Ku Menerimamu Apa Adanya

Ku Menerimamu Apa Adanya
TAK TIK TOK, & ES BOBA


__ADS_3

"Sayang, bayi kita laki laki lagi, terima kasih ya sayang, kamu udah melahirkan bayi bayi kita dengan selamat,,,"


Jeny hanya mampu mengedipkan matanya perlahan, pertanda iya menjawab kata kata suaminya, karena memang iya sudah tidak sanggup lagi untuk mengeluarkan suaranya.


Topan tak henti hentinya mencium kening istrinya, iya tidak menyangka, wanita yang sangat iya sayangi ini, benar benar wanita yang sangat hebat, bukan baru kali ini istrinya melahirkan bayi kembar, tapi ini untuk yang kedua kalinya istrinya yang cantik ini melahirkan bayi kembar, bahkan sekarang kembar tiga, benar benar wanita yang sangat luar biasa.


Topan merasa bersalah dulu, ketika istrinya hamil anak pertama mereka, iya tak bisa memberikan perhatian lebih pada Jeny dan buah hatinya, karena memang ada beberapa hal, yang mungkin tak bisa di sebutkan satu persatu, padahal sebenarnya, peran suami sangat dibutuhkan ketika istri sedang hamil, mendampingi istri yang sedang hamil, banyak membawa energi positif bagi istri, sehingga ketika istri menjalani proses kehamilan, terasa lebih santai.


Namun berbeda dengan istrinya, lebih banyak kecewa dari pada bahagia, karena memang tak banyak yang bisa iya lakukan untuk istrinya, selain membuatnya sedih, Topan benar benar menyesal, atas apa yang pernah iya perbuat dulu pada istrinya.


Tapi Alhamdulillah sekarang, di kehamilan Jeny yang kedua ini, iya selalu siaga berada didekat istrinya, apapun yang di inginkan istrinya, semua bisa iya lakukan, tak terkecuali apapun, di tambah lagi Jeny mengandung anak kembar tiga sekaligus, membuatnya harus super duper siaga. hehehe...


Melihat proses kelahiran bayi bayinya, menjadi momen yang sangat berharga bagi Topan, mendengar suara tangisan untuk pertama kali, juga membuatnya sangat senang dan terharu, bahkan iya sampai menitikkan air mata, sesaat setelah bayi bayinya lahir.


Setelah proses persalinan istrinya selesai, bukan berarti tugas Topan selesai, karena memang Jeny masih sangat membutuhkan bantuan dari sang suami, saat ini Topan melihat istrinya begitu kelelahan setelah melalui proses persalinan yang sangat panjang.


"Tenang saja sayangku cintaku, bang Topan akan selalu ada untukmu" Topan mencoba menghibur istrinya.


>>>>>>>>>>


Setelah semuanya selesai, Jeny kemudian di pindahkan keruang rawat inap, rupanya kedua anaknya ciki dan coko beserta mertuanya, sudah menunggu diruang tersebut, apalagi anak anaknya sudah tak sabar lagi ingin melihat adik adik mereka, belum lagi Jeny membaringkan tubuhnya, kedua anaknya sudah berhamburan mendekati sang mama yang masih sedikit lemah.


"Mamaaa,,,,adik bayinya mana,,,?" Ciki heran, kenapa adik adiknya nggak ada.


"Sayaaang, bentar lagi adek nya bakal dibawa suster kesini, sabar ya nak..." Jawab Jeny perlahan.


"Ciki Coko, sini dulu sama papa, jangan ganggu mama dulu nak, kasian mamah kan masih sakit,,," Topan mencoba membujuk anak anaknya, untuk tidak mendekati mamanya dulu.


"Iiissshh, ndak mau pa, iki mau dekat mama..." Ciki menolak untuk menjauhi mamanya.


"Sayaaaaaaaang,,"


"Pokoknya nggak mau, kami bel dua maunya di dekat mama TITIK....!!!"


"Biarkan saja pan, lagian aku nggak apa apa..." Jawab Jeny, iya nggak tega melihat raut kekecewaan pada putra dan putrinya.


