Ku Menerimamu Apa Adanya

Ku Menerimamu Apa Adanya
Tak Sadarkan Diri


__ADS_3

"Topan kecelakaan !"


Jawab tante Asih


"Apa ?" Jeny kaget mendengar kabar dari Tante Asih,


seluruh tubuh nya terasa lemas, kakinya gemetar, serasa nggak bisa berpijak lagi, dia merasa seakan dunia ini mau Kiamat, iya syok banget mendengar kabar itu, karena baru saja satu 1 jam yang lalu topan ada di dekatnya, dan banyak berbicara padanya, namun kabar buruk ini datang, seolah menghancurkan kebahagiaan yang baru 1 jam ini iya rasakan.


Ya Allah, cobaan apa lagi yang harus ku Terima saat ini,, ?'' Apa masih belum cukup, cobaan yang engkau berikan padaku, apa salahku ya Allah, begitu berat ujian yang kau berikan padaku, hingga aku tak kuasa tuk menjalani kehidupan ini.


Jeny menelpon Deril sahabat, untuk menemaninya ke rumah sakit, untuk melihat calon suaminya itu.


Karena iya nggak berani naek motor sendirian, mengingat iya juga lagi nggak kuat bawa motor, tubuhnya lemah sekali.


"Hallo Assalamu'alaikum Jeny.. !" Ada apa telpon lagi.


Deril menjawab telpon dari Jeny, dia penasaran kenapa Jeny menelpon nya.


"Iya Ril, waalaikumsalam... " jawab Jeny.


"Ril, bisa gue minta tolong sama lo?''


tanya Jeny.


" Ada apa Jeny ?'' Tanya Deril pada sahabatnya itu.


"Temenin gue kerumah sakit Ril, " Barusan Tante Asih telpon gue, katanya Topan kecelakaan.


"Ya ampun.. ! " Ya udah deh, lo tunggu di rumah ya, bentar lagi gue ke sana, jemput lo.


"Makasih ya, gue tunggu ya.


Deril berjalan menuju kamar mamanya, untuk pamitan pada mamanya, kalau iya akan menemani Jeny kerumah sakit, untuk melihat anak dari Tante Asih yang bersama Topan, kecelakaan.


"Assalamu'alaikum, "Deril mengetuk pintu kamar mamanya, karena memang mamanya udah masuk kamar bersama papanya.


" Mah, Deril mau temenin Jeny kerumah sakit ya, ? "


soalnya, anak dari tantenya yang bernama Topan, kecelakaan mah !''


Mungkin baliknya agak malam mah.


"Ya udah deh terserah kamu, tapi hati hati ya, jawab mamanya dari dalam kamar.


" Iya mah, !'' makasih ya mah.


jawab Deril.


Deril, bergegas berjalan, menuju garasi mobilnya.

__ADS_1


iya langsung meluncur menuju rumah nya Jeny, untuk menjemput Jeny.


setelah setengah jam berlalu, Deril sampai kerumah Jeny, ternyata Jeny sudah menunggunya di teras depan.


"Udah siap lo ?''Tanya Deril.


''Udah, ayo kita langsung berangkat ke rumah sakit Ril, Tante Asih, sudah menunggu di sana. jawab Jeny.


Jeny langsung menaiki mobil deril, dan duduk di sebelahnya Deril, dan dalam perjalanan, Deril baru nyadar, kalau sahabatnya itu, masih menggunakan baju piyama tuk tidur. Deril memperhatikan sahabatnya itu dari kaca spion, dan sambil tersenyum lucu.


Ternyata Jeny memperhatikan sahabatnya itu tersenyum, sambil terus melirik kearahnya.


iya nggak sadar kalau iya masih menggunakan baju piyama tidur,


"Kenapa lo tersenyum Ril, ada yang lucu dari tampilan gue. ?'' Tanya Jeny pada sahabatnya itu.


" Ini Ril, apa lo sengaja pakai baju tidur ke Rumah sakit ?


"tanya Deril pada sahabatnya itu.


" Ya ampun Ril, gue nggak nyadar kalau gue pakai baju ini, !'' Gimana nih ? tanya Jeny pada sahabatnya itu.


"Ya udah deh, nggak apa apa, nanti lo pakai jaket gue, Tuh di belakangnya lo. !


Jawab Deril sambil tersenyum tipis.


Jeny pun mengambil jaketnya Deril, yang ada di belakangnya, dan langsung memakainya.


Tanya Jeny pada sahabatnya itu.


"Iya bersih !'' tapi satu minggu yang lalu.


jawab deril sambil tersenyum.


" Apa, ''Berarti ini udah kotor ya ?


tanya Jeny.


