Ku Menerimamu Apa Adanya

Ku Menerimamu Apa Adanya
Kemarahan Jeny


__ADS_3

Setelah beberapa hari kemudian...


Pagi itu Jeny merasa sangat bersemangat untuk bekerja, karena hari ini adalah hari yang ditunggu tunggunya, siapa sih yang nggak bahagia, kalau menerima gaji ?


Begitu juga dengan Deril sahabatnya, mereka berdua berencana mau liburan akhir pekan, karena maklum say, sama sama jomblo, nggak terikat apapun, kecuali ikatan kerja, hehehe.


Bebas mau kemana aja, asal jangan keluyuran nggak menentu, itu pasti ditentang oleh mamanya Deril.


biar bagaimanapun, Deril dan Jeny sama sama tau batasan masing masing, sebagai seorang anak gadis.


"Jen, kita jadikan pergi liburan besok lusa ?


tanya Deril pada sahabatnya itu.


" Ooo.... pastinya dong, bosen gue di rumah.


Apa lagi kan, gue sendirian di rumah, lo sih enak, ada Bonyok, (bokap nyokap) lo, lah gue ?


jawab Jeny pada sahabatnya itu.


"Berarti besok, pagi ya gue jemput lo, ingat ya jangan telat !!


" Yeee... "Itu sih elo, yang suka telat, omel Jeny pada sahabatnya itu, memang kenyataan nya begitu, setiap kali janjian, pasti Jeny yang selalu menunggu sampe Jeny bosen sendiri.


" Iya, gue janji nggak telat.


jawab Deril.


Setelah jam menunjukkan jam pulang, mereka pulang kerumah masing masing.


dan setelah sampai di rumah, Jeny berniat untuk langsung mandi, karena badannya Teresa lengket dan berkeringat.


Dan Jeny pun langsung bersiap siap mau mandi...


belum lagi Jeny mengguyurkan air di badannya, Jeny di kaget kan dengan suara Topan dari balik pintu kamar mandi nya serta memeluk nya dari belakang.


Topan Sudah menduga, pasti Jeny balik kerja langsung mandi, dia sengaja ngumpet di balik pintu kamar mandi, untuk melihat Jeny mandi.


Dan benar saja, Jeny langsung mandi seketika itu.


Karena yang ada di otaknya Topan saat ini, adalah ingin menikmati keindahan dari tubuh Jeny, dan dugaannya benar, Jeny mandi tampa menggunakan benang sehelai pun.


Sehingga tampak lah setiap inci dari lekuk tubuh Jeny nan indah, dan itu membuat Topan meneguk air selipar nya.

__ADS_1


Topan bahkan tak sanggup lagi menahan keinginannya, untuk menyalurkan hasratnya yang Sudah beberapa hari ini terpendam.


Tampa menunggu lama, dia langsung memeluk tubuh indah Jeny dari belakang, sehingga membuat Jeny kaget dan hampir pingsan.


"Kau benar benar membuat ku gila Jeny, aku tak sanggup lagi menahan keinginanku.


Jeny meronta menolak keinginan Topan, tapi Topan masih menggunakan jurus lama nya, yakni ancaman melalui video nya itu.


Dan, Jeny nggak punya alasan dan pilihan lagi, untuk menghindar dari Topan, selain mengikuti dengan batinnya yang meronta, dan dengan santainya Topan membopong Jeny menuju tempat tidur, tampa menunggu lama, Topan langsung menyerang Jeny dengan senjata kebanggaannya, tampa ada perlawanan sedikitpun dari Jeny, dan itu membuat Topan dengan sesuka hatinya Memancar kan serangan yang bertubi tubi, hingga membuat Jeny lemah dan tak berdaya...


Jeny yang tadinya ceria dan bahagia, kini Jeny hanya bisa menangis dan bersedih, atas kebodohannya itu.


Sekarang Topan merasa puas dengan apapun yang Sudah iya lakukan pada Jeny, bahkan dia tak ada rasa berdosa sedikitpun.


"Dan Jeny yang masih meringkuk lemah tak berdaya, kini hanya diam tampa suara, dia pasrah pada kenyataan ini, tubuh nya sekarang, hanya lah tempat pemuas nafsu Topan.


