
Dalam gelap di kesunyian malam, Segelap hati Jeny yang terselimuti rasa sedih bercampur kecewa, pikirannya yang seakan melayang ditelan oleh kegelapan malam, seolah merestui kelukaannya yang sedang iya rasa kan saat ini, Dan itu semua, seolah menjadi teman setianya Jeny, di kala iya termenung dalam kesenndiriannya.
Desiran angin seolah menyibak rambutnya yang telah lama tak terurai, seolah jadi saksi bisu, kalau iya sedang di lingkari oleh rasa sedih yang berkepanjangan...
Tak terasa, dua bulir bening mengalir dari kelopak mata Jeny dan hendak jatuh di atas pangkuannya.
Jeny mengelus elus perutnya yang masih rata, seakan iya memberitahukan kesedihannya pada janin yang Ada di dalam rahimnya.
"Sayang, kamu baik baik ya nak, mama nggak akan membuat kamu menderita, jika seandainya nanti, papa kamu nggak mau menerima kehadiran kamu disisinya, mama janji, mama nggak akan sia sia in kamu, atau bila sebaliknya jika papa kamu mau menerima kehadiran kamu, mama juga janji, mama nggak akan menolak keinginan papa kamu, walaupun hati mama nggak menerima nya.
Selama kehamilan nya ini, Jeny selalu mengajak anak yang ada di dalam rahimnya untuk bicara, mungkin Jeny seperti terlihat bodoh, atau lebih tepatnya seperti orang Gila, yang bicara sendiri, seolah anak yang ada di dalam rahimnya itu mendengar suara nya.
Cek klek,,,, pintu kamar Jeny seperti ada yang membukakan nya, Jeny cepat cepat bangkit dari tempat nya dan langsung menuju ke pintu, iya berharap sekali, kalau yang datang adalah Topan.
Dan benar saja, yang datang Dan membuka pintu itu adalah Topan, ayah dari anak yang dikandungnya.
Tampa iya sadari, iya langsung memeluk Topan dengan erat, bahkan iya seperti bahagia sekali dengan kedatangannya Topan, karena udah beberapa hari ini, iya selalu menunggu kedatangan Topan.
Entah kenapa perasaannya bisa berubah jadi lebay begini, benar benar aneh.
"Apa mungkin ini keinginan dari anak yang ada di kandungannya.. ? " ah, entah lah...
Topan heran dengan sikap hangat yang di tunjukkan Jeny pada nya, padahal tiap kali iya datang ke rumah Jeny, pasti keributan antara mereka berdua terjadi, paling tidak kekerasan dalam bicara, Dan malahan lebih lagi dari itu.
Tapi kali ini beda, tiba tiba saja Jeny langsung memeluk nya, nggak mungkin dong kalau Topan nggak heran.
Seorang Jeny, kok Mau Mau nya memeluk dirinya?
Kecuali jika di paksa...
Akhir nya Jeny menyadari, kalau iya tampa sengaja memeluk tubuh Topan.
Dan dengan cepat iya melepaskan pelukannya.
Topan merasa Lucu melihat tingkah Jeny seperti itu, tapi tetap saja iya merasa seneng banget dapat pelukan hangat dari wanita nya ini.
Topan senyum melihat nya, sontak saja itu membuat wajah Jeny merah, akibat dari menahan malu sendiri, dengan kebodohannya.
"Tenang saja Jeny, Aku tau sebenarnya kamu itu sangat merindukan Aku kan?
"Sudahlah, tak baik me nyembunyiin perasaan sendiri,
lebih baik kamu kesini peluk Aku lagi.
__ADS_1
tiba tiba Topan menarik pinggang Jeny dan memeluk Jeny lagi, serta langsung mencium Jeny dengan penuh perasaan.
Jeny kaget dengan apa yang di lakukan oleh Topan, iya pun dengan cepat mendorong tubuh Topan Dari hadapan nya, hingga hampir saja Topan jatuh dan menimpa meja yang Ada di belakang nya.
" Apa yang kamu lakukan Topan.. ?'' kamu itu bener bener sudah Gila..
