Ku Menerimamu Apa Adanya

Ku Menerimamu Apa Adanya
Sadar dari ketidaksadaran nya


__ADS_3

Setelah setengah jam kemudian, barulah tante Asih sadar dari pingsannya, iya tak kuasa menahan tangisnya, iya merasakan kenyataan yang begitu sulit tuk diterima oleh nya, bukan karena iya tak mau menerima kehadiran cucu dalam hidupnya, tapi iya nggak menyangka, kalau kehadiran cucu pertama yang nantinya sangat diharapkannya, ternyata hadir dari sebuah hubungan yang sangat tak di inginkan. Hubungan yang di dasari atas dasar karena keterpaksaan, dan itu membuat Tante Asih merasa tidak terima, siapa sih orang yang mau menerima kehamilan karena hasil perkosaan, nggak ada orang yang mau menerima keadaan yang seperti itu, hanya karena kenyataan lah yang mau tidak mau harus menerima keadaan yang seperti itu.


Jeny buru buru menghampiri Tantenya, iya berharap kalau tantenya akan menerimanya, tampa banyak persoalan yang tak di inginkan nya. karena memang pada dasarnya, kehamilan yang iya alami saat ini, benar benar kehamilan yang tak di sengaja, bahkan tak di inginkan, tak ada wanita yang mau hamil, dari hasil pemerkosaan, dan bahkan seandainya itu terjadi pada orang yang bukan Jeny, mungkin mereka akan segera berbuat cepat, yang sekiranya akan membuang bayinya alias  digugurkan, tapi Jeny tak akan melakukan hal sekejam dan se konyol itu, bahkan iya sendiri bertekad, ada sosok suami ataupun tampa seorang suami, iya akan tetap mempertahankan kehamilannya, walau apapun resikonya, iya akan tetap mempertahankan kehamilannya.


Karena Jeny tau, anak ini benar benar anak yang tak bersalah, tak ada anak yang menginginkan iya hadir karena hasil hubungan terlarang, mereka semuanya lahir dalam keadaan fitrah, artinya suci, tampa ada yang namanya dengan istilah kata anak haram, ataupun anak hina, anak dari hasil pemerkosaan, semua itu tidaklah benar, karena sebenarnya bukan bayi itu yang anak haram, tapi orang tua dari bayi itulah yang melakukan hubungan tampa ikatan pernikahan, dan itu adalah haram.


Ketika Jeny datang mendekati tante Asih, tante Asih seperti membuang muka, mungkin iya enggan tuk menatap muka Jeny, atau apalah Jeny juga nggak tau apa yang ada di pikiran tantenya, yang jelas, tante Asih menunjukan sikap dan raut wajahnya yang tak menyenangkan, Jujur Jeny merasa  sangat sedih melihat tantenya yang tak memperdulikan kehadiran nya saat ini, tapi apalah daya, mana ada orang tua yang rela kalau anaknya melakukan hal hal yang tak diinginkan, memang ini kesalahannya Topan, tapi yang dikesalkan oleh tantenya, kenapa Jeny tak mengatakannya dari awal. kalau saja Jeny mengatakannya dari awal, mungkin kejadiannya tak akan jadi seperti ini, itu yang membuat tante asih kesal.

__ADS_1


Sejujurnya, tante Asih sangat sedih melihat keadaan ponakannya itu, iya nggak sanggup menatap wajah keponakan yang sangat iya sayangi itu, iya sangat tidak tega melihat keadaan keponakannya itu, yang menjadi korban kebiadaban anak kandungnya sendiri, yakni Topan, iya nggak menyangka kalau Topan sampai setega itu pada Jeny.


Sebenarnya apa yang ada di pikiran nya Topan, hingga iya tega menyakiti saudara perempuan nya sendiri, andaikan Jeny mengatakan hal itu dari awal, mungkin sesuatu yang menyedihkan ini, takkan pernah terjadi, karena Jeny tak pernah jujur padanya, Jeny menyimpan kesedihan nya sendiri tampa memikirkan apa yang terjadi pada dirinya saat ini.


Tante Asih, benar benar nggak sanggup untuk menatap wajah Jeny, yang lebih menyakitkan hati nya saat ini adalah, bagaimana bisa Topan bisa bertanggung jawab atas perbuatan nya, sementara itu Tante Asih sendiri, belum tau kapan Topan akan sadar dan mempertanggung jawab kan perbuatan nya. Maafkan tante Jeny, tante nggak bisa berbuat apa apa untuk menolong kamu  saat ini, ''batin tante Asih.


"Tante, Jeny senang sekali, tante sekarang sudah sadarkan diri, Jeny khawatir banget sama tante, Jeny nggak bisa berbuat apa apa tampa ada tante, " Jeny mohon, tante jangan sampai begini lagi ya, Jeny takut sekali tante, hanya tante yang Jeny punya, kalau sampai terjadi sesuatu sama tante, bagaimana Jeny bisa menyimpan rasa bersalahnya Jeny pada tante, Maafkan Jeny tante, maafkan Jeny.

__ADS_1


"Tante, Jeny mohon, tante jangan banyak pikiran ya, Jeny kuat kok tante,,,,


" Tante jangan sedih, nanti kalau tante udah mendingan, nanti Jeny bakal ceritain semua, apa yang sebenarnya terjadi antara Topan dan Jeny, sekarang mendingan tante istirahat aja, semua akan baik baik saja, tak ada masalah yang tak bisa di selesaikan, Jeny aja kuat, jadi Tante juga harus kuat dong...


Tante Asih masih diam terpaku, dia tak ingin bicara apapun untuk sekarang ini, yang ingin iya lakukan hanya diam diam dan diam, agar dirinya mrasa sedikit lebih tenang dan nyaman.


Next.......

__ADS_1


Kasian ya si Jeny, nasibnya malang sekali, kok ada ya, wanita semalang dan semenderitanya Jeny, kasian sekali dia, ngomong ngomong Nasibnya Jeny, makasih ya, yang udah mampir di karya recehku ini, jagan lupa tuk selalu ngedukung aku, dengan cara like vote dan komennya. yang banyak ya,,,hehehe


love you all...


__ADS_2