Tak ada yang bisa iya banggakan dari dirinya,


tak ada yang bisa iya lakukan, selain menyerahkan tubuh nya untuk Topan, apa lagi yang harus iya halangi, ntah berapa kali Topan melakukan itu pada nya, layaknya sebagai sepasang suami istri, yang bisa melakukan kapanpun iya mau.


Semua itu, membuat Jeny merasa tak ada lagi, yang bisa iya pertahankan.


Dan tiba tiba muncul keinginan nya, untuk memaki Dan memarahi Topan, walaupun sebenarnya Sudah terlambat, dengan Susah payah Jeny bangkit dari tempat tidur nya, karena iya benar benar lemah, bahkan lututnya pun terlihat bergetar ketika iya berdiri. Dan iya berjalan menuju tempat duduknya Topan.


"Topan, kau senang dengan semua ini ?


" Apa kau puas dengan yang kau lakukan ini ?


"Dan masih ada yang kau inginkan dari diriku ?


''Katakan Topan! " Katakan !


" Ambil ! "Ambil semua yang kau inginkan dari diriku !


" Biar kau puas, kau senang, kau bahagia... !


"Jeny mendekat tubuh nya di hadapan Topan, bahkan menempelkan dadanya ke wajah Topan,


" Lakukan Topan, lakukan lagi semua yang ingin kau lakukan padaku, biar kau puas.


"Kau mau tubuhku kan? " inikan yang kau mau?


" Ini ambil, ambil Topan, atau kau mau ini lagi ?"Jeny menunjuk tangannya ke daerah terlarangnya,

__ADS_1


"Ambil silahkan..." Aku Sudah tak perduli lagi.


Kemarahan Jeny, benar benar Sudah memuncak.


Dan itu membuat Topan diam seribu bahasa.


Jeny benar benar hilang kendali, dia tak bisa lagi membendung lagi, perasaannya yang telah hancur berkeping keping, membuat dirinya tak ada rasa takut, atau perasaan malu sedikitpun.


kini iya hanya lah wanita kotor, tak ubahnya seperti seorang wanita penghibur, alias p *******r....


"Akhir nya Topan pergi meninggalkan Jeny yang sedang menangis tersedu sedu.


tak ada yang bisa iya lakukan, kecuali pergi meninggalkan Jeny.


Topan cuek dengan perlakuan Jeny saat itu, tak ada gunanya, untuk meladeni wanita yang sedang hilang kendali, yang penting hasratnya Sudah tersalurkan.


Masa bodoh mendengarkan ocehan Jeny, biar dia ngomong sendiri, Topan ketawa sendiri di dalam hatinya.


dan iya pun berlalu, dari hadapan Jeny,


benar benar laki laki yang tak punya perasaan.


Jeny semakin menangis, Jeny mengacak acak rambutnya, dan mengutuk dirinya sendiri.


ketika Topan pergi, iya belum puas, mengeluarkan Amarahnya, tapi Topan malah pergi meninggalkan dirinya, dasar laki laki Gila, tak punya perasaan,


Jeny mengupat tingkah laku Topan, yang sedikitpun tak ada rasa bersalah.


Jeny Menghadap cermin yang ada di hadapan nya, dia menatap tubuh nya, tubuh yang putih, bersih, terawat dan kelihatan sangat indah.


Tapi sayang, tubuh indah ini sudah kotor dan ternoda,


tak ada yang bisa iya harapkan dari tubuh indah ini,


tubuh ini tak ubahnya seperti tubuh p***r penuh dengan noda dan luka.


"Papa, mama,,,,


" Maafkan anakmu yang bodoh ini, anakmu yang tak bisa menjaga kehormatannya,


anakmu ini Sudah kotor ma.. pa...


Jeny masih berlarut dalam kesedihannya, dengan menatap tubuh nya di cermin, iya melihat banyak sekali, bekas tanda yang dibuat Topan pada tubuh nya, wajar saja, tubuh putih bersih, akan sangat terlihat warna merah tersebut, dan itu membuat nya jijik untuk menatap tubuh nya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2