
"Apa kau mau menikahi putriku ?" Hanya kau yang bisa aku percaya, aku yakin kau pasti akan menjaga putriku dengan baik, kau jangan Khawatir, aku akan menyerahkan semua yang aku punya untukmu, asal kau mau menikahi putriku". Lelaki itu semakin membuatku bertambah bingung, bagaimana ini, apa kata orang jika aku menikahi wanita gila, batinku.
"Saya butuh waktu untuk memikirkannya, saya nggak mau menjawabnya sekarang". Jawabku dengan rasa yang setengah bingung. satu sisi, aku memang butuh dukungan materil untuk membiayai hidupku dan wanita yang akan aku nikahi nanti, yaitu Jeny, tapi disisi lain, aku nggak mungkin menikahi wanita gila ini, sementara aku sama sekali tak ingin menikahinya, aku sangat bingung saat ini, sebenarnya ini adalah kesempatan bagus untuk merubah hidupku, tapi gimana dengan Jeny jika aku menikahi wanita ini, aku hanya ingin menikahi Jeny, hanya Jeny wanita satu satunya yang sangat aku cintai. Dan apa yang terjadi jika mama mengetahui ini. batinku.
"Kau tak perlu risau dengan apapun, semua pasti akan baik baik saja, Topan percayalah kau tak mungkin menyesal jika kau menerima permintaan dariku. waktuku tak banyak lagi, semua nya sudah aku persiapkan, kau tinggal mengatakan iya, hanya itu saja. lelaki paruh baya itu semakin memojokkan ku, dan itu membuatku semakin bingung dalam mengambil keputusan. Aku terdiam beberapa saat, untuk memikirkan apa yang akan aku ambil dalam menentukan keputusan, yang memang sulit bagiku untuk menentukannya.
"Topan, putriku ini, kadang kadang iya bisa bertingkah seperti orang orang normal seperti biasanya, hanya saja penyakitnya ini kadang membuatnya hilang keseimbangan dalam berfikir, bahkan iya suka bersikap seperti orang yang gila, kadang hilang kontrol dan ingin menyakiti orang lain, kadang iya ingin menyakiti dirinya sendiri, makanya disini banyak orang yang aku pekerjakan untuk menjaganya, jika memang sewaktu waktu iya menyakiti dirinya. Aku sudah tak sanggup lagi menjaganya, makanya aku ingin kau yang menjaga anakku, dan perlakukan lah dia sebagaimana mestinya, aku tak menuntut lebih darimu, hanya saja aku ingin kau menjaganya, bukan sebagai seorang penjaga dan yang di jaga, tapi lebih tepatnya sebagai suami yang selalu melindungi istrinya, sebagaimana pasangan suami istri pada umum nya, hanya itu saja.
"Baiklah, aku mau menikahinya tapi aku punya beberapa syarat. Jawab Topan dengan tegas.
"Katakan saja apa syaratnya. Tanya lelaki paruh baya itu padaku.
__ADS_1
"Yang pertama, aku tak ingin keluargaku tau kalau aku akan menikahi putrimu, yang kedua tak ada larangan untuk aku menikahi satu perempuan lain, karena aku memang sudah punya wanita yang sangat aku cintai, dan aku berjanji akan menikahinya, hanya itu saja, tapi aku janji bahwa aku akan menjaga putrimu dengan sangat baik, sampai kapanpun, itu janjiku sebagai seorang lelaki. Jawab Topan dengan sangat Tegas.
"Baiklah, aku suka sikapmu yang benar benar menunjukan sebagai seorang pria sejati, karena kau mau jujur ada wanita lain di hatimu, aku tak masalah dengan hal itu, hanya saja 1 pesan dariku, jagalah putriku dengan baik.
Pinta pria paruh baya itu padaku lagi. "Besok aku akan menikahkan mu dengan putriku, kau tak perlu risau dengan persiapan apapun, karena aku yang akan mempersiapkan semuanya, dan sementara itu, kau tak perlu pulang kerumah mu, kau cukup menunggu disini saja menjelang hari esok, ketika acara ijab qobul nya terlaksana.
