Ku Menerimamu Apa Adanya

Ku Menerimamu Apa Adanya
Tak Sengaja


__ADS_3

"Deril, "Gue pulang duluan ya, tadi gua udah di izinin sama bos, jangan lupa, nanti ini kerjaan gue, jangan lupa lo bantuin gue ya ril, karena gue emang lagi butuh banget bantuan lo !"


Jeny menemui, sahabat nya, untuk meminta pertolongan, agar sahabatnya itu, membantu pekerjaan nya untuk sementara waktu, karena iya sendiri emang lagi belum bisa buat ngerjainnya, makanya iya minta bantuan Deril buat ngebantunya.


" Iyaaa  !" Sip lah, Lo tenang aja Jeny !" Apa sih yang nggak buat lo ?"


'jawab Deril pada sahabatnya itu.


" Ya udah deh, gih pulang sana, Lo pulang aja, jangan lupa istirahat yang cukup, biar badan lo kembali fit lagi, dan iya gua lupa, jangan lupa minum vitamin ya ! "Hati-hati di dijalan.


"Maksud Lo,,,,?" Gua kan nggak sakit, cuma baju gue aja yang robek, "ada ada aja Lo..!


Jeny menjawab Deril dengan ketus...


"He he he,,,,Deril ketawa mendengar celetuk Jeny.


"Gue mau kerja dulu, Deril beranjak menuju ruangan.


Jeny berjalan menuju parkir motornya, dan iya pun langsung berangkat pulang, belum separuh perjalanan tiba tiba, ban motornya kempes.


" Aduh, ini apaan lagi sih,,,?" Serasa aneh jalan motornya, apa ban nya kempes ya ? ''tanya Jeny dalam hati nya.


Jeny memarkirkan motor dipinggir jalan, dia turun dari motor nya, dan melihat kearah ban, ternyata emang benar, bannya kempes.


''Kok, hari ini gue apes bener ya, udah baju gue robek, terus ini lagi ban motor gue kempes..!


"aduh, gimana nih ?


Jeny bicara sendiri, dia sangat kesal, karena emang hari ini merupakan hari yang sangat aneh baginya, banyak sekali permasalahan yang iya hadapi, bahkan ini nambah lagi, dengan kempesnya ban motornya.


Dia bingung mau ngapain, mana jauh lagi dari tempat tambal ban, akhirnya Jeny mendorong motornya, jam baru menunjukkan pukul 9 pagi, belum terlalu panas sih, tapi lumayan juga buat ngeluarin keringat, batin Jeny.


Baru separuh perjalanan, tiba tiba sebuah mobil sport berwarna hitam, mampir di dekat Jeny, dan seorang laki laki pun keluar dari dalam mobil tersebut, Jeny bingung kira kira siapa ya, laki laki yag mampir dan menghampirinya, karena setahu Jeny, iya merasa ggak punya Teman yang memiliki mobil sebagus ini, dan nggak ada juga rasanya iya mengenal orang yang memakai mobil sport seperti ini,  selain bos nya, tak lama kemudian pria itu turun dari mobilnya, dan menghampiri Jeny.


Ternyata laki laki itu, adalah pria yang sudah lama Jeny kenal, dan tak asing lagi baginya, dia adalah Jony, orang yang tak mau lagi Jeny kenal, biasanya Jony nggak mau memakai barang mewah seperti ini, tapi kenapa kali ini iya memakainya, "ah, kok aku jadi kepo gini sih, ?" bisik Jeny daam hatinya.



"Kenapa dengan motornya jeny, kok di dorong ?


tanya jony pada jeny.


jony nggak nyangka bisa ketemu jeny di jalan.


jony nggak tega banget, melihat jeny keringatan mendorong motornya.

__ADS_1


Jony menatap jeny kasihan, dan dia berniat untuk menolong jeny. jony pun mendekati motornya jeny,


jeny belum menjawab pertanyaan jony, tapi iya berhenti mendorong motornya, karena iya melihat jony turun dari mobilnya, dan mendekatinya.


"Ini, ban nya kempes, mungkin bocor, tadi pas aku pergi kantor, ban nya baik baik aja, nggak tau pas lagi jalan tadi tiba tiba, bannya kempes, mungkin ke tancap paku atau entahlah, aku juga nggak tau ni.


jawab jeny sekaligus menjelaskan kronologi kejadiannya.


