
Banyak hal yang sering tak kita sadari, kadang kita lakukan tampa kita rencanakan, dan bahkan tak ada rencana tuk melakukan malah kita lakukan, itulah permainan hidup, yang sering kali buat kita bingung, dengan permainan yang telah menjadi rahasia ilahi, seperti yang dialami Jony dan Jeny.
Berulang kali Jeny mencoba tuk menghindar dari Jony, tapi ada saja jalan buat Jeny bertemu dengan Jony, bahkan tampa Jeny sadari, kenyataan itu memang ada, dan tak bisa di pungkiri, jika Allah berkehendak, tak ada yang bisa menolak, semua sudah di atur olehnya, begitu pula yang terjadi pada dua sejoli itu, padahal tak ada sedikitpun terbersit di pikiran Jony untuk bertemu dengan Jeny, Tapi Allah mempertemukan Mereka, itulah yang disebut dengan rahasia ilahi.
Seperti hari ini, tampa sengaja Jony bertemu dengan Jeny, dia bahkan sama sekali tak menyangka, jika perjalanan nya kali ini, perjalanan yang awalnya di anggap nya perjalanan yang pastinya membosankan, namun malah menjadi perjalanan yang sangat menyenangkan dan bahkan lebih dari itu.
Begitu juga sebaliknya, apa yang dirasakan oleh Jony, sama hal nya dengan yang di rasakan oleh Jeny.
Jeny juga merasa bahagia, walaupun iya sebenarnya merasa ini sangat bertolak belakang dengan hati nuraninya, karena iya sudah berjanji dalam hatinya, bahwa iya takkan lagi untuk bertemu dengan Jony, tapi perasaan itu iya tepis, untuk perjalanan hari ini, karena iya sangat merasa bersyukur, hari ini di tolong oleh Jony.
"Jony dan Jeny merasa sudah lama sekali mereka tak berbicara sepanjang dan selama ini, karena mengingat JEny sendiri yang menginginkan hal itu, untuk tidak ingin lagi bertemu dengan Jony.
Dan tampa mereka sadari, ternyata jam sudah menunjukkan jam 12.15 Wib, sangking asyiknya bicara, Jony lupa untuk memberi tahu kan pada karyawannya, supaya mengantarkan motor Jeny kerumah, akhirnya karyawan nya sendiri yang menelpon bos nya itu, karena sudah terlalu lama iya menunggu di bengkel tersebut, bahkan sudah 2 jam lebih iya menunggu, karena bos nya belum menelponnya dan tidak memberitahukan alamat yang tuju, maka akhirnya Cipto putuskan untuk menelpon bosnya itu.
"Assalamu'alaikum Pak, "motornya sudah selesai, apa langsung saya antar ? "tapi saya nggak tau alamat rumahnya, bisa beritahukan alamat rumah yang di tujuh Pak ?
tanya karyawan itu pada bos nya dengan sangat sopan dan hati hati, karena Cipto tak mau nanti bos nya salah tanggap, dan akhirnya iya di marahi oleh bos nya, walaupun sebenarnya bos Jony adalah orang yang sangat baik, tapi entah kenapa, bosnya itu sekarang menjadi orang yang sangat sensitif, dan mudah sekali marah, tapi baru dalam beberapa bulan ini.
Cipto juga nggak tau, apa alasannya, karena sejauh yang Cipto kenal, bahwa Jony adalah orang yang sangat pengertian dan sangat perhatian, baik pada keluarga, sahabat, dan juga pada setiap karyawannya.
Cipto merupakan orang yang sangat dekat dengan Jony, bisa dikatakan orang kepercayaannya Jony, iya merupakan asisten pribadinya, hanya Cipto yang selalu tau dan mengerti dengan apa yang Jony butuhkan.
" Ya Cipto, langsung kamu antar ya, nanti saya share lokasi nya, dan ohya jangan pake lama ya, saya nggak mau teman saya terlalu menunggu lama, kamu faham ?
jawab Jony pada karyawan nya itu.
"O ya baik Pak, saya akan segera kesana dengan segera. jawab Cipto pada Bosnya itu.
"Ya sudah, kalau begitu, jawab Jony.