"Mah, kata Oma adik ciki, laki laki semuanya ya,,,?" Tanya Ciki pada Mamanya.


"Iya sayang, semuanya laki laki, tapi iki seneng nggak,,,?" Jeny menempelkan hidungnya pada putri satu satunya itu.


"Iki sih seneng seneng aja mah, tapi iki juga ngerasa sedih,,," Ciki menunduk lesu.


"Loh, kenapa sayang, kok anak mama sedih,,,?"


Tanya Jeny kepada putrinya itu.


"Kan, iki nggak ada temen mainnya, semuanya laki laki, pasti mereka bakalan mainnya sama oko aja, terus iki nggak punya temen, ahhhh nggak seru mah."


"Ahahahaahaaa,,,,kasiaaaannnn....." Coko meledek adik perempuannya.


"Cokooooo,,, nggak boleh gitu dong sama ciki,,,!" Topan memperingatkan putranya.


"Hump,,,,Miiiiifffff,,,,,,miiiiiffff,,, kwkwkwkw.." Coko menutup mulutnya, sambil meminta maaf sama adik perempuannya.


"Tapi ko, aku jadi putri satu satunya, dan kalian harus mengikuti semua yang aku perintahkan, hehehe..."


Ciki baru kepikiran, kalau iya adalah putri satu satunya, dan bakalan jadi putri kesayangan mama papanya.


"Emangnya, kalau putri satu satunya, terus kamu mau ngapain, mau jadi ratu kodok,,?"

__ADS_1


"Ya banyaklah, nanti aku bisa minta beli ini dan itu sama mama papa, nggak ada yang ngambil apapun yang aku punya, weeekkk,,,!"


"Kata siapa,,,,?"


"Kata aku,,,!"


"Sudah sudah jangan ribut, tuh liat adek nya udah datang,,,"


Topan menunjuk kearah bayi bayi yang baru dibawa oleh suster untuk di beri ASI.


"Waaaaahhhh, adik adik iki, tampan tampan ya, nggak seperti kak oko, jelek,,,!"


Ciki mencebikkan bibirnya, mengejek sang kakak yang jahil.


"Enak aja, yang tampan akulah dari mereka, kan aku kakaknya..." Jawab Coko dengan ketus.


"Anak anak mama semuanya tampan tampan dan cantik, mana ada yang jelek,," Jeny menyambung percakapan putra dan putrinya.


"Ya iyalah, kan papanya ganteng, terus mama nya cantik, sudah pastilah anak anaknya tampan tampan dan cantik."


Jeny hanya tersenyum mendengar penuturan sang suami.


"Eh, tunggu dulu pan, ini mama belum tau nih, cucu cucu mama, nama namanya siapa,,,? Tiba tiba mama Asih, ikut nimbrung,,,


"Iya pah, nama nama adek coko siapa ya,,,?"


"Enak aja, adik Coko doang, adek iki juga dong,,," Ciki nggak terima Coko bilang cuma adiknya.


"Emmm, iya ya pan, kamu kasih nama apa mereka,,,?" Jeny juga belum tau nama nama yang sudah dipersiapkan oleh suaminya itu.


"Mau dibilang sekarang, apa nanti...?" Topan melirik kedua anaknya...


"Ya sekarang lah pan, masak taun depan..." Jawab mama Asih.


"Panjangnya Taka Tiki dan Toko, kalau disingkat, jadinya tak tik tok..."


"Kamu pikir adik kita, sosmed,,,?" Coko nggak setuju namanya tak tik tok.


"Kenapa nggak sekalian aja bikin namanya, pacebok, twitor dan instingram, ahahahaha,,"


Coko mengejek adik perempuannya, dan itu membuat Ciki kesal dan marah.


"Jangan berantem koki, nama adik adik kalian udah papa siapin kok, namanya adalah,,,Bolwen, Balwa, dan Balwi,,,baguskan,,,?"


"Wah, bagus banget pan..." Jawab Jeny.


