Legenda Sang Iblis

Legenda Sang Iblis
Ch. 101 - Kembali ke Masa Lalu


__ADS_3

"Saat itu dunia sedang berada di dalam kekacauan. Perebutan 100 Pusaka Keajaiban Dunia menggemparkan seluruh Kekaisaran dan mengundang pertumpahan darah. Aliran putih, netral dan hitam saling bersaing mendapatkan senjata terhebat, mereka menggigit satu sama lain. Pusaka-pusaka itu menyebabkan ratusan ribu jiwa melayang dalam kurun waktu tiga tahun saja."


Mendengarkan cerita Xiang Yi Bai, Xue Zhan teringat pada salah satu pusaka 100 Pusaka Keajaiban Dunia milik Lan Shuiyang salah satu dari Enam Cahaya Taring Merah yang pernah menyerangnya saat Ujian Pendekar Menengah. Dia memiliki pusaka hebat bernama Tombak Suci. Tak heran mengapa pusaka langit itu menjadi perebutan karena mereka memiliki kekuatan spesial dan juga keunikan lainnya yang dapat membuat pemiliknya kuat dengan mudah tanpa latihan berpuluh-puluh tahun.


Namun harga ratusan ribu nyawa tak sebanding dengan itu semua. Xiang Yi Bai menunjukkan penyesalan dalam tatap matanya saat dia kembali mengingat tentang masa lalunya.


Xue Zhan melihat mata itu, seakan dia telah melihat ribuan kematian dengan mata tersebut. Xiang Yi Bai meneruskan.


"Kekaisaran Diqiu berada dalam situasi bahaya. Ketika kelompok aliran hitam menguasai dunia persilatan, bukan hanya 100 Pusaka Keajaiban Dunia saja menjadi perebutan, pusaka lain juga menjadi incaran mereka."


Tak disangka Xiang Yi Bai menceritakan semuanya tanpa diminta, Xue Zhan mendengarkan lelaki itu seksama.


"Batu Elemen Penguasa Bumi milik Kekaisaran Diqiu, Batu Tanah, hampir diculik oleh kelompok aliran hitam dari Gunung Qin. Hal itu membuat Kekaisaran Diqiu berada dalam ancaman besar."


Xue Zhan menimbrungi, "Aku juga pernah melihat Batu Elemen Penguasa Bumi milik Kekaisaran Feng, benda itu benar-benar berbahaya, bahkan air yang terkena batunya saja langsung menjadi asam yang dapat membunuh dalam satu jam."


Xiang Yi Bai mengiyakan, "Di satu sisi Batu itu sangat berbahaya, tapi jika kau pergunakan untuk meningkatkan kekuatanmu aku bisa menjamin kau akan menjadi pendekar yang tak tertandingi."


"Kekacauan di Kekaisaran Diqiu ini mengakibatkan Kaisar pada masa itu jatuh sakit dan akhirnya meninggal. Putra termudanya, Ziran Zhao terpaksa menjabat di usia mudanya pada umur 16 tahun. Apa kau bisa membayangkan apa yang dilakukan anak seusiamu saat menghadapi situasi pelik di Kekaisaran di mana puluhan nyawa melayang setiap harinya?"


Xue Zhan tak pernah membayangkan bagaimana Ziran Zhao dapat melewati semua itu. Jutaan nyawa bertumpu di tangannya yang masih belia. Sekarang Xue Zhan paham mengapa lelaki itu begitu berkharisma, pemikiran kritisnya telah dibentuk sejak dia masih muda. Lagi-lagi Xue Zhan merasa bersalah telah membuat laki-laki itu kecewa terhadapnya.

__ADS_1


"Ziran Zhao meminta permohonan bantuan dari Kerajaan Phoenix. Satu-satunya tempat paling damai di era kekacauan itu."


Pemuda itu memotong bingung, "Kerajaan Phoenix?" Dia tidak pernah mendengar nama itu, yang diketahuinya saat ini hanya ada Empat Kekaisaran.


"Kerajaan Phoenix adalah wilayah yang berdiri sendiri, bersebelahan dengan Kerajaan Iblis. Mereka awalnya adalah wilayah yang menolak bersumpah setia pada Kekaisaran mana pun dan melindungi wilayahnya secara mandiri. Siapa sangka, pada masanya dua kerajaan ini paling makmur dan terkenal."


Xiang Yi Bai menenggak arak lalu melanjutkan. "Dia melemparkan permohonan bantuan itu ke Perguruan Gunung Pohon Seribu, salah satu perguruan terhebat di Kerajaan Phoenix dan mengatakan akan memberikan imbalan setimpal."


"Apa ... Tetua Xiang berasal dari Perguruan Gunung Pohon Seribu?"


Xiang Yi Bai tersenyum sesaat, bisa-bisanya Xue Zhan menebak benar. "Menurutmu siapa aku di perguruan itu?"


Diam sesaat, Xue Zhan akhirnya menjawab tanpa ragu. " Salah satu Tetua di perguruan itu?"


"Lalu apa yang Kaisar Ziran minta dari Tetua dan Gunung Pohon Seribu?"


