Ku Menerimamu Apa Adanya

Ku Menerimamu Apa Adanya
Kantor Yang Membosankan


__ADS_3

Jeny mengendarai motornya dengan kecepatan sedang, jeny nggak berani ngegas motor terlalu kencang, soalnya dia pernah jatuh,  jadi agak sedikit trauma dan nggak berani lagi.


makanya iya naik motornya pelan pelan saja, yangpenting selamat.


Jarak antara rumah dan kantor nya lumayan jauh, sehingga butuh waktu 1 jam perjalanan, makanya jeny selalu berangkat, pagi pagi sekali, takut terlambat,


mengingat, jarak tempuhnya yang cukup jauh..


Jeny sudah sampai dikantor nya, tak beberapa lama kemudian deril juga baru datang.


"Hallo jen, udah duluan datang lo ?


"tanya deril, pada sahabatnya.


"Iya ril, tapi baru kok, "nggak terlalu lama, palingan baru lima menit.


jawab jeny, tapi nggak menatap deril, karena iya lagi sibuk merapikan dan membersihkan mejanya yang agak sedikit berantakan.


"Ril, "semalam waktu lo pulang dari rumah gue,


apa lo lihat seseorang di rumah gue ?


Tanya jeny pada sahabatnya itu, dengan menatap sahabatnya dengan penuh tanda  tanya.


"Nggak ! " Emang kenapa ?


tanya deril pada jeny, karena iya perhatikan sepertinya jeny lagi ada sesuatu  yang di sembunyikannya.


"Nggak ada apa apa, cuma mau tanya aja, barang kali lo melihat seseorang di dekat rumah gue.


jawab jeny dengan datar.


"karena iya nggak ingin, deril terlalu banyak tanya, lagian nggak mungkin juga iya menceritakan apa yang sudah terjadi pada dirinya, mengingat orang yang di maksud adalah sepupunya sendiri, sepupu yang tega, menyakiti sepupunya sendiri. batin jeny


" Ooooo.... "deril mangut mangut,


tiba tiba mata deril tertuju pada seseorang yang baru datang, sosok manusia paling sempurna, tampan dan berwibawa, membuat jantung deril berdegup kencang seperti bunyi genderang, saat sosok itu mulai mendekat.


Ooohhhh...."cowok idaman gue....


"Eh, bos udah datang tuh,,,


Jeny memberi kode pada deril, sambil mencolek pinggang deril, kalau Pak Gibran udah datang.


padahal, jeny tau kalau deril sudah terpesona oleh ketampanan bos mereka itu.


"Iya gue tau...


jawab deril, udah dari tadi, "gue keruangan dulu ya, nggak enak sama bos.


"Eh jen, tapi tadi lo udah absen belum, kalau belum kita barengan yuk  ?


deril mengajak sahabatnya tu untuk absen, mengingat bos mereka sudah datang.


" Udah dari tadi, pas gue datang, gue langsung absen, lo aja gih sana, buruan, ntar lo telat.


jawab jeny, sekaligus iya menyuruh sahabatnya itu untuk segera untuk absen, mengingat jam sudah mendekati akhir dari absen masuk.


Tiba tiba, bos mereka berjalan mendekati deril dan jeny yang lagi berbicara degan deril, karena iya paling ngak suka melihat karyawan nya bergosip, mungkin yang ada di pikiran Gibran, kalau jeny dan deril sedang bergosip, padahal mereka sedang membicarakan kejadian di rumah jeny semalam.


"Pagi semuanya, "sapa Pak bos...

__ADS_1


" Pagi pak, Jawab deril dan jeny serempak...


"Jeny, bisa kamu keruangan saya sekarang  ? "pinta Gibran pada jeny.


" O ya, bisa pak. Jeny bangkit dari duduknya dan mengikuti bosnya dari belakang.


"Kenapa kamu jauh di belakang saya, ayo sini !


Pak Gibran menyuruh jeny, agak lebih mendekat.


"Iya pak, jeny menganggukkan kepalanya, sambil tersenyum tipis, serta mengikuti apa yang diminta oleh bos nya.