Jeny sangat kesal dengan apa yang di lakukan Topan barusan, tapi tidak pada Topan, dia malah semakin bernafsu untuk mendekati Jeny lagi, dia memeluk Jeny lagi Dari belakang, di saat Jeny sedang merapikan bajunya.
"Jeny, " Jangan buat Aku marah ya, Aku ini kangen sama kamu, dan Aku juga kangen pengen ****** sama kamu, pinta Topan pada Jeny,
" kalau kamu nggak Mau, ya dengan berat hati, Aku akan Memaksa kamu.
"Berhentilah untuk menyakiti Aku Topan.. !
Aku nggak Mau kamu buat seperti itu, !
"Asal kamu tau Topan, aku sekarang lagi mengandung anak kamu.
Tiba tiba Jeny dengan jelas mengatakan kalau iya sedang mengandung anak Dari laki laki yang Ada di hadapan nya.
Sontak saja, membuat Topan menghentikan aksi kurang ajarnya.
kamu nggak bohong kan,,, ?
tanya Topan dengan serius pada Jeny.
Dengan beberapa pertanyaan Dari Topan, itu membuat Jeny kesal pada Topan, karena seolah tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Jeny barusan.
"Kamu nggak percaya ?
nih lihat, Jeny memberikan test pack yang kemaren belum sempat diberikannya pada Topan.
karena Topan sudah lama sekali nggak ke rumah nya,
Dan apa yang terjadi ?' Di luar dugaannya Jeny,
ternyata Topan kelihatan sangat bahagia.
entah apa yang Ada di pikirannya, hingga Jeny merasa nggak percaya, dengan apa yang di lihatnya.
"Apa yang terjadi pada Topan, kenapa iya bahagia?
__ADS_1
tidak sedikit pun Kelihatan bingung atau apa lah Dari wajahnya, padahal setau Jeny, nggak mungkin Topan bahagia dengan apa yang di katakan Jeny, tau sendiri kan, gimana sifat dan tabiat nya Topan.
tapi ternyata dugaannya salah.
Topan memegang perutnya Jeny, Dan malah bicara, yang bikin Jeny semakin heran Dan merasa nggak percaya.
" Sayang, kamu baik baik ya di perutnya mama.
"kasian mama, kalau kamu nakal, papa janji papa nggak akan buat mama kamu bersedih lagi.
lalu Topan mencium perutnya Jeny.
" Apa ini mimpi, atau emang ini kenyataan.. ?
Jeny semakin heran dengan apa yang di katakan Topan barusan, serasa Ada angin sorga yang menyapa nya malam ini.
walaupun sejujurnya ini bertentangan banget pada hati nuraninya.
Topan bener bener men perlakukan Jeny barusan, layaknya seorang suami pada istri nya, Dan itu membuat hati Jeny sedikit tersentuh...
"Jeny, kamu tenang saja, Dan nggak usah khawatir, Aku akan Menikahi kamu segera, Dan satu lagi,
kamu nggak usah mikir yang aneh aneh lagi,
kita akan memulai hubungan ini, dengan cara baik baik, kamu nggak usah khawatir dengan urusan mama, nanti biar Aku yang bilang, kamu faham kan maksud Aku...?
"tapi, Aku Mau kamu jawab yang jujur ya,
kamu Mau Menikah dengan Aku... ?
Tanya Topan dengan serius...
Tapi jeny belum menjawab pertanyaan Dari Topan. karena iya merasa belum yakin, tapi kalau iya nggak Mau bagaimana dengan nasibnya, Apa lagi sekarang, telah tumbuh bayi di dalam rahimnya, rahim yang seharusnya ditempati oleh anak yang benar benar diharapkan oleh setiap pasangan suami istri yang telah resmi menikah.
Dan pada akhir nya, jeny menganggukkan kepalanya,
itu menandakan, kalau iya sudah siap Menikah dengan Topan, mengingat anak yang dikandungnya.
kalau iya tidak Menikah dengan Topan, bagaimana nasib anak yang dikandungnya.
next...
jangan lupa tinggalin jejaknya ya..
__ADS_1
makasih...