
Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya Topan Jeny, sampai juga di rumah kediaman nya Nela, Topan bergegas masuk kedalam rumah, dan di ikuti oleh Jeny dari belakang, dengan berjalan tergesa gesa, belum begitu banyak orang yang datang, hanya baru beberapa orang terdekat yang nampak oleh Topan, Topan langsung mendekati Jenazah, perempuan berwajah kurus yang terlihat membujur kaku, wanita ini sudah membuat hati Topan merasa sangat sedih, walaupun iya dan Nela bukan lah seperti pasangan menikah pada umumnya, namun seiring berjalannya waktu tentu saja ada sebersit rasa iba dan sayang di hati Topan pada Nela, walau bagaimanapun Nela adalah istrinya Juga. Nela memang wanita gila, tapi karena kebaikan yang diberikan oleh orang tua nya Nela, membuat Topan sekarang bisa merasakan hidup layak, yang seolah tiada habis kebahagiaan itu, dan menikmati kebaikan yang diberikan oleh papa Nela.
Topan Pov
Nelaaa,,,,Maafkan aku yang belum bisa membuatmu hidup bahagia, selama kau menikah denganku, bukan karena aku nggak perduli ataupun tak menyayangimu, namun karena keadaan mulah yang membuat kita sulit untuk saling bicara dan saling membuat bahagia, jujur aku memang tak mencintaimu, namun tentu saja aku menyayangimu, sebagaimana sayangnya seorang kakak pada adiknya, aku bukan lah laki laki yang baik untukmu, tapi aku selalu berusaha dan tak pernah menyerah untuk membuatmu supaya lebih baik, berbagai macam cara aku lakukan untuk membuatmu supaya bisa hidup secara Normal seperti istri istri pada umumnya, namunĀ tetap saja usaha ku selalu sia sia dan tak membuahkan hasil sama sekali.
Nela, aku sudah berjanji pada ayahmu untuk selalu menjaga mu dengan baik, maka sudah aku lakukan, dan ternyata dengan penjagaan yang baik yang kulakukan selama ini, tak membuatmu merasa damai di dunia ini, rupanya Allah lebih sayang padamu, untuk membuatmu nyaman dan damai didekatnya. Sekarang kau pergi untuk selama lamanya dan tak kan pernah kembali lagi, kau pergi untuk mendapatkan ka damaian dan ketenangan, kau pergi menghadap panggilan Allah, kau pergi untuk meninggalkan semua kekacauan yang ada didunia ini, semoga kau bahagia disana.
__ADS_1
------------------->>>
Setelah pemakaman selesai, Topan dan Jeny kembali lagi kerumah kediaman Almarhumah Nela, besok Topan dan Jeny berangkat kembali kerumah mama Asih langsung, Topan berniat untuk memberitahukan pada Mama asih tentang masalah yang mereka hadapi dalam beberapa bulan ini, Topan tak ingin lagi ada rahasia rahasia yang iya sembunyikan dari mamanya selama ini, makanya iya berniat untuk memberitahu mamanya.
"Topan, apa Besok kita akan pulang,,,? Tanya Jeny pada suaminya karena dari semenjak dari pemakaman Topan sama sekali tak mengeluarkan kata sepatah pun, Jeny sangat memaklumi hal itu, hanya saja iya bertanya untuk sekedar memastikan pada Topan, kalau besok akan pulang kembali kerumahnya, Sebenarnya Jeny sedih juga melihat Nasib yang di alami oleh Nela benar benar sangat tragis, yah ini benar benar namanya Takdir ilahi, tak ada yang tau tentang garis hidup seseorang, hanya saja Manusia hanya bisa menjalani dan menerima setiap keputusan yang sudah di tetapkan oleh Allah SWT.
"Kamu yakin kita pulang besok,,,? Tanya Jeny lagi pada suaminya, karena iya nggak yakin dengan keadaan Topan saat ini.
__ADS_1
"Iya Jen, emangnya kenapa,,,? Kamu belum mau pulang, apa kamu masih mau disini,,,?
Tanya Topan kembali pada istrinya.
"Ya nggak apa apa sih, aku takutnya kamu belum kuat tuk Nyetir Mobil." Jawab Jeny pada suaminya.
"Kamu nggak usah khawatir, aku baik baik saja kok, tak perlu ada yang di cemaskan, karena apapun yang sudah kita lewati saat ini, itu adalah hal yang memang tak bisa untuk dihindarkan." Jawab Topan pada istrinya.
__ADS_1