"Yah, dari pada lo pakai Baju tidur ?''mending lo lapisi itu, paling juga bau acem doang.


jawab deril.


Dalam perjalanan mereka berdua, tak banyak bicara, karena memang suasana saat itu lagi dalam keadaan kekhawatiran.


Jeny hanya diam tampa suara, begitu juga dengan sahabatnya Deril.


Tak lama kemudian mereka sampai di rumah sakit, Jeny langsung menuju ruang instalasi gawat darurat.


karena memang Topan sekarang lagi di tangani oleh beberapa dokter disana.

__ADS_1


Terlihat tantenya yang lagi duduk termenung sendirian, menunggu dokter selesai menangani anaknya.


Tante Asih terlihat sangat khawatir, sampai tiada hentinya menangis, ketika ia melihat Jeny datang, Tante Asih langsung berdiri dan berlari menuju Jeny yang baru saja sampai saat itu.


"Jeny,,, " Topan nak, Topan sampai sekarang belum sadarkan diri, sekarang iya lagi di tangani oleh beberapa dokter.


"Tante tenang ya, mudah mudahan Topan nggak apa apa, jawab Jeny, iya sangat sedih melihat keadaan tantenya, ''kita tunggu saja keterangan dari dokter nanti Tante, yang penting kita harus banyak berdoa aja Tante, agar Topan nggak apa apa.


''Iya sayang, makasih ya.


jawab tantenya itu.


Sebenarnya, Jeny juga sangat khawatir dengan keselamatan Topan saat ini, iya nggak sanggup untuk menjelaskan semua isi hatinya saat ini pada Tantenya,


"Semoga Topan baik baik saja ya Allah...


jangan sampai terjadi sesuatu yang tak di inginkan padanya, walau bagaimana pun, Topan adalah orang yang kelak akan menjadi laki laki penting dalam hidupku, jangan ambil dia dari hidupku ya Allah.


Jeny menangis sedih dalam hatinya, iya nggak mau menunjukkan kesedihan nya pada tantenya, karena apabila tantenya melihat iya sedih, maka tentu saja akan membuat tantenya semakin terpukul.


tak lama kemudian, seorang dokter datang menghampiri tantenya.


"Maaf, bisa bicara dengan keluarga korban kecelakaan? tanya dokter itu.


" Iya Pak, Saya mamanya.


tante Jeny menjawab pertanyaan dokter itu dengan penuh harap.


"Maafkan saya buk, kami sudah berbuat semampu kami, tapi Allah yang menentukan.


" Maksudnya dokter apa? tanya Jeny pada dokter, karena Jeny lihat Tante Asih, sudah terduduk lemah dan tak berdaya, di samping tante Asih, duduk Deril yang sedang menenangkan tantenya.


Anak Ibu, sekarang koma tidak sadar kan diri, dan tak ada yang bisa kami lakukan lagi, selain menunggu keajaiban dari Allah, sekarang yang paling penting adalah, Doa ibu dan juga doa dari keluarga.


Begitulah kata dokter yang menangi Topan.


kemudian dokter itupun beranjak dari tempat berdiri nya, dan menuju keruangan dimana Topan di tangani.


sekarang Topan di ba2a oleh beberapa perawat menuju ke ruang ICU.


setelah itu, kami hanya dapat melihat Topan dari kaca, di sana terlihat, Topan yang sedang baring terbujur, tampa sadarkan diri.



Begitu banyak alat yang terpasang di tubuh nya Topan, dan juga terpasang selang oksigen di hidungnya, hati Jeny sangat pedih, melihat calon suaminya itu, terbujur lemah dan tak berdaya, sekalipun iya tak mencintai laki laki itu, tapi paling tidak iya adalah ayah dari anak yang dikandungnya.


Iya tidak menyangka, kalau kejadiannya bakal seperti ini, pantesan saja, iya begitu berat melepaskan kepergian Topan dari rumahnya, begitu juga dengan Topan, begitu berat untuk pergi dari rumahnya Jeny, ternyata kejadiannya bakal begini.


Tante yang sabar ya, mudah mudahan Topan baik baik saja, Jeny mendengar suara Deril, yang lagi memberikan semangat pada tantenya itu.

__ADS_1


Jeny tak kuasa menahan tangisnya, akhirnya Jeny pun menangis juga, karena mengingat apa yang di lakukan Topan pada saat iya berada di rumah Jeny, Topan yang tadinya selalu membuatnya kecewa, tapi tadi Topan tiba tiba bersikap manis dan sangat perhatian, itulah yang membuat Jeny merasa sangat sedih.


__ADS_2