Legenda Sang Iblis

Legenda Sang Iblis
Ch. 81 - Sumpah pada Langit


__ADS_3

Sosok tadi teralihkan saat Yin Jiao tertangkap, membuat musuh berhasil mengenai tulang keringnya hingga dia limbung. Salah seorang musuh menebaskan pedang ke mukanya, berhasil memotong kain tipis yang menutupi wajahnya.


Sesuatu tergeletak di samping sosok yang terjatuh itu, muncul sebuah kotak persegi berukir emas dan dibaluti kain tipis yang begitu halus. Benda itu adalah hadiah tanda terima kasih yang pernah Yin Jiao berikan pada Xue Zhan sebelum Ujian Pendekar Pemula.


Tak menyangka selama tiga tahun ini, Xue Zhan menyimpannya di rumah singgah dan datang untuk mengambilnya. Ada beberapa barang lain yang harus diambilnya dari sana. Karena itu Xue Zhan kembali mendatangi istana Kaisar diam-diam.


Yin Jiao yang ditahan musuh membuka mulut.


"Hadiah itu—" Suaranya tercekik, "Kau ... Xue Zhan?"


Pemuda itu kembali memasukkan barangnya, tak peduli Yin Jiao berbicara padanya. Saat melihat sendiri wajah pemuda itu Yin Jiao tahu dugaannya tak meleset.


"Berita tentangmu itu ... Kau tidak mungkin melakukannya, bukan?"


Xue Zhan kembali berdiri, sedikit sempoyongan. Yin Jiao melihat luka di sekujur tubuhnya yang bisa dikatakan parah tapi yang mengejutkannya dengan luka seperti itu Xue Zhan masih mampu berdiri dan bertarung.


"Khawatirkan dirimu sendiri, Nona Yin."


Xue Zhan maju mengayunkan pedangnya mengenai tiga leher sekaligus, menghajar sisanya sampai terkapar tak sadarkan diri dan sampai ke orang yang menahan Yin Jiao.


"Kudengar Nona Yin adalah salah satu jenius Kekaisaran kita, tapi kenapa Anda tidak mempertahankan diri sendiri dan malah sibuk mencemaskan urusan orang lain?"


Laki-laki di belakang Yin Jiao tahu kemampuan bela dirinya berada di bawah Xue Zhan dan segera melepaskan Yin Jiao.


Saat mengira laki-laki itu ketakutan, Xue Zhan salah besar. Dia memiliki senjata rahasia berupa serbuk racun, jarinya menebarkan racun itu ke wajah Yin Jiao yang telat menyadari hal itu.


"Jangan menghirup udaranya-"


Xue Zhan terlambat, Yin Jiao telah lebih dulu menghirupnya. Pemuda itu langsung membunuh laki-laki itu. Anak buah Menara Giok Hantu mengeluarkan darah dari mulut dengan bekas sobekan di leher, kematiannya terbayarkan, Yin Jiao harus terkena racun.

__ADS_1


Xue Zhan menopang kepala gadis itu di pangkuan, kekuatan di tubuh gadis itu perlahan melemah dan itu membuat Xue Zhan gelisah tiada henti.


"Ini permasalahanku, mengapa kau harus terlibat dalam kesialan ini?" Xue Zhan mengeratkan kepalan tangannya, begitu marah pada Menara Giok Hantu. Ini benar-benar pembalasan berkali lipat seperti yang dikatakan Hantu Penggerogot.


Xue Zhan mendekatkan wajahnya, mencium bau racun yang cukup dikenalnya. "Racun Kembang Seribu? Tidak mungkin! Ini adalah jenis racun langka yang tidak pernah disebarkan di Kekaisaran Diqiu. Lalu ... Siapa yang memberikan racun ini? Mengapa harus melibatkan Nona Yin?"


Jika tujuannya hanya untuk pembalasan dendam seharusnya Hantu Penggerogot tak perlu repot-repot melibatkan orang lain dan bisa langsung membunuhnya di tengah jalan.


Xue Zhan mengangkat wajahnya, melihat ratusan pendekar Kekaisaran Diqiu datang. Seakan kembali mengulangi hal yang sama saat Tetua ke-45 mati di tangannya. Wajahnya berubah buruk.


"Iblis ini telah mencelakai Nona Yin!"


Kesialan demi kesialan tak pernah berhenti mengejar dirinya, Xue Zhan mengepalkan sebelah tangan begitu marah. Dua orang berlari menyampaikan pesan tersebut pada Kaisar Ziran, sisanya tinggal di tempat sambil menghardik pemuda itu.


"Kau pikir kau siapa, kau telah membunuh Tetua ke-45 dari Lembah Abadi, menjadi penyebab Gurumu bunuh diri dan sekarang mencelakai Nona Yin?!"


Pemuda itu tertawa lemah. Situasi semakin membuatnya tersudutkan, jika dia berusaha menjelaskan sekarang juga tidak ada artinya.


