
Setiap kali Xue Zhan mengenai Shuiyang laki-laki itu akan membalas balik tiga kali lipat, dia telah mewaspadai pola itu dan membaca tempramen lawannya yang memang dangkal dan hanya mengikuti emosinya sendiri.
Lelaki itu memutar tombak di depan tubuhnya hingga angin kencang mulai terasa bahkan dari tempat Xue Zhan berpijak saat ini, Lan Shuiyang menunjukkan ekspresi wajah yang penuh dengan percaya diri meski tahu saat ini Xue Zhan telah membaca apa yang akan dilakukannya.
"Kau tidak akan bisa menghindar dari jurus terbaikku." Dia berhenti memutar dan memasang kuda-kuda seperti banteng yang akan menerjang, "Tombak Suci - 12 Tebasan Menggetarkan Langit!"
Xue Zhan mundur dan mencari celah untuk menangkis tapi sayangnya serangan sebesar itu memiliki daya jangkau di luar prediksinya. Untuk sesaat dia tertegun seperti pernah mendengar nama Tombak Suci itu.
Di dalam buku pusaka dunia persilatan yang disimpan di ruang perpustakaan pribadi Kang Jian dirinya pernah membaca tentang senjata Tombak Suci. Tombak Suci adalah salah satu dari 100 Pusaka Keajaiban Dunia dengan yang lebih level tinggi dari pusaka biasa hingga masuk ke dalam daftar tersebut. Kebanyakan pusaka itu tersebar dan berada di tangan-tangan orang hebat.
Dulunya Tombak Suci adalah senjata terkenal yang dimiliki seorang pendekar legenda dari Kekaisaran Guang namun Lan Shuiyang membunuh laki-laki itu dengan cara tidak terhormat, mengambil nyawanya ketika tidur di kediamannya dan mencuri tombak itu. Bersembunyi di dalam kelompok Taring Merah sehingga tidak satu pun dari pihak pendekar itu yang mampu membalaskan perbuatan jahatnya.
Jurus 12 Tebasan Menggetarkan Langit adalah jurus pendekar terhebat Kekaisaran Guang itu, Xue Zhan terdorong jauh oleh angin dari tombak berkekuatan dahsyat. Darah tembus dari balik punggungnya, pemuda itu memuntahkan darah sangat banyak. Tubuhnya terlempar melubangi rumah dan terpental jauh hingga menabrak benteng batu bata yang cukup tebal.
Di bawah timbunan batu tersebut Xue Zhan nyaris kehilangan kesadaran, mulutnya masih terus mengeluarkan darah yang merah pekat agak kehitaman, lalu terlihat lelaki itu muncul menenteng tombak sekali lagi dengan ekspresi kemenangan.
"Bagaimana dengan jurus terhebatku? Pastikan kau melihat semuanya, hahahha. Setelah ini aku akan mendapatkan matamu, darahmu, dan kekuatanmu. Jurus 12 Tebasan Menggetarkan Langit akan jauh lebih dahsyat dari pencipta jurusnya sendiri!"
Dia tertawa terbahak-bahak menopang pinggangnya, Xue Zhan berusaha bangun dengan menopang tubuh menggunakan sikut tangan. Tubuhnya kembali rebah tak berdaya, kakinya terjepit reruntuhan besar, napasnya melemah. Sementara Lan Shuiyang berjongkok di dekatnya dengan sebelah tangan akan mengambil dua bola mata Xue Zhan.
Jari itu kian mendekat dan menyentuh kulit kelopak mata Xue Zhan, membuka mata tersebut dan takjub dengan keindahan bola mata merah yang sebelumnya hanya mampu disaksikannya dari kejauhan. Dia mengelus kulit wajah pemuda itu, mungkin memiliki nilai harga jual yang tinggi walau dia belum memastikan. Tapi tidak bisa dibohongi, pemuda berdarah setengah iblis itu memiliki wajah tampan rupawan, sama seperti seorang Raja yang dulu begitu diagungkan di Kerajaannya. Dia tertawa mengingat sejarah itu dan betapa konyolnya seorang laki-laki mati mengorbankan nyawa dan Kekaisaran hanya untuk seorang wanita dan anaknya.
__ADS_1
Jari telunjuk dan tengahnya mulai menekan masuk ke lubang mata Xue Zhan, dia menyeringai kian lebar. Sampai sesuatu melesat cepat dan tiba-tiba saja memotong ujung kedua jari tengah dan telunjuk. Sontak laki-laki itu terkejut bukan main dan segera menoleh ke sekitar.
Mendapati tiga pemuda datang, salah satunya memasang wajah dipenuhi bara emosi. Kalap.