"Menjaga Batu Elemen Penguasa Bumi, Batu Tanah bersama kami."


Xue Zhan lantas merasa ganjil. Tidak semudah itu mempercayakan Batu Elemen Penguasa Bumi pada pihak lain, apalagi dia adalah Ziran Zhao yang saat memikirkan satu keputusan akan menimbangnya sampai puluhan kali. "Bukannya itu terlalu beresiko? Tidak ada alasan Kaisar Ziran semudah itu menyerahkan pusaka langit pada Kerajaan Phoenix. Kecuali jika Tetua Xiang berada di kedua belah pihak dan memiliki peran besar dalam dunia persilatan."


Xiang Yi Bai menghela napas, "Oi, bocah. Sepertinya saat aku sedang menyembunyikan sesuatu kau bisa langsung menebaknya walaupun aku belum bicara."

__ADS_1


"Maksud Tetua Xiang?"


"Pemikiranmu tajam, seperti matamu," jujurnya, "Sebenarnya aku tidak mau memberitahu ini tapi karena kau mempertanyakan keganjilan ceritaku, terpaksa aku harus mengatakannya. Saat itu posisiku sedang berada di puncaknya, yaitu sebagai Ketua Agung Dunia Persilatan. Hanya aku satu-satunya dari Kerajaan Phoenix yang mendapatkan gelar ini, mengingat wilayah kami kecil dan kurang dianggap oleh empat Kekaisaran besar."


Ketua Agung Dunia Persilatan adalah julukan yang diberikan secara khusus untuk pendekar terhebat di seluruh dunia dan memimpin pendekar lainnya dengan beribu kehormatan dari seluruh perguruan. Orang itu ditunjuk berdasarkan kekuatan, kepemimpinan dan kemampuan. Tentu akan ada duel antara sesama kandidat Ketua Agung Dunia Persilatan, saat itu Xiang Yi Bai dapat mengalahkan lawan-lawannya kurang dari sepuluh jurus. Hal itu membuat namanya melambung tinggi dan begitu disegani oleh siapa pun.


Ketua Agung Dunia Persilatan itu akhirnya dijuluki sebagai Batara Pedang Suci, kemampuan bela dirinya dikatakan bisa menandingi langit. Tapi kelihatannya julukan itu tidak berlebihan karena pada nyatanya Xiang Yi Bai telah mencapai tingkat tertinggi dalam bela diri di usia yang terbilang masih muda yaitu 30 tahun.


Xiang Yi Bai menceritakan saat Ziran Zhao datang padanya dia datang dengan wajah yang putus asa. Siapa pun yang melihatnya akan iba. Sembilan Dewan terus memprotes, rakyat yang sengsara dan permasalahan yang terus berdatangan tidak ada habisnya dikatakan telah membuat putra Kaisar Ziran kurus kering seperti tulang tak memiliki semangat hidup. Kematian ayahnya saja sudah cukup membuatnya terpuruk ditambah harus menghadapi persoalan sulit.


Teman terbaik Xiang Yi Bai yang memiliki hati sentimental merasa tak tega membiarkan Kaisar Ziran memohon pada Ketua Agung Dunia Persilatan. Xiang Yi Bai tahu menerima permohonan bantuan itu sama saja menempatkan perguruan mereka dalam bahaya. Tapi di sisi lain Kekaisaran Diqiu pernah berjasa untuk perguruan tersebut.


Bukan hanya temannya, beberapa tetua lain yang menyambut Kaisar Ziran dengan baik menyarankannya untuk membantu Ziran Zhao. Mereka memiliki Xiang Yi Bai yang hebat, murid kuat dan penjagaan ketat di Perguruan Gunung Pohon Seribu. Seharusnya tidak terlalu menyulitkan apalagi Ziran Zhao berjanji akan mengambilnya kembali setelah satu tahun.


Setelah Batu Elemen Penguasa Bumi milik Kekaisaran Diqiu dibawa ke Perguruan Gunung Pohon Seribu, perlahan-lahan keadaan di Kekaisaran tersebut membaik meskipun masih ada gejolak kecil.


Banyak yang memuji kepemimpinan Ziran Zhao saat itu. Namun tak ada yang memuji jasa Xiang Yi Bai atau pun Perguruan Gunung Pohon Seribu yang mengemban peran utama dalam penyelamatan Kekaisaran Diqiu.


Karena hal itu beberapa Tetua Gunung Pohon Seribu mulai kesal, Ziran Zhao memang menepati soal imbalan. Tapi tak menepati janjinya untuk menaikkan nama Perguruan Gunung Pohon Seribu sebagai pihak yang berjasa pada Kekaisaran Diqiu, paling tidak sebagai tanda terima kasihnya setelah mereka menyelamatkan Batu Elemen Penguasa Bumi. Sebaliknya dia malah menaikkan nama Lembah Abadi sebagai perguruan yang membantu banyak menghadapi persoalan ini.


Xiang Yi Bai berhenti sejenak bercerita sambil bertanya, "Kau bisa menebak apa yang selanjutnya dilakukan Tetua Gunung Pohon Seribu?"

__ADS_1


***


__ADS_2