Setelah selesai bicara pada karyawan nya itu, Jony langsung kembali lagi bicara dengan Jeny.
Jeny nggak nyangka, ternyata hari ini, benar benar hari yang bisa membuat nya merasa sadar akan kebaikan yang tak terhingga dari sosok laki laki yang ada dihadapannya, yang tak lain adalah Jony.
__ADS_1
Ternyata sosok Jony, bukan hanya perhatian padanya, namun sosok Jony merupakan sosok pribadi yang sangat baik, dan pengertian, karena sudah berapa kali iya mengecewakan hati Jony, tapi Jony masih saja baik dan perhatian padanya, tampa Jeny sadari, Jeny menatap jony, dengan penuh kekaguman.
"Tapi, "tentu saja iya tak lupa, akan statusnya, ( Gadis tapi bukan Perawan ) "iya tetap harus menyadari akan hal itu, sadar akan siapa dirinya ?
Sebaik apapun Jony pada nya, tetap saja iya harus tau batasan nya, Jeny tidak akan memberikan harapan palsu pada Jony, harapan yang akan membuat Jony kecewa pada akhirnya, itulah yang membuat Jeny tak mau berada dekat dengan Jony, apalagi untuk mencintai Jony.
Jony Menyadari akan tatapannya Jeny padanya, makanya iya menyadarkan jeny dari lamunannya, dan itu mebuat Jeny kaget sedikit.
"Jeny, kalau begitu aku pamit dulu ya, udah siang nih, aku juga baru ingat, kalau siang ini, aku ada meeting sama klien!"
Jony pun pamit undur diri, dan beranjak dari tempat duduknya.
"Kapan kapan aku boleh ya main kesini lagi ?
tanya Jony, barangkali bisa di izinkan.
" Dan, "nanti motor kamu diantar kesini, oleh Cipto.
"Oke ya Jeny, "sampai ketemu lagi!..
"iya. "Sama sama. jawab Jony.
Jony pun berjalan dan masuk kedalam mobilnya, dan berangkat menuju kantornya, sambil melambaikan tangan pada Jeny.
"Da Jeny...
"Jeny melambaikan tangannya pada Jony
Setelah Jony berangkat, tak beberapa lama kemudian, motor Jeny pun sampai, diantar oleh karyawannya Jony.
" Assalamu'alaikum...
Cipto mengetuk pintu rumah nya jeny.
__ADS_1
"Wa'alaikum salam...
Jawab Jeny dari dalam.
Jeny keluar, membuka kan pintu rumah nya, dan benar saja, perkiraan nya, ternyata emang motornya yang diantar.
"Ini dengan Nona Jeny ? "tanya Cipto pada Jeny.
"Iya benar,!
"Ini Pak Cipto ya, tanya jeny pada laki laki tersebut.
"Iya Non, bener sekali, ini saya ngantar motornya Non, semuanya udah di bayar sama Pak Bos.
jawab laki laki tersebut pada Jeny.
" Ooo ya Pak, makasih ya Pak, "Apa nggak masuk dulu pak ? "Barangkali minum dulu Pak di dalam !
Jeny menawarkan masuk dan minum pada Pak Cipto.
" Ooo nggak usah Non, saya buru buru, dan kalau begitu saya permisi dulu ya Non, dan ini kunci motor nya Non, pak Cipto memberi kan kunci motor pada Jeny. dan iya pun langsung berangkat pulang, sesampainya di pintu gerbang, ternyata taksi online yang dipesan nya, sudah tiba.
Jeny mendorong motornya masuk kedalam garasi, karena iya nggak ingin kemana mana hari ini.
"Terima kasih Ya Allah, masih ada ya, orang sebaik Jony dan Pak Cipto.
Jeny sangat berterima kasih pada kedua orang tersebut, mungkin tampa mereka berdua, jeny belum sampai kerumah saat ini, mengingat jarak antara rumah Jeny dan kantor sangatlah jauh.
#############################
Ayo para kesayangan aku, mana nih jejaknya, kok sepi ?
gratis kok nggak bayar, cuma klik like, vote dan komennya, biar semangat gitu UP nya.
__ADS_1
makasih.