Pemuda itu masih sempat-sempatnya bertanya di tengah ketegangan di antara mereka.
"Oi, Tua Jelek. Apa kau melihat seorang bocah miskin dengan muka bodoh seusia denganku?"
Lan Shuiyang tersinggung berat disebut Tua Jelek, dia bangun dan terlihat wajahnya berkerut dalam menandakan kemarahan besar. Melihat satu per satu bocah itu. Xian Shen, Xiao Rong dan Jiazhen Yan. Tak terlihat takut di ketiga pasang bola mata itu, membuatnya tergelitik geli ingin sekali mencongkel mata milik mereka.
"Tidak. Tapi aku melihat ada tiga pasang mata lainnya yang begitu indah untuk disusun di atas piringku."
Xian Shen mencibir seram, "Ya ampun malah bertemu Lelaki Pedofil yang Psikopat. Teman-teman, kita pulang saja ayo."
"Aku memang kehilangan dua jariku yang manis, tapi kelihatannya itu sepadan dengan empat pasang mata ini."
Dia berniat mengeluarkan jurus yang sama seperti sebelumnya, jika satu dari mereka terkena sudah tentu akan bernasib sama seperti Xue Zhan yang tergeletak tak sadarkan diri.
"Mundur-" Xiao Rong memperingatkan namun terlambat lelaki itu lebih dulu melesat cepat ke arah mereka dan menyerbu Jiazhen Yan paling pertama. Jiazhen Yan melompat ke atas atap rumah untuk memancing perhatian musuh. Xiao Rong dan Xian Shen mengerti tujuan Jiazhen Yan dan segera menyelamatkan Xue Zhan sebelum lelaki itu kembali.
Untuk beberapa hal mereka mengerti cara berpikir Jiazhen Yan, dia lebih memilih bertarung dengan mengandalkan kekuatan sendiri daripada bergantung pada kerja sama tim.
__ADS_1
Lan Shuiyang menggila, satu jurus lainnya menyerbu Jiazhen Yan yang masih mengudara setelah menghindar dari jurus terhebat, tak menyangka lawan bisa mengeluarkan dua jurus tingkat tinggi secara berturut-turut.
"Tombak Suci - Gelombang Air Pasang!"
Kekuatan air menerjang dada Jiazhen Yan sampai dia terjatuh berguling di tanah mendapatkan luka yang lumayan berat akibat jurus tersebut, pemuda itu bangkit dan terpojokkan di sebuah dinding dan Lan Shuiyang sudah menahannya dengan gagang tombak di depan dada.
"Mau lari ke mana, hm? Siapa yang kau sebut Tua Jelek tadi?"
"Tidak terima dengan nama Tua Jelek? Kuganti dengan nama Tua Bangsat mau?" sambut Jiazhen Yan yang segera menciptakan asap keluar dari hidung lawannya, begitu murka. Senjata lawan semakin mendorongnya hingga punggung Jiazhen Yan merapat dengan tembok, lawan berbicara dengan nada tinggi.
"Matilah!"
Jiazhen Yan merunduk, tempat di mana kepalanya semula berada bolong dan hancur, dinding tersebut berlubang cukup besar hingga terlihat isi rumah di dalamnya. Jiazhen Yan keluar dari bawah kaki Lan Shuiyang dan mengikat kedua tangan musuh.
"Jangan bergerak, kupatahkan tulang rentamu nanti," ejek Jiazhen Yan kemudian. Lawan menoleh ke belakang selintas sebelum tertawa meremehkan.
"Mau adu kekuatan?" gumamnya sinis. Dilihat bagaimana pun Jiazhen Yan masih begitu muda tak tak memiliki tenaga sebesar dirinya. Lelaki itu dengan mudah melepaskan tangannya dari tangan Jiazhen Yan. Tapi dia begitu bodoh untuk menyadari Jiazhen Yan menyiapkan perangkap.
Mata Jiazhen Yan berubah kejam.
"Mau coba simulasi di neraka tidak?"
__ADS_1
Dari kakinya api merah pekat menjalar membentuk lingkaran dan perlahan naik ke atas dan semakin meninggi membentu penjara api. Terdengar suara kobaran api disertai bau hangus dari kayu dan rerumputan yang terbakar. Lan Shuiyang tersentak, itu adalah salah satu jurus terhebat klan Jiazhen. Neraka Api Murni.
Lalu api itu bergilir menyantap Lan Shuiyang dari ujung kaki, lelaki itu memberontak tapi terlanjur sudah Jiazhen Yan memerangkapnya tanpa membiarkannya keluar dari neraka miliknya.