
Jeny, merasa kurang nyaman dengan pertemuan yang tak terduga ini, dia tidak ingin bertemu lagi dengan jony, dan dia juga yang meminta jony, untuk menjauhi nya, tapi kenapa bisa ketemu lagi, dia sebenarnya sudah lama sekali untuk tidak mengingat apalagi untuk memikirkannya lagi, semenjak beberapa bulan yang lalu, dia tidak pernah lagi, mengenang akan sosok jony, laki laki tampan, baik, dan penyayang itu.
karena baginya, dia bukanlah wanita yang pantas untuk berada di dekat jony.
"Jeny, apa kau sudah melupakan diriku? "tanya jony pada jeny yang diam, tampa sedikit pun menganggap keberadaan nya.
Tapi jony tidak memperdulikan hal itu, karena bertemu dengan jeny saja hari ini, iya merasa sangat bersyukur, karena sudah lama sekali iya ingin bertemu, tapi tidak pernah ketemu, dengan wanita pujaan hati nya itu.
Tapi, entah kenapa hari ini, Allah mempertemukan nya lagi dengan wanita idamannya ini, apa mungkin ini suatu kebetulan, entahlah.
Jony enggan memikirkan itu, yang jelas hari ini iya merasa sangat senang.
karena iya bisa bertemu dengan jeny.
walaupun iya menyadari,
kalau jeny kurang senang, dengan pertemuan ini, tapi iya tidak mau ambil pusing, memang dilihat dari sikap jeny padanya kali ini, sepertinya jeny sudah tidak mau lagi menganggap nya, apalagi untuk mencintai nya, itu mustahil.
Jony menatap jeny dengan tatapan penuh harap.
sosok jony.
"Jon, " maaf ya, aku rasa tak ada yang perlu kita bahas,
aku mau ke sana dulu, maaf kalau aku agak kurang berkenan di hati kamu.
jeny pergi dak meninggalkan jony yang lagi duduk termenung, seperti tak menyangka, kalau pertemuan nya sesingkat itu dengan jeny.
padahal masih banyak hal yang ingin iya ungkapkan pada jeny, terutama urusan hatinya pada jeny,
iya ingin mengungkapkan semua perasaannya selama ini.
Semenjak iya berpisah dari jeny, iya merasa sangat kesepian, karena tak ada wanita yang bisa menempatkan posisi di hatinya, selain dari wanita kesayangannya itu, yang tak lain adalah jeny.
Walaupun iya menyadari, bahwa sesungguhnya dia tidak mengerti apa yang ada di hati jeny, karena selama iya mengenal jeny, sedikitpun tidak ada sama sekali tanda tanda, kalau jeny menyukainya, cuma dia hanya yakin saja kalau jodoh itu tak kan kemana, dan iya akan tetap memperjuangkan cintanya, walaupun jeny tak menyukai dirinya.
Sebenarnya iya tak memiliki hubungan khusus sama jeny, tapi iya menyimpan perasaan dan harapan yang sangat besar pada jeny, apalagi disaat jeny dekat dengannya, jony merasakan sesuatu yang tak biasanya, sesuatu yang tak bisa diungkapkan dengan kata kata, dan hanya bisa di lakukan dengan tingkah laku, yaitu dengan mendekati, menyayangi, memperhatikan, dan mencurahkan kasih sayang pada seseorang yang iya cinta.
itu menurut pikiran jony.
*****************
"Jeny, " kok kamu kesini, bukannya tadi kamu lagi ngobrol sama jony?
tanya deril heran, karena Sahabat nya itu, tau tau sudah menghampiri dirinya, yang tengah asyik memotret alam sekitar.
"Nggak Ah, gua malas ada di dekatnya, jawab jeny dengan nada yang tak menyenangkan.
" Loh, "Emangnya kenapa?
tanya deril bingung, perasaan tadi baik baik aja.
kok sekarang manyun gini sih, cicit deril.
__ADS_1
" Ah, nggak kenapa napa, !"gua nggak mau terlalu jauh mengobrol dengannya, itu akan mengulang cerita yang telah lama gua kubur dalam dalam, dan tak mungkin gua gali lagi.
"iyakan? " jeny menatap deril penuh tanda tanya?
