
Jeny POV
Aku nggak menyangka ternyata dia jauh lebih menderita dari diriku, Topan sangat tega padanya, demi mendapatkan apa yang dia inginkan, dia rela melakukan hal keji pada Nela, benar benar manusia yang tak punya hati, andai saja aku tau apa yang Topan lakukan pada Nela dari awal, mungkin aku akan berusaha untuk mencegahnya, bagaimanapun caranya, tapi nasi sudah jadi bubur, dan kayu sudah menjadi arang, tak ada yang bisa aku lakukan untuk saat ini, kecuali mencari tau kebenaran yang terjadi kepada Nela.
Hatiku sangat miris sekali, ketika melihat tampilan Nela saat ini, wajahnya yang terlihat kacau, rambutnya yang berantakan, bahkan tubuhnya yang kurus membuat hatiku sangat tidak tega padanya, tadinya aku sempat berfikir untuk membalaskan sakit hatiku padanya, karena iya sudah merebut dan mengambil suamiku, namun melihat keadaannya saat ini, membuat otakku berfikir seribu kali untuk menyakitinya.
Nela Nela ....Kenapa nasibmu jadi seburuk ini. Pikirku.
Aku mencoba untuk mendekatinya, ketika Dokter sudah memeriksa keadaannya. Dia sekarang tertidur lelap, mungkin karena pengaruh obat yang disuntikkan padanya, kulihat wajahnya terlihat tenang , aku mencoba mengusap rambutnya yang kusut, namun tetap bersih dan wangi. itu karena ada beberapa perawat yang sengaja dipekerjakan selama 24 jam oleh Topan, dengan peran dan tugas masing masing untuk mengurus Nela, itu yang kulihat saat ini, namun demikian tak membuat hatiku membaik terhadap Topan.
Aku yakin, pasti Topan sudah berbuat yang tidak baik pada Nela, kalau tidak, mana mungkin wanita ini menjadi gila. Bahkan melihat keadaannya, sudah bisa dipastikan kalau Topan benar benar sudah menyakitinya, aku saja dulu hampir gila dibuatnya, perlakuan nya yang bejat padaku, membuat hidupku buntu dan tak terarah, dan untungnya aku masih bisa berfikir jernih, hingga sekarang aku bisa melewati semuanya, tampa harus mengalami hal buruk seperti yang dialami Nela saat ini, kalau tidak aku sudah pasti menjadi gila dibuatnya, benar benar lelaki biadab.
Aku masih memikirkan hal hal buruk yang dulu pernah aku alami, namun aku tersadar ketika aku merasakan kalau tanganku dipegang oleh seseorang.
Tampa aku sadari Topan mendekatiku, dan memegang tanganku, aku mencoba tuk menepis tangannya, karena tak sudi tangan kotornya menyentuh tanganku, namun sepertinya Topan tak mengambil hati atas sikapku saat ini, ia malah tersenyum melihat sikapku yang terkesan cuek dan membencinya, yah aku emang benar-benar membencinya, bahkan sangat membencinya.
__ADS_1
"Sayang, ayo kita istirahat dulu, kamu capek, karena kita baru saja melakukan perjalanan yang sangat jauh.
Topan mencoba tuk membujuk aku agar aku mengikuti sarannya.
"Biarkan aku disini." Jawabku padanya, karena aku memang tidak ingin berada didekatnya, aku sudah sangat muak melihatnya, apalagi melihat ke pura puraannya saat ini, dia pikir aku akan menuruti kata kata nya, oh maaf aku tak mau. batinku.f
"Ngapain kamu disini, ?" lagian Nela sekarang sudah tidur, dan butuh waktu lama untuk menunggunya bangun, lagi pula kalau iya terjaga, itu akan tidak baik bagi dirimu sayang, iya akan menyakitimu." Jelas Topan pada istrinya.
"Iya Nyonya, lebih baik nyonya istirahat aja dulu, dan kami sudah menyiapkan makan malam untuk Nyonya dan Tuan. dan benar apa yang dikatakan oleh Tuan Topan, kalau nyonya Nela bangun, maka iya akan mengamuk dan menyakiti apa yang ada disekitarnya, bahkan iya juga akan menyakiti dirinya sendiri, kalau tak bisa menyakiti orang yang ada disekitarnya." Salah satu pembantu menjelaskan pada Jeny tentang apa yang terjadi pada Nela. dan itu sedikit membuat Jeny berubah pikiran, dan akhirnya iya mau mengikuti saran dari pembantu tadi.