Jony melihat ban motor jeny, dan benar saja, ternyata memang ada paku yang tertancap di ban motornya jeny.


"Jeny, motornya biar tinggal disini saja, nanti biar orang kantor aku yang bawanya ke tambal bannya ?


" Kamu naik mobil aku aja biar dianterin sampe rumah, soal motornya kamu, nggak usah dipikirkan,


nanti biar aku suruh orang yang jemput nya kemari.


kemudian jony menelpon salah satu karyawan nya, untuk menjemput motornya jeny, tak menunggu lama, orang yang di telpon pun datang.


"Ada apa Pak ?


''tanya orang tersebut.


" Cipto, tolong kamu bawakan motor ini ke tambal ban ya, bilang suruh ganti ban baru ya.


perintah jony pada karyawan nya itu !


jawab laki laki itu.


" Ya udah Jeny, ayo aku anterin kamu pulang, jony mengajak jeny untuk naik mobilnya, dan mengantarkan nya pulang.


dan jeny pun hanya mengikuti apa yang disarankan oleh jony.


Mobil jony pun melaju dengan kecepatan sedang, di dalam mobil, jony dan jeny hanya diam tampa ada yang mengeluarkan kata sepatah pun, yang ada hanya diam, sambil mendengarkan musik slow.


Sebenarnya jeny merasa tidak enak hati sama jony.


karena iya beberapa hari yang lalu, sudah membuat jony kecewa, tapi iya nggak sengaja bisa ketemu lagi sama jony hari ini, mungkin Semuanya sudah di atur oleh Allah, agar jeny sadar dan lebih bersikap baik lagi sama orang, apalagi pada jony, orang yang sudah tersakiti oleh sikapnya yang kasar, karena tak semuanya harus mengikuti kata hati, mengikuti ke egoisan diri, lebih baik bersikap apa adanya, tampa ada yang tersakiti.


"Hmmm, " makasih ya udah bantu aku,


Jeny memulai pembicaraan nya.


"Iya sama sama, nggak usah dipikirkan, yang lalu biarlah berlalu...


jawab jony, jony tau apa yang ada dipikiran jeny, karena iya perhatikan, jeny sedang memikirkan sesuatu, pasti jeny merasa nggak enak hati.

__ADS_1


" Kok, kamu tau sih, isi pikiran aku ?


tanya jeny, karena jeny heran, kenapa jony tau ya, dengan yang aku pikirkan ?"jeny bertanya tanya dalam hatinya.


"Ya taulah, hehehe...


ini ngomong ngomong, kamu kenapa pulangnya cepat ?


tanya jony, karena iya heran, kenapa jeny pulang cepat, apa lagi iya perhatikan, kok jeny memakai jas cowok?


"Em iya, tadi pagi pas di kantor, aku jatuh dan baju aku robek, tersangkut di meja, dan ini yang ku pakai, adalah baju atasan aku, dia nggak enak melihat baju aku robek, makanya untuk sementara iya kasih aku pinjam baju nya ini, untuk menutupi baju aku yang robek.


jelas jeny pada jony.


"Enak banget ya bos kamu, baik dan perhatian.


beruntung kamu, punya bos sebaik beliau.


kalau aku, mungkin nggak sampe segitunya sama karyawan aku, jawab jony


" Ya begitulah, jawab jeny lagi.


"Jeny, ngomong ngomong, kamu masih di rumah lama kan, tanya jony.


" Nggak lagi jon, aku udah pindah, dan nggak lagi di rumah tante aku, aku sekarang udah di rumah sendiri, rumah peninggalan papa mama aku dulu, jelas jeny.


"Oooo, dimana tuh?


tanya jony.


" Nanti kamu ikuti saja arahan dari aku.


jawab jeny.


"Siap Tuan Putri...


jawab jony senyum dengan mengangkat tangannya ke kening samping, sambil melirik wanita cantik di samping nya itu..


" Jeny ketawa, merasa lucu dengan tingkah jony.


yang menurutnya konyol.



Mereka berdua, banyak berbicara didalam mobil, nggak terasa udah mau nyampe kerumah jeny.

__ADS_1


"JOn, sepertinya udah mau nyampe nih, itu rumahnya aku, yang catnya hijau.


jeny menunjukkan rumahnya.


__ADS_2