"Iya, tapi nggak segitu nya kali, kasian dia,
sepertinya dia senang banget bisa ketemu sama lo.
tapi, kok lo nya, nggak senang gitu,
itu sih seperti yang gue lihat ya,?
" bukannya sok tau.
"Gua nggak mau aja, bikin dia sakit hati,
"ril, lo tau sendiri kan, kalau gue tu paling nggak suka, nyakitin perasaan orang lain, apalagi nyakitin perasaan dia.
"dia itu orang baik, nggak mungkin gue nyakitin dia,
dan nggak mungkin juga gua berpura-pura mencintainya, iyakan ?
Padahal dalam hatinya, memang sebenarnya iya juga memiliki perasaan yang sama pada jony, tapi dia juga, nggak bisa terbawa perasaan, karena jeny juga menyadari kekurangan nya, dia nggak mungkin memberikan harapan pada jony, sementara dia merasa dia nggak berhak mencintai, apalagi di cintai.
"Tapi jen, " kenapa lo nggak mau menjalin hubungan dengannya, ? "apa ada yang salah sama dia ?
"gua rasa, "nggak kan ?
"Secara gitu, dia baik, perhatian, penyayang,
terus perhatian lagi sama lo,
Deril menatap jeny, dengan penuh kebingungan, mengingat sikap jeny, yang terkesan aneh pada jony, padahal jujur, deril aja sepintas melihat tampang jony,
tidak ada keraguan di hatinya, dia yakin kalau jony itu laki laki baik.
makanya, dia percaya aja ninggalin jeny pada jony.
"Tapi, kok aneh ya ?
"kenapa jeny nggak suka pada jony ?
deril bertanya tanya dalam hatinya, mengenai perasaan jeny ke jony.
" Ah, ngapain juga gue mikirin urusan mereka,
bisik deril dalam hatinya.
"Deril, " Lo kenapa ?
"tanya jeny pada sahabatnya itu, karena dia perhatikan deril dari tadi kok ngelamun aja.
" Eh iya, kenapa tadi ?
deril kaget, dengan pertanyaan jeny barusan,
__ADS_1
"Lo tu, kenapa ngelamun ?
"Emangnya lo lagi mikirin apa ?
tanya jeny lagi pada sahabatnya itu.
"Nggak lagi mikir apa apa sih !
" cuma lagi bengong aja, he he he.
jawab deril dengan santai nya.
Nggak mungkin dong iya cerita ke jeny, dengan apa yang di pikirkan nya saat itu, bisa bisa jeny salah faham lagi padanya, deril nggak mau ada ke salah pahaman antara dia dan jeny, karena iya sangat menyayangi sahabatnya itu.
Apa lagi mamanya selalu berpesan pada deril, jangan bikin jeny sedih, kasihan jeny itu sebatang kara, kalau bukan kita yang menyayangi jeny, siapa lagi.
Mamanya deril itu sahabatnya mama jeny, satu
rekan kerja, sama sama dokter.
Almarhumah mama jeny dokter kandungan,
dan mamanya deril dokter gigi,
tapi mereka satu tempat kerja di rumah sakit yang sama.
"Ril, kalau menurut elo, " gue jahat nggak, sama jony ?
tanya jeny pada sahabatnya itu.
sambil menatap wajah sahabatnya dengan tatapan penuh arti.
"Nggak sih jen, "cuma gue ada pertanyaan nih, sama elo, itupun kalau lo mau jawab jujur, kalau nggak mau juga nggak pa pa, nggak maksa juga.
"Pertanyaan apa ?
" Tanya jeny, dengan wajah heran.
"Jen, " Sebenarnya lo tu cinta nggak sih sama jony ?
tanya deril pada sahabatnya itu, dengan tatapan serius.
Jeny kaget dengan pertanyaan deril, dia nggak menyangka kalau deril akan bertanya hal itu padanya.
"Gimana ya ? "gua juga bingung dengan perasaan gue,
karena gue sendiri nggak yakin sama perasaan gue.
jawab jeny dengan penuh keraguan, membuat deril tambah bingung, dengan jawaban jeny.
********************
"Para kesayangan aku,
jangan lupa ya, tinggalin jejaknya
__ADS_1
like, vote dan komennya..
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