Jeny melirik kearah Topan, untuk meminta penjelasan sebenarnya apa yang sebenarnya terjadi pada Nela, kenapa iya jadi seperti ini, Topan mengerti apa yang dimaksud oleh Jeny.
"Aku akan menjelaskan semua nya pada kamu, dan mungkin tidak disini, ayo ikuti aku sekarang." Topan mengajak Jeny untuk mengikutinya, kemudian tampa pikir panjang Jeny mengikuti Topan dari belakang.
Setelah mengikuti langkah kaki Topan yang sedikit menambah rasa pegal yang dialaminya tadi ketika berjalan menuju kamar Nela, membuat Jeny sedikit memperlambat langkah kakinya, namun tak lama kemudian mereka sampailah kesebuah ruangan yang sangat besar, entah ruang apa namanya, yang jelas ruangan ini terlihat sangat luas dan mewah, sepertinya ini sebuah kamar, karena disini terlihat ada tempat tidur yang sangat besar, dan ruang ini sangat luas dan nyaman, dan jauh sekali lebih besar dari kamar rumahnya, benar benar seperti kamar hotel tipe presidential suite atau juga disebut dengan royal suite, benar benar sangat mewah.
__ADS_1
Hati Jeny berdecak kagum melihat kemewahan yang ada pada kamar ini, apakah ini kamarnya Topan,,,? Jeny bertanya tanya dalam hatinya, namun sepertinya Topan memahami mimik wajah istrinya, Topan langsung menjelaskan nya pada Jeny.
"Sayang, ini kamar kita kamu silahkan beristirahat disini, kalau kamu mau mandi, di sana kamar mandinya, silahkan kamu mandi aja duluan, aku mau keluar dulu melihat situasi disini, kalau kamu butuh sesuatu, kamu tinggal panggil aja pelayan disini, kamu tekan tombol itu." Topan menunjuk Tombol khusus memanggil pelayan.
"Iya." Jawab Jeny singkat.
"Oh ya, itu pakaian ganti kamu, tadi sudah diletakkan oleh bik nah di sana, Topan menunjukkan letak tas pakaian ganti yang dibawa oleh Jeny tadi, oh ya habis mandi kamu siap siap kita akan makan malam.
"Iya," Jawab Jeny. lagi lagi Jeny hanya menjawab satu kata, yaitu Iya, karena memang tak perlu banyak bicara saat ini, karena yang perlu Jeny lakukan hanyalah meminta penjelasan. Iya butuh jawaban yang Jelas, untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Nela, lalu apa yang ada dan di lihatnya saat ini, karena tak mungkin Topan memiliki semua ini, karena ini benar benar mustahil dan sama sekali tak masuk akal, kecuali selama ini Topan mempunyai banyak pekerja alam ghaib, seperti Tuyul atau semacamnya. itu pikir Jeny.
Next,,,,
Lagi lagi lambat Up lagi lagi lambat Up,,,,,,Oooo tenang dulu, jangan kesel dulu nyak babe, neng, tong, encang encing,,,, hehehe.. "Namanya juga emak emak muda, banyak sekali kesibukan yang banyak menguras waktu dan tenaga, belum lagi tuntutan pekerjaan didunia nyata, mesti pintar pintar ngatur waktu, kalau nggak pintar, yah begini nih, telat lagi, telat lagi,,,,,Maafin yeeee,,,
Hmmmm,,,,,,Insya Allah aku akan rajin lagi Up nya...
__ADS_1
Tapi, harus imbang dong,,,hehehe
Banyakin dulu LIke, Vote dan komennya,,,,biar semangat author nya, buat yang sudah mampir disini, aku sangat makasih banget karena kalian mau berbaik hati, memberikan like nya padaku, yah walaupun vote nya kagak, tapi nggak apa apa juga, dengan kalian mampir disini aja, aku udah senang banget, semoga kalian sehat selalu, amin.....aku menyayangi kalian.