"Hahaha,,,papa lucu ya bikin nama adek kita ki, kalau disingkat jadinanya ES BOBA,,,"


Semua tertawa mendengar ucapan Coko barusan, emang nggak salah apa yang di ucapkan nya, kalau di singkat jadinya es boba, ada ada saja pemikiran si Coko.


>>>>>>>>.


Kini Jeny duduk dihalaman belakang rumahnya, membawa bayi bayinya untuk berjemur, hatinya sekarang sangat bahagia, dan Alhamdulillah si BoBa, sehat dan nggak rewel, sesuai namanya, membawa kenyamanan dan kesegaran, kemudian Topan mendekati istrinya, dan memeluk istrinya dari belakang.


"Sayang, kamu cantik banget pagi ini, aku seneng banget ngeliat kamu ke" gini,,,"


"Emangnya sebelum sebelumnya aku nggak cantik,,,?"


"Ya nggak gitu sih, cuma pagi ini agak beda dari biasanya, emmm sayang, kamu udah selesai kan masa nifasnya, aku kangen banget sama kamu,,,"

__ADS_1


"Kangen aku atau kangen sama miziezz N,,,,?


 "Oupppssst...nggak ingat ada tim kucrut berdua tu,,," Topan menutup mulut istrinya, karena disitu juga ada bocil berdua, yang selalu jadi biang kerok dan kegaduhan dirumah.


"Hehehe,,,lupa " Jeny ketawa cengengesan, karena merasa malu, akibat lupa nge filter ucapannya.


"Apa itu mah, miziez N...?" Ciki, bertanya pada mamanya, karena baru kali pertama mendengar kata Miziez N.


"Tuuu kan, apa ku bilang, itu si kucrut berdua tuh, selalu aja pengen tau ini dan itu, bakalan panjang nih buntutnya."


Topan, mengusap wajahnya sambil duduk di samping istrinya.


"Namanya anak kecil sayang,,"


Jeny menyandarkan kepalanya di bahu suaminya, tempat ternyaman yang paling iya sukai.


"Maaah,,,itu tadi artinya apa,,,?" Tanya Ciki lagi, karena pertanyaannya tadi belum dijawab.


"Em anu em,,," Jeny ngak tau harus jawab apa, akhirnya Topan yang menjawab.


"Itu tadi artinya Nona Manis, seperti putri papa ini, hehehe.."


"Ooooo, itu ya artinya,,,"


"Iya sayang..." Jawab Topan.


Jeny mengusap dadanya, lega karena jawabannya dari pertanyaan putrinya sudah terjawab oleh Topan.


Topan berbisik di telinga istrinya...


"Sayang, nanti malam aku udah bisa ngecas belum,,,?"


"Kenapa emangnya,,,?"


"Ini batre nya aku udah Low banget..."


"Udah kayak senter aja, pake acara Low..."



"Ya iyalah sayang, kan udah lama banget sayang nggak ngecas, nanti kalau terlalu lama, bisa bisa batrenya soak, kan kamu sendiri yang rugi..." Tangan Topan mulai mengerayang dipaha istrinya.


"Iya iya, tapi kamu nggak boleh kencang kencang, bahaya...!"


"Apa nya yang mau dicas mah,,,?" eh, rupanya Ciki denger lagi.


"Yeeee, ni bocah kupingnya udah kayak kuping kucing aja, nguping mulu."


Gumam Topan.


"Mending pah, dari pada kuping kwali...ahhahahaha,,,"


"Kok denger ya,,,,?"


"Ciki nggak budeg pah,,,"


Hahahahaha,,,,,,,,,sepasang suami istri itupun ketawa ngakak, mendengar ucapan anaknya...


Terima kasih Ya Allah, engkau telah memberikan kebahagiaan yang tak terhingga pada keluarga ku, kau beri aku suami yang baik hati, anak anak yang lucu, mertua yang selalu menyayangiku, dan teman setia seperti Deril sahabatku, aku sangat bersyukur sekali, tak ada yang bisa ku lakukan saat ini, selain rasa ingin memujamu atas segala yang kau berikan padaku...

__ADS_1


Suara hati Jeny.........


THE END....


__ADS_2