Legenda Sang Iblis

Legenda Sang Iblis
Ch. 166 - Dalang Konspirasi


__ADS_3

Setelah berhasil menyelamatkan Jiazhen Wu, Xue Zhan memutuskan untuk keluar dari Istana Kekaisaran melalui jalan belakang untuk menghindari pengawasan yang ketat.


Mereka beruntung dibantu oleh mata-mata Tangan Kanan Jiazhen Wu yang membantu menyamarkan penyusupan hingga ke luar istana.


Mereka dijemput oleh lima pengawal pribadi Jiazhen Wu di luar istana. Setelah beberapa jam perjalanan melewati hutan dan lembah, akhirnya Xue Zhan dan Jiazhen Wu tiba di sebuah tempat kecil di lereng bukit yang tersembunyi. Mereka segera menuju ke arah Tembok Hangyi yang merupakan pintu gerbang masuk ke dalam tempat tersembunyi tersebut.


Sampai di depan pintu gerbang, keduanya berjalan ke sebelah kanan tembok dan membuka pintu tersembunyi yang terbuat dari kayu tebal. Mereka masuk ke dalam sebuah lorong gelap yang berkelok-kelok hingga sampai di sebuah ruangan besar yang dihiasi oleh lampu lentera merah yang memancarkan cahaya temaram.


Di sana, mereka menemukan Tangan kanan Jiazhen Wu telah menungg dan membawa mereka ke ruangan tempat mereka bisa membicarakan permasalahan yang mendesak.


Ruangan tersebut hanya diterangi oleh lilin-lilin kecil yang terpasang di dinding-dindingnya. Mereka dijaga oleh puluhan prajurit yang berdiri tegap dengan zirah besi yang mengkilap, siap untuk melindungi kapan saja serangan tak terduga datang.


Hening melanda, mereka saling terdiam dan mengenali satu sama lain. Hingga kemudian Xue Zhan memperkenalkan diri. Dia mengambil alat yang digunakannya untuk mengubah penampilannya dan melepaskannya hati-hati. Tak lama terlihat wajah yang jauh berbeda, wajah seorang pemuda berusia 20 tahun yang kini mengingatkan Jiazhen Wu pada seseorang bocah. Jiazhen Wu sempat tersentak dan bungkam tanpa dapat berkata-kata.


Dia telah mencari pemuda itu sangat lama, karena dia adalah satu-satunya orang yang mungkin tahu ke mana putranya pergi. Namun semua orang mengatakan bahwa dia telah tewas di hari yang sama saat putranya menghilang.


"Kau ..."


Dia sampai sedikit bergetar saat melanjutkan kata-katanya,


"Xue Zhan, kau telah kembali," ucap Jiazhen Wu masih sedikit terkejut.


"Benar, Tuan Jiazhen. Aku datang untuk menyelamatkan Anda," kata Xue Zhan dengan tertahan. "Dan juga meminta beberapa informasi tentang anak Anda, Jiazhen Yan serta informasi seputar Kekaisaran ini."


Sebelum itu tentu saja Jiazhen Wu belum bisa pulih dari kekagetannya.


"Aku tidak tahu bagaimana caramu bisa selamat, tapi ini memamg sangat mengejutkan..."

__ADS_1


"Jika kau mencari putraku, dia telah menghilang selama lima tahun sejak kau pergi. Aku sama sekali tidak mengetahui ke mana perginya selain terakhir kali menemukan pakaian miliknya serta sebuah plakat dan jasad tak berbentuk. Semua orang mengatakan puteraku sudah tiada. Tapi aku percaya dia masih ada di sini." Dia beralih menatap Xue Zhan.


"Menurutmu apakah dia masih hidup?"


Xue Zhan tak membutuhkan waktu banyak untuk menjawab. "Dia bukan orang yang semudah itu mati. Aku yakin dia masih hidup, aku pernah sekali memimpikannya ..." Xue Zhan membuang pandangan sejenak.


"Pedangnya penuh darah dan tatapannya kelam. Aku tidak mengerti arti mimpi itu dan itu terus menggentayangiku. Karena itulah aku di sini, aku harus tahu ke mana dia pergi dan meninju kepalanya jika terlibat hal-hal buruk."


Jiazhen Wu menarik senyum.


"Aku sangat senang saat melihat ada orang yang peduli padanya selain diriku. Terima kasih, kau tahu, aku benar-benar menyayangi anak itu meskipun kadang aku berlaku keras padanya. Tapi itu tidak mengurangi kasih sayangku padanya sedikit pun."


Jiazhen Wu memandang Xue Zhan dengan berterima kasih. "Kau telah berani datang ke sini dan menghadapi resiko besar untuk menyelamatkanku. Aku berhutang nyawa kepadamu."


"Anda sangat sungkan, Tuan Jiazhen."


Xue Zhan mengangguk singkat hingga akhirnya melayangkan pertanyaan yang sejak tadi berputar di kepalanya.