Jeny pun beranjak dan berjalan lebih cepat, mendekati bos nya.


mereka berjalan menuju lift kusus,


menuju keruangan Gibran langsung, alias ruangan Big bos.


Setelah sampai di ruangan, Gibran langsung duduk di kursi kebesaran nya, dan tak lupa dia mempersilahkan Jeny untuk duduk. "Silahkan duduk jeny...


"Iya, makasih pak.


Jeny langsung duduk, dihadapkan bosnya itu, dan dia tidak banyak bicara, karena iya memang nggak berani untuk bicara pada bosnya itu, kalau tidak di tanya.


"Jeny, apa kau masih ingat, kalau hari ini kita akan bertemu klien saya,


yang baru datang dari Thailand.


" Iya pak, saya tahu dan saya ingat.


"Kalau begitu, "nanti tolong kamu persiapkan berkas berkas, yang bakal dibawa ke tempat kita meeting nanti.


perintah Gibran pada jeny !


"Baik pak. "jawab jeny, dan bersiap untuk segera menemani bosnya meeting dengan klien yang datang dari Thailand.


Setelah jeny mempersiapkan semuanya,


mereka berdua pun berangkat menuju tempat yang sudah dipersiapkan..


mereka berangkat menggunakan mobil sport kesayangan gibran.


Dalam perjalanan, ternyata gibran


memperhatikan jeny.


jeny memang selalu tampil cantik dengan balutan busana apapun, walaupun bajunya tak memiliki harga yang tinggi, namun ketika dipakai oleh jeny, nampak seperti baju mahal dan berkelas. "sebenarnya bukan baju yang jadi persoalan, tapi memang pada dasarnya, jeny sudah cantik bawaan nya dari lahir,


jadi mau Pakaikan baju apa aja, tetap terlihat cantik dan elegan.


tapi ada satu hal yang membuat gibran heran ?


"kenapa wajah jeny kurang ceria, terlihat lemah dan tak bersemangat, tatapan matanya kosong, seperti ada masalah besar.


" Tapi apa ya ?


Batin gibran.


Karena gibran heran, tidak biasanya, jeny seperti itu, karena jeny orang nya tidak pernah menunjukkan sebesar apapun permasalahan nya, dia tetap selalu menunjukkan kesan yang baik, pada siapapun,

__ADS_1


terutama pada atasannya.


karena Gibran tak mau turut campur urusan nya jeny, maka iya akhirnya fokus, pada stir kemudinya, karena untuk sementara ini, dia nggak mau, banyak tanya dulu, karena momen nya belum pas...



"Begitu pula dengan jeny,,


Jeny hanya diam, tampa satu kata pun yang keluar dari mulut nya, karena dia hanya ingin diam diam dan diam.


Tak beberapa kemudian, mereka sampai pada tempat yang sudah dijanjikan.


dan ternyata, orang yang hendak mereka temui, belum datang, terpaksa untuk sementara itu, mereka menunggu dulu, namun tak menunggu waktu lama,


orang yang ditunggu itu pun datang.


Selamat pagi Pak Gibran.


maaf kami terlambat.


karena ada kesalahan teknis sedikit, jelas orang tersebut..


'Ooo.. tidak apa apa pak,


yang penting, waktu nya masih ada.


Karena memang gibran tidak ingin mempermasalahkan,


persoalan persoalan kecil.


Bagaimana Pak Gibran,


apa sudah bisa kita mulai meeting nya ?


tanya orang itu....


"Ooooo,, tentu saja Pak,


jeny tolong kamu persiapkan.


perintah gibran..


" Baik pak, "jawab Jeny.


Setelah bicara panjang lebar mengenai kontrak kerja samanya, antara perusahaan gibran dan perusahaan orang Thailand


Akhirnya meeting pun usai...


tanda tangan kontrak kerja pun terjadi...


"Terima kasih pak, atas kerja sama nya,


Semoga kerja sama ini bisa saling menguntungkan buat perusahaan perusahaan kita,,,


"Oh ya tentu pak , saya senang sekali bisa bekerja sama dengan pak gibran...


semoga bisa menjadi awal yang baik...


kata orang Thailand tersebut...


Setelah semuanya selesai, mereka pun pulang kembali kekantor mereka....

__ADS_1


__ADS_2