"Kemarin Tetua, lalu Gurumu, sekarang cucu pria terhormat Kekaisaran kita, Yin Jiao?! Di mana hatimu, iblis?! Jika kau tidak mempunyai hati, gunakan otakmu untuk berpikir!"


Adik ipar ayah Yin Jiao memaki keras, Yin Jiao adalah keponakan yang sangat disayanginya. Sekarang gadis itu berada di pangkuan Xue Zhan—iblis berdarah dingin yang telah menggemparkan Kekaisaran Diqiu dan mungkin juga Empat Kekaisaran lain.


"Aku tidak akan melukainya, Nona Yin adalah gadis yang baik."


Pemuda itu membaringkan tubuh Yin Jiao perlahan-lahan, tatap matanya begitu menyesal. Salah seorang murid perguruan menyebutnya.


"Dia bekerja sama dengan Menara Giok Hantu untuk mencelakai Nona Yin. Aku melihatnya sendiri, saat Nona Yin dipegangi musuh, iblis ini hampir memenggalnya. Lalu mereka memberikan racun pada Nona Yin."


Semua orang terkejut lagi.

__ADS_1


Di tengah situasi kacau itu seseorang lelaki berumur dan perawakan tegas berjalan tergesa, matanya berkilat penuh amarah melihat pemandangan di depannya.


"Kau—iblis tidak tahu malu!" cacinya. Ziran Zhao menunjuk Xue Zhan. Dia telah kehilangan muka di hadapan umum dan akan kehilangan cucunya karena iblis itu.


"Aku memberimu kepercayaan dan kesempatan, tapi apa yang kau balas padaku?! Tidak ada ampunan lagi untukmu. Kau harus dihukum mati dengan cara paling mengenaskan!"


Seruan Ziran Zhao diiringi teriakan dari ratusan orang yang mengerubungi Xue Zhan saat itu. Mereka mengangkat pedang sambil berseru, berulang kali, hingga Xue Zhan kembali mengeluarkan suara.


"Tidak ada yang bisa kukatakan lagi. Tolong rawat luka Nona Yin. Ini kesalahanku yang tidak bisa mencegah kemalangan menimpanya."


"Kau adalah kemalangan bagi semua orang!"


Xue Zhan menelan ludah kasar, sebelah tangan menggenggam gagang pedang enggan mengeluarkannya. Dia telah meninggalkan gurunya, teman-temannya dan perguruan Lembah Abadi sebagai seorang buronan. Kini setelah jatuhnya Yin Jiao dan kemarahan besar Ziran Zhao, Xue Zhan tak yakin apakah masih ada belahan di dunia ini yang mau menerimanya.


Tak memiliki apa-apa, hidupnya hancur dalam hitungan jam dan semua orang membencinya. Xue Zhan tidak memiliki alasan hidup selain pesan terakhir gurunya. Untuk menjadi seorang pendekar hebat yang menghancurkan kebusukan di muka bumi ini. Termasuk orang yang membuat fitnah ini kepadanya.


Pemuda itu berbalik meninggalkan Yin Jiao yang segera diamankan, kabur ke gerbang istana dan menerobos penjagaan. Langkah angin tercepat miliknya nyatanya masih bisa disusul oleh beberapa pendekar lain, Xue Zhan mengabaikan rasa sakit di tubuhnya dan masuk ke dalam hutan, terus berlari.


Hingga dia tidak memiliki arah lagi, kehilangan semangat hidup yang sebelumnya begitu membara dan entah bagaimana caranya api itu padam seperti ditiup angin.


Hutan belantara itu hanya mengantarkannya ke sebuah tempat kosong dengan sebuah jurang di tepinya.


Ketika dia membalikkan badan terlihat 150 lebih pendekar berkumpul untuk mengambil nyawanya. Di sana ada saudara-saudara Yin Jiao bersama sang Kakek, Ziran Zhao. Serta puluhan murid dan tetua dari Lembah Abadi yang datang untuk membalaskan dendam mereka atas kematian Tetua ke-45 dan kepergian Kang Jian.


"Kau dulunya adalah murid dari Lembah Abadi dan juga pendekar menengah yang diakui. Namun sekarang, secara terang-terangan aku akan mengatakannya pada semua orang. Bahwa Lembah Abadi tak mengakuimu sebagai murid dari perguruan kami!" seru Ketua Perguruan Lembah Abadi, Chang Gao dengan lantang.


"Dan aku sebagai Ketua Perguruan Lembah Abadi bersumpah pada langit, akan membalas semua perbuatan kejimu!"


Tepat di saat bersamaan kilat menyambar, wajah itu begitu murka menatap Xue Zhan begitupun semua orang yang berdiri di depan pemuda itu. Mereka telah ditelan kemarahan dan tak akan pernah puas sebelum nyawanya dihabisi.

__ADS_1


__ADS_2