan, sepandai pandai nya iya menyimpan bangkai, suatu hari pasti akan tercium juga.