"Baiklah, Jawab Topan singkat. Kemudian mereka pun beranjak keluar dari Kamar perempuan itu, dan menuju kearah ruang tengah, rumah yang sangat besar sehingga berjalan menuju keruang tengah pun terasa melelahkan.
Keesokan harinya, semua persiapan ijab qobul sudah dipersiapkan, tak ada banyak orang yang menghadiri, hanya saja ada penghulu, saksi, dan wali nikah, hanya itu saja, karena memang pernikahan Topan dan Nela terkesan tertutup dan tak ada yang mengetahui, hanya saja ini memang merupakan keinginannya Topan.
Setelah acara ijab Qobul terlaksana, Topan pamit pada ayahnya Nela, untuk pulang karena iya sudah lama nggak pulang menemui mamanya.
__ADS_1
"Pak, saya akan pulang kerumah, mungkin beberapa hari lagi, saya akan kesini, untuk menemui Nela. Topan pamit pada ayahnya Nela. Sebenarnya Topan nggak perlu langsung pulang kerumahnya, tapi berhubung wanita yang di nikahin nya adalah wanita gila, jadi mana mungkin iya akan mendekati wanita itu, hanya saja iya menikah dengan Nela itu memang keinginannya ayahnya Nela, sebenarnya Topan tak terlalu berharap dengan hartanya, tapi ini lebih mengarah ke wasiat, dan itu sulit untuk di tolak Bagi Topan.
"Iya, silahkan saja, dengan sudah menikahi anak saya saja itu sudah membuat saya merasa sangat senang. Jawab ayahnya Nela.
Topan kemudian langsung pulang, awalnya iya ingin langsung pulang kerumah mamanya, tapi iya berniat untuk menemui Jeny dulu wanita yang sangat dirindukannya. Setelah melewati perjalanan yang cukup jauh, sampailah iya kerumahnya Jeny, setelah masuk kedalam rumahnya Jeny, ternyata Jeny memang sudah menanti kedatangannya dari beberapa hari yang lalu.
Ternyata Jeny mengatakan kalau Jeny hamil, aku sangat bahagia mendengarnya, karena ini yang memang aku harapkan darinya, aku memang sengaja ingin membuatnya hamil, agar aku bisa menikah dengannya. tapi tiba tiba aku terpikir pada wanita gila yang sudah aku nikahi tadi pagi. Aku kembali dihadapkan pada posisi yang sangat membingungkan, gimana jika Jeny tau kalau aku sudah menikah, mana mungkin iya mau menerima diriku untuk menikahinya, tapi bagaimana jika aku tak menikahi Jeny, lantas bagaimana dengan anak yang iya kandung. tapi aku sama sekali tak menunjukkan sikap kegalauanku padanya, aku mencoba bersikap tenang, seakan tak terjadi sesuatu padanya. Jeny bukanlah pelakor yang sengaja merebut aku dari Nela, tapi Nela juga bukan wanita perebut milik orang, apalagi nela adalah wanita gila, dan tak tau kalau aku sudah menghamili wanita lain dan memang mencintai wanita yang aku hamili, tapi kalau pun iya tau, mungkin iya tak terlalu pusing memikirkannya, karena memang Nela tak bisa berfikir waras, yah namanya juga wanita gila, aku memang benar benar pada posisi yang sangat membingungkan, mudah mudahan semuanya selesai sesuai dengan apa yang aku harapkan.
Next...
Ini bukan membahas tentang pelakor ataupun perebut ya, tapi ini memang persoalan yang sangat membingungkan, bagaimana caranya Topan bisa menyelesaikan kebingungannya saat itu, yuk ikuti terus kisah selanjutnya antara Topan jeny dan Nela, tapi sebelumnya jangan lupa untuk selalu mendukung karya recehku ini, dengan cara selalu like, vote dan komennya, makasih ya para kesayangan aku, aku menyayangi kalian.
__ADS_1