Semua ini berkaitan dengan kematian Kang Jian. Lima tahun tidak mendapatkan kabar tentang situasi di Kekaisaran Diqiu, banyak hal mengejutkan yang membuat Xue Zhan kebingungan dan terkejut.


Xue Zhan memandang Jiazhen Wu dengan seksama, “Mengapa Anda menuduh Kaisar Ziran melakukan pembunuhan?”


Jiazhen Wu menjawab dengan suara yang berat, “Aku menemukan jimat pemberian cucunya di tempat di mana Kang Jian bunuh diri, yaitu sungai terkutuk Lembah Abadi. Ada banyak konspirasi yang semuanya menjurus pada Kaisar Ziran, jika kau ingin membaca detailnya aku sudah menyiapkan berkas yang seharusnya kuberikan pada Dewan Sembilan. Tapi berhubung situasinya sudah seperti ini ... Sepertinya aku akan menyuruh beberapa orangku untuk mengantarkan langsung pada mereka.”


Xue Zhan merenung sejenak. "Tuan Jiazhen memang berniat menyerahkan dokumen ini sebelum dipenggal mati?"


Laki-laki itu tertawa, omongan Xue Zhan langsung kena ke intinya.

__ADS_1


"Kau membaca pikiranku, heh," tanggapnya santai. Xue Zhan tidak habis pikir dengan ayah temannya itu. Sama saja kelakuan mereka, hanya saja Jiazhen Wu lebih bermartabat daripada anaknya.


Matanya menelusuri kertas demi kertas berisi keterangan tentang dugaan dan gugatan dari Jiazhen Wu. Dia kembali menatap ke arah Jiazhen Wu.


“Apa Guru Kang benar-benar melakukan bunuh diri? Aku tidak percaya. Dia adalah pendekar yang terhormat dan sangat setia pada Kaisar Ziran.” Xue Zhan membantah.


"Jimat ini adalah bukti bahwa Ziran Zhao terlibat dalam pembunuhan itu,” kata Jiazhen Wu dengan tegas.


Xue Zhan tidak bisa mempercayai apa yang didengarnya. Dia tahu bahwa Ziran Zhao sangat percaya pada Kang Jian dan tidak mungkin akan membunuhnya. Dia meminta Jiazhen Wu untuk menunjukkan jimat tersebut.


Seketika bawahannya membawa jimat itu, dan Xue Zhan melihatnya dengan seksama. “Ini tidak mungkin. Kaisar Ziran tidak mungkin melakukan hal seperti ini. Ada sesuatu yang tidak beres di sini."


Jiazhen Wu menggelengkan kepala. "Aku sudah melakukan banyak penyelidikan. Semua informasi yang kutemukan penuh liku dan belokan. Banyak dugaan dan tumpang tindih di dalamnya, tapi yang kutahu, ada yang disembunyikan oleh Kaisar Ziran. Aku ingin semua orang menyadarinya, setidaknya setelah aku mati, akan ada satu orang yang melanjutkan penyelidikan ini."


Xue Zhan diam mencerna semua informasi yang didapatkannya dari kertas tersebut. Sebelum akhirnya dia kembali menatap Jiazhen Wu.


Jiazhen Wu menatap balik Xue Zhan. "Lalu boleh aku bertanya padamu?" Kharisma di wajahnya membuat Xue Zhan segan dan langsung mengangguk. "Silakan, Tuan Jiazhen."


"Bagaimana kau bisa selamat dari Jurang Penyesalan yang mencapai puluhan ribu meter dalamnya dan bertahan dari para siluman monster di sana? Orang-orang mengatakan bahwa saat sebelum kau jatuh, putraku sempat menahanmu. Sayangnya tiba-tiba dia melepaskan tanganmu hingga kau terjatuh. Mungkin puteraku menyesali hal itu dan memutuskan untuk menghilang."


Xue Zhan tidak mungkin menceritakan soal Xiang Yi Bai. Setelah tahu laki-laki membawa pusaka berharga yang rawan diincar, dia memutuskan untuk tidak melibatkan Xiang Yi Bai sebisa mungkin.


"Aku sekarat berbulan-bulan dan hidup kritis di dalam sebuah goa. Aku tidak tahu caraku bisa bertahan sejauh itu, mungkin sebuah keajaiban," Jawabnya sekenanya. Jiazhen Wu mengangguk, jawaban itu saja sudah cukup baginya.


"Kau telah menyelamatkan nyawaku. Katakan, informasi apa yang kau inginkan dariku. Aku akan menjawab sebisaku."


Xue Zhan mengangguk. Dia sudah menyiapkan semua pertanyaan di dalam kepalanya. Semua hal yang terjadi di lima tahun sejak kepergiannya, Jiazhen Wu tahu semua tentang itu-bahkan informasi-informasi rahasia sekalipun.

__ADS_1


__ADS_2